Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
33 - Diserang Bandit


__ADS_3

Setelah berpamitan, rombongan yang akan menuju ke daerah Yulan pun berangkat pergi. Xia menaiki kereta kuda bersama teman yang lainnya, manakala Putra Yun menunggang kuda. Mereka membawa 5 orang tabib yang berada di dalam kereta kuda dan 50 orang prajurit berkuda.


Awalnya perjalanan itu akan menuju ke kediaman jeneral Xuan yang terletak di daerah Yulan memakan masa selama 2 ke 3 hari. Dan seterunya akan menuju ke desa Kisan dari kediaman jeneral Xuan yang akan mengambil masa selama 2 hari. Mereka hanya berehat 2 kali sehari, iaitu pada petang dan malam sahaja. Bagi menjimatkan masa perjalanan.


Pada hari kedua perjalanan, mereka tiba di pinggir hutan. Mereka akan menyusuri pinggir hutan itu untuk sampai ke daerah Yulan. Tiba di pertengahan jalan yang agak lapang dari sebelumnya, tiba tiba mereka telah ditahan oleh beberapa orang bandit.


"Serahkan barang berhartamu, jika kamu ingin selamat." Teriak salah seorang daripada kelompok bandit itu.


"Tidak!! Kami tidak akan menyerahkan harta kami pada kalian." Kata Putra Yun.


"Besar sekali nyali mu anak muda. Kalau gitu, aku akan abisi kalian semua."


"SERANG!!!" Mereka memulakan serangan terhadap rombongan Putra Yun, setelah mendengar arahan daripada ketua kumpulannya.


Pada awalnya Xia tidak mahu keluar dari kereta kuda nya, dia hanya melihat melalui jendela sahaja. kerana dia yakin bahawa Putra Yun dan prajurit bisa mengatasi para bandit yang hanya 10 orang itu.


Ternyata kekuatan para bandit itu tidak bisa dipandang rendah. Akhirnya Xia keluar dari kereta kuda dan melihat mereka bertarung. Putra Yun terpelanting ketika melawan seorang bandit.


Xia yang terkejut melihat Putra Yun memuntahkan seteguk darah, langsung menuju ke arah Putra Yun. Di ikuti Nagin, Leo dan Cisin.


"Pangeran apakah kamu baik baik saja?" Putra Yun hanya mengangguk kan kepalanya.


"Wahhh.. beruntung amat kita kali ini teman teman, karna ada tiga gadis cantik disini. Apa kalian mau melayan kami malam ini nona nona cantik? Aku akan melepaskan mu, jika kamu mau mengikuti kami." Mereka berhenti berlawan dan tertawa besar.


Haaa.. haaa.. haaa.. semua bandit itu ketawa senang.


"Kurang ajar kalian. Berani berani nya kalian bicara begitu terhadap tuan kami. Dasar manusia biadap. Aku akan habisi kalian semua." Ujar Nagin, lalu terbang kearah mereka. Leo juga tidak tinggal diam, dia langsung mengikuti Nagin menuju ke arah para bandit itu


Nagin dan Leo terus menyerang mereka tanpa ada belas kasihan. Terdengar bunyi dentingan pedang.


Ting.. ting.. ting..

__ADS_1


Srrriiikkk.


Arrrghhh.. arrrghhh.. terdengar terikan para bandit yang berjaya dibunuh oleh Nagin dan Leo.


Disisi lain Xia membantu Putra Yun duduk. Dan memeriksa denyutan nadinya. Tiada yang perlu dikhawatirkan hanya cedera ringan aja. Xia memberi pil penyempuh dan air pemulih jiwa kepada Putra Yun. Putra Yun melihat Xia seperti tidak yakin.


"Minumlah pil ini pangeran. Ini pil penyembuh. Tidak usah khawatir, ini bukan racun."


Putra Yun akhirnya mengambil pil itu dan menelannya serta meminum air yang diberi Xia. Putra Yun fikir air yang diberikan Xia adalah air biasa saja.


"Duduk lah bermeditasi sebentar. Untuk memulihkan kecederaan mu pangeran." Putra Yun mengikut kata Xia.


Para tabib yang awalnya ingin turun, untuk melihat keadaan Putra Yun, dihalang oleh Xia. Xia takut jika ada para bandit terlolos dari temannya, lalu menyerang tabib yang tidak bisa bela diri.


"Kalian tidak usah keluar dari kereta itu. Duduk diam saja didalam. Diluar ini biar aku dan temanku yang urusin." Ujar Xia.


