
Setelah Xia melakukan tugas pertama mereka. Xia langsung pulang ke pondok. Setelah membersihkan diri, Xia beristirehat sebentar.
Xia bangun dari tidur setelah matahari tegak diatas kepala.
"Puteri udah bangun, mari kita makan siang. Aku udah siap memasak."
"Terima kasih Wei Wei. Kau pasti lelah, menjaga Putra dan putri ku. Memasak untuk kami lagi."
"Hahahaha.. Aku udah biasa sejak dari kecil membuat pelbagai kerja. Aku gembira melakukan tugas ku. Aku merasa bahagia dapat berkhidmat untuk mu," Wei Wei tersenyum melihat Xia. Xia juga membalasnya.
"Anak bonda yang cantik dan tampan, mari sini."
Lun membawa Putra dan Putri lalu menyerahkan pada Xia yang sedang duduk di hadapan pondok. Xia langsung memeluk dan mencium anaknya.
"Mari kita makan. Putri berikan mereka pada ku. Puteri makanlah, pasti kalian lapar setelah berlawan dengan musuh."
"Tidak, kamu makan lah Wei Wei. Biar aku yang menjaga mereka." Ujar Cisin
"Aku udah makan duluan tadi bersama Lun. Putra putri kecil juga udah makan dengan kami tadi. Kalian makan lah."
Xia pun memberi anak nya pada Wei Wei dan Lun.
Selesai makan Xia memanggil mereka semua untuk membahas tentang hal yang akan mereka lakukan dimasa akan datang.
"Aku bercadang untuk bertemu dengan kaisar Xi dan jika mereka ijin kan aku mau menyerahkan putra putri kecil untuk mereka jaga sementara waktu karna tugas yang akan kita lakukan kedepan sangat berbahaya. Aku takut untuk meninggalkan mereka disini, Menurut kalian bagaimana?"
"Aku bersetuju dengan mu Xia." ujar Renyu.
"Iya aku juga." Ujar Nagin yang lainnya pada menganggukkan kepalanya.
Tiba-tiba Wei Wei melutut dihadapan Xia.
"Puteri, ijin kan aku menjadi pengasuh mereka dan bawalah aku bersama."
"Bangun Wei Wei.. Siapa yang bilang, aku mau ninggalin kamu?"
Wei Wei bangun, dia menangis.
"Maaf puteri, apa puteri tidak suka aku menjaga mereka?"
"Kau udah salah faham Wei Wei. Kau dan Lun akan tetap menjadi pengasuh mereka sehingga mereka meningkat dewasa. Cam kan kataku."
__ADS_1
"Benar.. benar kah Puteri?" Wei Wei mengelap air matanya, dia tersenyum dan memandang Lun.
"Iya... aku akan membawa kalian pergi ke istana Kaisar Xi karna aku bimbang dengan keselamatan kalian. Kau dan Lun akan menjaga anak-anak ku disana. Agar kalian bisa lebih aman disana."
"Terima kasih putri.." Wei Wei
"Terima kasih putri..." Lun
"Kalian berkemaslah kita akan berangkat sebentar lagi."
Setelah mereka siap berkemas Xia membawa Wei Wei dan Lun masuk kedalam ruang dimensi. Pada awalnya keduanya merasa kaget tetapi mereka tidak bertanya karna mereka pasti bahawa Puteri Xia seorang yang baik dan sangat hebat. Xia menunjukkan ruang masak di dalam Istana dan mengajar Wei Wei menggunakannya. Xia juga menunjukkan kamar tidur untuk mereka.
"Kalian tunggu disini, untuk beberapa hari. Aku juga akan meninggalkan putra putri ku untuk kalian jaga disini.
Setelah itu Xia langsung keluar dari ruang dimensi.
"Jika kalian udah bersedia, ayo kita berangkat sekarang."
"Sebentar Xia, aku lupa mau memberimu mu mutiara baru aku." Zu mengeluarkan mutiara merah yang bermakna Zu mempunyai kuasa baru iaitu element api.
"Nagin aku udah mempunyai mutiara merah. Apa bisa aku memilikinya lagi?"
"Apa dentian ku tidak tersumbat jika aku menelan banyak mutiara?"
"Hahaha.. kau lucu sekali Xia.. Seribu mutiara yang kau telan tidak mempunyai kesan terhadap tubuh mu. Kau masih bisa mengikat kontrak dengan beberapa haiwan lagi jika kau mau. Karna kau mempunyai kuasa ruang dimensi."
