Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
88 - Kebenaran


__ADS_3

"Memang benar yang dikatakan Bao, pria itu bukan lah pria sembarangan. Dia adalah singa mutasi, haiwan kontrak putri Xia."


"Apa!!!" putra Ren Zie dan Ming terkejut mendengarkan bicara dari Xiong.


"Ha..haiwan kontrak tahap sempurna??"


"Iya.. aku tidak akan salah menilainya karna kami mempunyai tahap kultivasi yang sama. Tidak hanya itu saja Putri Xia juga memiliki satu lagi haiwan kontrak ditahap sempurna, Ratu ular."


"Ratu Ular." Putra Ren Zie yang merasa terkejut, sehingga menjatuhkan cawan yang dipegangnya.


"Aku mengetahuinya ketika Tuan secara tidak sengaja dibawa Putri Xia ke suatu tempat. Aku kurang pasti di mana tempat itu. Di situlah aku mengetahuinya."


"Kapan aku mengikut nya?"


"Ketika tuan dan putri Xia dipengaruhi racun khayal. Putri Xia mencoba bertahan untuk mengelakkan perkara itu berlaku dengan menggeluarkan banyak tenaga untuk melawan dari pengaruh racun keatasnya. Ketika dia mau pergi ke tempat lain tetapi Tuan sempat memegang kakinya. Dan kalian tiba di dalam sebuah kamar, disebabkan tenaga Putri Xia telah habis digunakan semasa proses pemindahan, dia tidak dapat melawan lagi pengaruh dari racun itu lagi dan..."


"Cukup... apa lagi yang kamu tau?" wajah Putra Ren Zie udah merah.


"Menteri kor dan putri nya yang telah menjebak Putri Xia. Untungnya tuan datang tepat waktu ketika itu, jika tidak mungkin Putri Xia dijebak dengan pria lain."


"Apa!! Tidak sampai sehari dia menjadi selirku, berani dia membuat onar dengan ku. Tunggu akan aku balas perbuatan kalian." Putra Ren Ze merasa marah. "Apa kau tau dimana Xia sekarang atau dia mau kemana?


"Aku tidak tahu."


"Kamu bisa pergi sekarang." Xiong terus menghilang.


"Ming rahasia kan dahulu bahawa kita telah mengetahui rencang busuk selir Lily dan ayahnya."


"Baik.. Tapi hamba merasa panasan tentang tahap kekuataan putri Xia?? Selama ini dia terlihat lemah."


"Mungkin dia menyembunyikan tahap kultivasinya. Dan kamu mesti mencari keberadaan putri Xia secepatnya."


Mereka pun keluar dari tempat makan itu dan kembali ke istana.


Beberapa hari kemudian Xia, Leo dan Zu telah memasuki hutan kegelapan tanpa diketahui oleh pengawal yang mencarinya. Leo merubah ujudnya menjadi singa dan Xia naik di belakang Leo. Sepanjang perjalanan di hutan kegelapan Leo menebarkan aura kekuasaannya, agar tidak ada haiwan yang berani mendekati atau menghalang perjalanan mereka.


Leo menggunakan keseluruhan kekuatan nya agar mempercepatkan pergerakannya supaya mereka bisa cepat sampai ke tempat tujuan. Zu yang menjadi penunjuk arah. Walaupun keadaan hutan kegelapan gelap tetapi Zu boleh menunjukkan jalan berpandukan aura temannya yang menetap didalam laut.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai di pinggir laut. Xia pun turun dari belakang Leo.


Uuwakk... uuwak... Xia langsung muntah setelah turun.


"Xia apa kau tidak sihat?"


"Kepala ku pusing mungkin karna kau bergerak terlalu laju. Aku hanya butuh istirehat"


"Maafkan aku Xia." Xia hanya tersenyum.


"Xia minum dulu air permulih jiwa ini." Nagin keluar dari ruang dimensi karna kawatir dengan Xia. Setelah meminum air permulih jawa, Xia udah tidak merasa pusing lagi.


"Ayo istirehat di ruang dimensi."


"Aku mau disini aja." Xia berbaring di atas rimbunan rumput dan melihat kearah bulan. Yang lainnya turut berbaring di sebelah Xia.