"Baiklah Puteri."


Cisin dan Xia membantu beberapa orang prajurit yang cedera. Xia juga memberi pil penyembuh dan air pemulih jiwa kepada mereka.


"Karna hari udah mau gelap, kita akan memasang tenda disini untuk istirehat malam ini. Kalian uruskan mayat bandit yang terkorban." Arah Xia kepada prajurit yang tidak cedera. Mereka mengangguk kan kepalanya dan mula melaksanakan tugas yang diberi.


Setelah selesai bermeditasi, akhirnya Putra Yun membuka mata dan badannya terasa segar, Walaupun energi nya masih kurang.


'Pil yang diberikan oleh Xia ternyata sangat berkesan, aku dapat merasakan badan ku terasa segar dan dada ku tidak sakit lagi.' Putra Yun berkata didalam hatinya.


Putra Yun juga terkejut melihat para bandit telah tewas dengan dua teman Xia itu.


'Padahal melawan satu bandit aja aku kalah. Hebat sekali teman Xia. Tunggu dulu.. tadi kalau tidak silap pendengaranku, dia bilang 'tuan Kami'. Siapa ya yang dimaksudkan dia?' Gumam batin Putra Yun panasaran, sambil mengurut belakang tengkuknya.


"Putri Xia, kita harus meneruskan perjalanan kita. Aku khawatir akan ada bandit yang lainnya dari kumpulan itu datang kemari mencari teman mereka. Dan akan menyerang kita lagi." Ucap Putra Yun.

__ADS_1


"Tidak usah khawatir, ada aku dan teman teman ku yang mengawasi tempat ini. Setakat ini tempat ini masih aman. Lagi pula banyak prajurit yang cedera. mereka membutuhkan istirehat."


Xia membuat array perlindungan yang cukup besar untuk melindungi semua orang yang ada disitu.


Mereka semua terkejut melihat array yang dibuat oleh Xia.


"Kalian tidak bisa keluar dari array yang aku pasang untuk malam ini. Selama kalian berada didalam ini kalian akan selamat. Malam ini kalian semua bisa istirehat dengan tenang."


Horaaayyy!!! Terdengar teriakan dari prajurit. Udah 2 hari mereka tidak tidur nyenyak.


'Seperti apa kuasa yang dia punya. Tidak banyak orang yang bisa membuat array seperti ini. Aku tidak bisa melihat tahap kultivasi nya.' Putra Yun bertambah panasaran terhadap Xia.


Keesokan harinya mereka langsung meneruskan perjalanan mereka yang sempat tertunda. Akhirnya, ketika hari menjelang sore, mereka pun tiba di daerah Yulan.


Jeneral Xuan yang telah dimaklumkan oleh pengawal nya langsung menunggu di hadapan kediamannya untuk menanti ketibaan rombongan Putra Yun. Dan mengarahkan pelayan nya untuk memberi tahu koki, supaya membuat hidangan yang lezat dan banyak untuk rombongan itu.


Akhirnya rombongan yang dinanti telah tiba di hadapan kediaman jeneral Xuan. Setelah melihat Putra Yun dan Putri Xia Lin mereka memberi kata hormat.


"Hormat Putra Yun dan Putri Xia Lin." Ucap jeneral Xuan dan membongkok kan sedikit badannya, lalu diikuti yang lainnya.


Jeneral Xuan telah menerima Surat dari kaisar Xi yang mengatakan bahawa Putra Yun dan Putri Xia Lin akan datang membantu mengatasi masalah di desa Kisan.


"Aku terima hormat kalian." Ujar Putra Yun.


"Silakan masuk kedalam kediaman hamba. Hamba telah menyediakan kamar untuk pangeran dan Putri berehat. kami juga telah menyediakan jamuan makan malam."


Mereka pun masuk ke dalam kediaman jeneral Xuan. Xia pamit untuk Mandi dan setelah itu mereka makan di halaman rumah jeneral Xuan yang luas.


"Jeneral, kapan kita akan berangkat ke desa Kisan?" Tanya Putra Yun.


"Kita akan berangkat besok pagi. Jika kita berangkat pagi petang esoknya akan tiba disana."

__ADS_1


Setelah itu mereka pamit untuk istirehat. Para prajurit mendirikan tenda berhampiran dengan kediaman jeneral Xuan.


Keesokan harinya mereka bersiap untuk berangkat ke desa Kisan.


__ADS_2