Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
61 - Putra Zhongli


__ADS_3

"Kamu berada di ruangan dimensi ku. Aku adalah roh pendamping pedang bintang. Kini kamu adalah tuan baru ku karna kamu adalah pemilik ruang dimensi bintang sekarang. Terimalah mutiara ini." Pria itu mengeluarkan mutiara kristal yang bersinar cantik. Mutiara itu mula melayang keudara dan dengan laju mula masuk kedalam badan Xia. Xia terkejut karna biasanya dia akan menelan mutiara yang diberikan haiwan kontraknya tetapi kali ini berbeda. Dengan ayunan tangan dari pria itu, mutiara itu bisa terus masuk kedalam tubuhnya.


"Kini kamu telah sah menjadi tuan aku. Aku sedia berkhidmat untukmu tuan." Ucap pria itu sambil melutut dihadapa Xia.


"Bangunlah, aku tidak suka ada orang yang melutut didepanku. Karna kamu telah memilihku menjadi tuanmu maka kamu harus memanggil ku Xia sahaja," Pria didepannya bangun dan merasa hairan karna ini adalah tuannya yang pertama yang berkata begitu padanya.


"Aku tidak sama seperti tuanmu yang terdahulu" ujar Xia yang melihat pria didepannya membuat wajah hairan.


"Baiklah, aku akan menurut akan semua perintahmu."


"Apa kamu mempunyai nama?" Pria didepannya hanya menggelengkan kepalanya. "Baiklah mulai sekarang, aku akan memanggilmu Star. Aku harap kamu menyukai nama itu" Xia tersenyum.


"Star aku menyukainya, terima kasih karna memberiku nama." Star tersenyum.


"Baiklah, bagaiman caranya untuk aku keluar dari sini?" Tanya Xia


"Aku akan membawamu keluar." Star pun membawa Xia keluar. Tubuh Xia yang melayang diudara mula mendarat ke lantai, Xia pun kembali berpijak di lantai dan membuka matanya. Tetapi star terus masuk kedalam pedang bintang tanpa tiada siapa pun yang mengetahui.


"Aku tidak menyangka, cerita dari leluhurku itu ternyata benar." Terdengar salah satu tetua ras serigala bicara.


"Apa maksud dengan ucapanmu kakek?" Tanya Xia yang udah sadar.


"Leluhur kami pernah menceritakan pada keturunannya bahawa akan ada seseorang yang berhati mulia akan membantu ras serigala dan orang yang dimaksudkan adalah pemilik pedang lagendaris itu.. Tetapi tidak dinyatakan dengan terperinci bantuan apa yang akan diberikan dan jenis kelaminnya. Udah sangat lama kami dari ras serigala menjaga pedang itu. Ternyata sekarang pedang itu telah memilih tuannya." Terang tetua serigala tadi.


Xia meletakkan pedang itu kedalam cincin ruangannya. Mereka pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke ruang rawatan. Setibanya mereka disana, terlihat kelima serigala yang dirawat Xia udah bangun dari tidur mereka.

__ADS_1


Xia memeriksa keadaan mereka semula. "Mereka telah pulih tapi masih membutuhkan istirehat yang cukup. Karna mereka udah pulih dan keadaan mereka juga tidak memerlukan rawatan lagi, maka aku harus pergi dari sini karna aku masih ada urusan penting yang masih belum selesai."


"Apa kamu tidak lelah, semalaman kamu tidak istirehat." Tanya ratu serigala.


"Urusan ku sangat penting dan melibatkan beribu nyawa. Aku akan istirehat ketika sampai di istana Kerajaan Timur nanti." Ucap Xia.


"Baiklah terimalah ini dan dengan adanya giok ini para prajurit ku akan bisa turut membantu mu dalam memerangi pemberontak itu." Raja memberi giok yang terukir gambar kepala serigala.


"Tapi.."


"Terimalah Xia, ini sahaja hadia yang dapat kami berikan padamu. Pemberian ini tidak bisa dibandingkan dengan jasa yang telah kamu lakukan. Salurkan sedikit qi mu pada giok itu dan katakan bantuan apa yang kamu perlukan, maka prajuritku akan segera datang padamu." Terang Ratu serigala sambil menggenggam tangan Xia, Xia pun menerimannya dan meletakkan giok itu didalam cincin ruang miliknya.


"Terima kasih aku akan menggunakan disaat kecemasan sahaja." Ucap Xia.


"Tunggu putri!!" Kakek tabib memanggilnya. Xia yang mahu melangkah pergi mula membalikkan tubuhnya Dan memandang kearah suara itu.


