
"Ada apa lagi?"
"Aku mau meminta bantuan darimu lagi."
"Bantuan apa lagi? katakan cepat, aku tidak mau lama-lama di sini. Takutnya Xia curiga dengan ku.”
Xiong pun memberitahu apa yang Putra Ren Zie mau kan. Nagin bersetuju membantu Putra Ren Zie. Setelah itu Nagin pun langsung pergi menemui Xia.
Xia telah kembali ke kamarnya ketika Nagin sampai.
"Nagin, kamu tidak apa-apa kan?" Xia bertanya setelah melihat Nagin.
"Aku baik-baik aja Xia."
"Bagaimana? Apa kau berjaya mengejarnya?"
"Maafkan aku, dia berjaya mengesan kehadiran ku dan dia terus berlari dan masuk kedalam hutan. Aku cuba mengejarnya tetapi tidak berjaya. Ketika mencari jalan pulang, aku sempat tersesat. Nasib baik aku bisa mengesan aura Leo." Nagin berkata begitu untuk menyakinkan Xia. Supaya Xia tidak curiga mengapa dia terlambat pulang.
"Iya.. udah.. istirehatlah, pasti kau lelah." Xia berkata tanpa curiga.
Nagin langsung masuk ke ruang dimensi bintang setelah mengucapkan terima kasih pada Xia.
Di ruang dimensi bintang, Leo merasa curiga pada Nagin langsung mendekati Nagin.
"Nagin, apa benar kau kehilangan jejak nya?"
"Sebenarnya tidak.. Ada yang harus aku beritahu kalian." Mereka pun berkumpul di pondok Miho.
"Orang yang aku kejar tadi adalah Xiong. Haiwan kontrak Putra Ren Zie."
"Apa?? Mengapa kau tidak memberitahu pada Xia yang sebenarnya?" Tanya Renyu.
"Sebenarnya, dia sengaja mengumpan supaya kita mengejarnya. Putra Ren Zie mau memberitahu bahawa mereka udah sampai di kota Gaodu dan sedang bersembunyi di hutan."
__ADS_1
"Jadi apa masalahnya? Kita harus beritahu Xia tetang hal ini." Renyu berkata karna tidak berpuas hati pada Nagin yang merahasiakan hal ini pada Xia.
"Renyu, coba kau sabar dulu. Biar Nagin menerangkan sebabnya." Leo menegur sikap Renyu yang tidak sabaran itu.
"Ermm.. begini, mereka mau menyerang markas klan hitam malam ini. Tetapi Putra Ren Zie tidak mau Xia membahayakan dirinya dengan membantu mereka. Putra Ren Zie mau menunjukkan pada Xia bahawa dia tulus dan ikhlas mau menjaga keselamatan Xia dan anak-anaknya. Dan dia juga bisa menjaga mereka. Jadinya dia meminta tolong, untuk merahsiakan keberadaan mereka di sini. Jika Xia bertanya, jawab aja kita tidak ada merasa apa-apa aura yang aneh malam ini."
"Tapi bagaimana jika Putra Ren Zie gagal menghapuskan keseluruhan klan hitam malam ini? Pasti Xia akan marah, dan jika Xia mengetahui kita telah merahasiakan hal ini?? itu akan menjadi masalah pada kita. Kalau Xia menuduh kita cuba mengkhianatinya, bagaimana?" Zu bertanya.
"Iya, betul juga kata Zu.." Renyu berkata.
"Aku udah beritahu Xiong dan ada di antara kita harus turut membantu mereka menyerang musuh. Siapa di antara kita yang akan pergi nanti, harus pastikan keseluruhan anggota klan hitam di hapuskan."
Mereka terdiam seketika. Ini juga untuk kebaikan hubungan Xia dan suaminya.
"Aku mau pergi." Leo
"Aku juga.." Zu
"Aku juga akan ikut kalian." Renyu.
"Tapi alasan apa yang harus kita katakan pada Xia?" Zu bertanya.
"Errrmm.. Haa.. aku Ada ide.. Renyu, kau minta izin pada Xia, katakan padanya kau mau pulang ke istana laut timur. Katakan kau tidak mau ikut pintu yang ada di ruang dimensi karna mau membeli sedikit barang untuk anak buahmu dan langsung pergi setelah membeli barang. Dan kau Zu, katakan kau mau menemani Renyu. Bagaimana?"
