Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
113 - Guru Tao Fat


__ADS_3

Semua murid di kantin merasa panasaran dengan Xia karna dia dengan beraninya mencari masalah dengan murid guru Phang.


"Guru mohon maaf bagi pihak sekta."


"Tak apa guru, mereka yang salah."


"Sepertinya kita akan menghadapi masalah."


"Maksud guru apa?"


"Kamu akan tahu nanti. Apa adik mu memerlukan obat?"


"Tidak perlu, aku udah mengobatinya."


"Kalau gitu guru pamit dulu, karna masih ada urusan."


"Sebentar guru.."


"Ada apa Xia?"


"Apa, murid mu ini bisa melihat keadaan guru Chee? Jika bisa aku akan mengobatinya."


Guru Lee merasa gembira mendengarkan nya. "Jika kamu sudi merawatnya, mari kita pergi melihatnya sekarang."


"Sekarang?? Tapi guru kata masih ada urusan."


"Oh iya, tapi urusan itu masih bisa di tunda. Keadaan guru Chee lagi penting."


"Sebentar aku tanya yang lainnya dulu, apa mereka juga bisa mengikuti ku?"


"Ya bisa."


Xia pun bertanya pada yang lainnya. Mereka mau mengikuti Xia pergi melihat keadaan guru Chee. Mereka juga sama seperti Xia, tidak ada selera lagi untuk makan.


Guru Lee menunjukkan jalan menuju ke tempat guru Chee berada. Setibanya mereka disana, Xia langsung melihat keadaan guru Chee. Dia memeriksa denyutan nadi guru Chee. Ternyata guru Chee terkena racun yang sama dengan Putra Jing Zhi. Di badan nya juga terdapat aura hitam juga.


"Bagaimana Xia? Apa bisa di sembuhkan?"


"Aku pernah merawat pesakit yang sama seperti racun yang ada di badan guru Chee dan berhasil."


"Apa benar? Kami udah berusaha untuk menyembuhkan nya tetapi berhujung dengan kegagalan."


"Iya.. aku akan merawatnya, nanti..." Xia menghentikan bicaranya karna ada seorang senior datang dan memanggil guru Lee.


"Guru Lee, pengetua Tao meminta guru dan anak murid guru yang telah memukul anak murid guru Phang pergi ke ruangannya sekarang."


"Ermm... kau pergi dulu, nanti aku akan datang." Murid senior itu pun pergi.

__ADS_1


"Mengapa guru?"


"Udah ku duga. Hermm... Mari kita ke ruangan pengetua."


Xia yang masih bingung pun mengikuti guru Lee. Temannya yang lain pun mengikuti nya.


Di dalam perjalanan Xia bertanya pada Mini. "Minli, apa sebenarnya yang terjadi?"


"Hermm.. Siapa yang membuat masalah dengan pelajar guru Phang, akan di panggil dengan pengetua dan di hukum"


"Tapi kan bukan kita yang membuat masalah?" Xia bertanya lagi.


"Walaupun mereka yang membuat masalah, tetap aja kita yang salah," Guru Lee yang menjawab karna dari tadi dia mendengar pertanyaan Xia.


"Tunggu sebentar." Mereka semua berhenti berjalan. "Guru Lee apakah pengetua itu sama dengan guru Phang?" Xia bertanya berkaitan anggota klan hitam.


"Bukan.. mereka bukan sekutu, tapi guru pun tidak tau mengapa pengetua selalu mengikuti kata guru Phang."


'Sepertinya ada yang tidak beres di sini.' Xia berkata dalam hatinya.


"Mari kita pergi ke ruangan pengetua." Mereka pun melanjutkan perjalanan.


Setiba nya mereka di ruangan itu, Guru Phang dan anak muridnya telah menanti mereka di ruangan itu.


Terlihat murid guru Phang tersengih pada Xia.


"Mengapa guru Tao tidak bertanya dahulu pada kami, apakah benar yang di katakan mereka?"


Ketua sekta bernama Toa Fat itu pun terdiam seketika. Guru Phang mulai khawatir akan kebohongannya terbongkar, langsung membela anak muridnya.


"Ketua, lihat anak muridku memar di wajahnya akibat di pukul dia. Lihat mereka tidak ada cedera sedikit pun."


"Kau lihat sendiri kan apa yang terjadi pada mereka? apa lagi yang ingin kau terangkan hah." Guru Toa berkata dengan marah pada Xia. Membuatkan pria jahat itu tersenyum kemenangan.


