
Kaisar Xi memandang bonda dan ayahnya. Tidak tahu harus menerangkan bagaimana pada bondanya.
"Bondamu akan tau juga nanti akhirnya. Mari kita pergi berjumpa dengan mereka agar bisa mendengar dengan lebih lanjut alasan mereka. Mengapa mereka baru hari ini memberi tau tentang berita ini setelah berbelas tahun peristiwa itu berlaku."
"Baiklah ayah, tetapi ayah harus berjanji agar tetap tenang mendengarnya. Bunda juga sama, berjanji lah padaku." Ucap Kaisar Xi sambil membantu ayahnya untuk bangun. Bondanya hanya menganggukkan kepala tanpa mengetahui penyebab Putra nya berkata begitu. Mereka pun menuju ke aula perhimpunan.
Setiba nya mereka di aula, bonda kaisar Xi pula terkejut melihat tetamunya. Walaupun bingung melihat menantunya di ikat tetapi dia hanya diam sambil menatapnya bingung.
"Kakek apakah kakek baik baik saja." ucap Putra Feng Xi risau akan kesihatan kakeknya.
"Iya.. kakek tidak apa apa."
"Baiklah beta mau kalian terangkan. Mengapa kalian baru hari ini memberitahu kami tentang berita ini?" Soal Kaisar Xi.
"Sebenarnya hamba baru mengetahui tentang perkara ini sebulan yang lalu". Ucap Putra Feng Xi
"Sebulan yang lalu hamba bertemu dengan Putri Xia Lin di desa Teratai. Pada ketika itu Puteri dan pelayannya baru sahaja dihalau keluar oleh menteri Chu dari kediaman nya, karna putri Xia Lin di fitnah oleh selir Ming. Pelayan putri telah menceritakan hal kebenaran ini kepada hamba dan hamba telah memberitahu ayah hamba kaisar Nan. Ayah menyiasat akan kebenaran hal ini dan ternyata memang semua ini adalah rencana jahat yang dirancang oleh selir Ming yang cemburu akan Putri Xi Xiana." Terang Putra Mahkota Huan Zo.
Walaupun masih tidak mengerti akan hal yang dibincangkam, Bonda kaisar Xi hanga mendengar kan ucapan mereka.Putra Mahkota Huan Zo menerangkan lagi hal hal berkaitan rencana jahat selir Ming yang lainnya dan penipuan menteri chu. Serta memberitahu bahawa kaisar Nan telah menghukum mati Selir Ming. Untuk Menteri Chu pula akan diadili sendiri oleh kaisar Xi.
Barulah Bunda Kaisar Xi mengerti dan menangis mengenagkan nasib malang anak kesayangannya dan cucu yang mati akibat kejahatan selir dari suaminya.
"Teganya Selir Ming melakukan nya." Kata Bonda kaisar Xi sambil menangis.
"Lalu dimana Puteri Xia Lin Sekarang? Mengapa kalian tidak membawanya kesini?" soal Kaisar Xi
Mereka saling berpandangan.
"Ampun paman kaisar, adik hamba puteri Xia Lin telah meninggal di baham Singa mutasi di hutan lingzhi." Ucap Putra Feng Xi sambil menitiskan air matanya. Kaisar Nan sudah mengeluarkan titah bahawa Puteri Xia Lin telah meninggal karna tidak mau memberi harapan palsu kepada Keluarga kaisar Xi.
__ADS_1
"APA !!!" Teriak Keluarga kaisar Xi bersamaan. Mereka sungguh terkejut
kaisar terdahulu tidak bisa menerima kejutkan itu lalu pingsan untuk kali kedua. Terlihat mulutnya berbuih dan badannya kejang. Setelah membawanya kekamar, tabib memeriksanya dan mengesahkan bahawa ayah kaisar Xi telah lumpuh separuh badan, Tabib ternyata tidak bisa mengobatinya lagi.
Akhirnya Kaisar Xi membuat keputusan untuk menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap Menteri Chu. Pada awalnya Kaisar Xi mahu menarik balik mentrai persahabatan antara kerajan barat dengan kerajaan selatan. Tetapi setelah dipujuk dan di tenangkan oleh Putra Feng Xi, akhirnya kaisar Xi tidak jadi untuk membatalkannya. Tetapi dengan Syarat bahawa putra Mahkota Huan Zo harus bernikah dengan putri sulungnya, Putri Zana dan putra Mahkota Huan Zo bersetuju menjayakan Kesepakatan damai itu.
sebulan kemudian Putra Mahkota Huan Zo telah melangsungkan perkahwinan nya dengan putri Zana, anak sulung kaisar Xi. Walaupun tidak mencintainya tetapi putra Mahkota Huan Zo berjanji akan melayan isterinya dengan penuh kasih sayang.
