
"Tidak mengapa jika Xia mau naik dengan ku, aku mampu membawa kalian berdua." Ujar Leo tetapi Xia tidak mau merepotkan Leo dia pun akhirnya naik di badan ratu rubah.
"Ibu aku udah bisa berlari dengan pantas, paman Kibo yang mengajarku. Aku mau mempraktikkan nya, jadi aku akan sendiri aja." Ujar Miho. Ratu rubah mengangguk kan kepalanya, dihatinya merasa bangga dengan anaknya itu.
"Xia'er..!!" Teriak Cisin dan Putra Jing Zhi bersamaan memanggil Xia dengan hiba. Cisin udah menangis manakala Putra Jing Zhi menitiskan air mata. Mereka amat khawatirkan keadaan Xia.
"Aaauuu... aaauuu.. aaauuu..." Terdengar bunyi serigala yang bersahut - sahutan. Sangat menyeramkan. Mereka semua pun berlalu pergi menuju ke kerajaan serigala. Kibo tidak menggikuti mereka, karna harus menjaga keselamatan tuannya Cisin.
"Kalian tidak usah kawatir, percayalah Xia akan baik - baik saja. Ayo kita istirehat, besok pagi kita akan berangkat pergi." Ujar Putra Feng Xi kepada Cisin dan Putra Jing Zhi.
Putra Sam dan prajurit yang pertama kali melihat terkejut dan kagum dengan kebolehan Putri Xia Lin. Tetapi mereka tidak ada seorang pun yang berani bersoal jawab karna masih trauma. Mereka pun kembali ke tugas masing - masing dan ada yang beristirehat, bergilir menjalankan tugas.
Xia yang duduk di atas badan ratu rubah terasa seperti menaiki kereta api yang bergerak laju di jaman moden. Kiri dan kanannya tidak terlihat apa - apa dengan kelajuan maksimal dan keadaan hutan yang gelap.
Tidak berapa lama, mereka tiba disatu kawasan. Dengan cahaya bulan, Xia dapat melihat kawasan itu ditumbuhi belukar yang tinggi.
"Kalian tunggu disini dahulu, aku akan masuk bertemu raja. Setelah mendapat keijinan daripada mereka, barulah kalian bisa masuk." Ucap jeneral serigala dan berlalu masuk ke belukar itu.
"Xia pakailah gelang ini, selagi kamu berada didalam jangan ditanggalkan gelang ini. Gelang ini bisa menghilangkan bau manusia ditubuhmu." Ratu rubah memberi Xia gelang yang dibuat dari bulu ditubuhnya. Xia pun memakai nya.
Tidak berapa lama kemudian, jeneral serigala muncul. "Kalian bisa masuk sekarang. Tetapi jangan membuat keributan karna hari udah malam."
Jeneral membuka pintu alam ras serigala yang tidak kasat mata menggunakan sebuah token. Mereka pun masuk kedalam, Xia masih duduk diatas badan ratu rubah. Mereka berjalan mengikuti jeneral. Sampai di Istana raja serigala, mereka disambut sendiri dengan raja serigala dan ratunya. Xia turun dari badan Ratu rubah dan ratu merubah ujud menjadi manusia begitu juga dengan Leo.
__ADS_1
"Selamat datang sahabatku, udah lama kita tidak bertemu. Mari masuk dan duduk" Ujar raja serigala yang sekarang berujud manusia dan ratunya juga. Ratu rubah bersalam dengan raja serigala dan memeluk ratu serigala. Mereka duduk dikerusi yang disediakan.
"Mengapa ratu rubah datang keistana ku dimalam hari?" Tanya raja serigala.
"Sebelum terlupa, ini sahabatku Putri Xia, Leo Nagin dan ini anakku Miho." Mereka pun menundukkan kepalanya memberi hormat raja serigala. "Sebenarnya, aku kemari karna terdengar bahawa anak - anak kalian diserang panah beracun. Teman ku Putri Xia adalah seorang tabib, apa boleh dia merawat anak kalian?"
Raja serigala terdiam dan memandang tajam kearah Putri Xia yang disebutkan ratu rubah. "Manusia.. dia seorang manusia, apa benar tekaanku?"
