Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
9 - Desa Teratai


__ADS_3

"Kak Cici bagi barang mu padaku. Aku akan masukkan kedalam cincin ruang ku." Cisin pun memberi barang yang berisi pakaian nya kepada Siumei. Barang Siumei telah diletakkan didalam cincin nya sejak kemarin lagi.


Mereka pun turun tangga dan menuju ke kedai makan yang berada di tingkat bawah rumah tumpangan itu.


Mereka memesan makanan.Siumei hanya memesan teh hangat saja, kerana dia telah makan di ruang dimensi bintang sebelum dia keluar. Setelah mendapatkan makanan nya Cisin pun makan dengan lahap nya kerana dia kelaparan. Malam kemarin dia juga tidak keluar dari kamarnya karna tiada yang teman untuk makan bersama nya.


"Kak setelah ini kita akan pergi ke hutan lingzhi."


"Hah!! Kenapa kamu mau ke sana? aku pernah mendengar kabar bahwa disana ada singa mutasi. Kata orang yang pernah terserempak dengan singa itu, dia sangat besar dan bersifat ganas." Ujar Cisin terkejut dengan usul adik angkatnya dan terus melanjutkan makan.


"Xia Lin apakah kamu, mendengar suara ku.?"


Nagin berbicara melalui fikiran nya.


"Iya aku mendengar nya." Siumei membalas dengan cara yang sama. Dia mengenali suara Nagin.


"Di hutan lingzhi terdapat tumbuhan obat yang sangat langka. Jika kamu kesana, kamu bisa ambil dan tanam di ruang dimensi bintang. Salah satu tumbuhan obat yang ada di hutan lingzhi adalah cendawan reishi yang mampu menguatkan badan dan meningkatkan tahap kekebalan badan terhadap penyakit. Aku yakin ia amat berguna untuk mu kelak. Tidak usah risau dengan singa mutasi karna aku ada cara untuk menundukkan nya"


"Iya, aku juga berfikiran sama dengan mu mengenai tumbuhan itu tapi apa maksud mu yang kamu bisa menundukkan singa mutasi itu?."


"Kamu akan tau nanti." Mereka berbicara berdua tanpa ada yang mendengarkan nya.


"Aku ada keperluan disana, nanti jiejie juga akan tau, apa yang ingin aku lakukan. Kita akan pergi kesana dengan berjalan aja. Kerna aku ingin melihat dan merasai kehidupan orang di desa." Ujar Siumei merasa teruja untuk melihat sendiri cara hidup orang jaman kuno. Udara disini juga lebih nyaman dibanding jaman moden yang penuh jerebu."

__ADS_1


"Kalau begitu katamu, baiklah. Setelah ini kita berangkat kesana. Tapi kita harus berhati- hati ketika berada disana" ujar Cisin tersenyum mendengar Siumei memanggil nya jiejie


Setelah selesai makan dan membuat pembayaran, mereka pun berangkat pergi. Sepanjang pejalanan, mereka menjadi pusat pemerhatian orang disitu. Mereka memuji kecantikan Siumei.


Beberapa waktu kemudian, mereka telah keluar dari ibu Kota. Tidak jauh dari ibu kota terlihat sebuah perkampungan. Akhirnya mereka tiba di hadapan pintu gerbang yang tertulis desa Teratai. Mereka merasa lelah dan lapar. Ketika ingin mencari kedai makan, mereka melihat ada orang ramai berkumpul dan juga terdengar terikan dari seorang pria yang memarahi seseorang. Siumei merasa panasaran dan menuju kesana. Ketika menyelit masuk dikerumunan orang, akhirnya nya Siumei bisa melihat ada seorang kanak kanak sedang melutut sambil menangis. Dan di depannya terlihat seorang pria yang berpakaian seperti seorang bangsawan memarahi nya.


"Permisi Pak, ada apa yang berlaku disini?" Tanya Siumei kepada seorang pria yang agak berumur disebelah nya.


