
"Ini karena kamu telah berjaya menerobos dan bisa berkultivasi hingga ke tahap awal pangkat 5."
kreok.. krok.
'Brengsek!! ini perut tidak bisa diatur, kan aku jadi malu sama Nagin. Mau taruk dimana muka ku.' muka Siumei memerah, malu.
"kamu lapar? Mari pergi ke istanamu."
Siumei dan Nagin menuju ke Istana.
"Aku akan menunggu mu diruang tamu." Ucap Nagin
Siumei mandi dikamarnya dan menukar baju nya dan berdandan. Siumei merasa terkejut melihat wajah nya di cermin riasannya.
'Wajahku terlihat cantik!! Apa ada kaitan nya dengan peningkatan tahap kultivasi ku?'. Siumei merasa gembira karna jeragat yang mengerikan diwajah nya telah sembuh total.
Setelah itu dia menuju ke dapur untuk memasak.
'Kali ini aku mau masak daging grill.' sambil mengeluarkan daging dari kulkas. Kemudian mencampurkan bumbunya. Daun herba, bawang putih dan olive oil. Masak diatas dapur. Bau semerbak, Nagin hanya bisa menelan liurnya.
Sementara menunggu daging matang, Siumei menyiapkan, saus pencicah black pepper.
Setelah selesai masak, Siumei makan dengan lahapnya. Sehabis makan, Siumei membasuh peralatan yang diguna tadi. Selesai semuanya Siumei pun mencari Nagin di ruang tamu.
Siumei duduk disofa dihadapan Nagin. Lalu Nagin berkata. "Xia Lin, tahniah kamu telah bisa berkultivasi. Sekarang kamu berada ditingkat awal pangkat 5. Kamu tahu tahap kuasa dan pangkat yang ada?"
'Wahh!! Aku baru perasan, wajah anak ini kelihatan cantik sekali. Mesti jeragat dimuka nya sebelum ini angkara racun yang berada ditubunya.' Nagin berkata dibatinya.
Siumei menggelengkan kepala nya. Dalam ingatan nya Xia Lin, dia tidak pernah mengambil tahu menggenai dunia kultivasi kerana setiap kali di ingat, dia pasti kesal. Mengganggap diri nya seorang yang gagal dalam hidup, maka dia tidak menggambil tahu mengenai perkara berkaitan kultivasi.
"Baiklah, aku akan menerangkan tahap kekuatan kultivasi dan pangkat setiap tahap.
1) Tahap awal (pangkat 1-5)
2) Tahap pemula (pangkat 1-10)
3) Tahap rendah (pangkat 1-10)
4) Tahap pertengahan awal (pangkat 1- 10)
__ADS_1
5) Tahap pertengahan akhir (pangkat 1- 10)
6) Tahap menengah awal (pangkat 1-10)
7) Tahap menengah akhir (pangkat 1- 10)
8) Tahap atas (pangkat 1- 10)
9) Tahap tertinggi (pangkat 1- 10)
10) Tahap sempurna kultivasi
Jika tahap untuk para alkemis adalah
1) Awal
2) Rendah
3) Pertengahan
4) Menengah
5) Tertinggi
"Maka dari itu kamu harus banyak melatih dirimu, agar kamu dipandang tinggi dan tiada siapa yang berani membulimu lagi." Terang Nagin panjang lebar.
"Baiklah, kelak aku akan berlatih dengan kuat lagi. Makasih Nagin."
"Tidak perlu berterima kasih pada ku. Aku hanya menjalankan kewajibanku sebagai penjaga dimensi bintang merangkap haiwan kontrak mu."
"Baiklah, klau gitu aku mau pamit keluar dulu. Aku mau beristirehat dikamar ku."
"Mengapa kamu tidak beristirehat disini aja, Kan masih banyak waktu lagi."
"Tidak mengapa, aku merasa perasaan ku tidak enak. Seperti akan terjadi sesuatu aja. Aku kawatir sama Cici dan bonda ku."
"Maafkan ku karna tidak bisa membantu mu. kuasa ku belum cukup kuat untuk membantu dan melindungimu." ujar Nagin.
"Ngak pa pa. Mulai besok malam aku akan berlatih lebih giat lagi agar kita menjadi kuat."
__ADS_1
"Baiklah, esok aku akan mengajar mu cara menggunakan kuasa mutiara merah yang aku beri pada mu itu."
