
"Apa yang cuba kau lakukan hah.."
"Haa.. haa.. haa.. apa kau takut??"
"Jangan.. jangan kau berani melakukannya.."
Putra Ren Zie tersenyum melihat Xia dan langsung mencium Xia. Xia mengigit Putra Ren Zie, membuatkan bibirnya berdarah.
"Berani kau.."
"Aku mohon.. jangan lakukannya.." Xia mula menangis, Putra Ren Zie tidak peduli dengan rayuan Xia, dia mula membuka pakaian Xia.
"Kau adalah isteriku dan kau milikku."
Ketika itu, Cisin yang mendengar ada keributan diluar, langsung keluar dari kamarnya. Melihat Renyu dan Zu bertarung, membuat hati Cisin merasa khawatir. Dia langsung medekati kamar Xia, tetapi malangnya kamarnya terkunci. Walaupun ditendang dan menolak menggunakan qi nya tetapi tidak berjaya.
"Xia.. Xia.. buka pintunya." Teriak Cisin sambil mengetuk pintu dan dia mula menangis.
Mereka yang bertarung tadi, menghentikannya ketika mendengar Cisin menangis. Tugas pengawal tadi hanya mau menghalang haiwan kontrak Xia membantu tuannya. Mereka berhenti menyerang dan melihat Cisin yang tidak bisa membuka pintu kamar.
"Cisin ketepilah.." Zu dan Renyu berkata. Mereka menggunakan kekutan mereka tetapi tidak berjaya.
"Putra Ren Zie tolong.. tolong jangan apa-apakan Xia... Jika mau menghukum? Hukum lah aku karna tidak menjaga Xia dengan baik.. aku merayu." Cisin menangis dengan hiba. Renyu dan Zu tidak mengalah, mereka berdua menggunakan seluruh kekuatan mereka untuk memecahkan array yang dibuat oleh Putra Ren Zie.
"Sia-sia sahabat... Kau pasti tidak bisa memecahan kekuatan array itu." Ucap Xiong.
Pintu terbuka dari dalam, Putra Ren Zie langsung keluar dan berlalu pergi tanpa kata. Pengawal yang lainnya turut mengikuti Tuannya.
Cisin dan Renyu langsung masuk, Zu hanya menanti di luar.
"Xia.. Xia..." Cisin mendekati Xia yang terlihat menutupi tubuhnya dengan selimut. Mereka langsung berpelukan dan menangis..
__ADS_1
"Tenanglah, jiejie ada di sini." Cisin menenangkan Xia, dan mengusap air mata Xia. Lalu Cisin membantu Xia memakai bajunya. "Mari kita masuk ke raung dimensi mu." Xia mengangguk dan Renyu memanggil Zu. Mereka pun masuk ke dalam ruang dimensi. Setelah membersihkan diri, Xia langsung tertidur.
Di kamar Putra Ren Zie
"Ming apa aku terlalu kejam padanya?"
"Maaf.. tadi pangeran kata, pangeran tidak melakukannya. Jadi menurutku tidak terlalu kejam hanya nakal sahaja." Ming berkata sambil tersenyum. Putra Ren Zie telah menceritakan semua kejadian yang di lakukannya terhadap Xia pada Ming. Ketika merasa getaran di tubuh Xia, Putra Ren Zie langsung melepasi tubuh Xia dan keluar selepas menyelimuti tubuh Xia. Dia merasa kasihan pada Xia, sepertinya Xia merasa trauma.
Keesokan harinya di ruang dimensi.
"Renyu tolong panggilkan Xia untuk turun makan. Katakan padanya aku udah memasak makanan kesukaannya." Renyu langsung menuju ke kamar Xia
Melihat Xia turun, Cisin tersenyum.
"Xia makanlah yang banyak, jiejie telah masak makanan kesukaan mu."
"Terima Kasih jiejie." Mereka makan bersama.
"Aku harap kalian tidak akan memberitahu Nagin dan Leo tentang kejadian itu."
"Tapi.." Tidak sempat Renyu menghabiskan ucapannya Xia memotognya.
"Dia tidak melakukannya.. jadi aku harap kita bisa lupakannya aja."
"Baiklah, jika itu yang kau mau. Jiejie cuma mau melihat kau senyum seperti selalu kita lupakan perkara yang lain." Xia tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, lalu memeluk Cisin. Renyu juga ikut berpelukan dengan mereka.