"Pada malam terakhir aku bersama Putra Jing Zhi, dia ada memberitahuku, jika aku merinduinya lihat bulan. Bulan hanya ada satu dan dimana pun dia berada pasti kami akan merenung bulan yang sama." Xia melihat bulan itu berubah menjadi wajah Putra Jing Zhi sambil tersenyum manis kearahnya. Xia mengangkat tangannya dan membuat seakan-akan dia membelai pipi Putra Jing Zhi, Terasa terhapus semua beban rindu pada kekasihnya. Akhirnya Xia terlena dengan linangan air matanya. Temannya yang lain hanya melihat kelakuan Xia.


"Leo ikut aku masuk ke ruang dimensi, kita harus mengambil selimut untuk Xia karna di sini terasa dingin. Kita juga harus membawa keluar pelayan Lun dan Wei Wei. Mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi dalam keadaan begitu. Zu lindungi Xia."


Mereka pun mula melakukan tugas yang harus dilakukan. Setelah membawa Lun dan Wei Wei keluar, Leo menggunakan kuasanya untuk membuat sebuah pondok menggunakan pohon yang berada disekitar. ketika masuk ke ruang dimensi tadi, Leo udah meminum air pemulih jiwa dan membuatkan dia kembali bertenaga.


"Xia apa kamu udah bangun, pergi mandi dahulu. Jiejie udah siapkan air mandian untukmu. Nanti kita makan bersama." Cisin bicara dan Nagin menunjukkan kamar mandi.


Setelah itu mereka makan bersama. Selesai makan Xia merawat Lun dan setelah mengeluarkan aura hitam di badan Lun, dia pun sadar.


"Dimana ini dan siapa kalian?"


"Lun.."


"Wei Wei, kita di mana?"


"Lun ini Putri Xia, dia yang menyelamatkan kita. Jika aura hitam tidak di keluarkan dari badan kita, pasti kita akan mati."


"Apa aura hitam? Putri Xia??" Lun berfikir sebentar dan ingatan nya telah kembali. "Putra Jing Zhi!"


Lun menangis.

__ADS_1


"Udah tidak perlu menangis lagi, ceritakan padaku apa yang kau tahu."


"Maaf Putri Xia. Hamba akan.."


"Bicaralah dengan santai."


"Aku.. aku yakin mereka ahli kumpulan klan hitam. Aku terdengar percakapan mereka dan aku sangat mengenali salah satu suara daripada mereka."


"Siapa dia katakanlah" Xia tidak sabar mengetahuinya.


"Putra Hei Zi anak selir Hui."


"Apa!! Apa benar kata mu Lun?" tanya Wei Wei untuk kepastian karna tuduhan itu sangat berat.


"Aku yakin dengan apa yang aku dengar."


"Zu, ada yang aku ingin taraya padamu."


"Apa yang ingin kau ketahui?"


"Sebelum ini aku lupa untuk bertanya pada Jing Zhi. Berkaitan racun dan aura hitam ditubuh nya dahulu, apa ia ada kaitan dengan klan hitam juga?"


"Iya, mereka mau membunuh Putra Ren Zie dan Putra Jing Zhi. Karna mereka anak kepada permaisuri. Sebenarnya permaisuri mempunyai lima orang anak tetapi telah mati kesemuanya dan sekarang hanya tinggal Putra Ren Zie seorang. Putra Ren Zie pernah diserang kira kira setahun yang lalu. Nasib baik ada seorang wanita yang menyelamatkannya."


"Di serang? Apa ketika itu dia berada disekitar hutan Lingzhi?"


"Ya, pada awalnya dia pergi ke selatan kerajaan barat karna mempunyai tugas disana tetapi ketika dia di serang hendap. Dia berpisah daripada pengawalnya dan melarikan diri masuk ke hutan Lingzhi. Tapi bagaiman putri tau tempat itu?"


"Karna aku yang menyelamatkan nya. Pada mula aku bertemu dengannya, aku seperti pernah melihatnya sebelum itu. Dan tepat dugaan ku, memang dia orang nya." Mereka terkejut mendengarkannya.


"Lun ada lagi yang kamu tau?"


"Siapa kalian? Berani-beraninya tinggal di wilayah ku tanpa kebenaranku?" Tiba-tiba mereka di kejutkan dengan suara seorang wanita.


"Apa kau tidak mengenaliku lagi puteri?"


"Zu? Benarkah kamu?" Putri itu tersenyum dan mendekati Zu setelah wanita itu merubah ujud menjadi manusia.

__ADS_1


Zu yang masih berbentuk naga hanya bisa merenung Putri yang berubah menjadi manusia. Mereka berdua saling berpandangan.


__ADS_2