Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
97 - Lindungi Anak Ku


__ADS_3

Setelah itu Xia pun menyusul mereka. Kaisar membawa anak Xia pergi ke ruang utama istana.


"Xia berapa umur anak mu sekarang?"


"13 bulan."


"Mengapa kau tidak pernah beritahu kami, yang kau lagi hamil ketika itu?"


"Aku tidak mau kalian khawatir tentang ku."


"Tentu kami sangat khawatir tentang mu Xia, Kami umpama seperti orang tuamu, apa kau tidak pernah menganggap kami sebagai orang tua mu? ia kami sadar, kami hanya orang tua angkat mu saja. Tidak layak untuk berkata seperti itu."


"Maaf bonda.. aku tidak bermaksud begitu. Kalian udah ku anggaap seperti orang tuaku sendiri.. Maaf kan aku ayah, bonda." Xia memegang tangan permaisuri Xi.


"Iya udah.. siapa nama anak mu Xia?" Kaisar Xi bertanya untuk menukar suasana.


"Putra ku Bei Ying Ming dan putri ku Bei Mi Ren."


"Nama yang bagus." Kaisar Xi tersenyum.. "Pasti kalian lelah, pergilah istirehat. Apa kalian udah makan?" kaisar Xi bertanya sambil mencium pipi gebu anak Xia


"Kami udah makan, kami pamit istirehat dulu." Xia memandang Wei Wei dan Lun. Mereka pun mengambil Putra dan putri kecil lalu mengikut Xia menuju ke istana Xiana.


Malam itu mereka langsung berehat. Xia akan katakan tujuan dia datang ke sini pada kaisar Xi besok.


Keesokan harinya setelah bersarapan di kamarnya, Xia dikejutkan dengan kedatangan kakek dan nendanya.


"Xia.. mengapa kamu tidak datang jumpa nenda?" ujar Nendanya yang seakan merajuk dengan Xia.


"Maaf Nenda, rencananya aku mau bertemu dengan kalian setelah ini. Eh, malah kalian yang mampir duluan." Xia tersenyum, sambil memeluk nendanya.


"Nenda kangen dengan mu."


"Aku juga."


"Xia, tadi kaisar Xi bilang kamu ada kejutan buat kami. Apa tu?"


Xia melepakan pelukan nendanya. "Apa kakek tidak kangen dengan ku?"


"Anak nakal ini.." Kakeknya mencubit hidung Xia. "Ya pasti kangen, udah lama kau tidak ke sini.. Tapi kakek sangat teruja mau tau, di mana kejutan yang kaisar Xi bilang itu."


"Emangnya kaisar Xi bilang apa sama kakek?"


"Sesuatu yang kakek dan nenda tunggu. Lagi katanya sangat lucu."

__ADS_1


Lun dan Wei Wei masuk ke kamar Xia, sambil membawa Putra dan putri kecil.


"Hah.. itu kejutannya, cuba lihat di belakang kalian."


"Xia.. Xia.. apa...??"


"Iya, ini anak-anak ku. Mereka kembar sepasang. Mereka cicit kalian."


Terlihat mereka mengalirkan air mata bahagia, sambil memeluk anak Xia.


"Patutlah udah lama kamu tidak datang ke sini, karna kamu lagi hamil. Nenda ingat kamu udah tidak ingat nenda lagi selepas nikah." Nendanya bertanya karna nenda dan kakenya tidak mengetahui bahawa Xia telah kabur dari istana suaminya. Xia hanya menganggukkan kepalanya.


"Mana mungkin aku melupakan nenda ku yang imut ini." Mereka tertawa mendengar bicara Xia.


"Di mana suami mu?" Tanya kakek.


"Dia.. ermm.. dia tidak ikut dengan ku.. dia lagi sibuk."


"Ya.. kakek maklum, suami mu kan putra mahkota. Pasti banyak kerjaannya"


Kakek dan nendanya membawa pergi anak Xia. Xia mengambil kesempatan itu untuk bertemu dengan kaisar Xi dan permaisuri Xi. Ketika mau menuju ke istana kaisar, Xia berpapasan dengan mereka di koridor. Xia tunduk hormat pada mereka.


"Xia, kamu mau kemana? Dimana anakmu?"


"Kami pun mau bertemu dengan mu. Mari kita ke ruang kerja ku."


Setelah tiba di ruang kerja, kaisar Xi menyuruh ketua kasim untuk tutup pintu dan keluar. Xia langsung berlutut dihadapan mereka. Ini pertama kalinya dia melakukan itu. Kaisar Xi tau mereka akan membincangkan hal yang serius, karna itulah kaisar Xi membawa Xia di ruang kerjanya.