Mereka menanti Leo dan Nagin di ruang dimensi bintang. Setelah dua hari di kota Gaodu, Leo dan Nagin telah menemui rumah tumpangan yang sangat sesuai. Mereka menyewa satu rumah yang sederhana dan memiliki tiga buah kamar di dalamnya, selama satu bulan. Setelah membayarnya Leo dan Nagin pun langsung pulang.
Ketika Xia merasa kehadiran Leo dan Nagin di kamarnya. Xia langsung berkata. "Nagin, Leo kami berada di ruang dimensi. Masuklah.." Nagin dan Leo yang mendengar suara Xia, langsung masuk ke dalam ruang dimensi bintang.
Nagin dan Leo langsung menceritakan bahawa mereka telah menjumpai dan menyewa sebuah rumah yang berhapiran dengan sekta Gaodu.
__ADS_1
"Pasti kalian capek, istirehatlah dulu. Kita akan berangkat besok. Nagin dan Leo mengangguk.
Xia sudah tidak bersedih lagi. Nagin dan Leo pun tidak mengesaki apa - apa kelainan dari mereka.
Setelah itu, Xia menghubungi kaisar Xi dan mengatakan bahawa dia akan pergi belajar di sekta Gaodu. Dan mengatakan dia tidak bisa kembali dalam waktu terdekat. Xia meminta Kaisar Xi dapat menjaga kedua anaknya, Kaisar Xi yang tidak merasa curiga, bersetuju dan sokong Xia yang mau belajar. Xia tidak memberitahu kebenaran pada kaisar Xi, karna Xia tahu pasti ayah angkatnya tidak akan memberi ijin. Xia juga memberitahu kakaknya dan ayah Chu.
Keesokan harinya, ketika mau berangkat ke kota Gaodu. Nagin bertanya pada Xia "Xia apa kau tidak mau kasi tau Putra Ren Zie?"
"Tidak usah, nanti pasti dia akan menghalang ku pergi." Xia memberi alasan. Mereka langsung menuju ke kota gaodu. Nagin dan Leo yang pernah pergi kesana, membawa mereka menuju langsung ke kediaman yang Leo dan Nagin sewa dengan mengganggu teknik teleportasi.
Setelah tiba di rumah yang disewa, mereka berkeliling memeriksa dan melihat sekitar rumah.
"Rumah ini sangat bagus, aku suka. Memandang kan hanya ada tiga kamar, kita akan berkongsi kamar. Aku dengan jiejie, Nagin sama Renyu dan Leo selamat dengan Zu."
Mereka pun masuk ke kamar mereka untuk berkemas dan beristirehat.
Akhirnya tibalah masa yang dinantikan, pagi itu Xia dan Cisin pergi ke sekta Gaodu untuk mengikuti pemilihan pelajar baru.
Terlihat ramai yang hadir untuk menjadi pelajar di sekta yang terkenal itu. Xia memakai cadar bagi menutup separuh wajahnya supaya tidak ada yang bisa mengenalnya.
Setelah mendengar ucapan dari pengetua sekta iaitu pengetua Tao Fat. Guru Song Jung mengambil alih acara itu dengan memberitahu peraturan kelayakan dan menerangkan pemilihan di adakan dengan tiga peringkat ujian kelayakan.
Guru Song juga mengatakan jumlah pelajar yang mendaftar pada tahun ini adalah seramai dua ribu kesemuanya.
"Baiklah tanpa membuang masa, kita akan memulakan ujian yang pertama." Ucap guru Song.
Datang sepuluh orang dan berdiri dihadapan mereka. Mereka membuat satu gerakan yang terlihat sangat sulit dan akhirnya menyalurkan qi mereka. Sekarang didepan mereka terlihat lima pintu.
"Mereka semua adalah lima guru dan lima pelajar senior kami yang terhebat. Sekarang terdapat lima pintu masuk untuk ujian pertama iaitu ujian pagar sesat. Ujian ini untuk membuktikan kecerdasan dan kepantasan kalian. Di dalamnya terdapat pelbagai perangkap dan juga jalan buntu. Kalian harus mengarunginya dan berjaya keluar dalam masa yang ditetapkan. Jika kalian tidak sanggup meneruskan ujian nya, hanya jerit menyerah. Kalian akan disedut kedalam tanah dan di keluarkan dari sana tanpa mengganggu yang lain."
Guru Song memandang ke sepuluh orang yang berada dihadapan tadi dan mereka menganggukan kepalanya. Mereka pun pergi dari situ.
__ADS_1
"Baiklah, formasi pagar sesat telah siap. Satu pintu bisa dimasuki oleh 25 orang pelajar sahaja dalam satu masa. Minta kerjasama kalian untuk bersedia."