Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
23 - Leo


__ADS_3

Mereka pun masuk ke dalam istana. Lalu Cisin mengobati tangan Xia yang terluka.


Setelah mengobati Cisin bertanya "Apakah ada yang cadera lagi dibahagian lain?


"Tidak ada, hanya ditangan ku Aja. makasih jiejie".


"Lain kali berhati- hatilah kamu ketika berlatih setelah ini. Apa luka ini sakit?" Tanya Cisin risau.


"Baiklah jiejie, aku akan berhati-hati kelak. Luka ku ini tidak sakit sangat. Aku bisa menahan nya. Jiejie, kamu tidak usah Kawatir." Xia tersenyum manis


Xia, Cisin dan Nagin terus berlatih dengan tekun. Begitulah selanjutnya sehingga tidak sedar telah setahun masa berlalu diruang dimensi. Mereka berlatih bersama sama dan ada masanya Xia memurnikan beberapa jenis ubat baru menggunakan ramuan berasaskan cendawan reishi serta tanaman obat yang mereka dapatkan di hutan lingzhi sebelumnya.


"Jiejie Kita udah terlalu lama didalam ruang dimensi ini. Besok kita harus keluar dari sini. Banyak hal yang harus aku lakukan diluar". Ujar Xia


"Baiklah aku mengikutmu, kita keluar besok." jawap Cisin sambil tersenyum.


kekuatan mereka makin meningkat. Xia menerobos lagi ke tahap atas di pangkat 4 Manakala kekuatan Cisin berada ditahap pertengahan awal dipangkat dua.


keesokan harinya setelah bersarapan, mereka bersiap siap untuk keluar dari ruang dimensi bintang.


"Nagin adakah kamu mau ikut kami keluar?" Tanya Xia.


"Iya aku mau ikut dengan kalian keluar. Aku mau ketemu sama teman lamaku" ucap Nagin sambil tersenyum girang


"Temanmu!! Cieh.. cieh.. melihat senyummu pasti dia seorang pria Kan." Teka Xia geli hati melihat Nagin yang tersenyum malu.


Ha.. ha.. ha. Nagin hanya kekawa tanpa menjawab pertanyaan dari Xia.


Mereka bertiga pun keluar dari ruang dimensi, sambil berjalan Nagin langsung mengeluarkan auranya untuk memberitahu temannya akan kehadiran nya disitu. Tidak lama Kemudian terdengar bunyi ngauman bintang langka itu.


Ngggaauurr.. seekor singa mutasi yang sangat besar muncul di hadapan mereka.


Xia dan Cisin bersiap untuk menyerang singa mutasi itu, jika singa mutasi itu memulakan untuk menyerang mereka duluan.


"Tidak perlu takut, dia adalah temanku" ujar Nagin tersenyum.


"APA!! Teman mu." Teriak Xia dan Cisin bersamaan. Seolah tidak percaya, haiwan besar ini teman lama Nagin.

__ADS_1


Setelah itu Singa mutasi itu merubah bentuk ke ujud manusia yang terlihat gagah dan tampan.


"Itu kamukah ratu ular"? Soal pria singa mutasi


"Iya, ini aku ratu ular.. Sudah lama kita tidak bertemu."


"Iya udah lama sekali. Aku pernah mencarimu tetapi tidak ketemu. Aku fikir kamu telah mati setelah pertempuran besar besaran itu. Apa kabarmu Serarang?"


"Aku baik baik saja. Setelah pertempuran itu, Tuan lama ku mati dan aku disegel diruang dimensi untuk menanti tuan baruku datang. Oh ya, kenalkan ini tuan baru aku Putri Xia Lin dan disebelahnya adalah Cisin kakaknya" Mereka tersenyum pabila diperkenalkan oleh Nagin.


'Apa yang terjadi, mengapa mereka Ada menyebut berkaitan pertempuran besar besaran. Aku harus bertanya dengan mereka nanti.' Gumam Xia dihatinya terus panasaran


"Tuan Mu!!.. apa aku tidak salah mendengarnya. Sebelum ini semua tuanmu adalah orang yang udah berusia. Tapi ini berbeda sekali, dia kelihatan masih muda." Pria singa mutasi tidak yakin dengan kekuatan tuan baru temanya si ratu ular tetapi matanya tidak lepas memandang Xia yang terlihat sangat cantik.


"Tidak perlu meremeh kannya. Аku sangat kagum dengan nya. Baru enam tahun dia berlatih tetapi dia bisa mencapai kuasa kultivasi ditahap atas. Para tuan lama ku sebelumnya mengambil masa puluhan tahun untuk mencapai ketahap atas."


