Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
90 - Kuasa Baru


__ADS_3

"Aku tidak mau memaksa kalian. Jika kalian mau mengikut ku pergi membantu putri duyung, ambil lah pil ini." Xia bicara pada mereka setelah menelan pil itu. Leo, Nagin dan Cisin mengambil pil yang diberikan Wu dan menelannya. Lun mau mengambil pil itu tetapi ditegah Xia.


"Lun dan Wei Wei, kalian disini aja tolong aku jaga Miho dan tempat ini. Disana sangat bahaya, tunggu kepulangan kami." Lun dan Wei Wei pun mengangguk kan kepalanya.


"Kibo ayo." Cisin memanggil Kibo dan Kibo langsung menghilang.


"Wu, ambil pil peningkat qi ini." Wu mengambil pil peningkat qi itu dan menelannya. Wu dapat merasakan tenaganya bertambah.


"Mari kita pergi sekarang." Wu berkata setelah dia merasa kembali bertenaga. Walaupun lukanya masih sakit, dia tetap bersemangat.


Wu pun menunjukkan jalan. Zu turut mengikuti mereka, Zu tidak memerlukan pil yang di berikan Wu karna Zu memang berasal dari kehidupan laut.


Ketika masuk kedalam laut, Wu telah merubah ujud menjadi duyung. Yang lainnya duduk di belakang Zu, agar Zu bisa membawa mereka keistana laut timur dengan cepat.


Dikejauhan terlihat seperti gelembung udara yang besar dan di dalamnya terdapat istana. Mereka memasuk ke istana melalui jalan belakang. Ketika masuk kedalam gelembung udara itu, ternyata di dalamnya tidak ada air.


Mereka pun meyusup masuk kedalam istana.


"Perlu aku ingatkan, pengawal disini telah terkena kuasa sihir dari klan hitam. Jangan sampai ketahuan jika tidak musuh kita akan bertambah ramai."


Mereka menangkap beberapa pengawal dan Nagin membius mereka. Mereka mengganti pakaian dan menyamar menjadi pengawal istana. Mereka berjalan menuju ke aula utama dan mereka dapat melihat ada beberapa orang di dalam aula itu. Wu memberitahu bahawa orang-orang yang berada di dalam aula utama adalah paman kepada puteri serta sekutunya.


"Aku mempunyai ide. Kita berempat masuk kedalam dan Wu dan Zu kau langsung tutup pintu setelah kami masuk kedalam.kalian berjaga di luar dan halang sesiapa yang mau masuk kedalam. Yang lainnya menganggukkan kepala dan mereka mula pergi memasuki aula utama.


"Ada apa kalian masuk kesini?" Pria yang duduk dikurusi penguasa bertanya. Dia tidak mengenali Xia dan temannya "Mengapa pintunya di tutup?" Pria itu bertanya sekali lagi.


Xia dan temannya langsung memulakan serangan terhadap anggota klan hitam yang seramai sepuluh orang.


"Siapa kalian?? pengawal.. pengawal..?" Pria yang duduk dikursi penguasa itu berteriak dan tidak ada seorang pun yang datang. Pria itu langsung bersembunyi di belakang kursi yang dia duduk tadi.


Xia menggunakan pedang bintang untuk berlawan dengan mereka.


"Kalian tidak lah sehebat mana.. Hanya pintar menggunakan sihir sahaja.. bajingan,, rasakan.." Xia menyerang dengan genasnya. Seperti orang yang melepaskan dendam, tidak ada seorang pun yang selamat darinya.


ZAAZZ.. Zaaazzz... Sringgg...


Hiyaaaakk... Arrrrgghhh..

__ADS_1


Xia membunuh lima daripada mereka. Yang lainnya telah dibunuh temannya. Ketika Xia menoleh ke belakang, Xia dapat melihat pria yang bersembuyi di balik kerusi tadi mencoba untuk menikam Cisin dari belakangnya. Xia langsung membaling pendangnya dan pedang itu menembusi jantung pria itu. Pria itu langsung mati.


Setelah itu Xia merasa kepalanya pusing dan akhirnya dunia menjadi gelap.


"Xiaa...!!!" yang lainnya berteriak dan menghampiri Xia. Leo sempat menahan Xia dari terjatuh.


Wu dan Zu yang mendengar jeritan dari luar langsung membuka pintu. Melihat Xia yang pingsan, Wu langsung menyuruh Leo untuk membawa Xia kesebuah kamar. Dengan kematian semua klan hitam, pengawal istana yang telah disihir telah pulih.


Tidak lama kemudian, Xia sadar dari pingsan nya. Xia membuka matanya.


