
Putra Ren Zie langsung menceritakan dari awal penyiasatan nya tentang kematian keempat saudara kandungnnya sehingga Xia menghukum keempat menteri yang terlibat kepada ayahnya. Pada awalnya Kaisar Xi meragui kata anaknya.
Putra Ren Zie tidak berkecil hati, memang tuduhan ini sangat berat tetapi Putra Ren Zie tidak mengalah. Dia telah menunjukkan beberpa bukti yang dia ada, akhirnya dia memanggil Xia untuk bertemu kaisar Bei.
Setelah memberi salam hormat untuk kaisar Bei, Xia pun memanggil keluar Zu.
"Zu ubah lah ke ujud asalmu." Zu merubah menjadi naga air yang memang dikenali oleh kasar Bei.
"Kau.. kau.. bukan kah kau haiwan kontrak anakku, Jing Zhi?"
"Iya ini aku."
"Bagaimana.. bagaimana kau bisa selamat sedang kan tuan mu telah mati?"
"Ini karna jasa baik Putra Jing Zhi. Dia telah menyelamatkan ku dengan membatalkan kontrak nya dengan ku dan memberikan sedikit qi nya, supaya aku bisa bertahan sehingga putri Xia datang dan dia juga mau aku menyampaikan pesannya serta ingin aku menceritakan kebenaran kejadian hari itu."
"Apa.. apa... yang terjadi sebenarnya pada ketika itu??" Kaisar Bei terlihat sedih, matanya memerah menahan emosinya ketika itu.
"Ketika itu Putra Hei Zi dan beberapa orang suruhan menteri Huai telah menyerang kami dengan jarum beracun. Mereka juga telah menyihir keseluruhan pelayan dan pengawal yang bertugas di kediaman putra Jing Zhi ketika itu dengan aura hitam. Aku juga mendengar keterlibatan Selir Hui dalam kematian keempat saudara kandung putra Ren Zie karna iri dengan status permaisuri. Karna Selir Hui menginginkan darjat permaisuri dan mau menjadikan anaknya putra mahkota." Zu telah mengubah semua kesaksian nya karna telah dirancang dengan Xia sebelumnya.
"Apa.. apa benar katamu?? Tidak ku sangka, wanita yang terlihat baik dan lemah lembut ternyata mempunyai hati yang sangat busuk dan keji."
"Mereka adalah anggota klan hitam, Jika ayah mau mengetahuinya, ayah bisa melihat ada tanda bulat berwarna hitam dilengan mereka. Itu tanda mereka adalah anggota klan hitam."
Kaisar Bei terdiam dan cuba mengingati apa selir Hui mempunyai tanda itu di lengannya.
"Iya.. iya, aku pernah melihatnya. Memang selir Hui dan Putra Hei Zi mempunyai tanda hitam dilengan mereka. Pada awalnya aku berfikir itu memang tanda lahir biasa."
"Tanda hitam di lengan mereka adalah tanda mereka anggota dari klan hitam."
"Jika permaisuri ku mengetahuinya pasti dia merasa sedih. Karna Permaisuri Bei sangat menyayang selir Hui dan menganggap dia seperti adiknya sendiri." Kesedihan terlihat diwajah kaisar Bei. Suasana menjadi sepi seketika.
"Tapi kenapa kau tidak keluar ketika kami menyiasat tentang kematian Jing Zhi?"
"Karna jika aku keluar, tidak sempat aku memberitahu kalian kebenarnya pasti aku udah mati. Karna aku juga terkena jarum beracun dan hanya putri Xia yang bisa menyelamatkan ku."
"Aku akan menghukum mereka." Kaisar Bei menggenggam tangannya. Dia merasa benci dan marah pada Selir Hui.
"Tidak perlu ayah, biar aku yang menghabisi mereka. Aku udah menyiapkan hukuman untuk mereka." Xia tersenyum, terlihat sangat menakutkan. Mereka yang melihatnya merasa meremang.
__ADS_1
"Kapan kau mau menghukum mereka?"
"Tiga hari lagi tapi setelah itu, aku harap ayah bisa menutup mata ketika aku selesai menghukum mereka semua."
Kaisar Bei hanya menganggukkan kepalanya dan menelan air liurnya. Dia menasihati Xia untuk berhati - hati.
Setelah selesai berbincang mereka pun keluar dari ruangan itu. Kaisar Bei hanya bisa termenung mengingatkan masalah itu.
