Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
43 - Telah Pulih


__ADS_3

Semasa berendam, sekali lagi Putra Jing Zhi memuntahkan darah kehitaman beberapa kali. Terlihat wajah Putra Jing Zhi menjadi pucat.


"Tubuh ku terasa sakit sekali. Arrrghhh!!" Ujar Putra Jing Zhi.


"Tahan Putra Jing Zhi. Sebentar aja lagi." Xia tersenyum manis sambil berdiri dihadapan Putra Jing Zhi.


Putra Jing Zhi bertambah semangat pabila melihat senyuman manis dari Xia.


Setelah melihat wajah tenang Putra Jing Zhi, Xia pun memeriksa denyutan nadinya dan ternyata racun yang berada dibadan nya telah tiada. Akhirnya selesai juga rawatan rendaman. Xia menyuruh Putra Jing Zhi keluar dari bak mandi dan bilas badannya dengan air bersih, karna air dibak mandi kotor dengan darah yang dimuntahkan oleh Putra Jing Zhi. Keadaan Putra Jing Zhi masih lemah, dia dibantu oleh Leo sehingga memakai baju persalinan yang baru. Xia menanti diluar kamar bersama Nagin.


Semasa menanti Putra Jing Zhi selesai, Xia telah mengarahkan seorang pelayan untuk menghantarkan makanan untuk nya dan temannya beserta bubur untuk Putra Jing Zhi. Pelayan itu pun pergi setelah menerima arahan daripada Xia.


"Xia, Putra Jing Zhi udah selesai menukar bajunnya." Panggil Leo dari dalam kamar.


Xia pun masuk kekamar bersama dengan Nagin.


"Pasti kamu lapar, tunggu sebentar lagi pasti pelayan menghantarkan bubur untuk mu. Tadi aku udah arahkanya membuat bubur untuk mu." Putra Jing Zhi menganggukkan kepalanya dan tersenyum lemah. Mereka semua kelaparan karna sekarang hari udah sore, berarti kali terakhir mereka makan tadi adalah ketika sarapan pagi.


Tidak lama setelah itu beberapa orang pelayan datang menghantarkan makanan yang dipesan oleh Xia.


"Leo, Nagin kalian makan duluan. Aku mau suapin Putra Jing Zhi dulu, setelah itu baru aku akan makan."


"Kami tunggu kamu Xia. Kita makan bareng." Ujar Nagin dan Leo mengangguk kan kepalanya tanda setuju.


"Atau biar aku aja yang suapin Putra Jing Zhi?" Ucap Leo, yang ditatap oleh Putra Jing Zhi tidak puas hati.


"Ngak perlu, kamu pasti lelah seharian membantuku menjaga Putra Jing Zhi. Istirehat dulu sana."


'fuhhh!!. nasib baik Xia yang suapin aku, kalau Leo yang suap, yaa!! ngak selera aku nak makan.' kata Putra Jing Zhi didalam hatinya.


Xia pun meniup bubur yang panas itu dan mula menyuap Putra Jing Zhi. Terlihat muka nya bahagia dilayan Xia seperti itu.

__ADS_1


"Aku rela sakit sakitan, jika kamu yang merawat dan menjagamu seperti ini." Ujar Putra Jing Zhi sambil tersenyum bahagia.


"Ceahhh!! Kamu coba merayu ku.. ermm..?"


Leo dan Nagin Coba untuk tahan dari ketawa. Dia mengetap bibir nya, supaya menahan dari ketawa mendengar ungkapan dari Putra Jing Zhi.


"Xia'er, kami tunggumu diluar aja. Nanti kamu panggil kami jika udah selesai." Ujar Leo sambil tersenyum, muka nya merah menahan tawa. Xia hanya mengangguk kan kepalanya saja. Sampai ditaman dihadapan kamar, Leo dan Nagin ketawa lepas.


"Haaa.. haa.. haaa.. tidak ku sangka Putra Jing Zhi bisa berkata begitu. Apa kamu lihat tadi wajahnya. Terlihat lucu sekali...!!" Ujar Leo pada Nagin. Mereka tidak mau ketawa di hadapan Putra Jing Zhi karna khawati dia berkecil hati.


Didalam kamar, Xia sudah selesai menyuap Putra Jing Zhi makan. Lalu Xia memberi pil peningkat qi dan air sungai pemulih jiwa untuk menambah tenaga yang terkuras dibadannya. Setelah menelan pil dan meminum air pemulih jiwa, Xia menyuruh Putra Jing Zhi untuk bermeditasi.


Xia memanggil Leo dan Nagin untuk makan bersama. Mereka pun makan bersama didalam kamar Putra Jing Zhi. Setelah selesai makan, Putra Jing Zhi masih belum selesai bermeditasi lagi. Mereka terus menunggu sehingga Putra Jing Zhi selesai bermeditasi.


