
"Aku akan menemani kalian bagi membasmi para pemberontak itu. Aku juga mau menyampaikan pesanan ayahku kepada kaisar Dong." Terang Putra Zhongli
"Apa Kaisar Dong mengetahui kewujudan kerajaan serigala?" Tanya Xia.
"Iya, dia pernah datang di kerajaan kami. Dia juga salah satu manusia yang pernah mencoba untuk memegang pedang bintang tetapi pedang itu tidak menunjukkan sebarang reaksi." Ucap putra Zhongli.
"Apakah udah ramai yang mencoba untuk memiliki pedang itu? Tanya Xia panasaran akan hal itu.
"Iya benar, aku juga pernah mencobannya tetapi gagal."
Putra Jing Zhi yang hanya mendengar perbicaraan mereka pun merasa sakit hati dan cemburu tanpa Xia sadari. Terlihat seperti mereka sangat akrab.
'Aku harus sentiasa berada disisi Xia, agar tidak ada sesiapa pun yang bisa merebutnya dariku.' ujar Putra Jing Zhi dihatinya.
Setelah itu Putra Feng Xi mula memberitahu apa yang harus mereka lakukan besok dan memilih beberapa orang untuk masuk kedalam ibu kota. Sambil makan makanan yang telah siap dihidangkan.
Setelah selesai makan mereka pun beristirehat. Keesokan harinya, di awal pagi mereka udah memulakan perjalanan mereka setelah selesai bersarapan dan berkemas. Tidak mengambil masa yang lama, mereka pun tiba di pintu masuk ibu kota kerajaan Timur pada waktu sore.
Dari jauh pengawal yang mejaga pintu gerbang ibu kota dapat melihat kehadiran banyak prajurit yang menuju kearah meraka. Salah satu pengawal itu pun memberitahu jeneral yang bertugas disitu. Setelah itu jeneral pun menuju kehadapan untuk melihat sendiri.
Setelah mereka semakin menghampiri pintu gerbang, jeneral berteriak dengan kuat. "Berhenti!!!". Putra Feng Xi pun mengarahkan semua pasukannya untuk berhenti.
__ADS_1
"Sila perkenalkan diri kalian." Ujar seorang pria yang menjerit tadi.
"Aku adalah Putra Sam dan kami diutuskan oleh kaisar Nan. Ini buktinya." Ucap Putra Sam lalu menunjukkan sebuah token giok yang menunjukkan mereka adalah utusan dari kerajaan selatan.
Setelah memastikannya barulah pria tadi bersuara. "Maaf karna menghalang perjalanan Putra Sam, hamba hanya menjalan tugas dan arahan dari yang mulia Kaisar Dong. Hamba adalah Jeneral Long yang telah diarahkan oleh kaisar Dong untuk menyambut kedatangan putra Sam dan yang lainnya.Tetapi yang dibenarkan masuk ke Kota ini adalah para ketua sahaja, yang lainnya tidak bisa masuk." Ujar jeneral Long dengan tegas.
Putra Sam mengerti akan hal yang diberitahu oleh jeneral itu. Dan meraka juga telah pun memilih beberapa orang yang akan ikut masuk karna mereka telah berbincang sebelumnya. Seramai 10 orang yang akan turut masuk. Putra Feng Xi mengarahkan prajurit yang lainnya untuk mendirikan tenda diluar pintu gerbang karna mereka mungkin akan mengambil masa untuk berbincang dengan Kaisar Dong.
Mereka pun memasuki ibu kota kerajaan Timur, mereka diringi oleh jeneral Long. Hari hampir menjelang senja, mereka pun tiba di luar istana. Jeneral Long meminta seorang pengawal untuk memaklumkam kaisar Dong bahawa tetamunya dari kerajaan selatan telah pun tiba. Pengawal itu pun bergegas pergi. Mereka pun masuk ke istana dan dibawa langsung ke aula. Ketika mereka tiba di aula, kaisar Dong telah menanti kedatangan tetamunya.
"Selamat datang kepada kalian semua." Ujar kaisar Dong. Mereka semua memberi hormat kepada kaisar Dong.
Setelah memberi hormat, putra Sam memulakan bicara, "Perkenalkan, hamba putra Sam putra kedua kaisar Nan dan disebelah hamba adalah jeneral muda putra Feng Xi serta adiknya putri Xia Lin." Putra Sam memandang Putra Jing Zhi dan memberi isyarat agar dia bisa memperkenalkan dirinya. Setelah Putra Jing Zhi memperkenalkan dirinya yang lainnya turut memperkenalkan diri masing-masing, akhirnya putra Zhongli pula.
