Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
121 - Bola Naga


__ADS_3

"Tadi guru Tao datang ke sini bersama tabib." Kata Cisin.


"Kapan? Apa mereka mencari ku?"


"Mereka baru sahaja pulang, karna jiejie memberitahu mereka bahawa kau lagi tidur."


"Mengapa tidak mengejutkan ku? Ada apa mereka mencari ku?"


"Guru Tao hanya khawatir tetang kesihatan mu. Jiejie udah beritahu mereka, kamu hanya sakit perut karna masalah wanita."


"Errmm.. Aku lapar, apa jiejie udah makan?"


"Belum, mari kita makan bersama. Jiejie udah siapkan makanan untuk kita makan. Jiejie menunggu kau bangun, mau makan bersama."


"Apa kalian melupakan aku," Ucap Xiruo yang baru masuk kekamarnya.


"Xiruo.. mari kita makan bersama." Ucap Cisin.


Xiruo pun tersenyum dan duduk di kursi sebelah Xia, mereka makan bersama. Setelah selesai makan mereka duduk istirehat sahaja sambil berbual.


"Xia, apa benar kemarin Putra mahkota Ren Zie datang ke sini?"


"Ermm...iya."


"Heboh dekat sekte kita, bercerita mengenai suamimu. Apa Putra Ren Zie masih ada di sini?"


"Aku tidak pasti.. karna dia bilang kemarin siang, dia akan pulang ke istana malam. Pasti udah pergi."


'Mengapa Putra Mahkota Ren Zie tidak pamit pada Xia? Apa Xia bergaduh dengan suaminya?' Xiruo hanya menyoal di hatinya, dia takut akan menyinggung Xia jika dia bertanya padanya. Suasana menjadi sepi seketika.


"Apa kalian mendengar tentang acara tahunan sekte?" Xiruo memulakan bicara.


"Acara tahunan?" Cisin


"Iya.. acara tahunan ini akan di adakan sekali setiap tahun. Pelajar yang terpilih akan pergi ke hutan batu untuk mencari bola naga. Kumpulan yang paling banyak mendapatkan bola naga, di kira pemenangnya."


"Bola naga? Aku belum pernah mendengarnya." Tanya Cisin.

__ADS_1


"Bola naga berbentuk bulat dengan ukiran naga. Bola naga bisa terbang dan akan di lepaskan ke dalam hutan batu sehari sebelum acara bermula. Acara ini bukan murid dari sekte kita sahaja yang akan bertanding. Semua sekte di empat kerajaan akan di undang untuk memeriahkan lagi acara ini. Lebih dari 50 sekte yang terlibat.


"Wahh... sepertinya acara ini sangat menarik." Ucap Xia.


"Iya.. setiap tahun acara ini berlangsung, pasti akan di tunggu-tunggu para gadis. Karna banyak pria tampan di serata tempat akan datang ke sini. Ermmm tak sabar aku mau menunggu hari itu."


"Haa.. haa, haa.." Xia dan Cisin tertawa mendengar ucapan Xiruo.


"Xiruo, apa tidak ada perkara lain yang kau fikirkan, selain pria tampan?"


"Hi.. hi.. kan aku belum nikah, kekasih juga tidak ada. Tidak salah kan aku berfikir tentang pria tampan." Xiruo berkata sambil menggerdipkan matanya. Mereka tertawa melihat gelagat Xiruo yang menggelikan.


"Ada-ada saja kamu ni Xiruo. Oh iya.. apa calon dari sekte kita telah di pilih?


"Aku rasa belum di pilih lagi. Kenapa? apa kau mau ikut berlomba?"


"Apa aku bisa mengikutnya?"


"Setahu aku hanya pelajar senior yang akan mengikut lomba ini tapi kau harus tanya pada guru dahulu, aku kurang pasti." Jawab Xiruo.


"Kalau tidak silap aku, sekte Qiang dari kerajaan selatan yang menang tahun lepas."


Xia hanya mengangguk kan kepalanya mendengar ucapan Xiruo.


"Aku hampir terlupa, Xia tadi tabib ada memberi ku obat untuk meredakan sakit perut mu. Jiejie pergi rebus obatnya dulu ya."


"Tidak usah jiejie, perut ku udah tidak sakit lagi." Xia menolak karna obat di zaman ini terlalu pahit untuk di telan.


"Ermm.. kalau gitu jiejie simpan obatnya. Kalau kau sakit perut lagi, katakan lah. Aku akan merebus obat itu untuk mu."