"Apa benar kata mu?" pria singa mutasi itu terkejut mendengarnya.


Ehemm.. ehemm.. Xia berdehem "Apakah kamu memandang rendah padamu?." Soal xia


"Tidak.. tidak.. bukan begitu, aku hanya tidak percaya jika di dunia ini, ada manusia sehebatmu. Kebiasaannya seorang manusia sepertimu mengambil masa yang lama untuk menaikkan tingkat kuasa kultivasi nya.


"APA!!" Pria itu terbeliak matanya karna terkejut.


"udah tidak usah memujiku terus Nagin. Mari Kita mencari makanan. Perutku udah lapar".


"Sebentar.. sebelum itu apakah bisa kamu menangkat ku menjadi haiwan kontrak mu?" Tanya Pria singa mutasi itu kepada Xia


Mereka bertiga saling berpandangan karna terkejut mendengarkan kata pria di depan mereka.


"Apa bisa aku memiliki haiwan kontrak lagi Nagin?" Tanya Xia..


"Itu bergantung padamu Xia, kerna kekuatan tubuhmu mampu untuk menampung kuasa baru"


"Menurutmu bagaimana, apakah kamu mau aku mengangkatnya menjadi haiwan kontrak ku?" Tanya Xia lagi. Pria itu terkejut mendengar akan pertanyaan Xia yang seperti nya meminta izin dari haiwan kontrak.


'Dia menganggap haiwan kontranya seperti saudaranya. Aku harus memiliki tuan yang berhati mulia sepertinya, yang sangat menghormati pendapat haiwan kontraknya.' Gumamnya dihati

__ADS_1


"kamu meminta pendapat dari ku Xia?" Nagin tidak percaya. Dia tahu bahawa Xia seorang yang baik tetapi untuk meminta pendapat yang besar seperti ini, menunjukkan bahawa Xia sangat menghargainya sebagai saudara. Nagin terharu


"lya.. kamu kan yang akan bersamanya diruang dimensi kelak."


"Menurut ku, terimalah dia menjadi haiwan kontrak mu karna dia memiliki kuasa bumi yang kuat dan kuasanya mencapai tahap sempurna. Bisa menguntungkan kamu kelak jika bergabung dengannya."


"Baiklah, jika itu katamu aku bersetuju."


Pria itu tersenyum girang. Lalu mengeluarkan Mutiara hijaunya dan menyerahkan kepada Xia. Lalu Xia mengambil nya dan menelan mutiara itu. Terlihat cahaya berwarna hijau keluar dari tubuh Xia. Dia pun duduk bermeditasi sebentar diatas tanah untuk menyerap kuasa mutiara bumi itu.


Setelah beberapa jam Xia akhirnya membuka matanya.


"Terima kasih tuan kerana sudi menerimaku. Aku sedia berkhidmat untukmu!"


"Panggil aku Xia aja. Apa kamu mempunyai nama?"


"Tidak ada, sila beriku nama tuan"


"Udah aku bilang tadi, panggil aku Xia aja."


"Tapi.." belum habis berbicara, Nagin terus memotong ucapan nya.


"Ikutkan aja kata Xia. Atau nanti dia akan pulangkan kembali mutiaramu lho." Ucap Nagin yang tersenyum melihat teman nya kaget.


"Baiklah Xia."


Xia diam berfikir sejenak. "Baiklah aku akan memanggilmu dengan nama Leo kelak."


"Leo!! sedap nama itu, aku menyukainya. Terima kasih Xia."


"Bagus, Sekarang ayo kita pergi mencari makanan karna perutku dari tadi udah bernyanyi lagu kelaparan." Mereka semua tergelak mendengar Xia bercanda.


Lalu Leo menunjukkan arah menuju ke sebuah sungai yang berhampiran dengan mereka sekarang. Terlihat banyak sekali ikan didalam sungai itu. Leo menggunakan kuasanya untuk menangkap beberapa ekor ikan didalam sungai itu. Mereka membakar ikan itu dan memakannya bersama.


"Wahh.. enak sekali makan ikan segar seperti ini. Terasa dagingnya manis." Ujar Xia


"Jika kamu suka, kamu bisa menangkap ikan itu dan memeliharanya di ruang dimensimu." Ujar Nagin memberi cadangan.

__ADS_1


"Cadangan yang bagus Nagin."


__ADS_2