Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
45 - Bertemu Keluarga


__ADS_3

"Ciah.. ciah.. adikku terlihat sangat bahagia.. Apa yang terjadi tadi erm.." Tanya Cisin yang melihat Xia sangat gembira.


Xia tersenyum malu. "Aku hanya merasa bahagia saja."


"ha. haa.. haa.. pasti terjadi sesuatu tadikan. Apa Putra Jing Zhi melamarmu?" Xia hanya tersenyum tidak menjawab.


"Oh iya, tadi ayahmu menteri Chu datang kesini mencari mu. Dia minta kamu datang berjumpanya di kamarnya."


Xia pun langsung pergi menuju kekamar ayahnya. Setibanya dikamar ayahnya, Xia melihat ayahnya sedang duduk sambil minum teh.


"Ayah, jiejie Cici kata ayah mencariku tadi. Ada apa ayah?"


"Iya anakku. Mari duduklah di sini." Menteri Chu menepuk kursi disebelahnya, Xia pun duduk. "Begini, Ayah bercadang akan pulang ke rumah kita dan akan berangkat besok pagi. Udah lama rasanya ayah tidak pulang. Tapi ayah akan singgah sebentar dirumah gegemu dimukim tua. Apa kamu mau ikut ayah?"


"Besok ayah?" Xia berfikir sejenak. "Nanti Xia beritahu ayah."


"Ayah tidak mau memaksamu. Ayah menghormati keputusan mu nak." Xia tersenyum mendengarkan ucapan ayahnya.


Xia pun pamit ke kamarnya. Setibanya dikamar nya, terlihat Putra Jing Zhi telah menantinya di gazebo yang berada dihadapan kamarnya.


"Udah lama kau menantiku disini?" Ujar Xia sambil memanggil pelayannya agar memabawa minuman dan beberapa camilam untuk mereka.


"Aku baru aja tiba sayang. Kamu dari mana tadi?"


"Tadi aku pergi berjumpa dengan ayahku." Xia tersenyum mendengar Putra Jing Zhi memanggilnya sayang.


Xia menuangkan air yang baru dihantar pelayan dan diberikan kepada kekasih nya.


"Ada hal penting yang aku mau beritahu mu." Ujar Xia


"Apa itu."


"Besok aku akan mengikut ayahku pulang."


"Apa!! besok..!!"


"Iya, besok tapi kami akan singgah ke mukim tua untuk bertemu gege ku."

__ADS_1


"Aku akan mengikut mu."


"Tapi, apakah kau tidak mau pulang berjumpa orang tuamu?"


"Ermm.. setelah aku mengikutmu pulang kerumahmu, apakah kau mau mengikutku pula berjumpa orang tuaku?"


"Aku.. aku.."


"Aku faham, kalau kamu tidak mau. Kita kan baru aja resmi bercinta. Banyak masa lagi." Putra Jing Zhi tersenyum, dia tidak mau memaksa Xia.


"Sayang, bisa kamu ceritakan tentang jati dirimu? Apa hubungan kamu dengan Kaisar Xi?" Tanya Putra Jing Zhi.


Xia menceritakan tentang hubungan nya dengan kaisar Xi dan menceritakan serba sedikit mengenai keluarganya.


Setelah lama ngobrol, akhirnya Putra Jing Zhi pamit kekamar nya. Untuk menggemas apa yang patut, Karna dia mau mengikut Xia dan ayahnya pulang.


Xia Mencari ayahnya dan memberitahu ayahnya bahawa dia akan ikut pulang ke rumah mereka. Xia juga memberi tau ayahnya bahawa Putra Jing Zhi akan ikut serta. Setelah itu, barulah dia memberitahu Cisin dan temannya. Malamnya Menteri Chu memberitahu kaisar Xi akan hasratnya. Kaisar terkejut dengan keputusan mendadak Menteri Chu. Akhirnya dia memahami dan memberi ijin.


Xia pula pergi berjumpa kakek dan nendanya untuk memberitahu mereka bahawa dia akan mengikut ayah nya pulang ke rumah ayahnya di kerajaan selatan. Pada awalnya mereka melarangnya tetapi akhirnya mereka terpaksa menerima keputusan cucu kesayangannya. Xia berjanji akan datang melawat mereka.


Keesokan harinya, mereka berkumpul di aula untuk berpamitan.


"Iya, jika ada masa lapang jangan lupa datang ke sini. Dan berhati- hatilah dijalan." Ujar kaisar Xi


"Hormat kaisar Xi, Hamba juga akan pergi mengikut mereka. Terima kasih atas layanan yang diberikan selama hamba disini." Kata Putra Jing Zhi.


