
Setelah beberapa hari diruang dimensi bintang. Xia dan yang lainnya keluar dari ruangan itu. Hari masih dini ketika mereka tiba diluar. Xia mengajak teman dan jiejie untuk berjalan ditaman.
"Leo, Nagin, apa pendapat kalian tentang aura hitam yang berada di dalam tubuh Putra Jing Zhi?" Tanya Xia.
"Apa maksudmu Xia'er?" Nagin menjawab dengan soalan juga
"Iya maksudku, apa ia ada kaitannya dengan Klan hitam yang pernah kalian cerita padaku dahulu."
"Iya, aku dapat merasakan hal sama. Aura itu sama seperti yang digunakan Klan hitam ketika itu." Ujar Leo
"Sebenarnya aku merasakan hal yang sama tetapi waktu itu, bukankah semua anggota klan hitam telah habis dimusnahkan pada ketika itu juga Leo?" Tanya Nagin yang mulai curiga.
"Pasti ada beberapa anggota klan hitam yang telah menyembunyikan diri pada ketika itu dan menunggu masa yang sesuai untuk membalas dendam setelah kebangkitan klan hitam." Ulas Leo juga mulai curiga.
"Jika benar ucapan mu Leo, maka kita akan berperang semula untuk menumpaskan mereka semua. Tapi kita perlu bertanya dengan Putra Jing Zhi dahulu tentang kebenaran hal itu." Ucap Xia.
Tidak berapa lama setelah itu datang seorang pelayan menemui Xia.
"Hormat Putri Xia Lin, hamba diutuskan oleh Kaisar Xi agar memanggil Putri untuk bersarapan bersama."
"Baiklah, Aku akan kesana sekarang." Ujar Xia, pelayan itu pun berlalu pergi.
"Apa kalian mau ikut dengan ku?" Tanya Xia
"Tidak, aku masih kenyang makan di ruang dimensi tadi. Aku disini aja" Ujar Cisin.
"Iya aku juga. Tapi aku mau masuk diruang dimensi bintang." Ujar Nagin, lalu langsung pergi ke dalam ruang dimensi diikuti Leo.
"Iya, kalau gitu aku pergi dulu jiejie." Ucap Xia dan berlalu pergi ke ruang makan.
Setibanya diruang makan. Kaisar Xi masih belum lagi sampai. hanya beberapa anaknya aja. Tidak lama setelah itu kaisar tiba bersama permaisuri beserta Putra Mahkota dan Putra Yun. Pelayan pun mula menghidangkan makanan.
"Xia bagaimana kabarmu hari ini nak?" Tanya Kaisar Xi setelah duduk.
"Aku baik baik saja ayah. Setelah ini aku akan meneruskan rawatan untuk menyingkirkan sisa racun yang berada ditubuh Putra Jing Zhi."
"Oh, iya Xia. Sebelum kamu memulakan merawat Putra Jing Zhi, mampir dahulu ke kamar kakekmu. Semalam dia mau berjumpa denganmu, tapi kami melarangnya dan berjanji akan menyuruhmu datang jumpa dia hari ini." Ucap permaisuri Xi.
"Baik bonda, setelah makan aku akan jumpa kakek dan nenda dahulu." Xia berkata sambil tersenyum.
"Kalau gitu ayo kita makan dulu." ucap kaisar Xi, mereka pun makan bersama dengan senyap hanya terdengar dentingan sudu.
__ADS_1
Xia hanya makan sedikit sahaja, setelah selesai makan Xia pamit untuk bertemu kakeknya. Dan yang lainnya pun pergi menguruskan aktivitas mereka.
Setibanya dikamar kakeknya, terlihat mereka baru saja selesai sarapan.
"Xia'er, kamu udah sarapan?" Tanya nendanya.
"Aku udah makan tadi." Ucap Xia sambil tersenyum.
"Xia'er bagaimana kabarnya Putra yang kamu rawat itu? Kakek lupa namanya." Tanya kakek
"Nama nya Putra Jing Zhi kek. Dia udah baikan, tapi masih ada lagi sisa racun ditubuhnya. Aku akan merawatnya sebentar lagi."
"Dia diracun? Siapa yang berani meracun seorang Putra raja?" Tanya kakeknya.
"Xia tidak tau siapa yang meracun nya kek."
"Pasti musuh kerajaan utara." Ujar kakeknya yang telah diberitahu oleh nendanya bahawa Putra Jing Zhi anak dari kaisar kerajaan utara.
Xia tidak menjawab hanya tersenyum. "Kita lupakan masalah itu. Sekarang ini aku mau memeriksa tahap kesihatan kakek dan nenda."
"Haa.. haa.. haa... Baiklah tabibku." Ucap kakek sambil ketawa.
"Kenapa Xia? Apa nenda mu lagi hamil?" Tanya kakeknya tersenyum.