"Itu benar. Dia juga pernah menyelamatkan ku semasa proses persalinan ku. Ketika itu aku udah kehabisan tenaga, untungnya dia datang tepat waktu. Jika tidak pasti aku dan anakku tidak tertolong."
"Aku tidak bisa membenarkan sembarangan tabib untuk merawat Putra dan putriku. Apalagi dia seorang manusia yang menjadi punca anak ku terlantar." Ujar raja serigala dengan tegas.
"Aku tidak bisa memaksa, jika kalian tidak mau menerima bantuan dariku tetapi ijinkan kami untuk bermalam disini. Besok pagi kami akan berangkat pergi dari sini." Ucap ratu rubah.
Raja serigala berfikir dan akhirnya mengangguk kan kepalanya. "Baiklah, tetapi jangan coba berkhianat dibelakang ku."
"Bagaimana Xia, apakah kamu mau merawatnya sekarang atau besok aja?" Tanya Ratu rubah.
"Aku akan merawat nya sekarang karna aku ada urusan yang lain setelah itu." Ujar Xia.
Ratu rubah mengangguk kan kepalanya "Apa bisa, jika temanku merawat nya sekarang?"
"Memandangkan hari udah malam, mengapa tidak merawat besok aja.?" Tanya raja serigala.
__ADS_1
"Temanku mempunyai hal penting yang harus dilakukan setelah ini."
"Hal apa? Aku menjadi kawatir karna kamu buru - buru seperti ini. Apa kamu mencoba untuk melarikan diri setelah kamu membunuh anak-anak ku?" Ucap raja serigala yang merasa sangat curiga kini.
"Maaf raja serigala karna aku lancang berbicara. Aku dan prajurit ku dalam perjalanan untuk berperang membanteras pemberontak. Tetapi aku sudi datang kesini untuk membantu kalian, setelah mendengar anak kalian terlantar sakit. Aku meninggalkan prajurit ku untuk datang kesini. Malah kalian terus munuduh ku seperti itu, ini satu penghinaan bagiku. Jika kalian tidak mau menerima bantuan dari ku, maka aku akan pergi dari sini sekarang." Ucap Xia dengan tegas seperti seorang pemimpin. Lalu berdiri. "Maafkan aku ratu rubah. Leo, Nagin, Miho mari kita pergi dari sini." Xia pun berlalu untuk keluar dari situ.
Mereka yang mendengar suara kuat dari Xia pada terbengong sebentar. Termasuk ratu rubah dan jeneral serigala. Bagi raja serigala ini pertama kalinya dirinya di teriak oleh seseorang seperti ini.
"Tunggu.. tunggu.. maafkan raja yang sempat menghina mu tadi." Terdengar teriakan dari ratu serigala yang lainnya baru tersadar. Xia menghentikan langkahnya.
"Kamu keterlaluan raja.. iihhikk.. iihhikkk.. Aku.. Aku tidak mau kehilangan anakku lagi. Terimalah bantuan darinya. kita harus mencobanya. Aku bisa mati jika Putra Putri kita meninggalkan ku." Rayu ratu serigala sambil menangis melutut dihadapan suaminya.
Raja serigala merasa hiba melihat keadaan ratunya. "Apakah benar kamu bisa menyembuhkan Putra Putri kami?" Ucap sang raja bernada perlahan dan melihat kearah Xia.
"Aku akan lakukan yang terbaik." Xia merasa lembut hati bila melihat ratu serigala melutut dan menangis seperti itu, tidak sampai hati untuk menolak. Walaupun hatinya sakit mendengar penghinaan raja terhadapnya.
"Baiklah mari aku tunjukkan jalan menuju ke ruang rawatan anak kami." Ucap raja dan melangkah menuju ke ruang rawatan diikuti yang lainnya.
Setibanya disana, terlihat ada empat serigala yang terbaring tidak sadarkan diri. Dan juga dihujung, terdapat sebuah peti transparan yang tidak bertutup. Didalamnya terlihat dengan jelas ada seekor serigala yang berbaring.
"Yang didalam peti itu kenapa?" Tanya Xia.
"Dia Putra Mahkota yang telah meninggal tadi siang." Jawab jeneral karna raja dan ratunya tidak sanggup untuk menjawabnya.
__ADS_1