Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
35 - Memecahkan Permasalahan


__ADS_3

Mereka masuk kedalam desa Kisan. Xia sangat terkejut karena semakin masuk kedalam asap semakin tebal.


Akhirnya mereka tiba di sebuah rumah.


"Kor, apakah asap setebal ini akan terjadi setiap kali terjadinya musim kemarau." Tanya Xia


"Iya Puteri, tetapi kejadian kali ini sangat lama. Biasanya tidak selama sekarang. Biasanya dua ke tiga bulan sahaja."


Mereka pun masuk ke ruang yang terdapat 3 mayat yang telah di tutup kain putih.


"Kor dan Putra Yun, kalian tunggu diluar. Aku akan langsung melakukan bedah siasat mayat ini." Kedua mereka pun keluar dari ruangan itu.


"Nagin, Leo. Apa kalian sanggup melihat aku bedah mayat?"


"Iya, aku bisa." Ujar Leo dan Nagin pun mengangguk kepalanya.


Setelah memakai sarung tangan dan memakai baju khas, Xia mengeluarkan peralatan yang diperlukan. Xia memulakan membedah mayat yang pertama. Di jaman moden dia pernah melihat paru paru mayat yang meninggal akibat pelbagai masalah penyakit paru paru. Maka kondisi mayat pertama memang terdapat masalah pada hati dan ginjal. Dia juga melihat organ penting yang lainnya. Setelah selesai dia menjahit tempat yang dibelah.


Setelah selesai menguruskan mayat pertama, Xia membuka sarung tangan nya dan menulis sesuatu di sebuah buku.


Kedua mayat yang lainnya, dia melakukan proses yang sama. Xia akan mencatatkan maklumat yang diperolehi di bukunya.


setelah selesai Xia langsung membersihkan diri di ruang demensi. Setelah itu Xia meneliti notanya, Xia mengeluh.


'Sepertinya hal ini sangat susah diuraikan. Kalau di jaman moden bisa tanya senior ku. Disini mau tanya siapa? Dengan peralatan yang terhad lagi. Pusing kepalaku.' kata Xia dihatinya. Di jaman moden Xia udah abis kuliah bidang kedocteran tapi dia sambung kuliah bidang kajian tumbuhan obat herba.


Leo dan Nagin hanya membantu, bila Xia mengarahkannya. Setelah selesai mereka pun keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana dengan hasilnya Putri Xia?"


"Aku akan memberitahumu keputusan nya setelah aku melakukan sesuatu."


"Kor, dimana para pesakit berada sekarang?"


"Mereka telah kami kumpulkan di ruangan khusus. Bagi mengelakkan jangkitan penyakit ini lebih menular."


"Bawa aku kesana. Aku akan memeriksa keadaan mereka sebelum membuat kesimpulan."


"Baiklah, mari ikut hamba Putri."


Mereka pun mengikut Kor. Setibanya di ruangan itu, memang terlihat ramai penduduk yang sakit.

__ADS_1


"Kor, Aku memerlukan satu ruangan yang bisa aku gunakan untuk memeriksa mereka."


"Ada Putri, di sebelah aula ini ada satu ruangan khas untuk pekerja. Putri bisa menggunakan nya." Kor menghantar mereka ke ruangan yang dimaksudkan.


"Aku akan memeriksa dua orang pesakit, kamu hantar seorang dulu kesini, setelah selesai kamu hantar lagi seorang." Kor mengangguk kan kepalanya.


"Putra Yun duduk di luar dulu. Aku akan melaporkan pada mu setelah memastikannya."


Xia masuk ke dalam ruang itu. Dan kor menghantar seorang pesakit yang diminta, lalu keluar dari ruangan itu.


Terlihat pesakit itu agak sukar bernafas. Suhu badannya panas dan dia batuk. Xia juga banyak mengemukan pertanyaan kepada pesakit itu.


"Paman tutup matamu. Selagi aku tidak menyuruh mu membuka mata jangan dibuka ya." Paman itu mengangguk kan kepalanya dan menutupkan matanya.


Xia mengeluarkan stetoskop nya. Lalu mendengar pernafasan dan memeriksa denyutan nadi. Lalu mengambil darah untuk diperiksa.


Xia melakukan proses yang sama dengan pesakit yang kedua. Setelah itu Xia masuk ke ruang dimensi dan menuju ke ruang rawatan untuk melakukan test darah.