"Maafkan aku kakek, Aku hampir melupainya." Ucap Xia dan mendekati tabibi itu. "Sebenarnya mudah aja, aku melihat tubuhnya tidak kaku. Lalu aku menyentuhnya, badannya masih terasa hangat dan aku menyalurkan sedikit qi bagi memeriksa denyutan nadinya yang tidak bisa dirasa jika kita hanya menyentuhnya sahaja karna denyutan nadinya sangat lemah. Jika kelak terjadinya situasi yang seperti ini, maka cobalah memeriksa seperti cara yang aku beritahu kakek." Xia tersenyum.


"Baiklah, terima kasih kama memberitahuku ilmu baru ini. Dan satu lagi pertanyaan, apakah pil peningkat qi yang kamu berikan pada mereka adalah hasil buatan mu sendiri?"


"Iya aku yang memurnikan pil itu." Xia mengeluarkan satu botol kecil yang didalamnya terdapat 3 pil peningkat qi dan diberikan pada tabib itu. Tabib itu terkejut dan mengucapkan terima kasih pada Xia.


Setelah itu Xia pamit kepada raja dan ratu. Tetapi raja serigala telah mengarahkan seorang putranya untuk menghantar Xia. Putranya yang memang dimaklumkan dari awal pun langsung mengikuti Xia. Putra serigala itu bisa merubah ujudnya menjadi seorang manusia. Mereka pun mula keluar dari kerajaan serigala.


Setelah keluar dari kerajaan serigala, ratu rubah pula pamit untuk pulang. Miho tidak merasa sedih karna dia udah biasa akan hal itu. Ratu rubah pun mula pergi meninggalkan mereka, setelah mencium Miho.

__ADS_1


"Ada diantara kalian bisa mencari keberadaan mereka?" Tanya Xia.


"Aku bisa mengidu bau paman ku Xia." Ucap Miho.


"Jika begitu, kamu tunjukkan jalan pada kami. Ujar Xia dan Xia pun naik ke belakang badan Leo yang telah merubah ujudnya, manakala Nagin masuk kedalam ruang dimensi. Putra Zhongli pula merubah ujud menjadi serigala. Mereka memulakan perjalan mereka.


Akhirnya Xia dapat bertemu dengan mereka. Sebelum menghampiri mereka, Leo dan Miho masuk kedalam ruang dimensinya. Tinggal Xia dan Putra Zhongli sahaja yang berjalan beriringan. Xia pun menghampiri kakaknya dan berteriak.


"Kak.. Kakak!!" Putra Feng Xi yang terdengar suara adiknya langsung berhentikan kudanya dan menoleh kearah suara tadi.


"Xia!!" putra Feng Xi menyuruh yang lainnya untuk berhenti. Putra Jing Zhi Yan melihat kekasihnya, langsung melompat kearah Xia lalu memeluknya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Putra Jing Zhi dan langsung memusingkan badan Xia. Dia merasa kawatir akan keadaan Xia. Putra Ferg Xi dan Cisin yang melihat Xia juga ingin mengetahui keadaannya.


"Aku baik-baik saja ngak usah khawatir." Ujar Xia sambil tersenyum manis. Setelah mendengar bahwa adiknya dalam keadaan baik-baik saja, Putra Feng Xi pun mengarahkan prajuritnya untuk mendirikan tenda di kawasan itu karna hari udah lewat sore. Lagi pula tidak lama lagi mereka akan tiba di ibu kota kerajaan timur. Cisin juga memeluk Xia, menitis air matanya melihat Xia. Mereka tersenyum bahagia.


"Siapa dia Xia?" Tanya Putra Jing Zhi yang baru perasan akan seorang pria yang berbadan tegap dan berwajah dingin disebelah kekasihnya.


"Oh iya, hampir ku lupa. Dia adalah putra Zhongli yang diarahkan ayahnya bagi menemaniku." Ujar Xia. Terlihat wajah cemburu Putra Jing Zhi. Xia juga memperkenalkan Putra Zhongli pada kakaknya dan Putra Sam.


Setelah tenda telah siap dipasang mereka pun duduk ditempat yang telah disediakan. Mereka dihidangkan dengan air teh dan camilan. Xia menceritakan akan hal yang terjadi kepadanya tetapi masih merahsiakan, bagaimana untuk memasuki kerajaan serigala dan juga bagaimana Xia merawat serigala itu.


"Putra Zhongli, apakah kamu akan pulang setelah berehat?" Tanya Xia.


"Apa kamu mencoba untuk menghalauku?" ujar putra Zhongli

__ADS_1


"Bukan begitu maksudku. Aku..."


"Aku hanya bercanda." Ujar Putra Zhongli sambil tersenyum melihat Xia yang kaget.


__ADS_2