Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
19 - Hukuman Selir Ming


__ADS_3

Setiba nya diistana, putra mahkota Huan Zo menghadap ayahanda nya dan memberitahu bahawa Putri Xia Lin telah berangkat ke hutan Lingzhi beberapa hari yang lalu. Kaisar Nan menitah kan Putra nya untuk siasat perdana menteri Chu dan keluarganya akan kebenaran hal ini terlebuh dahulu .setelah ini baru lah pergi mencari Putri Xia Lin.


Tiga hari kemudian kelihatan semua keluarga Menteri Chu tiba di istana. Mereka menunggu kedatang Putra Feng Xi barulah mereka berangkat ke istana karna jarak mukim tua ke istana mengambil masa dua hari, Kaisar mula menyoal tentang kebenaran hal yang telah disampaikan oleh anaknya.


"Menteri Chu beta ada soalan untuk bertanya padamu, beta harap kamu bisa menjawabnya dengan jujur atau kamu tau akibatnya menipu beta.?" Tegas kaisar. Diruangan itu ada Kaisar Nan, permaisurinya serta para putra kerajaan dan keluarga menteri Chu. Jeneral muda Zan juga datang.


"Ampuan tuanku, hamba akan berbicara dengan jujur pada yang mulia" ucap menteri Chu


"Apa benar kabar yang aku dengar bahawa putri Chu Xia Lin masih hidup?" soal kaisar Nan


Menteri Chu yang terdengar soalan itu terus terduduk melutut, sambil menunduk ke lantai. Mulut nya kaku, badannya mengeletar ketakutan.


"Ampun tuanku, apa yang dimaksudkan dengan soalan tuanku yang menyatakan bahawa putri Chu Xia Lin masih hidup? Adik hamba memang masih hidup." Feng Xi bingung dan melihat ayahnya "Ayah apa yang berlaku pada Xia Lin, apakah dia telah meninggal? Mengapa ayah tidak memberitahu tentang hal ini?" soal Feng Xi keliru dan berlutut didepan ayahnya sambil menangis. Selir Ying juga terkejut, dia juga tidak tau akan kabar itu.


"Tenang Putra Feng Xi. Puteri Xia Lin baik baik saja cuma sekarang, kita dengarkan dulu apa yang akan diperkatakan oleh menteri Chu berkaitan dengan hal ini". Terang putra mahkota Huan Zo. Yang lain pada bingung mendegar hal yang tidak mereka ketahui.


"Menteri Chu, sila terangkan." ucap kaisar dengan suara keras.


"Am..ampunkan hamba tuanku me..memang benar apa yang tuanku dengarkan, Putri Xia Lin masih hidup lagi. Sebenarnya yang meninggal dulu adalah kembaran Putri Xia Lin. Hamba terlalu membeci Putri Xia Lin sehingga tidak mendaftarkan kelahiran nya. Ammppunn kan hamba tuanku."


"APA!! Apa benar yang ayah katakan. Ayah sungguh melampau. Apa kesalahan adik ku sehingga dilayan begitu."


"Dia telah membuat isteriku mati. Aku berdendam padanya." Jerit menteri Chu kepada putra Feng Xi.

__ADS_1


"APA!!!" tidak sempat Feng Xi meneruskan katanya kaisar telah memotong ucapannya.


"Apa kamu tahu bahawa yang membunuh isteri dan anak mu adalah Selir mu sendiri. Betul atau tidak selir Ming?" kaisar Nan memberitahu. Semua mata memandang ke arah selir Ming. Selir Ming ketakutan lalu berlutut, badan nya menggigil.


"Ampuan tuanku, tuduhan itu tidak benar. Hamba tidak membunuh sesiapa?" ucap selir Ming


"Beraninya kamu membohongi beta selir Ming. Apa kau tidak takut dihukum karna membohongiku."


"Tidak.. tidak.. hamba tidak membunuhnya." Selir Ming tetap menafikannya.


"Baiklah, akan beta buktikan. Pengawal panggilkan pelayan Sun kesini."


Badan selir Ming bertambah menggigil. Dia berharap agar pelayan setia nya tidak akan menceritakan hal yang sebenar. Terlihat pelayan Sun yang telah babak belur diseret masuk keruangan itu.


"Pelayan Sun ceritakan apa yang kamu cerita kan kepada kami tentang kenyataan kematian isteri dan anak menteri Chu. Jika kamu menipu, kamu taukan apa akibatnya" pelayan Sun menganggukkan kepala nya mendengar arahan dari Kaisar Nan.