"Ide yang bagus Nagin.. aku akan beritahu Xia malam ini."
Mereka pun bersepakat untuk membantu Putra Ren Zie demi hubungan Xia. Mereka mau Xia hidup bahagia bersama suami dan anak-anaknya.
Malam itu Xia merasa bosan, dia pun masuk ke ruang dimensinya. Renyu merasa ini kesempatan untuknya memberitahu Xia. Renyu pun meminta izin pada Xia, dia mengatakan apa yang telah di rencanakan oleh Nagin tadi. Setelah Xia mengizinkan, Zu pun meminta untuk menemaninya.
"Baiklah kalian pergilah."
"Terima kasih Xia.. kami akan kembali ke sini esok."
__ADS_1
"Esok.. cepatnya.. kau bisa pergi beberapa hari yang kau mau."
"Tidak apa Xia.. aku lebih penting kan keselamatan mu." Ucap Renyu.
"Kalau begitu aku akan ikut kalian."
"Tidak boleh.." Renyu dan Zu berkata serentak. Xia terkejut mendengar ucapan mereka dan melihat mereka silih ganti.
"Ermm.. itu.. Xia aku tidak pasti, kapan sebenarnya aku akan kembali ke sini. Kalau ada urusan lain di sana bagaimana? Kita pun tidak tau kapan guru Tao datang ke sini? Biar Zu aja yang menemani ku." Ucap Renyu yang merasa takut, jika ketahuan.
"Benar juga.. baiklah, kalian pergilah. Hati-hati di jalan, langsung hubung aku jika ada hal kecemasan. Aku akan berusaha untuk datang pada kalian."
Mereka merasa lega karna berjaya menutupi kebohongan mereka. Renyu dan Zu langsung keluar dari ruang dimensi dan menuju ke sekta Gaodu. Setibannya di sana, Xiong telah menanti mereka. Renyu dan Zu pernah bertemu Xiong sebelumnya, jadi mudah bagi mereka mencari Xiong.
"Kenapa lama sangat, dari tadi aku menunggu kalian." ujar Xiong.
"Kau ingat mudah untuk kami mencari alasan. Hampir aja ketahuan." Renyu berkata.
"Ermm udahlah. Kita pergi sekarang." Xiong pun menunjukkan arah ke tempat Putra Ren Zie.
Putra Ren Zie memberi tahu beberapa maklumat pada Renyu dan Zu tentang rencana penyerangan mereka. Renyu dan Zu mendengarkan kata Putra Ren Zie dengan baik agar mereka tidak membuat sebarang kesilapan.
Tepat pada tengah malam, Putra Ren Zie dan semua yang terlibat memulakan rencana yang telah mereka rancangkan sejak awal. Mereka berpencar kepada beberapa kelompok dan mengepung markas klan hitam. Mereka lakukan dengan senyap agar anggota klan hitam tidak tahu dengan kehadiran mereka.
Setelah memastikan semua prajuritnya bersedia, putra Ren Zie mengarahkan Ming untuk membakar mercun menandakan mereka harus melakukan serangan sekarang.
Anggota klan hitam merasa terkejut dengan serangan dadakan itu. Mereka yang tidak bersedia, merasa pasrah dengan nasib mereka. Putra Ren Zie mengarahkan pada semua prajuritnya untuk tidak melepaskan seorang musuh pun keluar dari situ dengan selamat.
Terdengar terikan dari mereka, dan ada yang sedang bertarung. Keadaan menjadi bingit tetapi masih terkawal. Bunyi bising itu tidak sampai ke pendengaran penduduk kota Gaodu karna markas klan hitam berada agak jauh dari tempat warga kota Gaodu.
"Di mana guru Phang?" Putra Ren Zie bertanya. Karna mereka udah berada di dalam kamar guru Phang tetapi guru Phang tidak ada di situ
"Sepertinya dia udah melarikan diri." Ucap Ming.
__ADS_1
"Aku yakin dia tidak lan jauh dari sini. Ayo cari dia."
Mereka pun mula mencari keberadaan guru Phang sambil membunuh musuh yang berada dekat dengan mereka.