Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
65 - Merawat


__ADS_3

"Putra Jing Zhi..!!" Teriak Xia dan Putra Feng Xi bersamaan.


"Jeneral Long..!!! Apa yang kau lakukan.." Teriak Putra Fu Yi.


"Lepaskan dia.. jika kalian mau aku lepaskan orang ini.. jika tidak, aku akan kelar lehernya.. Cepat lepaskan ikatan dia." Teriak Jeneral Long dan menunjukkan kearah ketua pemberontak yang Putra Feng Xi ikat tadi. Terlihat ada sedikit darah dileher Putra Jing Zhi, menandakan jeneral Long serius akan katanya.


"Mengapa kamu melakukan hal ini? Selama ini ayahku mempercayai mu. Kenapa kamu menjadi pengkhianat seperti ini?" Teriak Putra Fu Yi merasa geram dengan tindakan jeneral Long.


"Haaa.. haa.. haa.. percayakan aku!!! memang itu yang aku harapkan, karna mudah bagiku untuk merancang semua ini. Tetapi kalian telah memusnahkannya. Selama ini aku menjaga tingkah ku karna aku mau membalas dendam pada kaisar Dong. Manusia terkutuk itu.. arrgghh" Belum habis jeneral Long berkata, dia terasa sakit dikakinya dan tiba - tiba Jeneral Long rebah.


"Huh.. berani - beraninya kamu mau melukai orang yang aku sayangi. Rasakanlah.." ucap Xia pabila melihat jeneral Long telah rebah.


Sebenarnya ketika Jeneral Long sibuk berbicara, Xia mengambil kesempatan itu untuk menyuruh Nagin agar mematuk jeneral Long dikakinya. Nagin langsung menukar ujud manjadi ular kecil langsung mendekati jeneral Long yang terleka dan langsung mematuknya. Tanpa diketauhui oleh sesiapa pun.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Putra Fu Yi.


"Jing Zhi.. Jing Zhi.. apa kamu baik - baik aja?" Tanya Xia yang khawatir akan keadaan Putra Jing Zhi yang hanya bengong dari tadi, terlihat wajahnya pucat. Xia mengusap belakang punggung Putra Jing Zhi.


"Aku.. aku.. aku baik - baik aja." Kata Putra Jing Zhi sambil memandang Xia dan memegang dadanya untuk meredakan jantung nya yang seakan mau luruh tadi karna terkejut.


"Apa ini ulahmu Xia" Tanya Putra Feng Xi.


"Iya kak.. Aku menyuruh Nagin agar membiusnya. Sebentar nanti pasti dia akan terjaga semula." Mendengar akan kata - kata Xia, Putra Fu Yi yang berada disebelahnya langsung mengikat jeneral Long agar bisa dihukum oleh kaisar Dong.


Putra Feng Xi dan putra Sam mengarahkan beberapa prajurit agar mengikutnya karna mereka mau memeriksa ke markas pemberontak dan memastikan bahawa tidak ada lagi pemberontak yang tersisa dan bersembunyi. Yang lainnya kembali ketenda mereka semula.


Didalam markas pemberontak, Putra Feng Xi dan putra Sam telah menahan beberapa orang pemberontak yang tersisa. Pemberontak itu ditahan serta diikat dan membawa pulang ketenda mereka. Markas pemberontak dirobohkan.


Sementara itu, Xia membawa Putra Jing Zhi masuk ke tendanya untuk mengobati luka dilehernya. Setelah selesai mengubati lukanya, Putra Jing Zhi langsung baring dikasurnya. Ketika itu hari masih dini pagi. Nagin dan Leo telah masuk kembali ke dalam ruang dimensi bintang.


Setelah mengobati Putra Jing Zhi, Xia turut membantu Cisin dan para tabib yang memang ikut bersama mereka untuk membantu dalam mengobati kecederaan para prajurit yang mengalami luka ketika berlawan dengan musuh.

__ADS_1


"Putri Xia kamu disini? Mana Putra Jing Zhi? Apa dia baik - baik aja?" Tanya Putra Fu Yi.


"Xia.. panggil aku Xia aja."


"Apa katamu?"


"Kamu kata mau menjadi teman ku? Jika begitu, tidak perlu memanggil ku dengan gelaran Putri."


"Xia.. kalau gitu baiklah. Kamu juga, panggil aku Fu Yi aja" Xia mengangguk kan kepalanya dan tersenyum sambil memandang Putra Fu Yi .


