Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
39 - Putra ketiga Kerajaan Utara


__ADS_3

Akhirnya Xia bisa menumpaskan para bandit tadi. Dan Leo merubah ujud menjadi manusia semula.


"Putri Xia..!" Putra Yun memanggilnya. Xia pun langsung menuju kearah Putra Yun.


"Ada apa pangeran?" Tanya Xia.


"Apa dia haiwan kontrak mu?"


"Iya pangeran, tapi aku telah menganggap nya sebagai teman ku."


"Apa teman..?? berarti dia juga." Sambil menunjuk kearah Nagin dan Cisin.


"Nagin adalah ratu ular. Manakala jiejie Cici pelayan yang ku angkat menjadi kakak angkat ku, dia manusia." Xia memperkenalkan mereka sambil tersenyum.


Yang lainnya kaget bila mendengar penerangan dari Xia.


"APA!! Ratu ular.. sukar untuk mempercayai nya jika aku tidak melihatnya tadi. Aku beruntung sekali membawa mu untuk misi kali ini. Padahal pada awalnya aku sempat berfikiran bahawa kamu akan munyusahkan ku tapi kamu yang banyak membantu ku. Terima kasih Putri Xia." Xia tersenyum mendengar ucapan Putra Yun.


"Hamba berbangga bisa berkenalan dengan mu Putri Xia." Puji Jing Zhi. Xia hanya tersenyum.


"Apa bisa jika aku menganggap mu sebagai adikku?" Ucap Putra Yun


"Kita adalah saudara. Kita memang sekeluarga dan aku akan sentiasa membantu keluarga ku, jika memerlukan bantuanku." Ujar Xia.


"Berarti kamu setuju. Aku akan memanggil mu Xia'er atau meimei!!" Kata Putra Yun tersenyum gembira


'Berarti mereka bukan adik beradik. Siapa sebenarnya Putri Xia ini? Aku harus mencari tau.' ucap Jing Zhi didalam hatinya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Setelah beberapa hari kemudian, mereka pun tiba di Istana dan disambut kaisar Xi beserta permaisuri di aula perhimpunan.


Putra Yun, Jing Zhi dan Putri Xia beserta teman temannya mengadap yang mulia kaisar Xi. Yang lainnya telah diarahkan Putra Yun untuk pulang duluan beristirehat.


Setelah semua nya memberi hormat kepada kaisar Xi, Putra Yun memberi laporan kepada kaisar Xi. Sebelumnya Putra Yun pernah mengirimkan surat kepada kaisar Xi yang mengatakan bahawa mereka berjaya menyelesaikan tugas yang diberi.


"Tahniah pada kalian kerana berjaya melakukan tugas dengan bagus sekali. Dengan ini beta akan memberikan hadiah untuk kalian, dimana Yang lainnya?."


"Terima kasih Yang mulia kaisar." Ucap mereka serentak.

__ADS_1


"Anakmu ini menyuruh mereka untuk pulang beristirehat."


"Iya pasti lelah setelah melakukan perjalanan jauh. beta akan kirimkan hadiah ke rumah mereka nantinya."


"Ayah, Xia'er adalah seorang yang jenius. Dia yang menemui penawar untuk semua warga desa Kisan. Dia dan temannya telah mengalahkan para bandit yang sempat menghalang perjalanan kami. Anakanda sempat kalah pada awalnya, tetapi telah dirawat oleh Xia'er." Ujar Putra Yun


"Apa benar anakku? Apa sekarang kalian baik baik saja?"


"Kami dijaga dengan baik oleh meimeiku." Ujar Putra Yun tertawa.


"Miemei..? Apa maksud mu anakku? Tanya permaisuri hairan.


"Iya, anakanda telah mengangkat Putri Xia menjadi adikku." Kaisar Xi dan permaisuri saling berpandangan dan tersenyum.


"Kalau gitu baguslah. Ayah juga akan mengangkat Putri Xia menjadi anak angkat kami. Apa boleh Menteri Chu?" Kaisar Xi dan permaisuri memandang Menteri Chu.


"Hamba menurut Yang mulia." Ujar Menteri Chu. Xia memandang ayahnya.


"Ayah!!" Xia berlari kearah ayahnya dan memeluknya.


"Apa kamu tidak kenapa napa anakku?"