"Baiklah."


Mereka bertiga mengobrol bersama, sampai tidak sadar hari udah mulai gelap. Setelah membersihkan diri, mereka langsung tidur.


Keesokan harinya, seperti biasa Xia akan pergi belajar. Hari ini Xia akan belajar menggunakan pedang.


"Kalian akan di asingkan kepada, tiga kelompok mengikut warna baju kalian. Yang memakai baju kuning, kalian akan belajar asas penggunaan pedang dengan menggunakan pedang kayu. Beberapa senior kalian akan mengajar kalian. Bagi baju hijau, kalian akan belajar menggunakan pedang asli. Guru akan mengajar teknik serangan asas yang betul. Untuk yang memakai baju merah pula, kalian akan mendapatkan buku teknik berlawan pedang. Kalian harus memahaminya dan memcubanya sendiri. Jika udah berhasil menggunakan teknik itu, kalian jumpa dengan ku dan guru akan menilainya. Apa kalian mengerti dengan apa yang guru katakan?" kata guru Huat (guru yang mengajar cara guna dan lawan pedang)

__ADS_1


"Faham guru.." Mereka berkata secara bersamaan dan mula bergerak mengikut kelompok warna baju mereka.


"Untuk kalian, ini buku teknik bermain pedang. Sila jaga buku ini dengan baik dan jika ada yang kalian tidak faham, beritahu ku. Biasanya murid ku yang sebelumnya, mengambil masa lebih kurang sebulan baru bisa menggunakan teknik ini. Kalian bisa bawa pulang buku ini untuk belajar." Ucap Guru Huat sambil menyerahkan buku itu.


Karna Xia memakai baju merah, guru Huat memberi buku teknik berlawan pedang, Xia melihat buku itu, dia belum pernah belajar teknik itu lagi. Xia tersenyum, karna dapat mempelajari ilmu pedang baharu. Murid yang memakai baju merah di kelas Xia hanya lima orang sahaja.


"Xia mari kita belajar bersama." Ajak Putra Fu Yi


"Erm.. mari kita ke sana."


Mereka memahami teknik pedang itu bersama. Ada perkataan yang Xia kurang faham, dia akan bertanya pada Putra Fu Yi. Begitu juga dengan Putra Fu Yi, ada teknik yang dia kurang faham, dia akan bertanya pada Xia. Mereka saling membantu.


Sementara itu, Putra Ren Zie telah sampai di istana. Dia langsung bertemu ayahnya secara rahasia untuk memberi tahu maklumat penting yang telah dia dapatkan berkaitan klan hitam.


Setelah berbincang, Kaisar bersetuju dengan rencana Putranya. Putra Ren Zie pun pamit untuk beristirehat.


"Tunggu dulu Putra ku.."


Putra Ren Zie tidak jadi untuk pergi. "Ada apa ayah?"


"Bagaimana dengan Putri Xia? Apa dia mengikut mu pulang?"


"Iya ayah, dia mengikutku dan sekarang dia berada di sekte Gaodu."


"Mengapa dia di sana? Kenapa kau tidak membawanya pulang? Di sana sangat berbahaya untuk dia Ren Zie."


"Anakmu ini telah meninggalkan beberapa pengawal hebat untuk melindungi nya secara rahasia. Ayah tidak usah khawatir padanya. Anak mu ini juga telah berpesan pada guru Tao untuk sentiasa memerhati Putri Xia."


"Hermm.. Ayah harap, dia akan selamat di sana. Sudahlah, kau pergilah istirehat."


Putra Ren Zie langsung keluar dari ruangan kaisar. Dia memanggil Ming dan mereka pergi bersama, berjumpa jeneral perang untuk meminta jeneral bersiap sedia. Dan menggumpulkan lima ribu prajurit untuk menyerang ke markas klan hitam besok.


Mereka sentiasa bersiap sedia, jadinya tidak ada masalah untuk memulakan perjalanan besok.


Hanya Jeneral dan beberapa orang sahaja yang mengetahui mereka akan menyerang markas klan hitam. Yang lainnya tidak di beritahu. Mereka hanya tau, mereka akan pergi perbatasan utara karna ada serangan musuh. Putra Ren Zie tidak ingin misi mereka bocor ke tangan musuh.


Setelah selesai memberi tahu jeneral, Putra Ren Zie langsung pergi ke kamarnya untuk beristirehat.

__ADS_1


__ADS_2