"Iya kek, seperti nya nenda lagi hamil ni." Ujar Xia
Kakeknya yang hanya bercanda pada awalnya terkejut mendengar ucapan Xia. Nenda nya hanya menyeringai, dia tau bahawa Xia juga bercanda.
"A..pa.. benar Xia?"
Khaaa.. khaa.. haaa.. Xia ketawa besar.
"Aku hanya bercanda kek. Apa kakek mau anak lagi diusia segini? Kalau mau aku buatin ubat kuat."
"Dasar kamu.. mau copot jantung kakek."
Haa.. haa.. haa.. mereka bertiga ketawa senang.
"Kalian berdua dalam keadaan sihat. Tadi aku cuma bercanda. Nenda Aku ada sesuatu untuk diberikan pada mu." ujar Xia
Xia mengeluarkan beberapa jenis krim kecantikan yang disimpan di cincin ruangannya. Dia membuatnya menggunakan bahan alami yang diperolehi dari ruang dimensi.
__ADS_1
"Nenda ini adalah krim untuk menegangkan kulit wajah, agar sentiasa terlihat muda."
"Wahh.. ini untuk nenda Xia. Bagaimana cara menggunakan nya?"
"Aku akan ajari nenda, yang ini letak dan ratakan diwajah nenda sebelum tidur. Aku udah tulis malam diluar bekas ini dan yang aku tulis siang ini, nenda gunakan setelah nenda mandi pagi. Yang botol ini pencuci muka. Cuci muka nenda dahulu sebelum menggunakan kedua krim ini." Terang Xia, nenda nya menggangukkan kepala tanda memahami nya.
Setelah itu Xia pamit untuk pergi ke kamar Putra Jing Zhi.
Setelah tiba dikamar Putra Jing Zhi, terlihat dia sedang duduk santai dikatilnya.
"Bagaimana keadaan mu hari ni Putra Jing Zhi?"
"Tidak usah memanggil ku Putra jika berdua. Panggil namaku saja Jing Zhi atau gege Jing."
"Iya Jing Zhi. Bagaimana..." Putra Jing Zhi langsung memotong ucapan Xia
"Aku merasa lebih baik dari semalam. Apa aku boleh memanggil mu Xia'er."
"Terserahmu." Putra Jing Zhi tersenyum setelah mendengar ucapan Xia.
"Baiklah, aku mau mula merawatmu sekarang. Leo, Nagin keluar lah, bantuin aku." Leo dan Nagin keluar dari ruang dimensi setelah dipanggil oleh Xia.
"Nagin seperti biasa kamu jagain pintu, dan jangan benarkan sesiapa masuk ke dalam kamar." Nagin mengangguk kepalanya dan pergi menutup pintu.
"Leo kamu tolong bantuin Putra Jing Zhi untuk membuka bajunya, seluarnya tidak perlu karna aku mau menggunakan teknik akupunktur dibandannya dalam rawatan kali ini." Terlihat senyum mereng dari Putra Jing Zhi tanpa Xia sadari.
Xia langsung menyediakan air rendaman untuk Putra Jing Zhi yang menggunakan air dari sungai pemulih jiwa. Setelah selesai menuang air di bak mandi, Xia langsung mendekat dengan Putra Jing Zhi yang duduk di kasurnya.
"Baiklah aku akan menusuk beberapa jarum dibadanmu."
'Sialan, mengapa dia menatapku begitu. Jadi tidak tenang aku mau menusuk jarum ini. Jatungku malah deg degan lagi.. aduh gimana ini, nanti malah salah nusuknya lagi. Apa aku minta tolong Nagin untuk bius saja dia, biar pingsan.' ucap Xia dihatinya.
"Aduhhh..!!" Teriak Putra Jing Zhi.
"Duhh..maaf.. maaf ya. Aku ngak sengaja.." Xia mengusap tempat yang dia salah tusuk. Terlihat ada darah yang keluar. Putra Jing Zhi tersenyum, sebenarnya tidak terlalu sakit dia hanya sengaja mau melihat reaksi dari Xia.
Xia menusuk titik akupunktur di badan Putra Jing Zhi agak lama dari biasa. Tidak seperti biasa nya cepat sahaja selesai, Karna Xia merasa tidak selesa sentiasa ditenung oleh Putra Jing Zhi. Setelah selesai, Xia memberi pil pencuci darah kepada Putra Jing Zhi.
Setelah menelan pil pencuci darah, Putra Jing Zhi juga diberi minum air sungai pemulih jiwa. Tidak lama setelah itu terdengar erangan dari mulut Putra Jing Zhi dan dia memuntahkan seteguk darah kehitaman.
Setelah selesai Xia mencabut jarum akupunktur nya. Dan menyuruh Leo membantu Putra Jing Zhi masuk kedalam bak mandi yang telah disediakan Xia tadi.
__ADS_1