Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
28 - Merawat Kakek


__ADS_3

"Bisa pasti bisa. Wajahmu sama persis seperti Putri Xi Xiana waktu seumur mu." Kaisar Xi mendekat dan memeluk Xia.


"Maaf kan paman yang tidak tau akan kewujudan mu Putri. Jika paman tau, pasti paman akan melindungi mu." Kaisar Xi berkata sambil menitiskan air mata hiba dan gembira.


"Bukan salahmu paman. Apa kita bisa pergi sekarang? Aku mau merawat kakek jika bisa."


"Apa kamu seorang tabib?" Tanya Kaisar Xi


"Sejak kapan kamu bisa merawat orang?" Tanya kakaknya


"Ermm.. sejak aku diusir oleh ayah, Aku bertemu seorang kakek. Sekarang dia menjadi guruku. Dia juga menyembuhkanku dari racun yang ada ditubuhku. Bahkan aku bisa berkultivasi sekarang. Berbulan bulan lamanya aku di hutan lingzhi karna berlatih bersamanya didalam sebuah gua. Gege dan lainnya tidak bisa menemuiku karna guruku telah membuat mantra menutup gua, supaya tiada yang bisa mengganggu Kami berlatih " Kata Xia berbohong.


Mereka terkejut mendengarkan ucapan Xia dan mempercayai nya.


"Kalau gitu, Ayo Kita ke kamar ayahku dirawat." Ucap kaisar Xi.


"Tapi aku bisa kan membawa teman teman ku sekali?" Kaisar Xi mengangguk kan kepalanya dan mereka pun menuju ke kamar kakek.


Setelah tiba di kamar, Mereka memberi salam hormat kepada Keluarga kaisar. Bonda kaisar Xi terkejut melihat wajah Xia.


"Putri Xi Xiana!!..." Kata Bonda kaisar Xi, pabila terlihat wajah tetamu yang datang.


"Maaf, saya Putri Xia Lin."


"APA!!!.."


"Bonda, dia adalah cucu bonda. Ternyata selama ini dia masih hidup."


Bonda kaisar Xi menangis dan langsung memeluk Xia.


"Cucuku, Maafkan nenda."


"Tidak perlu meminta maaf nenda. Semua ini bukan kesalahan nenda."


Setelah menjelaskan pada nenda nya, Xia meminta ijin untuk memeriksa kesihatan kakek nya.


"Bisakah kalian semua keluar dari kamar ini, karna aku perlu fokus untuk melakukan perawatan. Kecuali Leo, kamu bantuin aku ya?"


"Apa ayah beta bisa sembuh?" Tanya Kaisar Xi.

__ADS_1


"Aku akan buat yang terbaik untuk menyembuhkannya. Percaya lah padaku."


Kaisar Xi mengangguk kan kepalanya dan menyuruh yang lainnya keluar. Tabib yang ada disitu meremehkan kemampuan Xia.


'Cih.. Apa mungkin anak semuda dia bisa menyembuhkan kakeknya.' Gumam Salah seorang tabib dihatinya.


"Tunggu dulu tabib, Aku mau nanya, gimana tahap kesihatan kakekku sekarang."


"Sejak kemarin, kesihatan baginda semakin merosot. Sekarang baginda dalam keadaan koma." Ucap salah satu tabib yang ada.


"Baiklah, terima kasih." mereka pun keluar


Xia langsung memeriksa denyutan nadi kakeknya.


"Leo bantuin aku bukakan seluruh pakaian kakekku kecuali seluar dalamnya tidak perlu."


Leo pun mengangguk kan kepalanya dan membuka pakaian kakek Xia.


Xia langsung menusuk jarum akupunktur nya keseluruhan bahagia titik meridian tubuh kakeknya.Dan menyalurkan aura qi nya.Tidak lama kemudian terlihat gerakan ditangan kakeknya. Xia menghentikan menyalurkan qi, lalu mencabut kembali jarum. Terlihat Xia berpeluh peluh dan kelelahan karna kehilangan banyak qi.


"Leo bantuin aku, pakaikan semula pakaian kakekku."


Setelah itu terlihat kakeknya membuka Mata.


"Kek apakah kamu udah sadar. Leo bantuin aku untuk dudukkan kakekku. Beri dia pil pencuci darah ini agar bisa dia keluarkan darah Kotor ditubuhnya."


Leo menyandarkan punggung kakek Xia kebadannya dan memberi pil pencuci darah. Tidak lama kemudian kakeknya memuntahkan seteguk darah.


'Diakah Putri Xia Lin, cucuku. Wajahnya memang terlihat Sama seperti anak kesayangan ku, Putri Xi Xiana.' Gumam kekek Xia dihatinya. Keadaan nya masih lemah, tidak mampu berbicara dan dia juga terdengar apa yang dibicarakan mereka semua tadi di dalam kamarnya saat masih koma.


