
"Aku akan memanggilmu Nagin" Siumei memberi nama sempena cerita sinetron ratu ular.
"Nagin.., nama yang bagus. Terima kasih Xia Lin."
"Sebelum itu aku akan terangkan warna dan kuasa mutiara yang ada didunia ini.
1) Mutiara merah kuasa api
2) Mutiara hijau kuasa bumi (merangkumi tanah dan tumbuhan)
3) Mutiara putih kuasa angin
4) Mutiara Biru kuasa air
5) Mutiara kuning elemen cahaya (bisa melihat dengan jelas ketika malam dan melihat jauh)
6) Mutiara hitam kuasa pukau
7) Mutiara pelangi kuasa es.
Setelah menerangkan pada Siumei, Nagin mengajak Siumei melihat Istana nya. " mari pergi ke istanamu, nanti disana aku akan menceritakan semua yang ingin kamu ketahui." ucap Nagin si ular kecil.
Nagin mendahului pergi menunjukkan arah ke istana dan Siumei mengikutnya. Kini didepan nya terlihat sebuah Istana yang mewah dan cantik.
"Wah!!.. cantik sekali istana ini, kayak rumahku dijaman modern." Bisik Siumei perlahan sambil melangkah untuk masuk ke dalam istana itu.
"Bukalah pintu itu dan masuklah ke dalam. Ini adalah istana mu. Kamu bisa melakukan semahumu disini."
Setelah masuk ke dalam nya, Siumei melihat ada sofa, meja dan susunan perabut yang serba mewah dan klasik. Dia berkeliling lagi, melihat ke daerah dapur. Ada kulkas, dapur gas, ketuhar, pokoknya serba lengkap.
Siumei membuka kulkas. "Wah ada banyak sekali makanan."
"Semua makanan disini tidak akan pernah abis, ianya akan bertambah dengan sendirinya, jika kita mengambil nya. Berserta obat obatan juga begitu. Tapi jika lavel kultivasi kamu semakin meningkat, akan ada penambahan atau perubahan di dalam ruangan demensi bintang ini." Terang Nagin.
__ADS_1
Siumei merasa kagum dengan apa yang diberitahu Nagin. Dia terus melangkah menuju kekamar tidur.
"Kamarnya bagus, semua lengkap berserta kamar mandinya."
"Bagaimana caranya untuk menambah Kan lavel kultivasi ku sedang kan aku tidak mempunyai kemampuan untuk berkultivasi?." Tanya Siumei
"Itu kerana badan kamu penuh dengan racun. Kamu telah diracun sejak kecil, maka mendirian tubuhmu tersumbat oleh racun itu. Kamu harus keluarkan racun dari tubuhmu, baru kamu bisa berkultivasi dan meningkat kan tahap kekuatan mu ke level yang tinggi. Walaupun racun itu tidak mematikan tapi jika satu tahap racun itu semakin banyak dan menutupi keseluruhan meridian tubuhmu, maka kesannya tidak bisa diubati dan akan mati." Jelas Nagin.
"Apa diracun!!!" Teriak Siumei
'Sialan!! siapa yang begitu jahat meracuni anak kecil. Tega banget dia. Ini pasti rencana si Selir Ming. Pantasan aku merasa tidak selesa sejak berada di tubuh ini.' ucap Siumei dihatinya.
"Jangan risau, disini ada sungai pemulih jiwa, jika tubuh seseorang yang terkena racun dan mandi di dalam sungai pemulih jiwa, maka racun dibadannya akan keluar dan pasti sembuh. Mari lah ikutku Xia Lin, kamu pergi mandi di sungai pemulih jiwa maka semua racun ditubuhmu akan hilang dan tubuhmu pasti segar, setelah itu."
Siumei mengikuti nagin yang bergerak laju di atas tanah, menuju ke sungai pemulih jiwa.
Sungai itu berada tidak jauh di hadapan istana, yang mengalir terus kebelakang istana. Setelah tiba ditepi sungai yang berhampiran dengan air terjun, Siumei dapat merasa banyak energi positive disitu.
"Xia Lin kamu boleh duduk dipinggir sungai itu. kamu bermeditasi dan setelah merasa lega, barulah kamu mandi di bahagian tengah sungai. Agar racun ditubuh mu itu bisa keluar sepenuhnya."
"Baiklah" ucap Siumei, sambil melangkah ke arah sungai pemulih jiwa.
