Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
66 - Merawat 2


__ADS_3

Xia yang mendengar bicara dari kakaknya, langsung menuju ke tempat Putra Jing Zhi. Cisin tidak mengikutnya. Setibanya disana, Xia langsung memeriksa keadaan kekasihnya. Dan setelah diperiksa ternyata Putra Jing Zhi demam panas.


"Badannya panas bangat, dia pasti trauma akan kejadian tadi." Xia berkata dengan perlahan.


"Apa katamu Xia? Bagaimana keadaan dia?" Tanya Putra Feng Xi yang berada dibelakang Xia.


"Putra Jing Zhi demam panas kak. Aku akan merawatnya sekarang."


"Kalau gitu, kakak pamit dulu. Soalnya masih ada urusan yang perlu aku lakukakan." Putra Feng Xi pun berlalu pergi dan Xia hanya memandang kakaknya pergi.


Xia memanggil pengawal yang berada diluar tenda untuk menyediakan air satu baskom dan tuala bersih. Xia masuk keruang dimensi karna mau mengambil obat yang diperlukan dan langsung keluar setelah mendapat obat yang diinginkan. Xia mengajak Leo untuk membantunya.


Pengawal yang disuruh untuk menyediakan barang yang diperlukan pun datang, pengawal itu langsung masuk ke dalam tenda setelah mendapat ijin dari Xia. Pengawal itu langsung mau keluar setelah memberi barang itu kepada Xia, tetapi ditahan oleh Xia.


"Tunggu sebentar, beritahu koki agar menyediakan semangkok bubur dan bawa kesini"


"Baik puteri." Pengawal itu langsung pergi setelah mendapat arahan baru dari Xia.


Xia langsung merendam kain bersih didalam air untuk mengompres badan kekasihnya, Xia mengusapkan Kain itu diwajah putra Jing Zhi, setelah itu dia meminta bantuan Leo untuk membuka baju atasan Putra Jing Zhi. Setelah itu Xia mengusapkan kain basah tadi di badan dan tangan Putra Jing Zhi. Xia mengulanginya bebrapa kali.


"Jing Zhi bangunlah, kamu harus makan dan minum obat." Xia mengejut Putra Jing Zhi untuk makan bubur yang baru aja dihantar oleh seorang prajurit tadi. Terlihat Putra Jing Zhi membuka matanya.


"Kenapa dengan ku? Badan ku terasa lemah sekali." Putra Jing Zhi mencoba untuk duduk. "Arrrgghh.. kepala ku sakit sekali." Leo membantu Putra Jing Zhi duduk dan bersandar dikepala katil.


Setelah itu Xia mengarahkan Leo masuk semula ke ruang dimensi bintang.


"Kamu demam panas. Sekarang kamu harus makan dan setelah itu minum obat, agar bisa cepat pulih. Aku akan menyuapmu makan." Xia langsung menyuap bubur, baru satu suapan Putra Jing Zhi menggelengkan kepalanya.


"Mengapa? Apa bubur ini tidak enak?" Tanya Xia.


"Bukan begitu, tekak ku perih sekali saat mau menelan."


"Kamu harus makan juga karna setelah ini harus minum obat."


"Tapi.."

__ADS_1


"Jangan bersikap manja seperti ini, kamu bukan anak kecil lagi. Tahan sikit dan makanlah lagi."


Setelah empat suap, putra Jing Zhi beralasan "aku udah kenyang."


Xia hanya mengelengkan kepalanya dan memberi beberapa obat moden kepada putra Jing Zhi.


"Obat apa ini, rasanya aku belom pernah melihat obat seperti ini."


"Obat tahan sakit dan juga bisa menurunkan rasa panas di badanmu."


Putra Jing Zhi langsung menelan obat yang diberikan oleh Xia. "Makasih sayang, udah menjagaku."


"Isterahatlah." Lalu Xia membantu Putra Jing Zhi berbaring. "Aku akan keluar sebentar, nanti aku akan dataang lagi."


Ketika keluar dan mau mencari jiejienya, Xia bertemu dengan Putra Fu Yi


"Xia, terima kasih karna telah merawatku."


"Ambil lah pil ini."


"Pil peningkat qi, kamu ketiduran saat aku merawatmu. Pasti kamu kelelahan. Pil ini bisa membantumu." Putra Fu Yi mengambil pil itu lalu menelannya. Dia hanya tersenyum dan merasa penigkatanan aliran qi dibadannya.


"Makasih, aku dapat merasa penigkatan aliran qi dibadanku."


"Baguslah, kalau gitu aku pamit duluan." Ujar Xia.


"Kamu mau kemana?"


"Aku mau mencari jiejieku." Ujar Xia sambil berjalan.