"APA!!!" teriak Menteri Chu dan Putra Feng Xi bersamaan. Menteri chu bangun lalu menendang Selir Ming, Putra Feng Xi menendang pelayan Sun. terdengar riuh, dengan suara teriakan mereka. Yang lainnya menggelengkan kepalanya, tidak percaya yang selir Ming bisa setega itu membunuh seorang bayi dan ibu yang mengandung. Selir Ying hanya menangis sambil memeluk anaknya.


"Ayah itu semua fitnah, ibu tidak akan melakukan hal seperti itu." Ucap Chu Wenli dan Chu Minli.


"Hentikan!!!" terdengar teriakan dari kaisar Nan "Apa kalian ingat ini tempat pertempuran hah." Mereka semua menghentikan keronyokan yang dilakukan. Terlihat keadaan selir Ming yang tidak terusus dan babak belur dimukanya.


"Pelayan Sun terangkan lagi apa yang dilakukan oleh Selir Ming terhadap Puteri Xia Lin." ucap kaisar Nan

__ADS_1


Putra Feng Xi membulatkan matanya terkejut. Berapa banyak yang dilakukan nenek lampir ini pada adik ku. Pelayan Sun yang melihatnya, tertunduk takut.


"Selir Ming meracun Putri Xia Lin sejak kecil karna itu putri tidak bisa berkultivasi dan mempunyai masalah kulit. Selir juga sering kali memukuli Putri Xia Lin. Seminggu yang lalu selir Ming menolak Putri Xia Lin kedalam kolam yang hampir meragut nyawanya. Dia juga mengupah pengawal Kim untuk tidur disebelah Putri Xia Lin agar dia dihukum oleh menteri Chu. Baru baru ini dia mengupah pembunuh upahan untuk membunuh Putri Xia Lin." Terang Pelayan Sun.


"Fitnah!! Ini semua fitnah." Jerit selir Ming


"Yun!! Bawa ke sini bukti yang kamu perolehi." Teriak Kaisar Nan kepada pengawal bayangan nya yang telah ditugas secara senyap mengeledah dan mencari bukti di rumah menteri Chu semasa tiga hari lalu. Terlihat kemunculan seseorang yang berpakaian serba hitam menunduk hormat serta menghulurkan sesuatu kepada kaisar Nan dan diambil oleh kasim. Setelah itu Yun terus lesap.


"Kamu kenal barang ini selir Ming?" Ujar Kaisar Nan. Kaisar Nan telah melihat barang bukti itu sebelumnya dan mengarahkan kasimnya untuk menyerahkan barang bukti kepada menteri Chu. Kepala kasim memberikan barang yang telah diserahkan oleh Yun tadi kepada menteri Chu.


Menteri Chu mengambilnya, Dia terkejut membaca surat surat untuk mengupah pembunuh upahan dan bukti pembelian racun yang dilihatnya. Ada juga beberapa jenis botol racun.


"Apa makasud ini semua Selir Ming, kamu telah membunuh isteri dan anak ku? Kamu juga coba mefitnah anakku. Dasar perempuan tak sadar diri."


"Menteri Chu, beta tidak ingin masuk campur dalam urusan keluarga kamu. Tetapi hal ini melibatkan keamanan dua kerajaan. Ini karna kamu telah membohongi kaisar Xi. Dengan itu beta akan menjatuhkan hukuman mati terhadap selir Ming dan pelayannya Sun. Hukuman ini akan berlangsung besok pagi. Untuk kamu, akan aku serahkan kepada kaisar Xi untuk diadili."


"Hamba menerima nya Tuanku." Menteri Chu berlutut lemah.


Terdengar jeritan daripada Selir Ming dan pelayannya yang menjerit memohon untuk dilepaskan. Chu Wenli dan Chu Minli hanya bisa menatapi pemergian ibunya dengan tangisan, Menteri Chu dibawa oleh pengawal untuk dipenjarakan.


"Putraku besok kamu pergi cari Putri Xia Lin di hutan Lingzhi." Titah kaisar Nan


"Baiklah ayahanda"

__ADS_1


"Ampun Tuanku, apakah dibolehkan hamba untuk turut serta mencari adik hamba.?" Ucap Putra Feng Xi


"Kamu boleh turur serta." Mereka pun semua keluar dari istana.


__ADS_2