"Cumanya tahap tubuh seseorang kultivator, mampu bertahan atau tidak dengan kuasa yang banyak dan besar. Jika tubuh mereka menolak keluar mutiara yang di telan, maka tubuh mereka udah mencapai had limitnya. Jika orang biasa mungkin tidak mampu, tapi kau istimewa."
Xia tersengih mendengarkan bicara Nagin dan Renyu, dia langsung mengambil dan menelan mutiara yang diberi oleh Zu. Terlihat tubuhnya menyinari cahaya merah.
Setelah itu mereka pun menggunakan teknik teleportasi untuk segera sampai di ibu kota kerajaan Barat. Di karnakan jarak yang agak jauh, mereka mengambil masa selama beberapa jam untuk sampai di kerajaan barat.
Ketika sampai di ibu Kota kerajaan barat mereka sangat keletihan. Mereka langsung masuk ke ruang dimensi untuk beristirehat sebentar
Setelah beberapa hari di ruang dimensi, Xia pun keluar dan kelihatan hari udah hampir gelap. Xia pun menyewa kereta kuda untuk menghantar mereka ke istana kaisar Xi. Xia, Putra putrinya, Wei Wei dan Lun sahaja yang berada di dunia nyata. Mereka berlima menaiki satu kereta kuda.
Ketika tiba dihadapan istana Xi, Xia menunjukkan token giok yang melambangkan milik kerajaan Barat. Pengawal memanggil jeneral yang bertugas untuk mengesahkannya karna pengawal itu tidak mengenali putri Xia.
"Maafkan kami, aku jeneral yang bertugas. Siapa kah anda dan apa tujuan datang ke istana di waktu malam begini?
"Aku Putri Xia Lin.. Aku mau bertemu dengan ayah ku, kaisar Xi. Apa bisa aku masuk sekarang?" Xia membuka jendela kereta kuda itu untuk mereka melihat wajahnya sekali lagi.
__ADS_1
Jenerel itu mengenali Xia. "Maaf kan kami puteri, hamba hanya menjalan kan tugas."
"Iya.. aku mengerti."
"Buka pintunya dan biar kan kereta kuda ini masuk. Di dalamnya ada Putri Xia Lin dan kamu pergi laporkan kepada kaisar Xi bahwa Putri Xia mau bertemunya." Jeneral itu mengarahkan bawahannya.
Kaisar yang mendapat tahu bahawa Xia datang, dia langsung bergegas ke pintu istananya bersama permaisuri dan putra Yun. Yang pada ketika itu, kebetulan mereka duduk berbincang bersama.
Ketika Xia keluar dari kereta kudanya dia melihat mereka bertiga telah menantinya di hadapan pintu aula utama.
Xia berjalan menghampiri mereka. Kaisar dan Permaisuri Xi terkejut melihat ada dua pelayan dibelakang Xia sedang menggendong anak kecil.
"Siapa mereka Xia?"
"Bonda, apa bonda tidak merindui aku?
"Ih.. anak nakal ini.. udah nikah masih manja.. Sini peluk bonda.. bonda sangat merindui kamu. Udah lama sekali kita tidak bertemu." Xia terkekeh.
"Bonda, ayah.. Coba lihat, lucu banget anak kecil ini." Putra Yun langsung mencubit pipi anak-anak Xia.
Terlihat mereka berdua menangis karna tidak terima disentuh oleh orang asing.
"Paman Yun.. keponakan mu takut dengan mu."
"Apa mereka berdua anakmu Xia?" Kaisar Xi dan permaisuri Xi bertanya.
"Iya ayah, bonda. Mereka cucu kalian. Mereka kembar, putra dan putri ku."
Kaisar Xi langsung mengambil Mi Ren dan permaisuri memegang Ying Ming. Mereka berdua meninggalkan Xia di luar. Wei Wei dan Lun mengikuti mereka.
"Apa aku tidak ujud di sini?"
"Haa.. haa.. haa.. rasanya seperti itulah." Putra Yun melihat Xia dan mereka tertawa.
"Putra Yun, kau harus segera menikah dan memilik anak dengan segera."
"Apa kau ingat gampang mendapat kan isteri dan anak sekali gus?"
"Ya cepat cari... jangan memilih sangat."
"Huh.. ayo masuk.. aku mau mencubit pipi gebu anak mu."
__ADS_1