"Putra Jing Zhi, kamu tidak boleh mengikuti mereka." Putra Jing Zhi dan Xia terkejut mendengarkan ucapan kaisar Xi.


"Mengapa tuanku melarang hamba mengikuti mereka?"


"Beta bukan sengaja untuk melarangmu pergi tetapi beta ada menerima surat dari ayahmu mengatakan bahawa kakakmu Putra Mahkota akan datang ke sini untuk melihat keadaan mu. Dan mengikut pengiraanku besok mereka akan sampai kesini." Terang kaisar Xi yang sebelumnya pernah mengutus surat kepada kaisar kerajaan utara mengatakan bahawa Putra ketiganya berada diistananya dan akan menerima rawatan disini.


Putra Jing Zhi hanya terdiam, dia merasa bersalah pada Xia karna sudah berjanji akan mengikuti nya.


Putra Jing Zhi menarik tangan Xia agar mengikutnya sebentar untuk berbincang. Sementara yang berada di aula bingung dan tertanya - tanya sebenarnya apa hubungan mereka.


"Xia, aku mau mengikuti mu tapi aku harus menemui kakakku juga." Terlihat wajah sedih Putra Jing Zhi.

__ADS_1


"Kamu harus menunggu kakak mu disini. Pasti dia khawatir akan keadaanmu. Kamu bisa menyusulku setelah menemuinya." Xia tersenyum mengerti akan keadaan kekasihnya.


"Mekasih karna memahami ku sayang."


Xia menjadi malu ditatap terus oleh Putra Jing Zhi. Akhirnya mereka pun pergi berkumpul semula di aula. Xia dan yang lain pun langsung berangkat karna tidak mau membuang waktu lagi. Kakek dan nendanya merasa sedih melihat keberangkatan Xia.


Xia akan pergi menuju ke mukim tua di rumah gege nya terlebih dahulu. Perjalanan memakan waktu selama 2 hari.


Setelah hari menjelang sore, mereka pun berhenti berehat di desa terdekat dan mencari rumah tumpangan untuk merehatkan tubuh mereka yang terasa lelah.


keesokan harinya, mereka melanjutkan perjalanan. Setibanya dirumah Putra Feng Xi hari telah pun gelap.


Menteri Chu langsung memeluk anak nya Putra Feng Xi setelah melihat nya dan meminta maaf atas kesalahan nya. Putra Feng Xi juga meminta maaf kepada ayahnya. Dia dan isterinya merasa gembira dengan kehadiran mereka.


Nyonya muda Chu menyuruh koki agar membuatkan makanan istimewa untuk para tetamu.


"Ayah dan yang lainnya pergi lah mandi dan beristirehat dahulu, pasti kalian lelah. Aku akan memanggil kalian setelah makan malamnya telah disiapkan."


Mereka pun bersetuju dan mengikut pelayan yang akan menunjukkan arah ke kamar mereka.


___---___


Di istana kaisar Xi


Bukan sahaja Putra Mahkota yang tiba disana tetapi kaisar Bei dan permaisuri nya turut datang ke istana Kaisar Xi. Mereka merasa khawatir akan kesihatan anak mereka. Mereka juga membawa tabib yang selalu merawat Putra Jing Zhi sebelumnya karna mereka tidak diberitahu akan kesembuhan Putra mereka.


Mereka langsung dihantar menuju ke Istana tetamu karna mereka meminta agar bertemu terus dikamar anaknya. Kaisar Xi membenarkannya dan akan memanggil mereka jika makanan telah siap dimasak.


"Bonda, ayah..!! Kalian juga datang kesini." Putra Jing Zhi terkejut melihat orang tuanya juga datang ke istana ini, karna semalam kaisar Xi memberitahu bahawa hanya kakaknya yang datang.


"Iya sayang, bonda khawatir bila mendengar yang penyakimu kumat lagi. Jadi bonda juga membawa tabib Juan untuk melihat keadaan mu."


"Tidak perlu khawatir lagi pada ku bonda, Aku udah sembuh. Racun di tubuhku telah berjaya dikeluarkan." Keluarganya terkejut mendengarkan ucapan anaknya. Tabib Juan juga terkejut.


"Apa benar ucapan mu anakku?" Tanya Kaisar Bei


"Iya ayah, anak angkat kaisar Xi yang menyembuhkan ku."

__ADS_1


"Sukar untuk ayah percaya. Tabib Juan tolong kamu periksa keadaan kesihatan anak beta."


__ADS_2