Siumei duduk di dalam sungai, sehingga air di paras dadanya. Dia memejamkan matanya. Tak lama setelah itu, dia merasakan sakit yang teramat seperti ditusuk beribu jarum. Dia menahan rasa sakit itu kerana bertekad untuk pulih. Banyak keringat berwarna hijau kehitaman yang keluar di muka dan lehernya. Dia juga memuntahkan darah berwarna merah kehitaman.
Sementara menunggu Siumei bermeditasi, Nagin pun ikut bermeditasi juga Di atas batu di pinggir sungai.
Nagin sebenarnya adalah ratu segala ular dan mempunyai kuasa yang tinggi. Serta tubuh yang besar tetapi setelah pemilik ruang dimensi yang dulu telah meninggal, maka dia kehilangan kuasa nya. Sekarang Xia Lin tidak bisa berkultivasi, maka dia menjadi ular yang kecil.
Tidak terasa satu hari telah berlalu di ruang dimensi bintang. Setelah terasa badan agak ringan, Siumei membuka mata nya dan berenang ditengah sungai. Dia mandi sambil menyelamkan kepalanya, untuk memulihkan di keseluruhan tubuh nya yang terkena racun. Agar meridian nya tidak tersumbat lagi.
Setelah selesai mandi, Siumei pun keluar daripada sungai.
"Arrghh!!. segarnya, tubuhku terasa ringin sekali." kata Siumei
__ADS_1
Nagin mendengar ucapan Siumei, dia pun berhenti bermeditasi dan menghampiri Siumei.
"Nagin sudah berapa jam aku bermeditasi di sungai?" tanya Siumei ketika melihat Nagin mendekatinya.
"Selama sehari semalam," ucap Nagin ringkas.
"Apa!!.. Siumei terkejut teriak. "Aku harus pulang pasti Cici dan bonda mencariku.
"Bertenang Xia Lin, waktu dimensi bintang dengan dunia luar berbeda. Sehari disini, maka diluar baru 1 jam."
"Oh.. begitu ya. Berarti aku baru 1 jam lebih diruangan ini."
"iya lebih kurang begitulah, pergilah tukar baju mu. Didalam lemari dikamar mu ada tersedia bermacam jenis baju yang baru tersedia untuk mu."
Siumei pun melangkah menuju ke kamarnya. Memang terdapat pelbagai jenis fashion baju. Dia memilih baju yang simple untuknya pakai. Setelah selesai tukar baju dan berdandan ringkas, Siumei terus menuju ke dapur kerana dari tadi perutnya berbunyi minta di isi.
Siumei memasak mee goreng insta, letak udang yang ada dikulkas dan letak daun bawang. Mantap. Siumei mempelawa Nagin tapi dia tidak bisa memakan makanan manusia.
Nagin hanya bisa menghidu baru aroma yang enak dari masakan Siumei tanpa bisa menjamah nya kerana dia tidak boleh makan makanan manusia selagi dia tidak berubah menjadi manusia. Nagin menunggu Siumei diruang tamu.
Setelah selesai makan, Siumei pergi mencari Nagin.
Setelah melihat Siumei, Nagin berkata. "Siumei pergilah bermeditasi diatas batu besar yang ada dipinggir sungai, kerana aku dapat rasakan dentianmu sudah penuh maka pergilah bermeditasi dengan tenang. Agar kamu bisa menerobos naik ke tahap awal. Sebelum itu, minumlah air sungai pemulih jiwa, agar kamu bisa menerobos dengan mudah."
Siumei pun menuju kearah sungai dan meminum air sungai itu, dia rasa tubuhnya lebih bertenaga. setelah itu dia menuju ke arah batu besar yang berada di pinggir sungai dan duduk bermeditasi diatas batu itu.
Siumei bermeditasi selama sehari semalam. Sepanjang dia bermeditasi, Nagin dapat merasakan yang Siumei menerobos ke tahap awal lavel 5. Nagin juga dapat merasakan yang tubuhnya semakin membesar.
'Bagus, cepat sekali anak itu naik lavel. Biasanya untuk naik 1 lavel memakan masa selama setahun atau lebih.' batin Nagin bicara
Selesai bermeditasi Siumei membuka matanya, dan melirik kearah Nagin.
"Nagin tubuhmu ku rasa semakin membesar?"
__ADS_1