"Kakek apakah kamu bisa mendengar akan suaraku?" Kakeknya hanya mengangguk kan kepalanya.


"Bagus, sekarang aku mau memberimu pil peningkat qi. Agar kamu bisa ada tenaga sekarang. Setelah itu aku akan berimu pil penyembuh." Walau pun terkejut mendengar nama nama pil yang disebutkan Xia tadi tapi kakeknya hanya mengangguk kepalanya.


Setelah memberi pil pil itu, terlihat wajah kakeknya kembali segar, lalu Xia memberi minum air pemulih jiwa.


"Te..ri..ma ka..sih cu..cuku, kar..na ka..mu te..lah me..nyem..buhkan ku." Ucap kakek Xia terbata bata saat bicara. Xia hanya tersenyum.


"Leo, kamu udah bisa membaringkan kembali kakekku dan setelah itu tolong panggilkan mereka masuk." Leo mengangguk kan kepalanya dan pergi memanggil yang lainnya untuk masuk.

__ADS_1


"Kakek harus banyak istirehat untuk memulihkan kesihatan kakek." Nasihat Xia.


Setelah itu mereka pun masuk kedalam kamar.


"Xia bagaimana keadaan ayahku?" Ucap kaisar Xi sejurus masuk kekamar.


"Kakek udah sadar tapi keadaan nya masih lemah. Dia butuh istirehat secukupnya untuk memulihkan tenaganya."


Kaisar Xi dan bonda nya terus berjalan menghampiri ranjang. Dan ternyata benar yang diucapkan Xia, ayah nya telah sadar dan melihat kearah mereka. Bondanya menangis saat melihat suami nya udah sadar. Beberapa tabib yang ada terkejut semuanya. Pada awalnya Mereka udah menyerah dan tidak tau cara untuk menyandarkan ayah kaisar Xi.


"Maafkan saya Puteri, apa bisa saya memeriksa denyutan nadi kaisar terdahulu?" Salah satu tabib meminta ijin untuk memeriksa dan memastikan sendiri keadaan kesihatan baginda.


"Silakan tabib."


Tabib itu langsung merasa denyutan nadi baginda. Dan ternyata betul, walaupun nadinya lemah tapi denyutan nadinya udah teratur.


"Bagaiman tabib, apa ayahku udah sihat?" Tanya Kaisar Xi.


"Ya Tuanku, ternyata Putri Xia Lin adalah seorang tabib yang hebat sekali, hamba kagum terhadapnya. Di usia mudanya dia bisa memulihkan orang yang sakit parah." Terang tabib itu dan yang lain nya tersenyum mendengar kabar gembira itu.


"Kakek harus istirehat sekarang. Menurutku kita tidak harus mengganggu kakek tidur. Lagian aku sekarang lapar, aku mau makan." Ujar Xia yang lainnya ketawa melihat wajah imut Xia.


"Ayo sayang, nenda akan menyuruh koki untuk menyediakan makanan yang lezat untuk kalian. Makasih ya, kamu bisa menyembuhkan kakekmu." Xia hanya tersenyum mendengarkan ucapan nendanya. Nendanya pun menyuruh pelayannya supaya memberitahu koki untuk memasak hidangan istimewa untuk tetamunya.


Mereka semua pun keluar dari kamar. Ketika berjalan keluar, mereka berpapasan dengan Putra Mahkota Huan Zo dan isterinya. mereka memberi hormat kepada kaisar Xi. Pada mulanya Putra Mahkota Huan Zo tidak perasan akan Putri Xia Lin, dia hanya melihat Putra Feng Xi.


"Putra Feng Xi kamu juga ada disini." Tanya Putra Mahkota Huan Zo.


"Iya, aku melawat kakek ku dan sekali membawa adikku untuk di perkenalkan kepada kaisar Xi sekeluarga serta merawat kakek."


"Adikmu yang mana satu..?" Tidak sempat menghabiskan bicaranya, Putra Mahkota Huan Zo terkejut melihat Putri Xia Lin berada diantara mereka. "Putri Xia Lin..!!, Apa kamu masih hidup..?" Dia tersenyum manis karna gembira.


Melihat suaminya tersenyum manis kepada seorang gadis yang cantik didepannya Putri Zana merasa iri melihatnya.


"Ya, ini Aku masih hidup.. apa kamu mau melihat kakek? Dia udah sadar tapi sekarang dia lagi tidur." Ucap Xia tersenyum melihat sahabat yang banyak membantu dia.


"Iya Aku mau melihat kakek tapi kalau dia lagi istirehat tidak apa, lain kali aku bisa melawatnya. Kalian mau kemana?"


"Kami mau ke ruang makan karna dari tadi siang aku tidak makan sekarang udah sore, aku lapar."

__ADS_1


__ADS_2