Ketika Mereka tiba di istana Putra Mahkota. Putra Ren Zie langsung menarik tangan Xia dan masuk ke kamarnya. Ming langsung menutup pintu kamar dan menanti mereka diluar.
Putra Ren Zie langsung menekan Xia sehingga Xia bersandar di dinding kamar. Posisi mereka sangat dekat sehingga bisa merasa nafas di antara satu sama lain.
"Apa kau perlu bantuan kami Xia?" Tanya Leo.
"Tidak.. aku bisa menaganinya." Mereka berbicara dipikiran Xia sahaja.
"Apa yang cuba kau lakukan?" Tanya Xia.
"Berani kau menipu ayahku?"
"Aku tidak menipu kaisar Bei, apa yang dikatakan Zu adalah benar kesemuanya."
"Aku memudahkan kerja kita."
Putra Ren Zie menatap mata Xia yang terlihat indah, hidung yang mancung dan bibir yang menggoda. Putra Ren Zie seperti terpukau melihat kecantikan isterinya, dan cuba mendekatkan dirinya mau mencium Xia.
"Hentikan Ren Zie...!!"
Putra Ren Zie tersedar dan langsung menjauh dari Xia.
"Kau.. kau.. Huh..." Xia langsung melangkah pergi.
"Aku.." Tidak sempat putra Ren Zie berkata, Xia udah keluar dari kamarnya.
Huhhh.. Putra Ren Zie mengeluh.
"Ming.. ming.."
Mendengar nama nya dipanggil Ming langsung masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Apa kau udah siap kan, apa yang Putri Xia maukan?"
"Udah siap.. Apa pangeran mau, hamba berikannya pada putri Xia sekarang?"
"Tidak perlu.." Putra Ren Zie tersenyum. Baginya untuk mencari maklumat yang Xia mau kan tidaklah susah sebenarnya. Hanya memerlukan beberapa jam sahaja, dia bisa mendapatkan maklumat itu tetapi dia hanya mau Xia menunggu lebih lama. Putra Ren Zie tahu, Xia pasti kaluar dari istana ini setelah selesai membalas dendam.
Keesokan harinya, Permaisuri Bei datang ke Istana Putra Ren Zie untuk bertemu Xia.
"Putri Xia..!!" Permaisuri Bei terus masuk ke dalam kamar Xia, karna pintu kamar Xia terbuka dan pelayan yang menjaga di depan pintu juga tidak sempat mengumunkan kedatangan permaisuri Bei. Membuat Xia kaget.
"Bo.. bonda.." Xia tersenyum paksa.
Permaisuri Bei langsung memeluk Xia.
"Bagaimana dengan keadaan mu sekarang?"
"Aku baik - baik aja bonda."
"Bonda sangat kawatir dengan keselamatan mu."
"Maaf telah membuat bonda khawatir tentang ku."
Terdengar pengawal mengumunkan kedatangan Putra Mahkota Ren Zie.
"Bonda.. Mengapa bonda datang ke sini?"
"Bonda mau bertemu dengan isteri mu. Apa tidak boleh?"
"Ha.. ha.. ha.. boleh bonda.."
"Putra ku, setelah ini tolong jaga isteri mu dengan baik. Jangan bagi dia kabur lagi. Dan jangan sakiti hatinya lagi."
"Iya bonda.. Mari aku hantar bonda kembali ke Istana bonda. Sore ini, ayah menyediakan sedikit jamuan untuk menyambut kepulangan Putri Xia. Nanti bonda bisa bertemu dengan nya lagi. Karna sekarang Putri Xia mau istirehat." Permaisuri Bei hanya menurut kata anaknya.
Putra Ren Zie tidak mau Xia tersalah cakap dengan bondanya. Karna keadaan permaisuri Bei masih lemah, tidak bisa menerima kejutan. Takut nya, mengakibatkan sakit jantungnya kumat lagi.
Setelah mereka keluar dari kamar Xia. Xia merasa lega, tetapi juga merasa hairan.
'Mengapa kaisar dan permaisuri Bei sepertinya tidak marah padanya?? Aku kan udah kabur dua tahun dari sini. Ermmm.. sepertinya aku tidak sampai hati untuk ninggalin mereka. Mertuaku baik dan sayang padaku.'
__ADS_1
Hemm.. Xia mengeluh, dia juga teringat kan kedua anaknya.