"Ayah apa ayah tau bahawa, Xia'er mempunyai haiwan kontrak yang bisa meruba ujud menjadi manusia?" Ujar Putra Yun


"APA!!" Kaisar Xi terkejut dan semua yang berada di aula itu pun turut sama terkejut, tidak mempercayainya. Mana bisa gadis muda sepertinya memiliki haiwan kontrak tingkat sempurna. Semua memandang Xia tidak percaya.


Xia hanya terdiam apabila semua mata menatapnya. Xia memandang Leo dan Nagin serta mengangguk kan kepalanya. Lalu mereka memperlihatkan ujud asli mereka.


Jika mereka tidak melihatnya sendiri, mungkin mereka tidak akan mempercayainya. Leo dan Nagin pun merubah kembali menjadi ujud manusia.


"Kamu memang gadis muda yang jenius." Ujar kaisar Xi kagum akan Putri Xia Lin.


"Oh.. iya hampir terlupa. Ayah kenalin ini Jing Zhi. Dia juga membantu kami semasa di desa Kisan. Dia mengikuti kami ke sini Karna xia'er mahu merawat nya. Dia terkena racun yang langka."


"Hormat Yang mulia kaisar Xi. Nama hamba Jing Zhi, hamba merantau mencari tabib yang bisa menyingkirkan racun yang berada lama dibadan hamba dan berharap agar yang mulia bisa mengijinkan hamba untuk tinggal di istana ini beberapa hari, agar bisa Putri Xia dapat merawat hamba." Ucap Jing Zhi.


"Angkat kepala mu anak muda. Beta sepertinya pernah melihatmu?" Kaisar Xi mengecilkan matanya sambil menatap tajam Jing Zhi.

__ADS_1


"Maaf, Karna tidak memperkenalkan diri hamba dengan betul tadi. Hamba adalah Putra ketiga kerajaan utara Putra Bei Jing Zhi."


"Iya baru beta teringat, kamu yang pingsan saat acara jamuan yang diadakan beberapa bulan yang lalu di Istana kerajaan utara. Kaisar Bei juga mengatakan bahawa kamu sakit. Ternyata kamu diracun."


Xia dan Putra Yun terkejut mendengar kan pengakuan dari Jing Zhi.


"Iya, itulah hamba."


"Apa benar, kamu bisa menyembuhkan Putra Jing Zhi?" Kaisar Xi bertanya kepada Xia dengan tegas


"Aku yakin paman." Ucap Xia tanpa ragu.


"Baiklah kalau begitu, beta ijinkan Putra Jing Zhi untuk tinggal di Istana tetamu. Dan Xia'er kamu akan tinggal diistana ibumu bersama ayahmu." Ucap kaisar Xi yang semasa ketiadaan Xia, dia telah mengarahkan pelayannya agar menggemas dan memindahkan barang Xia ke dalam istana ibunya yang sebelum ini masih kosong.


"Baiklah paman, terima kasih."


" Baiklah kalau begitu besok kita akan adakan jamuan untuk meraikan kejayaan kalian menyelesaikan masalah di desa Kisan dan akan mengistiharkan bahawa Putri Xia Lin menjadi anak angkat ku dan permaisuri." Ucap kaisar Xi.


Mereka pun bersurai. Xia langsung menuju ke istana kakeknya.


"Kakek, nenda!!" Teriak Xia dari jauh yang melihat kakek dan nendanya sedang duduk santai di taman. Xia berlari menuju ke arah nenda dan kakeknya dan memeluk mereka.


"Ya ampun.. cucu ku yang manja ini.. ngak usah teriak dan berlari seperti itu. Tidak manis dilihat orang. Nanti susah dapat suami kalau gitu. Kamu itu udah gede tau.." Bebel nendanya sambil menarik hidung Xia sambil tersenyum.


"Aku masih anak kecil nenda. Belum berfikiran untuk mencari suami." Ucap Xia manja.


"Iya udah.. apa kamu baik baik saja Xia'er?" Tanya kakeknya.


"Aku baik baik saja kakek. Lihat ni." Xia memutarkan badannya dihadapan kakeknya.


Kakek dan nenda nya menggelengkan kepalanya melihat cucunya.


Dijaman kuno Xia memang bersifat manja karna dikelilingi oleh orang orang yang menyayangi dan memanjakannya.


Setelah selesai bermanja dengan nenda dan kakeknya, Xia'er pamit untuk beristirehat.


"Leo apa kamu tau dimana letaknya Istana ibuku?"

__ADS_1


"Iya, Aku bisa menghantar mu kesana." Mereka pun langsung menuju ke sana.


__ADS_2