Setelah mendapatkan keputusan, dia pun menulis di dalam bukunya. Dan selesai semuanya, Xia pun keluar dari ruang dimensi Setelah membersihkan diri.


Leo dan Nagin yang menanti di ruang pejabat itu tersenyum melihat Xia.


"kamu tolong panggil kan pangeran dan Kor masuk kesini."


Nagin pun memanggil mereka masuk. Setelah mereka masuk ke ruangan itu, Xia terus memaklumkan hasil yang diperolehi nya.


"Setelah aku membuat kajian, ternyata penyakit yang mereka hidapi tidak sama."


"Terdapat pelbagai complications terhadap organ dalaman."


"Apa maksud mu dengan complications?" Tanya Putra Yun.


"Terdapat pelbagai kerumitan atau jenis penyakit yang dihidapi oleh pesakit."


"Tapi Putri, setiap kali musim kemarau dan terjadinya kebakaran seperti ini, tidak berlaku kematian atau ramai yang sakit sakitan seperti kali ini?" Tanya Kor hairan.


"Pada pendapat ku, kerosakan organ badan itu terjadi perlahan lahan. Sehingga kehari ini, organ yang telah rosak dan ditambah lagi menghidu semula asap seperti ini. Membuatkan kerosakan fatal organ mereka, karna terlalu banyak menghidu asap. Kes begini biasanya menyerang tubuh manusia yang lemah seperti orang yang berusia dan kanak kanak." Terang Xia dengan bahasa yang mudah difahami oleh mereka semua.


"Bagaimana caranya untuk menyelamatkan penduduk yang tidak sehat Puteri?" Tanya Kor


"Ermm.. sebentar, aku harus menghilangkan asap yang terkumpul didesa ini terlebih dahulu. Setelah itu, barulah aku akan coba merawat penduduk yang tidak sehat."

__ADS_1


"Bagaimana caranya?" Tanya Kor


"Kor, kamu hantarkan aku ke tempa hutan yang terbakar itu sekarang."


"Baiklah Puteri, mari saya tunjuk kan jalannya."


Mereka pun mengikuti Kor menuju ke hutan yang terbakar.


Setiba nya mereka disana, terlihat kebakaran hutan telah reda. Hanya kelihatan sisa kepulan asap yang banyak masih ada.


"Api nya telah terpadam. Leo mari kita timbus tanah ditempat yang terbakar."


Xia dan Leo menggunakan kuasa element bumi yang bisa menggerakkan tanah. Mereka berdua menghetak tangan ke atas tanah.


DUUAARR.. DUUAARR.. Buuusshhh..


Terlihat pasir pasir yang ada disekitar bergetar dan menutupi sisa kebakaran hutan itu.


Akhirnya mereka bisa menutupi kesemua kawasan yang terbakar menggunakan tanah yang ada disitu.


Banyak aura qi yang Xia dan Leo gunakan untuk melakukan nya. Xia mengeluarkan pil peningkat qi dari cincin ruang nya dan memberikan pada Leo. Leo dan Xia menelan pil peningkat qi. Aura qi mereka kembali pulih.


"Baiklah sekarang bagaimana cara nya untuk kita menghilangkan asap yang tersisa ini?" Tanya Xia.


"Hanya hujan yang bisa menghilangkan asap ini." Jawab Kor.


Mereka mengangguk kan kepalanya dan mula berfikir.


"Bagaimana caranya?? hujan... Hujan.. hujan.." kata Xia sambil terus berfikir.


"Kor, dimana ada sungai yang tidak kering di kawasan terdekat?" Tanya Putra Yun.


"Yang terdekat dibalik hutan itu pangeran." Tunjuk kor ke arah yang dimaksudkan . Desa Kisan di keliling oleh hutan.


"Kamu punya idea Putra Yun?" Tanya Xia.


"Iya, aku memiliki kuasa element air. Maka aku fikir mau menggunakan air sungai terdekat dan coba menghasilkan titisan air hujan didesa ini. Menurutmu bagaimana?"


"Idea yang bagus, tapi rasanya kita memerlukan ramai kultivator yang mempunyai element air." kata Xia


"Iya, kita perlu mengumpulkan beberapa kultivator agar bisa membantu menyingkirkan asap ini.

__ADS_1


__ADS_2