"Katakanlah apa yang ingin kau katakan Xia." Kaisar Xi berkata degan serius.


"Sebenarnya.. erm.. aku akan menceritakan dari mula. Aku bersetuju menikah dengan Putra Ren Zi karna wasiat terakhir Putra Jing Zhi, Xia dan Putra Ren Zie mempunyai perjanjian sebelum kami bernikah."


"Wasiat..?? perjanjian??"


"Zu keluarlah."


Zu yang menerima arahan daripada Xia, langsung keluar dari ruang dimensi bintang


"Siapa dia?" Kaisar Xi bertanya ketika melihat seorang pria gagah yang muncul di hadapannya.


"Dia adalah haiwan kontrak putra Jing Zhi. Ceritakan semua yang kau tau pada ayah Xi."


Zu pun menceritakan pada kaisar Xi dan Xia pula menceritakan tentang perjanjian dia dengan suaminya. Setelah itu, Xia juga menceritakan tentang selir Lily yang iri dengannya dan menjebak dia dengan racun khayal. Kaisar Xi dan permaisurinya terkejut mendengarkan penerangan Zu dan Xia. Melihat kaisar Xi terdiam, Xia langsung meneruskan bicaranya.

__ADS_1


"Pengasuh putra dan putri ku, adalah saksi penting dalam kasus ini. Aku bermohon agar ayah Xi bisa memberi perlindungan pada mereka berdua dan juga anak-anakku."


"Ayah tidak faham, apa kasus ini melibatkan keselamatan anak mu juga Xia?"


"Aku yakin mereka akan membunuh anak ku, jika mereka mengetahui bahawa Putra mahkota Ren Zie telah mempunyai anak. Aku bisa berkata yakin karna, sebenarnya suamiku memiliki lima saudara kandung tetapi keempat yang lain telah dibunuh termasuk Putra Jing Zhi, hanya sisa Putra Ren Zie sahaja yang masih hidup."


"Benar kata Putri Xia, aku menjadi saksi. Aku dan Putra Jing Zhi pernah menyiasat tentang kebenaran kematian saudara kandungnya. Mereka mati akibat dari racun dan sihir klan hitam. Sama dengan yang terjadi kepada putra Jing Zhi. Sebelumnya, mereka target Putra Mahkota Ren Zie tetapi tidak berjaya karna Putri Xia berjaya menyelamatkan nyawa putra Ren Zie ketika itu." Zu menerangkan pada kaisar Xi.


"Apa benar kamu yang menyelamatkan dia Xia?"


"Iya benar, jika aku terlambat menolongnya ketika itu pasti dia telah mati."


"Apa suami mu tidak mengetahui tentang anaknya."


"Tidak.. kaisar Bei juga tidak mengetahui nya."


"Kau sungguh berani Xia!! Apa kau tidak fikir akibatnya hah.?"


"Ini demi menjaga nyawa anak - anak ku dari orang-orang keji dalam Istana itu."


"Apa kasus ini ada kaitannya dengan orang dalam istana?"


"Iya, kami udah mengetahui siapa dalangnya. Beberapa menteri penting dan selir kaisar Bei serta putra nya. Kami juga telah membunuh menteri yang terlibat. Setelah ini kami akan menghabisi selir dan putranya."


"Apa??? Berani kau Putri Xia!!!" kaisar Xi berteriak dan menghentak meja.


"Maaf ayah.. Aku mau membalas dendam, mereka telah lama merajalela dan sok berkuasa. Kini tiba saat mereka untuk jatuh menyembah bumi"


"Ini soal keselamatan mu Xia."


"Karna itu, aku minta jasa baik ayah dan bonda untuk menjaga putra dan putri ku. Sehingga aku selesai membasmi semua bajingan itu."


"Apa perlu ayah berperang dengan mereka, baru kau puas Xia?"


"Bukan itu yang aku mau ayah. Tolong pengertian."


"Kami berjanji akan sentiasa melindungi Putri Xia." Leo, Nagin, Renyu dan star langsung keluar dari ruang dimensi.


"Huh.. melindungi...!! Dimana kalian di saat Putri Xia dijebak dengan racun khayal, untung aja Putra Ren Zie datang tepat pada waktunya. Jika tidak..??, tidak dapat ku bayangkan akibatnya."


"Ketika itu mereka menjalankan tugas lain, tugas yang aku berikan."


"Ini terlalu bahaya Xia, ayah akan memerintahkan para prajurit ayah untuk bersedia berperang dengan mereka."

__ADS_1


"Tidak ayah.. aku tidak mau melibatkan dan mengorbankan orang ramai seperti yang berlaku beberapa tahun dahulu. Ayah tau kan kes yang melibatkan klan hitam."


__ADS_2