
Putra Feng Xi yang mendengar kata adiknya langsung berpaling dan berundur beberapa langkah. Putra Feng Xi mencoba untuk mengawal emosinya dan mengelap air matanya. Setelah tenang Putra Feng Xi berjalan kearah Xia.
"Ba.. bagaimana de.. dengan me..re..ka??" Suara Putra Feng Xi bergetar karna mencoba menahan tangisannya.
"Aku akan membawa jiejie ke suatu tempat untuk merawatnya." Ujar Xia.
"Dimana tempatnya Xia? Apa bisa kita membawanya kesana dalam keadaannya seperti ini?" Tanya Selir Ying. Mereka saling menatap Xia, menanti jawapannya.
"Kalian akan tau nanti karna aku akan membawa kalian semua kesana." Ucap Xia dan memanggil Nagin keluar membantu.
"Nagin kamu bawa mereka masuk, Aku akan membawa jiejie Yanna terus keruang rawatan."
Mereka yang lainnya hanya terdiam, mereka tidak mengerti dengan apa yang Xia maksudkan.
Xia memegang Jiejie Yanna dan langsung fokus ke tempat tujuannya. Ketika tiba diruang dimensi, Yanna langsung berbaring diatas kasur diruang rawatan. "Fuhh.. nasib baik berhasil." Ujar Xia.
Menteri Chu, Selir Ying dan Putra Feng Xi yang baru pertama kali tiba di ruang dimensi bintang merasa hairan melihat tempat itu.
"Dimana ini.?" Tanya mereka bertiga serentak. Mereka sempat merasa kagum dengan kecantikan tempat itu.
"Kita berada didalam ruang dimensi bintang milik Xia."
"Apa!! Ruang Dimensi??" Ucap Putra Feng Xi terkejut.
"Iya.. Ayo kita menuju ke Istana itu, Xia udah menanti kita disana" ucap Nagin. Mereka pun mengikuti langkah Nagin menuju ke Istana.
Setibanya dihadapan ruang rawatan, Nagin berbicara dengan melalui teknik telepati.
"Xia kami udah tiba."
"Masuklah, aku udah membuka penghalangnya." Ujar Xia, dan Nagin pun meminta mereka untuk masuk kedalam ruang itu.
__ADS_1
Mereka pun masuk kedalam bilik rawatan. Mereka terkejut melihat sekitar bilik rawatan itu. Terdapat banyak peralatan yang mereka tidak pernah lihat sebelum ini.
Melihat pandangan keluarganya seperti merasa aneh dengan ruangan itu, Xia pun berkata "Aku akan terangkan setelah merawat jiejie Yanna. Mendekatlah kita akan melihat keadaan anaknya terlebih dahulu."
"Kalian lihat ini, dia aktif. Maksudku dia sihat dan keadaannya tidak perlu kita bimbangkan." Terang Xia sambil menunjukkan gambar. Walaupun mereka merasa aneh dengan alat yang berada didepannya tetapi mereka bisa tersenyum dengan apa yang mereka dengar dan lihat.
"Kak anakmu belum bisa keluar, karna terlalu bahaya untuknya. Kita harus menunggu sehingga usia kandungan sembilan bulan. Tapi tidak usah khawatir karna anakmu terlihat sihat." Xia tidak mau mengambil risiko karna, diruang rawatan ini masih kekurangan peralatan.
"Syukurlah.. bagaimana pula dengan isteriku?"
"Jiejie Yanna, masih lemah. Kita harus menunggu dia sadar dahulu. Jika kesihatan nya menurun, kita harus mengeluarkan anakmu secara paksa untuk menyelamatkan nyawa anakmu. Sekarang aku tidak bisa memberi dia sebarang obat atau pil karna bisa menjejaskan kandungannya. Jika anak kalian keluar barulah aku bisa merawat jiejie Yanna, sekarang ini dia memerlukan sokongan dari kita semua. Kita harus memberinya kata - kata semangat padanya, agar dia bisa kuat. Aku mohon, jangan menangis didepannya, karna itu akan memberikan tekanan padanya dan bisa menjejaskan kesihatan nya." Xia menerangkan dengan bahasa yang mudah difahami. Mereka terdiam mendengar kata dari Xia. Terlihat air mata Putra Feng Xi yang tidak henti mengalir mendengar bicara dari Xia, tanpa mengeluarkan suara. Xia mengusap belakang punggung kakaknya agar dia bisa sedikit tenang.