"Aku dengar, katanya anak kecil itu mencuri barang di toko pedagang itu. Tapi pedagang itu kererlaluan sekali. Kasihan Sama anak itu" jawab paman sebelah Siumei


"Pedagang itu terkenal dengan keangkuhan dan kesombongan nya malah seorang yang amat pelit. Banyak orang ditindasnya. Sudah kaya, tapi sifatnya kayak gitu." Sambung wanita disebelah paman tadi.


Siumei merasa geram dan maju kedepan, sambil berkata "Paman!! berapa harga barang yang di ambil oleh anak ini. Saya akan membayarnya."


"Ini dua koin emas." Hulur Siumei. Pedagang itu mengambil sambil tersenyum, melihat Siumei yang telah ditipu nya.


"Tapi Nona, barang yang ku ambil tidak semahal itu, bahkan barang itu telah diambil kembali olehnya." Ujar anak kecikl itu.


"Aku telah membayarnya, maka serah kan barang itu pasa anak ini". Kata Siumei


"Ini barangnya." Lalu dia memcampak kan barang itu kearah anak itu, lalu melangkah pergi. Orang yang berkumpul tadi pun telah bersurai.


Anak itu mengutip barang itu dan berkata "makasih Nona."

__ADS_1


"Iya sama sama. Aku senang membantu mu. Boleh aku tau apa barang yang kamu curi dan mengapa kamu mencuri nya?" Soal Siumei. Cisin hanya memandang mereka dari samping saja.


"Sebenarnya aku tidak mencuri. Pedagang itu telah membuang tumbuhan obat yang telah rusak dan layu. Aku mengutipnya tapi malah dia memarahiku, katanya barang yang dia buang ada nilainya." Anak itu berkata sambil air mata nya mengalir. Lalu menunjukkan bungkusan yang ada didepan nya. Siumei melihat tumbuhan itu dan ternyata beberapa tangkai daun bertam sulur yang sudah tidak ada guna nya lagi jika dibuat obat. Karna bertam sulur berguna jika daun nya dikunyah ketika masih segar. Untuk mengobati demam kanak kanak. Siumei mengetahui serba sedikit berkaitan tumbuhan obat ketika dia belajar dulu di jaman moden.


"Keterlaluan pedagang itu, mudah nya dia menipu dan menindas anak kecil. Lalu untuk apa kamu mengutip tumbuhan layu ini".


"Untuk ibuku dia sakit, sudah beberapa bulan dia sakit. Aku ngak ada koin untuk memanggil tabib atau membeli obat. Aku asal aja mengutip nya, mana tau tumbuhan ini cocok untuk mengubati ibuku." Kata anak kecil itu sambil tersenyum dengan penuh harapan.


Siumei dan Cisin bergenang air mata mendengar anak sekecil itu berkata dengan tabah. Lalu menghapus air mata mereka, agar tidak dilihat anak itu.


"Apa kamu udah makan?" Ujar Siumei menukar topik perbualan nya.


" Belom Nona." Sambil menggelengkan kepalanya


"Ayo ke kedai itu, kakak akan belanja mu makan."


"Tapi Nona Aku tidak mempunyai koin, malah yang tadi juga tidak mampu ku bayar."


"Kakak tidak menyuruhmu membayarnya." Ayo ikut aja." Sambil menarik tangan anak itu menuju ke kedai makan yang berhampiran dengan mereka.


Di satu sudut yang berhampiran dengan mereka, berdiri dua orang pria tampan yang sejak tadi melihat dan mendengar dengan jelas kejadian tadi. Pada awalnya pria itu ingin menolong anak itu tapi Siumei telah mendahuluinya. Pria tampan itu adalah putera mahkota Huan Zo dan jeneral muda Zan yang merangkap sahabat baik Putra mahkota Huan. Yang menyamar menjadi rakyat biasa untuk mengetahui dan menjaga keamanan hidup rakyatnya.


"Zan' er kamu telah melihat dan mendengar apa yang dibicarakan oleh anak itu kan? Pergi cari dan tangkap pedagang itu. Bawa dia ke muka pengadilan dan menceritakan pada hakim yang bertugas apa yang berlaku. Pastikan dia mendapat hukuman yang berat. Ambil token nama ku ini agar dia menerima hukuman segera." Arah Putra mahkota Huan Zo.

__ADS_1


__ADS_2