"Oh iya.. tadi kamu nanya Jing Zhi kan... Dia baik - baik aja dan sedang istirehat."


"Baguslah kalau dia ngak papa. Apa kamu bisa merawat lenganku yang terluka?"


"Sebentar ya.. Aku rawat dia dulu. Setelah itu aku akan merawatmu." Ucap Xia yang sedang merawat seorang prajurit yang cedera. Putra Fu Yi mengangguk kan kepalanya.


Setelah selesai merawat, Xia langsung mengarahkan Putra Fu Yi untuk duduk dihadapan nya.


"Luka mu agak dalam dan panjang. Untung darahnya udah kering."


"Kalau gitu aku harus membersihkan luka ini dulu. setelah itu aku harus menjahitnya agar luka yang terbelah bisa tercantum kembali."


"Lalukanlah apa yang menurutmu baik untuk ku." Terlihat wajah pucat Putra Fu Yi karna merasa seperti menyakitkan mendengar Xia mau menjahit lengannya.


"Jika kamu takut, tutup matamu."


"Aku ngak takut. Sapa bilang aku takut. Cuma..."


"Udah, tutup aja matamu."


"Aku akan tutup mataku, tapi bukan aku takut. Kamu yang nyuruh aku tutup mata."

__ADS_1


Xia langsung menyuntikkan obat bius bagi mengurangkan sakit apabila menjahit luka. Xia berdiri menghapan Putra Fu Yi agar tidak ada yang melihat Xia menggunakan peralatan moden. Setelah membersihkan luka, Xia langsung menjahitnya.


"Udah selesai. Kamu bisa membuka matamu." Ucap Xia. Tetapi Putra Fu Yi hanya berdiam diri aja. Xia langsung memeriksa denyutan nadi dan ternyata temannya itu ketiduran.


"Kamu tidur, punyalah aku khawatir tadi. Takutnya kamu pingsan karna ketakutan, eh.. malah bobok." Xia memanggil beberapa pengawal untuk membaringkan Putra Fu Yi dikasur yang terdekat dengan berhati - hati dengan luka dilengannya.


Xia langsung membantu merawat yang lainnya. Untuk ras serigala yang tercedera hanya Xia yang merawat karna tabib takut untuk merawat serigala.


Putra Zhongli melihat Xia memberi rawatan dengan ikhlas kepada ras serigala merasa terharu, karna Xia melayan mereka dengan sama rata.


"Xia aku mewakili prajurit ku ingin berterima kasih karna kamu merawat mereka dengan baik." Ucap Putra Zhongli setelah Xia telah selesai merawat.


"Ngak papa.. kalian berjasa besar karna membantu membuat serangan awal tadi." Mereka berdua tersenyum.


Setelah hari menjelang sore, barulah Xia bisa istirehat. Mereka membuat keputusan untuk


menginap disitu beberapa hari lagi. Agar prajurit yang terluka mendapat istirehat yang secukupnya.


Putra Feng Xi mengarahkan dua orang prajurit yang sihat supaya pergi ke Istana untuk memberi tahu tentang kejayaan mereka mengalahkan pemberontak kepada kaisar Dong.


Karna keletihan, Xia membuat array ditendanya agar tidak ada yang bisa masuk ke tendanya. Xia mengajak Cisin untuk masuk dan istirehat diruang dimensi. Setibanya mereka diruang dimensi, mereka berdua langsung tidur seharian tanpa diganggu sesiapa.


"Nikmatnya bisa tidur diatas kasur yang empuk." Ucap Xia yang baru bangun dari tidur nya. Xia langsung kekamar mandi, setelah membersihkan diri dia langsung menuju ke ruang dapur. "Ermm.. wangi nya."


"Eh Xia.. aku baru mau memanggil mu."


"Hihihi.. Aku udah lapar." Xia langsung memanggil yang lainnya menggunakan teknik telepati. Mereka langsung datang dan menikmati makanan yang Cisin masak bersama.


Setelah beberapa hari diruang dimensi dan beristirehat secukupnya. Xia dan Cisin pun keluar dari ruangan itu.


"Xia'er... Xia.." baru keluar dari ruang dimensi dan langsung membuka arraynya. Xia terdengar nama nya dipanggil oleh kakaknya.

__ADS_1


"Ada apa kak? Kok kelihatan cemas sekali?"


"Mari ikut ku ke tempat Putra Jing Zhi.. badannya panas dan berkeringat."


__ADS_2