Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
94 - Balas Dendam


__ADS_3

"Sekarang aku mau kau masuk ke ruang dimensi bintang dan bermeditasilah dibalik air terjun. Selagi kuasa kultivasi mu tidak capai di tahap sempurna kau tidak bisa berhenti. Apa kau mengerti?"


"Aku faham.. terima kasih Tuan ku."


"Sekarang masuklah, yang lain tidak perlu kau fikirkan."


Zu langsung masuk ke dalam ruang dimensi bintang.


Setahun telah berlalu, sepanjang waktu itu mereka banyak berlatih dan belajar menggunakan teknik baru dan kuasa baru. Nagin juga memberikan mutiara hitam kepada Xia. Mereka berlatih bersama. Sekarang tahap kultivasi Xia berada di tahap sempurna. Xia terlihat lebih menawan dan cantik, kulitnya putih gebu dan wajahnya terukir indah. Membuat sesiapa yang memandang nya bisa jatuh cinta pandang pertama.


Satu hari, Xia memanggil semua temannya untuk berbincang untuk membalas dendam.


"Tiba masanya untuk kita mula bertindak. Aku udah tidak sabar untuk menghancurkan mereka."


Xia dan teman nya sudah mendapat info yang cukup berkaitan dengan geng klan hitam yang memang mendapat sokongan dari anggota kerajaan utara yang terdiri daripada menteri Huai, ayah kepada selir Hui dan juga beberapa orang menteri dan pelayan yang terlibat.


"Kita akan musnah kan keluarga para menteri yang terlibat dahulu. Untuk memutuskan kuasa terbesar klan hitam. Nagin kau pergi ke rumah menteri Won, Leo pergi ke rumah menteri Qian, Renyu pergi ke rumah menteri Kun, aku dan jiejie Cici akan pergi ke rumah menteri Huai. Kalian hapuskan langsung mereka semua setelah itu bakar rumah mereka. Aku hanya memerlukan mayat keempat menteri ini dan gantung mayat mereka di pintu gerbang ibu Kota. Aku mau mencabar anggota klan hitam yang lainnya."


"Baiklah, kami faham."


"Kalian harus sentiasa berwaspada dan jangan ada yang terluka. Panggil anak buah kalian untuk turut membantu." Semua menganggukkan kepala mereka tanda faham.


"Baiklah kalau begitu, kita akan bertindak malam ini juga."


Hari mulai gelap, Xia dan yang lain menukar baju berwarna hitam dan menutupi wajah mereka. Agar tidak ada siapa yang bisa mengenali mereka.


"Lun, Wei Wei, jagalah putra dan putri ku dengan baik. Aku akan kembali setelah selesai melaksanakan tugas ku."


"Baiklah putri, Kami akan menjaga mereka dengan nyawa kami sendiri."


Xia melihat putra dan putri nya yang udah dibuai mimpi. Lalu memcium mereka berdua.


"Mari kita pergi sekarang." Xia berkata kepada yang lainnya, lalu melihat kearah bulan. "Jing Zhi aku akan membalas segala perbuatan mereka terhadap mu."

__ADS_1


Mereka menggunakan teknik teleportasi untuk langsung menuju ke ibu kota kerajaan utara. Mereka telah memperlajari teknik teleportasi sebelumnya.


Tidak lama kemudian mereka sampai di pintu masuk ibu kota. Xia memberi mereka semua air pemulih jiwa. Karna menggunkan teknik teleportasi menggunakan dan membuang tenaga yang banyak, jadi untuk memulihkan tenaga mereka dengan pantas mereka harus meminum air pemulih jiwa.


"Ingat setelah mendapat mayat semua menteri, tunggu disini. Dan setelah itu, kita akan gantung mereka bersama."


Mereka pun berpencar menuju ke kediaman Menteri yang telah Xia aturkan sebelumnya.


Tidak mudah untuk Xia memasuki kediaman menteri Huai karna terdapat banyak pengawal yang menjaga disekitar kediaman dan juga terdapat ramai pengawal bayangan yang bersembunyi. Mungkin karna menteri Huai sangat berpengaruh di kerajaan ini, sebab itu di kediaman nya terdapat ramai orang yang menjaganya.


Xia dan Cisin terus berwaspada untuk mengelak daripada diketahui oleh musuh.