Xia sudah menusuk branula ditanggan Yanna agar mudah menambahkan air dan vitamin yang diperlukan ke badannya. Harus dilakukan, jika keadaan Yanna masih belum siuman lagi.
Setelah selesai scan kandungan, Xia meletak alat mendeteksi denyutan jantung bayi diperut Yanna. Agar bisa mengetahui denyutan jantung anaknya.
Xia meminta Leo mengarahkan mereka yang berada diluar kamar gegenya agar beredar dan jangan ada yang mengganggu atau masuk ke dalam kamar gegenya. Xia juga menyuruh Leo membawa Cisin masuk keruang dimensi.
"Aku akan menerangkan kebenaran nya pada kalian. Walaupun waktunya kurang tepat, tapi aku harus mengatakannya." Mereka hanya diam dan melihat kearah Xia, untuk meminta penjelasan.
"Sebenarnya aku bukan Putri Chu Xia Lin yang sebenar. Aku tidak tau bagaimana aku bisa berada ditubuh ini."
"Apa maksud mu??"
Xia terdiam sebentar, dia tidak tahu bagaimana harus menerangkan hal yang sebenarnya. "Begini, apakah kalian tidak merasakan perubahan dari ku setelah aku jatuh dari kolam dan sadar dari pingsan beberapa bulan yang lalu?"
Mereka terdiam seketika dan akhirnya mengangguk kan kepalanya. mereka menyadari, memang terdapat kalainan dengan sikap Xia.
"ketika aku sadar aku dapati, aku bukan diriku yang dahulu lagi. Wajahku, namaku dan kamar tidur itu berbeda dengan milikku. Saat itulah aku sadar yang aku berada di jasad milik orang lain. Aku juga tidak tau bagaimana ia terjadi."
"Dimana Putri ku yang sebenar?" Tanya menteri Chu.
__ADS_1
"Maaf.. dia telah meninggal ketika itu."
"Apa..!!" Mereka bertiga teriak serentak.
"Xia, kamu adalah anakku. Apa yang berlaku pada dirimu, kamu tetap anakku. Ayah tidak mahu kamu bahaskan hal ini lagi." Menteri Chu berkata sambil menahan tangisannya, terlihat riaksi wajahnya kecewa dan kesal. Sukar untuknya percaya akan hal seperti ini. Dia juga merasa menyesal karna tidak menjaga anaknya dengan baik dahulu.
"Betul apa yang ayah kamu katakan Xia." Selir Ying juga bersetuju dengan suaminya. Putra Feng Xi hanya mengangguk kan kepalanya.
"Sejak kapan kamu memiliki ruang dimensi ini Xia? Tanya Putra Feng Xi.
"Sejak aku sadar dari pingsan waktu itu."
"Oh.. jadi alat dan barang dalam ruang dimensi mu ini.."
"Memang ada sejak aku memiliki ruang dimensi ini." Xia memotong ucapan gegenya. Xia merasa tenang dan lega setelah menceritakan hal yang sebenar kepada keluarganya.
Xia mengajak Cisin untuk membantunya memasak. Dia meninggalkan keluarganya di ruangan itu, agar bisa memberi ruang pada mereka untuk bertenang.
Setelah selesai masak, mereka pun makan bersama. Selesai makan Xia melihat keadaan Yanna.
'Denyutan nadi nya sudah stabil, pasti dia akan siuman sebentar lagi.' ujar Xia dihatinya.
Menteri Chu dan Selir Ying meminta untuk keluar dari ruang dimensi dahulu, dia khawatir pasti yang lainnya mencari mereka. Xia membawa Menteri Chu dan Selir Ying keluar dari ruang dimensi. Putra Feng Xi mau berada disisi isterinya.
Mereka keluar dan telah berada didalam bilik Putra Feng Xi.
"Xia nanti beritahu kami, jika ada sebarang perubahan atau perkembangan dengan Yanna." Ujar Selir Ying.
"Baiklah bonda." Xia melihat ayahnya dan memegang tangan ayahnya. " Ayah, maaf kan aku. Aku berjanji tidak akan membahas akan hal itu lagi. Aku akan tetap menjadi anak ayah." Menteri Chu menangis dan memeluk Xia.
"Maafkan ayah Putri ku.. maaf kan ayah karna ego. Ayah tidak dapat menerima kenyataan itu."
__ADS_1
Setelah selesai berbicara dengan ayah dan bondanya. Xia pun masuk kembali ke ruang dimensi bintang.