Setelah tiga bulan berlalu selepas pemergian Xia ke hutan lingzhi, Ia bersamaan 6 tahun didunia dimensi bintang. Akhirnya Xia mengakhiri kultivasi tertutup nya. kini Xia telah mencapai tahap kultivasi atas dengan pangkat dua.
Nagin dan Cisin melihat satu cahaya yang terang dibalik air terjun. Nagin tersenyum melihatnya.
"Akhirnya dia kembali" ucap Nagin
Setelah membuka array perlindungan, Xia terus terjun ke dalam sungai pemulih jiwa. Setelah selesai dia pun keluar dari sungai dan melibas kan bajunya dan ternyata baju yang basah tadi kering serta merta.
Cisin terkejut melihat Xia, dan merasa takjub melihat wajahnya yang seakan akan bersinar cantik. Xia tersenyum Manis melihat mereka berdua. Melihat senyum Manis dari Xia, pasti cair hati mana mana pria yang melihat senyuman manisnya.
"kamu pasti Nagin. Wajah mu cantik sekali" Ujar Xia yang melihat Nagin dalam wujud manusia pertama kalinya dan Nagin ternyata seorang gadis muda. Nagin tersenyum malu mendengar pujian Xia.
"Wajahmu lagi cantik Xia. Bisa membuat para pria bergaduh merebutmu." Ucap Nagin sambil tersenyum
"Apa jiejie mu tidak cantik Xia?" Ucap Cisin dengan cemberut
"Ya.. ya.. kamu yang tercantik sekali." mereka tertawa geli hati mendengarnya.
Mereka bersamaan masuk ke dalam istana. Setelah membersihkan diri dan menukar pakaian, Xia pun menuju ke dapur dan memasak. Pelbagai menu masakan yang telah dimasak olehnya. Di bantu oleh Cisin. Setelah selesai dia menghidangkan semua makanananya di meja.
"Wahh.. banyak sekali makanannya. Baunya sangat memikat dan membuat aku merasa lapar" ujar Nagin.
__ADS_1
"Apa kamu bisa memakan makanan seperti ini?"
"ya.. pasti bisa. Kan aku udah berubah wujud ku menjadi manusia."
"Baiklah kalau gitu, mari kita makan bersama"
Xia, Cisin dan Nagin makan dengan lahap nya. Setelah selesai makan mereka tersandar kekenyangan.
"Xia masakan mu enak banget sih." Kata Nagin mereka tersenyum bahagia. Hari itu mereka menghabiskan masa dengan santai dan bergurau senda.
keesokan harinya Xia memulakan latihan untuk menguji kuasanya. Nagin menawarkan dirinya untuk membantu Xia menguasai jurus dan teknik baru yang bisa diuji dengan tingkat kuasa barunya.
Setelah diajar dan Xia dapat mengawal kuasa nya. Nagin menyuruh Xia untuk menyerangnya. Cisin yang melihat serangan dari Xia dan dibalas oleh Nagin hanya terdiam kagum melihat Keduanya. Pergerakan keduanya, sangat pantas sehingga terlihat seperti bayangan yang terbang ke kiri dan ke kanan.
"Bagus, kamu dapat mengawal kuasa qi mu dengan baik. Sekarang kamu Serang Aku menggunakan elemen api mu." Ujar Nagin sambil terus menyerang Xia.
"Baiklah." Xia menyalurkan qi untuk mengeluarkan elemen api ke telapak tangannya dan mula menyerang Nagin. Pada mulanya api yang sedikit, seterusnya Xia mencuba mengeluarkan api bertubi tubi dan membuatkan Nagin kewalahan menepisnya.
Cisin melihat serangan itu seperti melihat pertunjukkan kembang api.
DUAARR.. DUAARR..
Terlihat api yang besar telah dikeluarkan oleh Xia.
POOOMM!!
Terdengar ledakan yang sangat kuat. Menggegarkan ruang dimensi bintang. Akhirnya mereka menghentikan latihan.
" Apa kamu cedera Nagin?" Tanya Xia
__ADS_1
"Aku tidak cedera, hanya sedikit lelah saja. Tangan mu berdarah?" Tunjuk Nagin dan memanggil Cisin untuk mengobati tangan Xia yang cedera.