"Haa haa.. haa.." Xia tertawa, membuatkan semua orang menatapnya dengan hairan. "Mereka begitu kerana mereka bukan tandingan ku. Siapa suruh dia mencari gara-gara dengan aku, memang silap orang."


"Bererti kau menggunakan kekuatan mu untuk memukul orang lain, begitu maksudmu?"


"Guru Tao, aku hanya seorang gadis yang teraniaya. Murid mu ini cuma mau melindungi diri daripada di perkosa dengan mereka berlima. Apa salah aku mau melindungi diriku? Bagaimana jika calon suami ku tau, jika aku telah di nodai? Pasti tidak ada siapa yang sudi menikah denganku." Xia membuat wajah sedih dan mau menangis. Semua terkejut melihat lakonan Xia, memang membuat ketua sekta menjadi serba salah.


"Kau.. kau..." murid guru Phang mau berbicara tetapi Xia terus memotong ucapannya.


"Guru Tao, dalam keluarga anda pasti ada saudara perempuan. Bayangkan aku adalah saudara guru, apa guru tega membiarkan saudara guru ini di nodai oleh mereka?"


"Guru Phang ternyata murid mu telah memalukan sekta ini. Aku akan melakukan hal yang sama, jika aku di tempat dia." Guru Tao berkata dengan serius.


"Tapi ketua..."

__ADS_1


"Aku tidak mau mendengar alasan mu lagi, aku mau kau menghukum murid mu atau aku singkirkan mereka dari sekta."


"Ketua..."


"Kalian keluar sekarang..!!" Guru Tao menghalau guru Phang dan muridnya.


Xia tersenyum melihat mereka yang menahan marah padanya dan mereka berlalu pergi.


"Maafkan aku karna tidak menyiasat hal ini dahulu. Aku juga tidak tau, ada apa dengan perasaan ku ini." Guru Tao tersenyum pada mereka.


"Tidak mengapa guru.. guru Tao apa aku bisa memeriksa denyutan nadimu?" Xia dapat merasakan sesuatu yang lain pada guru Tao dan dia mau memastikannya.


"Mengapa.. aku tidak merasa, aku seperti orang yang sakit?"


"Tadi guru Tao kata, guru ada masalah dengan perasaan guru. aku hanya mau memastikan nya sahaja."


"Ermmm."


"Tidak usah khawatir, muridmu ini hanya mau periksa saja, tidak mengambil masa yang lama." Guru Tao pun memberi tangannya untuk di periksa oleh Xia.


Xia pun memerika denyutan nadi guru Tao dan ternyata denyutan nadi guru Tao tidak teratur.


"Apa kalian dapat merasakan aura hitam di badan guru Tao?" Xia bertanya pada haiwan kontraknya melalui teknik telepati.


"Ya Xia.. aku dapat merasakan nya." Leo


"Aku juga merasakannya.. jika berada dekat begini, baru kita dapat merasakan aura itu." Nagin


"Pasti aura hitam di dalam badannya hanya sedikit sahaja, untuk mengelakkan di ketahui orang lain." Renyu


"Bagaimana? Apa aku ada penyakit dalaman?" guru Tao bertanya.


"Aura hitam.."


Semua yang berada di situ terkejut mendengar ucapan Xia,


"Apa benar?? Tapi aku tidak dapat merasakan aura itu?"


"Itu karna orang meletakkan aura hitam itu tidak mau di ketahui. Dan aura hitam di badan guru hanya sedikit sahaja. Apa guru mau aku menyingkirkannya?"


"Iya.. iya.. apa kau bisa?"


"Aku akan mencoba. Aku akan lakukan sekarang." Guru Toa langsung menganggukkan kepalanya.


Perlahan-lahan Xia mula menggalirkan qi nya. Semakin lama semakin kuat, Xia melawan aura hitam itu menggunakan tenaga dalamanya. Terdengar guru Tao mengerang kesakitan dan muntah darah. Perlahan-lahan rasa sakit itu hilang dan akhirnya Xia menghentikan rawatannya.


Terlihat Xia keletihan karna menggunakan banyak tenaga **********. Nagin langsung keluar memberi Xia minum air sungai pemulih jiwa. Nagin juga memberikan pada guru Tao juga.

__ADS_1


__ADS_2