Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
55 - Diserang


__ADS_3

Setelah mengerti akan penerangan Xia, Cisin pun mengangguk kan kepalanya. Lalu Kibo pun masuk kedalam mutiara yang berada didentian badan Cisin.


Dua hari telah berlalu. Mereka yang akan pergi ke kerajaan Timur telah berkumpul dihadapan istana. Setelah mendengar perintah dari kaisar, mereka pun berangkat pergi.


Xia, Putra Jing Zhi dan Cisin tidak ikut berkumpul, karna mereka memulakan perjalanan dari kediaman menteri Chu. Dan akan bertemu dipintu gerbang ibu Kota. Dari jauh Xia udah dapat melihat mereka. Putra Feng Xi juga dapat melihat adiknya, yang akan menuju ke arah mereka. Xia mengikuti mereka dari belakang.


Setelah seharian berjalan, mereka tiba di kawasan yang lapang. Mereka membuat keputusan untuk berhenti istirehat dan segera mendirikan tenda karna hari udah senja. Mereka akan bermalam di situ.


Xia dan yang lainnya masuk ke tenda utama. Putra Feng Xi sudah menunggu mereka didalamnya. Putra Sam yang baru pertama kali bertemu mereka merasa hairan dengan orang yang tidak dikenali memasuki ruangan utama.


"Siapa kalian?"


"Putra Sam, kenalkan dia adalah meimeiku Putri Xia Lin, pria disebelahnya Putra Jing Zhi dan gadis itu Cisin kakak angkat Putri Xia Lin." Putra Feng Xi memperkenalkan mereka dan mereka memundukkan kepala sambil meletakkan tangan didada tanda hormat. Putra Sam pun membalasnya.


"Ternyata kamu Putri Xia Lin, patutlah Putra Mahkota gila bayang dengan mu. Ternyata Putri Xia Lin seorang gadis yang menawan." Putra Sam tersenyum.


"Putra Sam terlalu memujiku." Ujar Xia. Mereka menikmati makanan, sambil mengobrol bersama dan setelah itu mereka berehat.


Setelah tiga hari berlalu, akhirnya mereka sampai di hutan pelangi yang berada di selatan kerajaan Timur. Memandangkan hari sudah senja, mereka sepakat untuk membuat tenda di pinggir hutan pelangi.


"Kak, apa masih jauh lagi perjalanan kita?" Tanya Xia yang berada di tenda utama.


"Lebih kurang...." Tidak sempat menghabiskan ucapan nya, mereka terdengar suara teriakan dari luar tenda.


"Arrrghhh.. tolong.. tolong.. aaarrrgghhh"


"Ada apa itu..?" Tanya Putra Feng Xi dan langsung berdiri. Terlihat ada seorang pengawal yang berlari masuk ke dalam tenda dengan cemas.


"Maafkan hamba, Ada.. ada.. seekor serigala... menyerang seorang prajurit. Serigala itu menyeret prajurit itu masuk kedalam hutan." Kata pengawal itu dengan cemas.


"Xia, aku dapat rasa kehadiran mereka. Serigala itu bukan seekor, tetapi berkumpulan, sangat banyak jumlahnya. Serigala yang menyerang tadi udah mula memanggil teman nya yang lain. Sebelum yang lainnya datang, kamu harus memikirkan sesuatu." Ucap Leo dipikiran Xia.


"Bagaimana ini? Apa aku harus membuat array?" Balas Xia.


"Prajurit terlalu ramai, kamu tidak bisa membuat array yang bisa menutupi kesemuanya sekali." Ujar Nagin.

__ADS_1


"Aku akan memanggil mereka untuk berkumpul. Kita tidak ada cara yang lain." Ujar Xia dan keluar dari tenda itu mengikuti yang lainnya.


"Kak, Putra Sam, arahkan semua prajurit untuk berkumpul, aku akan membuat array perlindungan tetapi jumlah prajurit terlalu ramai. Kita harus berdiri berdekatan antara satu sama lain. Sekarang!! Kita tak ada masa lagi.. cepat!!!"


Putra Feng Xi yang tidak sempat berfikir terus berteriak. "Kalian semua berkumpul.!!!" Putra Feng Xi, Putra Sam dan Putra Jing Zhi berteriak serentak. Semua prajurit berkumpul.


"Pastikan kalian berdiri berdekatan antara satu sama lain" Arah Putra Sam.


"Pastikan tidak ada celah di antara kalian." Teriak Putra Feng Xi. Mereka bergerak dengan pantas.