"Tadi aku ketemu jiejie mu di ruang rawatan." Xia menghentikan langkah nya dan langsung menukar arahnya menuju ke ruang rawatan. Putra Fu Yi hanya mengikut langkah Xia.


Setiba di ruang rawatan. "Jiejie, bagaimana dengan mereka?"


"Xia... mereka udah baikkan tapi masih ada lima orang yang masih belum sadarkan diri lagi."

__ADS_1


"Nanti aku akan melihat mereka, tapi sekarang bantuin aku memasak dulu. Jiejie mesti belum makan lagikan?"


"iya aku belum makan lagi. Oh iya, bagaimana dengan Putra ling Zhi?"


"Panas dibadannya udah kurang, nanti aku akan melihatnya lagi. Mari kita keruang memasak, aku


mau masak makanan yang berkhasiat untuk kita semua."


"Apa aku boleh ikut bersama kalian mana tau ada yang aku bisa tolong kalian?" Tanya Putra Fu Yi. Xia hanya menganggukkan kepalnya dan tersenyum. Mereka pun menuju ke ruang dapur.


Sampai disana Xia langsung bertemu koki disitu. "Hari ini kalian tidak usah memasak tapi membantu aku memasak." Mereka terkejut dengan ucapan Putri Xia. "Aku mau kedalam hutan, mau mencari apa yang bisa kita masak, untuk makan malam kita." Yang lainnya hanya menganggukkan kepala.


"Mari kita pergi jiejie. Fu Yi kamu tidak usah ikut kami karna tangan mu lagi sakit." Itu hanya alasan yang diberikan oleh Xia karna dia mau masuk kedalam ruang dimensi bintang, Putra Fu Yi mau berbicara tetapi Xia dan Cisin langsung pergi meninggalkannya.


"Aku kan hanya sakit sebelah tangan aja, sebelah lagikan bisa digunakan. Iya udahlah, aku tunggu disini aja." Putra Fu Yi berkata sendiri. Xia udah jauh meninggalkannya.


Karna tenda mereka dikelilingi hutan, maka tidak susah untuk Xia mencari tempat yang berselindung agar bisa masuk ke raung dimensi. Xia langsung meminta Leo, Nagin dan Miho agar bisa menangkap dalam 20 ekor ayam. Cisin dan Xia menangkap ikan dalam jumlah yang banyak, lalu membersihkannya. Setelah itu Xia mula menyediakan bumbu untuk masakannya nanti.


Tidak lama kemudian, mereka pun pulang dari memburu ayam.


"Ini Xia hasil buruan kami, masih banyak lagi ayam yang masih ada didalam hutan itu." Ucap Leo.


"Makasih, nanti bila aku udah siap masak. Aku akan memanggil kalian." Mereka pun menganggukkan kepala.


"Jiejie jika mereka bertanya dari mana kita mendapatkan ini semua, tinggal katakan aja bahawa kita memburu bersama di dalam hutan." Ucap Xia kepada Cisin. Cisin menganggukkan kepala tanda faham.


Mereka pun keluar dari ruangan dimensi, dan langsung menuju ke ruang memasak. Mereka yang berada disitu pada terkejut semuanya karna melihat Xia membawa begitu banyak ayam dan ikan.


"Dimana kamu mendapatkan ini semua, banyak sekali." Tanya Putra Fu Yi yang memang sedang menanti Xia disitu.


"Di hutan itu, tidak aku sangka ada banyak ayam yang lagi berhimpun. Pasti ada hal serius yang mereka bincangkan." Ujar Xia yang bercanda, yang lainnya hanya tertawa mendengarkan Puteri Xia bercanda. Putra Fu Yi hanya menggarukkan kepalanya.


Tidak membuang waktu lagi, Xia mengarahkan mereka untuk membantunya. Ada yang diberi tugas membersihkan ayam, ada juga membuat unggun api untuk memasak ayam bakar, Dan ada yang memasak nasi. Karna ikan udah dibasuh, Xia mula memasak ikan kukus. Xia terus meletakkan bumbu yang telah disediakan dan mengukus ikan itu.


Setelah itu Xia meletak bumbu pada ayam yang telah dibersihkan. Sepuluh ekor akan dibakar dan sepuluh ekor lagi akan direbus bersama ginseng dan cendawan reishi beserta bumbu berkhasiat lainnya. Xia juga memasak beberapa jenis sayuran. Karna banyak yang membantu kerja memasak lagi mudah dan cepat siap.

__ADS_1


Selesai memasak Xia membahagikan masakannya untuk para ketua. Yang lainnya akan diserahkan kepada koki mengurus dan mengaggihkan kepada semua. Mereka merasa bahagia karna mendapat bahagian dari makanan yang terlihat sangat enak dan sangat wangi baunya. Lain dari yang pernah mereka masak.


__ADS_2