"Kalau gitu, aku pamit dulu. Esok Kita jumpa lagi. Tapi bagaiman cara untuk aku keluar dari dimensi bintang ini." Tanya Siumei
"Kamu hanya perlu memegang tanda bintang dipergelangan tangan mu itu dan fokus pada tempat yang mau kamu tuju."
Siumei pun meyentuh tanda bintang itu dan menghilang daripada depan Nagin.
Siumei tiba dikamarnya , diluar demensi bintang.
"Wuuarrhh!!" Siumei menguap dan berbaring dikasurnya. Dia menutupkan matanya tapi Siumei tidak bisa tidur kerana perasaan nya yang terasa aneh, seperti akan terjadi sesuatu hal. Waktu hari hampir menjelang pagi. Siumei terhidu asap dan dengan cepat dia tertidur pulas.
Tanpa ada orang yang perasan, ada seorang pria menyembur asap racun ke dalam kamar Xia Lin yang membuatkan orang yang terhidu asap itu akan tertidur pulas.Orang yang menyemburkan asap racun itu adalah Kim pegawai Selir Ming.
Kim mengintai ke dalam kamar Puteri Xia Lin dan melihat Puteri telah terbaring di atas kasurnya. Kim pun masuk ke kamar Puteri dengan pelahan dan berbaring disebelah puteri Xia Lin.
Semua ini adalah rencana Selir Ming untuk menagkap basah Puteri Xia Lin bersama pengawalnya Kim.
Di pagi hari
Dimeja makan, ketika ayah Xia Lin beserta selir- selir dan anak anaknya sedang bersarapan terkecuali Xia Lin, selir Ming memulakan rencananya.
"Suami, apa kata kamu pergi menjenguk Xia Lin di kamarnya karna aku dengar dia telah sadar setelah pingsan selama dua hari. Kasihan dia." Selir Ming Berbicara dengan nada sedih. Tapi dihatinya tersenyum girang.
Selir Ying menyangka bahawa Selir Ming telah berubah menjadi baik, setelah melihat nyawa Xia Lin dihujung tanduk kerna para tabib yang datang merawat Xia Lin telah berputus asa untuk merawatnya.
"Suamiku benar kata Selir Ming. Aku akan menemani mu kesana jika kamu mau menjenguk Xia Lin." Kata Selir Ying, tanpa mengetuai niat busuk Selir Ming.
Menteri Chu berfikir sejenak dan mengangguk kan kepalanya tanda bersetuju untuk menjenguk Xia Lin.
'Ha.. ha.. ha.. pasti rencana ku berhasil, kali ini.' Selir Ming berkata dihatinya dengan gembira.
Setelah selesai sarapan, mereka semua berjalan menuju ke kamar Xia Lin.
'Eh. Kenapa sunyi di kamar Xia Lin, mana pintu nya ditutup lagi. Adakah dia tidak bangun tidur lagi. Di mana Cici, kenapa dia tidak kejutkan Xia Lin?' banyak persoalan yang bermain dibenak Selir Ying. Mereka hampir sampai dikamar Xia Lin dan dapat dilihat kamar Xia Lin masih tertutup rapat.
Pengawal yang ternampak rombongan Menteri Chu, mengetuk pintu kamar Puteri Xia Lin tapi tidak ada respon dari dalam. Akhirnya Menteri Chu yang telah tiba di hadapan kamar Puterinya terus menambrak pintu kamar hingga terbuka pintunya. Alangkah terkejut nya mereka melihat Xia Lin tertidur pulas diatas kasurnya bersama seorang pria. Selir Ming dan anak- anaknya yang mengetuai rencana ini, berpura pura ikutan terkejut.
"Anak sialan." Teriak Menteri Chu. Dengan muka yang memerah. Menahan amarah.
__ADS_1
Selir Ying pantas mengejutkan Xia Lin dari tidur nya. Xia Lin yang mengantuk teramat sangat kesan daripada ubat tidur bangun dan terpinga pinga serta bingung tidak tahu apa yang berlaku. Dia menoleh disamping nya dan terkejut melihat ada seorang pria yang tidak dikenali duduk di sebelah nya diatas ranjangnya.
'Apakah yang berlaku? siapa pria yang ada disebelah ku? Kenapa dia ada di sini? Adakah aku dijebak? iya, asap yang kuhidu semalam pasti beracun kerana setelah aku menghidu nya, aku tertidur. Ini pasti jebakan. Apakah aku akan dihukum? Kalau aku memberi tahu hal yang sebenarnya sekarang, adakah Menteri Chu itu akan percaya?' Pelbagai persoalan yang bermain di benak Siumei.