Kaisar Dong yang mendengarnya merasa kaget karna ada dua putra di dua kerajaan yang berbeda dan tidak ada kaitan dalam hal ini berada disitu. "Putra Zhongli, mengapa kamu bisa ada bersama dengan mereka?"
"Beberapa bulan yang lalu saudara dan saudari kandungku telah diserang oleh sekelompok manusia dan hampir kehilangan nyawa karna terkena panah beracun. Beberapa hari yang lalu, mereka melalui wilayah kami. Pada awalnya kami ingat bawa mereka adalah musuh yang menyerang kami. Setelah berbincang dan terdapat sedikit salah faham, akhirnya Putri Xia Lin telah menawarkan diri untuk merawat saudaraku. Hamba mendapat berita bahwa penyerang yang menyerang kami adalah kumpulan yang sama dengan pemberontak yang ingin menyerang kaisar Nan. Karna markas penyerang itu sama dengan pemberontak itu. Hamba diperintahkan oleh ayah hamba, agar turut membantu kalian semua untuk membasmi pemberontak itu dan melindungi putri Xia Lin." Yang lain terkejut mendengarkan ucapan Putra Zhongli
"Beta baru tahu akan hal itu. Bagaimana dengan keadaan saudara dan saudarimu itu sekarang?"
"Mereka telah pulih atas bantuan dari Putri Xia Lin. Dan ada satu hal lagi yang ingin hamba katakan"
__ADS_1
"Apa itu? Katakanlah."
"Kata ayah hamba, Pemilik asal pedang bintang telah mengambil pedangnya."
"APA!!!" Kaisar Dong menjerit dan berdiri dari duduknya. "Siapa dia?"
"Maaf, hamba kurang pasti siapa. Tapi kata ayah, biar pemiliknya yang mengakuinya sendiri." Putra Zhongli tidak memberitahu kebenarannya, dia hanya menyampaikan apa yang ayahnya katakan sahaja.
"Pasti pemiliknya adalah diantara kalian." Ujar kaisar Dong.
"Hambalah pemilik pedang bintang sekarang." Ujar Xia mengakuinya karna Putra Sam serta Putra Feng Xi memandang kearahnya.
"Apa benar katamu?" Kaisar Dong serta putranya terkejut akan hal yang didengarinya. Karna mereka pernah mencoba untuk memegang pedang bintang tetapi tidak berjaya memilikinya, tetapi malah seorang gadis muda berjaya memiliki pedang itu. Tahap kultivasinya juga enggak jelas. Mereka pada berpikir begitu.
Tiada pilihan, Xia pun mengeluarkan pedang bintang dari cincin ruangnya untuk membuktikan ucapannya yang sepertinya diragukan oleh orang didepannya. Lalu Xia mengeluarkan pedang itu dari sarungnya. Terlihat cahaya yang terang keluar dari pedang itu. Ternyata benar apa yang diberitahu.
"Bagaimana kamu mendapat pedang itu? Sedangkan kami mencobanya tetapi gagal memilikinya." Tanya Kaisar Dong.
"Hamba hanya mengambilnya." Jawab Xia jujur. Yang lainnya pada tersenyum mendengar kata Xia seperti orang yang polos.
Setelah itu, kaisar Dong mengarahkan pelayannya menunjukkan kamar untuk tetamunya agar mereka bisa beristirehat setelah menempuh perjalanan yang jauh. Mereka akan memulakan perbincangan pada besok hari. Pada waktu makan malam pelayan memanggil mereka untuk makan bersama.
__ADS_1
Setelah selesai makan, kaisar Dong bertanya. "Beta panasaran dari tadi, mengapa Putra Jing Zhi bisa mengikuti mereka?"
"Hamba mengikuti Putri Xia Lin. Dia adalah kekasih hamba dan hamba akan turut serta dalam membantu untuk mengalahkan pihak musuh." kaisar Dong tertawa mendengar kata jujur dari putra Jing Zhi. Tetapi terlihat ada beberapa putranya yang merasa kecewa akan hal yang didengarinya. Lain pula bagi putra Jing Zhi yang merasa lega karna memberitahu akan kebenaran bahawa putri Xia Lin adalah kekasihnya. Dia tahu bahawa ada beberapa putra kaisar Dong selalu memerhati Xia sepertinya mereka telah tertarik pada Xia.