Tidak berapa lama Putra Jing Zhi membuka matanya.


"Bagaimana dengan mu?" Tanya Xia langsung, apabila melihat sahaja Putra Jing Zhi membuka matanya.


"Ehhhemm.. Aku rasa lebih bertenaga." Putra Jing Zhi langsung berdiri dan berjalan. " Badan ku terasa lebih ringan. Wahh...!! Udah lama rasanya tidak merasakan nyaman seperti ini." Ujar Putra Jing Zhi sambil medepakan tangannya dan memejamkan matanya.


"Ermm.. racun ditubuh mu telah tiada Dan aliran tenaga mu juga bagus." Ucap Xia sambil mengangguk kan kepalanya.


"Makasih..!! Makasih karna kamu sudah menyelamatkan nyawa ku disaat semua tabib menyerah untuk menyembuhkan penyakit ku."


"Aku hanya membantu semampuku." Xia tersenyum melihat Putra Jing Zhi.


"Xia maukah kamu mengikut ku kembali ke kerajaan utara. Bertemu dengan ayah dan bondaku. Pasti mereka senang sekali berjumpa orang yang menyelamatkan nyawa anaknya." Ujar Putra Jing Zhi sambil memegang kedua tangan Xia dan menatapnya mendekat.


'Kenapa denganku? mengapa dengan jantungku hari ini? Apa ada masalah dengan jantungku? Aduh.!!' ujar Xia didalam hatinya, sambil menatap Putra Jing Zhi. Xia seperti digam apabila Putra Jing Zhi semakin mendekat.


Ehhhemm.. ehemm. Terdengar seseorang berdehem dan ternyata adalah kaisar Xi dan permaisuri nya.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan.. ermm..? " Tanya kaisar Xi yang baru masuk kekamar untuk melihat keadaan Putra Jing Zhi. Dan ternyata melihat Putra Jing Zhi memegang tangan putrinya.


"Ehem.. ayaaah.. bila ayah datang?" Ucap Xia terkejut melihat ayah dan bonda angkatnya disitu. Mereka pun memberi hormat kepada kaisar Xi dan permaisuri nya.


"Ayah datang ke sini mau tanya keadaan kesihatan Putra Jing Zhi. Putri ku bagaimana dengan kesihatan calon suami ini?" Tanya kaisar Xi sambil tersenyum memandang permaisuri nya.


"Ayaaahh!! Aku mau pergi beristirehat." Xia langsung pergi meninggalkan mereka yang masih tertawa. Pipi Xia terlihat merah menahan malu. Leo dan Nagin mengikuti Xia.


Putra Jing Zhi merasa bahagia mendengar ucapan kaisar Xi yang sepertinya merestui hubungan mereka berdua.


Putra Jing Zhi menerangkan kepada kaisar Xi akan keadaan kesihatan nya yang telah pulih seperti yang diberitahu Xia tadi.


"Jika kamu sukakan Putri beta, langsung katakan padanya dan kita bisa berbincang soal pernikahan kalian terus." Ucap kaisar Xi dan berlalu pergi. Putra Jing Zhi tersenyum bahagia.


Sesampai Xia diistana, dia langsung berlari masuk kekamarnya. Cisin yang khawatir melihat Xia berlari masuk ke kamar, langsung mengikutnya masuk ke kamar Xia.


Cisin melihat wajah Xia yang merah dipipinya langsung bertanya. "Apa kamu sakit Xia?" Sambil meletakkan tangan di dahi Xia. Ternyata tidak demam.


"Ada orang demam cinta Cisin." Ujar Leo yang baru tiba dikamar Xia bersama Nagin.


"Apa!! demam cinta?" Cisin terkejut masih tidak faham.


"Xia apa kamu mau bertemu orang tuaku, pasti mereka senang melihatmu." Ujar Leo sambil memegang tangan Nagin. Meniru ucapan Putra Jing Zhi tadi. Mereka tertawa melihat gelagat Leo yang memuncungkan mulutnya seperti mau mencium Nagin.


Haa.. haaa. Haaa..


"Apa seperti itu tadi?? Aduh... Rugi aku tidak mengikut kalian tadi kesana." Kata Cisin yang baru memahami keadaan sebentar.


"Kalian berdua bohong. Mana ada Putra Jing Zhi membuat seperti itu." Xia memuncungkan mulutnya yang dibuat Leo tadi.


Mereka ketawa melihat wajah imut Xia.

__ADS_1


"Kalian..emm.. tidak mau berteman dengan kalian lagi." Ujar Xia sambil menghentakkan kakinya.


"Apa yang ribut ribut ini. Mengapa Xia? Ayah mendengar kalian berbicara kuat dari luar tadi. Apa ada masalah nak." Tanya Menteri Chu masuk kekamar Putri nya.


__ADS_2