Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
93 - Ying Ming dan Mi Ren


__ADS_3

Setelah Nagin bertemu Xia, dia menceritakan apa yang dilihatnya di istana tadi.


Uuuwekk uwekk.. mendengar cerita Nagin, membuat Xia pusing dan termuntah.


"Xia.. apa kau sakit?"


"Aku hanya merasa anak ku tidak suka mendengar kabar yang kau bawa."


"Apa??"


"Nagin, Leo, kalian tidak usah khawatir karna itu lumrah yang akan di alami bagi ibu hamil. Xia kamu istirehat dulu, aku akan buat ramuan untuk menghilangkan rasa mual mu." Renyu tersenyum, dia memiliki kemahiran merawat yang diturunkan daripada leluhurnya.


"Terima Kasih Renyu tapi aku ada perkara yang ingin dibahaskan dengan mereka."


"Aku pergi siapkan ramuannya dulu." Mereka saling tersenyum.


"Aku pasti kaisar Bei mesti telah mengetahui, bahawa aku telah kabur dari istana.. Aku khawatir mereka akan mencari ku di istana kaisar Xi dan kediaman menteri Chu."


"Iya, aku juga berpikiran sama dengan mu." Ujar Leo.


"Apa kalian bisa membantuku?"


"Kami sedia melakukan apa sahaja yang telah kau arahkan," Jawab Leo dan Nagin menganggukkan kepalanya.


"Aku akan menulis surat dan bisakah kalian menghantarnya sendiri pada kaisar Xi dan menteri Chu. Aku tidak mahu menggunakan merpati. Takut ketahuan."


"Baiklah, aku akan ambilkan bahan menulis untuk mu." Nagin pun masuk ke ruang dimensi bintang.


Nagin menyerahkan barang yang dia ambil dari ruang dimensi kepada Xia. Xia langsung menulis surat untuk diberikan pada keluarganya.


"Xia, ayo minium ramuan ku ini.." Xia pun mengambil mangkuk yang berisi ramuan obat untuknya dan langsung meminumnya. "Apa yang kau buat tu Xia?"


"Aku menulis surat untuk keluarga ku."


"Kau perlu banyak istirehat sekarang Xia. Ermm.. apa kata kalau kau beri aja mutiara penghubung kepada keluargamu agar kau bisa langsung berbicara dengan mereka."


"Aku tidak mau merepotkan mu, nanti kau susah mau berhubung dengan prajurit mu."


"Ngak perlu khawatir Xia, aku memiliki banyak mutiara itu."


"Apa benar?"


"Iya.. tunggu bentar aku panggil Wu untuk membawa mutiara itu kesini, sekali mengarahkan dia untuk hantar pada keluargamu. Berapa banyak yang kau mau?"


"Sepertinya kakak ku, pasti udah kembali ke kediamannya.. Ermm.. aku mau tiga."


Renyu pun memanggil Wu untuk membawa tiga mutiara dan setelah itu Renyu mengarahkan Wu untuk menghantar mutiara itu kepada keluarga Xia. Setelah memberitahu tempat tinggal keluarga Xia, Wu langsung pergi.


Beberapa hari kemudian Xia dapat berhubung langsung dengan kaisar Xi.


"Xia.. Xia.. apa kamu dengar ayah bicara?"

__ADS_1


"Ayah Xi.. ia aku mendengarkannya.. Apa ayah Xi dan bonda sihat?"


"Ya kami disini sihat. Bagaimana denganmu? Apa kamu bahagia dengan suamimu?"


"Aku baik-baik aja. Tapi ada satu hal yang ingin aku bicarakan pada ayah."


"Ada apa nak? Katakanlah.."


"Aku.. aku kabur dari istana.. Maafkan aku.."


"Apa!!!" Kaisar Xi dan permaisurinya berkata bersama karna terkejut.


"Kenapa Xia? Coba kamu ceritakan pada bonda? Apa suami mu berbuat jahat padamu?" Apa dia memukul mu?"


"Bonda..."


"Katakanlah yang sejujurnya, ayah akan membuat perhitungan dengan mereka. Jika suamimu berani berbuat jahat padamu."


"Bukan.. bukan seperti itu.. aku merasa tidak cocok dengannya.. hanya sekarang aku mau tenang kan fikiran dulu. Jika suami ku atau pengawal dari kerajaan utara ada datang mencari kalian bertanya tentang ku, katakan aja kalian tidak tau. Aku sendiri akan mencarinya jika aku udah kembali tenang."


"Kamu dimana sekarang Xia?"


"Aku masih berada di kawasan jajahan kerajaan utara."


"Kamu.."


"Ayah, bonda tidak usah khawatir tentang ku.. Teman-teman ku ada di sisiku untuk menjaga ku."


"Datanglah ke istana ayah jika kau tidak ada tempat untuk dituju."