"Xia... Xia apa kamu udah sadar?" Xia mengedipkan matanya karna dia hanya bisa melihat bayang- bayang sahaja. Setelah mengedipkan matanya beberapa kali, barulah Xia dapat melihat seperti biasa.


"Kenapa dengan ku?"


"Xia tidak usah bangun, baring aja." Cisin melarang Xia untuk bangun. Xia tidak membantah.


"Kami masih menunggu Wu memanggil tabib."


Setelah Cisin memberitahu Xia, Putri duyung masuk kekamar itu dan langsung memeriksa denyutan nadi Xia. Dia baru dikeluarkan dari penjara oleh Wu dan langsung bergegas ke situ, apabila Wu memberitah Xia pingsan.


"Kau bisa merawat?" Xia bertanya.


DUAARR... Seperti ada batu besar menghentam Xia, setelah mendengarkan ucapan Putri duyung.


"Apa.!!" Mereka berteriak bersama.


"Kenapa kalian terlihat kaget? Bukan kah ini kabar yang gembira?" Putri duyung merasa hairan melihat reaksi dari mereka semua.


"Jangan bilang kau belum bernikah Xia?"


"Aku.. aku udah.. nikah.."


"Aaahhh.. atau kau.. kau hamil bukan anak suami mu?" Putri duyung langsung menutup mulutnya.


"Enak aja.. jaga tutur kata anda Putri." Leo memarahi Putri duyung.


"Maaf.. maafkan kelancangan ku. Habis aku melihat kalian pada kaget semuanya, disaat aku mengatakan Xia lagi hamil."

__ADS_1


Xia memeriksa semula denyutan nadinya dan ternyata memang benar kata Putri duyung.


"Kalian keluarlah aku mau istirahat."


"Apa kau mau aku teman kan Xia."


"Tidak, aku mau sendiri aja jiejie."


"Kami akan keluar, tapi ingatlah kami sentiasa ada untukmu. Kami akan sentiasa menjaga mu dan calon anak mu." mereka semua pun keluar. Xia langsung tidur, dia tidak mau terus berpikir karna kepala nya udah pening. Xia langsung terlelap.


Keesokan harinya, Xia udah merasa tenang. Setelah mereka bersarapan pagi bersama. Puteri duyung memanggil mereka untuk berkumpul aula utama istana.


"Xia semalam aku tidak berkesempatan mengucapkan terima kasih ku padamu. Aku mewakili seluruh rakyat ku mengucap terima kasih pada kalian karna sudi membantu kami. Walaupun aku sempat melukakan hati kalian tetapi kalian masih sudi membantuku."


"Ambil lah kalung ini semula. Aku tidak membutuhkannya." Xia memberi kalung yang ada giok bintang. Puteri duyung mengambil dan memakai kalung itu.


Puteri duyung berlutut dihadapan Xia dan melihat pemimpim mereka berlutut, para pegawal istana berlutut sama.


"Bangun Putri duyung, tidak usah berlutut dihadapan ku karna kau seorang pemimpin."


"Terima lah mutiara ku. Aku tidak akan bangun selagi kau tidak mengikat kontrak denganku.


"Terimalah Puteri!!!" Semua pengawal istana berteriak bersama. Terasa Bergema satu istana.


"Baiklah aku menerima nya." Xia menyalurkan qi nya untuk mengambil dan menelan mutiara biru yang diberikan putri duyung.


Setelah itu giok bintang terlepas dari kalung yang digunakan putri duyung dan terbang keudara lalu mengeluarkan cahaya yang terang. Giok itu bertukar menjadi cahaya lalu meluncur masuk di tengah kening puteri duyung. Terlihat di kening putri duyung simbol bintang yang kemudian simbol itu pelahan memudar dan menghilang.


Xia dapat merasa aliran qi nya berubah, seperti mau menerobos


"Xia..!!" Nagin memanggil Xia karna dia juga bisa merasakan aliran qi nya meningkat.


Xia dan temannya yang lain langsung masuk ke ruang dimensi. Cisin dan puteri duyung juga dibawa bersama.


"Kalian bisa bubar dan lakukan tugas masing-masing." Puteri duyung sempat bepesan pada yang lainnya dan menghilang.


Tiba di ruang dimensi, mereka langsung duduk bermeditasi kecuali Cisin. Seharian mereka bermeditasi Xia menerobos sebanyak tiga kali. Akhirnya Xia membuka matanya dan langsung masuk ke dalam sungai. Setelah selesai dia dan Leo melihat badan Nagin diselimuti cahaya hitam dan badan Putri duyung diselimuti cahaya kuning.

__ADS_1


"Mengapa dengan mereka Leo?"


__ADS_2