Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
99 - Kebenaran


__ADS_3

Putra Ren Zie menatap tajam isterinya.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu? Apa kau merinduiku?" Xia yang duduk di atas kasurnya tersenyum melihat Putra Ren Zie. Leo dan Nagin berdiri disampingnya.


"Huh.. jangan kau bermimpi." Dengan ego Putra Ren Zie berkata dan duduk di kerusi.


"Ha.. haa.. ha.." Xia tertawa. "Aku yakin pasti kau telah mengetahui apa niat ku datang ke sini."


"Kau fikir aku dukun, bisa meramal atau mengetahui sesuatu setelah melihat orang." Putra Ren Zie terus dengan egonya. Ming hanya memerhati sikap tuannya.


'Mengapa dengan pangeran? Bukankan dia sebelumnya sangat merindui Putri Xia. Tetapi bila udah berjumpa..eh, malah bersikap seperti ini?? Aduh.. gak ngerti aku ah' Ming berkata di hatinya.


"Haa.. haa.. haa.. kau sangat lucu sayang" Xia dan Putra Ren Zie saling menatap. Terasa debaran kuat di hati mereka ketika itu.


"Zu keluarlah." Zu keluar dari ruang dimensi


'Aura ini sangat ku kenal tapi kenapa dia bisa merubah ujud menjadi manusia??' Putra Ren Zie menyoal dihatinya. "Siapa kau?"


"Apa Putra mahkota Ren Zie tidak mengenali ku lagi?" Putra Ren Zie menatap Zu tajam sambil memicing kan matanya. Akhirnya dia menggelengkan kepalanya.


Zu merubah ujud menjadi naga biru. "Apa sekarang kau bisa mengenaliku?"


"Ternyata memang kau?" Putra Ren Zie mengambil pedang dari cincin ruangnya dan menghunuskan pada Zu. "Mengapa kau masih hidup? Apa kau bersubahat dengan pembunuh dan membunuh adikku? KATAKAN!!!" Putra Ren Zie terlihat sangat marah.


"Tenanglah, ada yang ingin dia katakan.." Ujar Xia. Putra Ren Zie memandang Xia dan menjatuhkan pedangnya. Zu merubah ujudnya semula menjadi manusia.


Zu menceritakan semula kejadian yang terjadi ketika itu. Membuat Putra Ren Zie terduduk kembali dikursinya.


"Wasiat?? Apa yang adikku maukan??" Putra Ren Zie bertanya, dia tidak dapat membendung rasa sedihnya lagi. Ini bukan pertama kalinya dia kehilangan saudara kandung, terlihat air matanya mengalir.


"Dia mau aku menikah dengan mu.." Putra Ren Zie yang terkejut mendengar kata dari Xia, terus memandang Xia tidak mengerti.


"Tidak usah memandang ku seperti itu. Aku juga tidak mengerti, mengapa dia mau aku menikah dengan mu."


"Jadi kau setuju menikah dengan ku ketika itu karna amanat terakhir dari adikku?"


"Iya.."


"Menurut mu mengapa?" Tanya Putra Ren Zie.


"Mungkin karna dia mau aku bekerja sama dengan mu, untuk menghapuskan musuh kerajaan. Itu alasan yang paling logik akal."

__ADS_1


"Jadi, apa kau udah mengetahui dalangnya?"


"Aku udah mendapat bukti dan aku tau kau juga pasti udah mengetahui siapa dia."


"Aku masih tidak mencukupi bukti untuk menuduhnya."


"Haa haa.. haa... Kalau aku di tempat mu, tidak perlu mengumpul bukti untuk menghabisi mereka."


"Omong kosong.. kau fikir bisa bertindak sesuka hati mu, dan orang yang kita tuduh itu bukan sembarang orang."


"Huh.. pasti bisa, karna jika kita berhadapan dengan manusia bertopengkan setan. Kita harus menjadi licik" Putra Ren Zie terdiam mendengar ucapan Xia.


"Jika begitu katamu, mengapa kau perlu tunggu sehingga dua tahun lamanya baru kau bertindak?"


Xia terkedu dengan soalan dari putra Ren Zie. "Banyak perkara yang harus aku lalukan sebelumnya dan.. dan sekarang waktu yang tepat untuk aku memulakan rencanaku. Aku juga harus sembunyikan saksi mata."


'Aduh hampir aja...' Xia mengeluh di hatinya.