"Iya... tapi jika kamu memerlukan bantuan dariku, teruslah menghubungi ku."


"Baik ayah."


"Oh iya.. ayah mau tanya, dari mana kamu mendapat alat ini?"


"Dari teman ku Renyu."


"Renyu... teman barumu?"


"Iya.. dia puteri duyung.."


"Apa dia haiwan kontrak barumu?"


"Iya ayah.. Sama seperti Leo dan Nagin."


"Haiwan tahap sempurna? Kau memang hebat anakku!!" Kaisar Xi merasa kagum dengan anak angkatnya.


"Hahaha.. Jadi ayah tidak usah khawatir dengan ku lagi, mereka akan sentiasa menjagaku.. Ya udah dulu ya ayah.. kalau ada apa-apa, langsung aja hubungi ku dengan menggunakan mutiara ini. Titip salam buat nenda dan kakek." Xia pun mengakhiri perbualan mereka.


Beberapa hari kemudian Xia dapat berhubung dengan kakaknya dan seterusnya dengan menteri Chu, Xia menceritakan hal yang sama pada mereka. Walaupun mereka khawatir tetapi Xia telah membuat keputusan nya dan ada haiwan kontrak nya yang bisa menjaganya.

__ADS_1


Xia mengalami morning sickness (gejala mual ibu hamil) yang agak berat. Semua perkara yang dirancang sebelum ini terpaksa ditunda dan Xia hanya menyuruh Nagin dan Leo untuk memerhati dan menyiasat kes yang berkaitan kematian Putra Jing Zhi.


Beberap hari kemudian, Xia juga mendapat panggilan dari keluarganya yang mengatakan suami nya ada datang berjumpa mereka. Suami nya tidak mengatakan Xia kabur dari istana, dia hanya berkata ada tugas di kawasan terdekat dan hanya mampir.


Beberapa bulan kemudian akhirnya tiba saat dimana Xia akan melahirkan, Xia masuk ke ruang dimensi. Hanya Lun dan Wei Wei tidak ikut masuk, mereka diminta untuk menjaga pondok.


Renyu dan Nagin membantu menyambut kelahiran putra dan putri Xia. Xia melahirkan anak kembar sepasang.


"Tahnia Xia kau mendapat anak yang imut, seorang putra dan seorang putri."


"Makasih Renyu.. kau juga Nagin makasih karna kalian sentiasa ada disisiku."


Renyu membawa anak Xia keluar untuk di mandikan dan memakaikan baju untuk mereka


"Kami akan sentisa ada di samping mu. Minum dahulu air pemulih jiwa ini."


Xia mengambil air yang dihulurkan oleh Nagin dan meminumnya.


"Di mana anakku?"


eekk.. ueeekk.. terdengar tangisan bayi


"Waa.. ternyata dedek bayi lagi lapar." Renyu dan Leo membawa kedua anak Xia dan menyerahkannya pada Xia. Xia mencium kedua anak nya. Kedua bayinya menangis tidak berhenti membuat Xia menjadi panik. Karna ini pengalaman pertamannya mempunyai anak sendiri.


"Kamu lapar ya, sebentar ya... Renyu bantuin aku."


"Leo kamu keluar dulu, dedek bayi mau susu ibunya."


Seminggu setelah melahirkan, akhirnya Xia memutuskan untuk membawa anak-anaknya ke dunia nyata.


Setelah melihat Putri Xia, Lun dan Wei Wei merasa sangat gembira.


"Waaa, tahniah puteri.. Anda mendapat sepasang bayi yang imut."


Xia hanya tersenyum melihat Wei Wei dan Lun mencuit pipi putra dan putrinya.


"Apa nama mereka puteri?" Tanya Lun


"Putra ku bernama Putra Bei Ying Ming dan Putri ku Bei Mi Ren."


"Nama yang bagus."


"Mulai sekarang, ku tugaskan kalian berdua untuk menjadi pengasuh untuk anak-anakku."


"Terima kasih puteri, kami sangat bahagia mendengarkan nya." Xia tersenyum melihat kedua pelayan nya karna suka dengan tugas baru mereka.


Setelah itu Xia memanggil Zu.


"Zu, apa kau mau mengikat kontrak dengan ku?"


"Apa bisa Xia?"

__ADS_1


"Kalau kau mau, mari kita lakukan."


"Sebenarnya udah lama aku mau menjadi haiwan kontrak mu tapi aku sadar, karna kuasa ku tidak hebat seperti mu. Jadi aku tidak sanggup untuk katakan padamu, aku malu. Sekarang karna kamu bertanya padaku aku tidak akan menolaknya. Terimalah kuasa mutiara ku." Xia tersenyum dan mengambil mutiara biru Zu dan menelan mutiara itu.


__ADS_2