Xia langsung mendirikan array nya. Terlihat sekumpulan serigala mula datang, sepertinya tidak sempat untuk Xia menyempurnakan array yang dibuat. Tetapi muncul Leo membantu menghalang serigala itu yang semakin mendekat dengan membuat gegaran tanah dan menggerakkan akar pohon untuk menghalang kumpulan serigala itu. Akhirnya Xia sempat menyempurnakan array perlindungan nya untuk melindungi semua orang. Keadaan didalam array sangat sempit untuk prajurit tetapi untuk Xia dan putra masih ada ruang.


Mereka semua dapat melihat dengan jelas, terdapat lebih kurang 100 ekor serigala di luar array. Mereka pada terkejut semuanya.


"Nasib baik kamu sempat membuat array ini." Putra Feng Xi memegang dadanya karna terkejut dengan kehadiran serigala yang banyak. Mereka semua menggigil karna terkejut dengan apa yang terlihat didepan mata mereka.


"Mengapa terlalu banyak serigala? Memang serigala bergerak secara berkumpulan tetapi setahu ku tidak sebanyak ini." Ujar Xia


"Iya, aku juga berfikir begitu." Ucap Putra Jing Zhi yang berdiri berdekatan dengan Xia.


"Serigala itu telah mengepung array ini." Teriak seorang prajurit, yang lainnya turut bersuara.


"Iya.. disini ada banyak serigala"


" Disini juga"


"Disini.. juga"


"Bagaimana ini?"


"Apa kita akan dimakannya? " Suasana menjadi terlalu busing dengan suara prajurit.


"Diam!!!.. Aku tidak bisa berfikir jika kalian terus membuat bising begini." Teriak Xia tegas.


Mereka semua langsung mendiamkan diri.

__ADS_1


"Apakah kita bisa menggunakan haiwan kontrak kak Feng Xi untuk berbicara dengan mereka?"


"Tidak bisa Xia. Terlihat sepertinya Serigala itu sedang marah, mereka pasti akan menyerang." Ujar Leo.


"Kita tidak bisa begini terus dalam waktu yang lama. Walaupun jumlah kita lebih ramai, tetapi jika kita menyerang pasti banyak prajurit yang terkorban." Ujar Putra Sam.


"Kita tidak bisa menyerang mereka, aku dapat merasakan, ada banyak lagi serigala yang masih bersembunyi didalam hutan itu." Terang Leo.


"A..paa!!" Ucap Putra Feng Xi dan putra Sam bersamaan.


"Xia aku mempunyai rencana" ujar Nagin di fikiran Xia.


"Rencana apa Nagin?"


"Kita panggil ratu rubah dengan bantuan Miho. Aku udah memberitahu Miho tentang bahaya yang kalian hadapi"


"Iya bagus idea itu. Aku pernah dengar bahawa ratu rubah pernah menjalinkan persahabatan dengan ras serigala." Ujar Leo yang berkata dalam fikiran mereka.


"Baiklah aku akan beritahu kakakku." Ucap Xia.


"Kak, aku ada rencana."


"Apa itu Xia?" Tanya Putra Feng Xi, mereka yang lain panasaran mau mendengar rencana Xia.


"Aku akan meminta bantuan teman ku untuk datang ke sini."


"Siapa temanmu? Apakah tidak akan membahayakan nyawanya?"


"Kakak akan tau nanti, kita akan coba dahulu. Aku juga tidak yakin, jika dia mau datang. Aku akan mencobanya dahulu." Ujar Xia " Dengar sini semuanya, aku dan temanku akan coba untuk melakukan perbincangan dengan mereka. Aku harap kalian tidak usah bicara atau membuat bising jika ingin selamat. Diam sahaja dengan apa yang kalian akan saksikan dan dengar, tidak perlu bertanya. Aku peringatkan sekali lagi, jika ingin selamat jangan berbicara." Amaran dari Xia untuk semua yang berada disitu.


"Nagin bawa keluar Miho" arah Xia dipikiran Nagin.


"Jiejie arahkan Kibo keluar untuk bantu Miho." Kibo yang mendengar ucapan Xia, langsung keluar. Miho dan Nagin juga keluar.


"Kita perlu berbicara dahulu dengan mereka, jika mereka mau berbincang dengan adanya Miho dan Kibo tidak usah menyeru ratu rubah." Ujar Leo. Xia, Miho dan Kibo mengangguk kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2