"Siapa?? Jangan kau bilang dua orang pelayan yang kau culik dua tahun lalu itu?" Ha.. ha.. hahahaha.


"Memang mereka dan ada perkara yang kalian tidak tahu." Putra Ren Zie menghentikan tawanya.


"Bagaimana kau mengetahuinya?"


"Aku yang merawat dan menyingkirkan aura hitam daripada kedua pelayan itu dan mereka menceritakan pada ku kejadian hari itu. Jika aku terlambat, pasti mereka akan mati seperti yang lainnya." Putra Ren Zie terkejut lagi, wanita di depannya ternyata bukan wanita sembarangan. Semua pelayan dan pengawal yang ditahan memang telah mati dengan keadaan yang mengerikan kesemuanya, setelah tiga bulan didalam penjara secara misteri.


"Selir Hui dan Putra Hei Zi.. Akan menjadi target ku setelah ini. Hah tidak lupa beberapa pengawalnya dan yang perlu kau ketahui, mereka jugalah yang merancang dan membunuh keempat - empat saudaramu."


"Apa!!! Ternyata memang dia.." Putra Ren Zie menggenggam kuat tangannya.


"Kau juga pernah menjadi target mereka kan?.. Ketika kau hampir mati di hutan Lingzhi.. Aku yang membantu mu ketika itu"


"Ternyata memang benar, kau yang menyelamatkan nyawa ku."


"Iya.. bagaimana?? apa kau mau membantu ku membalas dendam?"


"Katakan, apa yang kau mau aku lakukan?"


"Mudah aja, aku hanya perlu kan peta istana dan kedudukan istana kediaman Selir Hui dan Putra nya. Dan juga berapa orang pengawal yang mereka ada termasuk pengawal bayangan."


Xia boleh aja membunuh mereka semua tetapi dia mengambil langkah berhati-hati agar tidak terjerat. Xia juga mau menyelidiki dimana markas sebenar klan hitam.

__ADS_1


"Baik, berikan aku masa selama seminggu."


"Gitu aja mau seminggu.. Dua hari aja."


"Tiga hari paling awal. Jika tidak aku tidak mau bekerja sama."


"Iya.. iya.. pakai ugut segala, Tiga hari aku mau semunya lengkap. Termasuk waktu mereka mengganti tugas kerja."


"Aku mau tidur.." putra Ren Zie bangun dan terus melangkah pergi, tetapi dia teringatkan sesuatu. "Oh iya.. Putri Xia apa setelah kejadian malam itu kau...." Putra Ren Zie tidak meneruskan ucapannya, dia hanya menunjukkan isyarat tangan menunjukkan seperti wanita hamil.


"Apa?? Aku tak faham.."


"Ini.." Putra Ren Zie menunjuk perut..


"Aku tak lapar.." Xia berpura-pura tidak mengerti.


"Aduh.. apa kau tidak hamil???"


Xia merasa jantungnya mau terkeluar dari tempatnya karna terlalu laju berdetak...


"Kau.. Kalau kau ingatkan lagi tentang kejadian waktu itu, akan aku bunuh kau.." Xia menatap tajam pada Putra Ren Zie.


"Tidak usah marah.. aku hanya mau bertanggungjawab aja."


"Keluar.. keluar sekarang."


Putra Ren Zie dan Ming langsung keluar dari kamar Putri Xia, terlihat Putra Ren Zie tersenyum. Mereka pun pulang ke kamar masing-masing, Xia berehat di atas kasurnya. Manakala temannya kembali ke ruang dimensi.


Keesokan harinya, seperti biasa putra Ren Zie hadir ke perhimpunan bersama menteri. Di sebabkan Xia telah membunuh empat menteri penting, tempat mereka telah di gantikan dengan orang kepercayaan Putra Ren Zie yang betul-betul amanah dan tulus menjalankan tugas sebagai menteri.


Setelah selesai, Putra Ren Zie langsung bertemu ayahnya. Mereka bertemu di ruang kerja kaisar Bei.


"Apa yang mau kau katakan?"


"Putri Xia telah kembali kemarin."


"Apa?? Setelah dua tahun menghilang. Apa benar dia hamil ketika itu?"


"Dia tidak menjawab. Tapi ada perkara penting yang ingin anak mu ini katakan."


"Sepertinya hal yang serius. Katakanlah.."

__ADS_1


__ADS_2