Nagin menyeru semua jenis ular berbisa untuk membantunya. Dengan sekejap sahaja Nagin menumpaskan penjaga di kediaman menteri Won (Menteri kesihatan) dan dapat masuk ke dalam rumahnya. Nagin langsung membunuh menteri Won dan mengambil mayatnya. Setelah menghalau para wanita dan kanak-kanak, Nagin langsung membakar rumah itu.


Renyu memanggil beberapa orang bawahannya untuk membantu menyerang kediaman menteri Kun (Ketua hakim). Renyu juga berjaya membunuh dan mengambil mayat menteri Kun. Dan langsung membakar rumah itu setelah menghalau yang lainnya.


Leo merubah ujud manjadi singa mutasi yang digeruni dan membantai semua pengawal yang menghalang Leo untuk menghabisi menteri Qian (menteri pendidikan). Setelah menyelesaikan tugasnya, Leo langsung membakar rumah Menteri Qian.


Xia mengarahkan Cisin untuk mengawasi di luar kediaman sementara Xia menyelinap masuk ke kamar Menteri Huai (Bendahara dan ketua menteri). Xia berjaya masuk kekamar menteri Huai tanpa diketahui oleh pengawalnya. Terlihat Menteri Huai sedang tidur bersama isterinya.


"Tuan bangun.." Pengawal itu memanggil tuannya.


"Siapa.. siapa kau?" Menteri Huai langsung terjaga bersama isterinya.


"Pengawal... pengawal... tolong ada pembunuh disini." Isteri menteri Huai berteriak memanggil pengawal.


Xia dikepung dengan pengawal dari kediaman menteri Huai.


"Berani kau mau menyerang ku? Katakan siapa yang menyuruh kau untuk membunuh ku?"


"Kau pantas dibunuh, dasar ******" Xia menghina dan mencaci menteri Huai.


"Sialan pengawal hapuskan dia."

__ADS_1


Tiba-tiba muncul seorang pria tampan dibelakang Xia dan membantu Xia menyerang pengawal menteri Huai.


"Apa aku terlambat?" Kata pria itu.


"Siapa kau?? Kenapa membantu ku?" Xia bertanya tanpa menghentikan serangannya.


"Tuan, apa kau tidak mengenali ku lagi?"


"Sepertinya aku menggenali aura mu tapi..."


"Iya.. aku Zu.."


"Waa.. hari yang beruntung bagi ku karna kau bisa membantuku."


Mereka langsung menghabisi semua pengawal yang menyerang. Cisin juga turut membantu karna mereka telah diketahui oleh pihak musuh. Ketika mereka sibuk berlawan, menteri Huai sempat melarikan diri. Tetapi dapat ditangkap oleh Xia dan Xia langsung menghabisinya tanpa belas kasihan.


Dihadapan pintu masuk ibu kota Leo, Nagin dan Renyu telah menanti Xia.


"Mengapa Xia lambat? Apakah dia terlibat dengan masalah? Kalian tunggu disini, aku mau mencari Xia sebentar." Nagin merasa khawatir tentang Xia.


"Tidak usah.. aku udah ada disini." Xia tiba-tiba muncul dibelakang mereka.


"Mari kita gantung mayat ke empat menteri jahat ini di hadapan pintu gerbang ibu kota, sementara hari masih gelap."


"kalian ikat dulu, biar aku yang gantung"


"Zu.!!" mereka berteriak bersamaan.


"Ssshhuutt.. usah berteriak, nanti ketahuan. iya aku Zu."


Mereka tesenyum dan langsung mengikat keempat menteri itu. Zu mengangkat tali itu dan gantung di hadapan pintu masuk ibu kota. Mereka langsung pergi setelah berjaya melakukan rencana mereka untuk menghukum menteri yang selalu melakukan kejahatan.


Xia juga melemparkan beberapa kertas di hadapan pintu masuk yang mengatakan keempat menteri yang dihukum adalah anggota klan hitam.

__ADS_1


Pengawal yang menjaga pintu gerbang terkejut apabila melihat seekor Naga terbang di hadapan mereka. Mereka tidak menyadari bahawa naga itu menggantung mayat empat menteri karna hari masih lagi gelap.


__ADS_2