Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
59 - Merawat


__ADS_3

Terlihat keempat-empat serigala itu menunjukkan reaksi, seperti sedang menahan kesakitan. Ini petanda baik yang menunjukkan bahawa air sungai pemulih jiwa mula bereaksi untuk menyingkirkan racun di dalam badan mereka. Tidak lama kemudian mereka mula memuntahkan darah yang berwarna merah kehitaman. Terlihat air sungai mengeluarkan busa bagi meneutralkan racun yang dimuntahkan oleh serigala itu disekitarnya.


"Aku mau bermeditasi dahulu sekarang untuk mengembalikan tenagaku. Kalian bisa istirehat dahulu, karna mereka udah melepasi tempoh kritis. Terima kasih Nagin dan Ratu karna sudi untuk membantu ku." Ujar Xia


"Tidak perlu berterima kasih padaku, kamu yang telah berkerja keras untuk membantu putra putri dari sahabatku." Ujar Ratu rubah sambil tersenyum. Nagin juga hanya tersenyum dan merasa lega karna Xia bisa menyelamatkan nyawa putra putri serigala.


Xia menelan pil peningkat qi beserta meminum air sungai pemulih jiwa dan duduk bermeditasi di atas batu besar di pinggir sungai pemulih jiwa. Tidak berapa lama kemudian Xia pun selesai bermeditasi, lalu seperti biasa Xia langsung terjun kedalam sungai pemulih jiwa. Dia mandi berhampiran air terjun karna tidak mau terkena darah yang beracun. Air yang mengalir ke dalam kolam ikan juga jauh dari aliran yang terdapat darah yang beracun.


Ratu rubah dan Nagin juga sedang bermeditasi. Xia mengajak Miho untuk masuk ke dalam istana. Xia menukar pakaian dan setelah itu melihat keadaan putra Mahkota. Ternyata putra mahkota telah lepas dari masa kritisnya.


"Leo keadaannya udah lebih baik dari tadi. Sekarang aku mau masak, nanti kita makan bersama." Ujar Xia. Leo tersenyum dan merasa lega mendengar ucapan Xia itu.


Xia pun menuju kedapur dan memasak untuk mereka sambil ditemani oleh Miho. Dan memberi miho makan buah. Selesai masak Xia memanggil Leo melalui fikirannya, setelah itu terlihat Nagin dan ratu rubah masuk keruang dapur.


"Aku baru mau memanggil kalian untuk makan." Ujar Xia


"Bau wangi masakan mu membuat ku lapar. Makanya aku dan Nagin buru-buru kesini." Mereka pun tertawa, sambil membantu Xia menghidangkan makanan di atas meja makan. Setelah Leo datang, mereka pun makan bersama.


Setelah selesai makan, Leo langsung ke bilik rawatan semula karna Xia mengarahkan agar Leo sentiasa melihat keadaan perkembangan Putra Mahkota. Manakala Xia dan yang lainnya menuju ke sungai untuk melihat keadaan serigala yang lainnya.


Setelah memeriksa keadaan mereka semua dalam keadaan yang baik, Xia pun pergi ke pondok ditepi kolam ikan.


Xia bagaimana keadaan mereka semua?" tanya Ratu rubah yang sedang duduk didalam pondok itu dan dipangkuannya terlihat Miho duduk bermanja dengan ibunya.

__ADS_1


"Kesihatan mereka bertambah baik. Tapi disebabkan racun itu telah lama berada di dalam tubuh mereka dan racun itu juga dikatogorikan racun yang berbahaya dan bisa membawa maut, mereka harus berendam didalam sungai pemulih jiwa itu selama tiga sehingga empat hari untuk sembuh total. Bergantung dengan keadaan dan ketahanan tubuh mereka juga. Putra mahkota pula masih memerlukan masa yang lama untuk pulih. Mungkin seminggu karna kecederaan nya lebih parah. Dia terkena tiga panah beracun, karna itulah dia lebih parah dari yang lainnya yang hanya satu panah sahaja." Terang Xia.


"Kamu memang seorang yang hebat Xia. Sepanjang hidupku, belum pernah aku bertemu orang yang sehebat kamu. Tidak sia-sia anakku berada dalam jagaanmu." Puji Ratu rubah. "Tapi tadi kamu bilang semasa di istana sahabatku bahawa kamu akan membawa pulang putra putri mereka besok pagi. Bagaiman ini, pasti mereka kawatir karna kita tidak bisa membawa pulang putra putri mereka besok pagi kan?"


"Tenang Ratu, waktu di ruang dimensi ini tidak sama dengan waktu di diluar." Nagin pun menjelaskan lebih terperinci lagi. Selepas mengetahuinya Ratu rubah rubah pun merasa lega.


"Ratu aku ada permintaan padamu." Soal Xia.


"Apa itu Xia?"


"Aku harap, ratu bisa merahsiahkan tentang ruang dimensi milikku ini."


"Tenang Xia, aku akan merahsiahkannya. Percayalah, ini juga bersangkut dengan keselamatan anakku juga." Ujar ratu rubah sambil mencium Miho.


"Apa aku bisa melihat disekitar ruangan ini?" Tanya ratu rubah.


Miho merasa bersemangat untuk membawa ibu nya berjalan ke dalam hutan. Ratu rubah menukar ujudnya dan mengikuti anaknya menuju kedalam hutan.


Setelah dua hari berada diruang dimensi, keadaan Putra Mahkota udah membaik. Xia mencabut kesemua wayar dan alat medis yang digunakan untuk putra mahkota. Xia memberi pil pencuci darah dan seketika kemudian, putra mahkota memuntahkan darah yang beracun. Setelah itu, Xia mengarahkan Leo untuk meletakkan Putra mahkota ke dalam sungai pemulih jiwa. Putra Mahkota itu pun melalui proses yang sama seperti yang lainnya.


Pada hari kelima, serigala yang direndam didalam sungai telah pulih dan racun dibadan mereka juga telah berjaya dikeluarkan kesemuanya, kecuali putra mahkota yang masih perlu berendam lagi.


Mereka pun mengangkat keempat serigala itu. Dan diletakkan di dalam pondok yang berada di tepi kolam. Di dalam sungai itu hanya putra mahkota yang masih berendam.

__ADS_1


Keempat serigala itu pun mula menggerakkan badannya. Xia memutuskan untuk membawa mereka pulang ke istana serigala, agar rahsia mereka sebenarnya di ruang dimensi bintang tetap aman. Mereka yang lainnya pun bersetuju. Leo menukar ujudnya menjadi singa dan yang lainnya meletakkan keempat serigala itu di atas tubuh Leo. Nagin tidak ikut keluar karna, perlu menjaga putra mahkota yang masih dirawat.


Xia dan yang lainnya pun keluar dari ruang dimensi dan menuju ke dalam ruang rawatan di istana serigala. Mereka pun meletakkan keempat serigala diatas kasur yang mereka tempati sebelumnya. Xia tidak boleh lama disitu dan mengarahkan Leo untuk menjaga mereka serta memberi pil penigkat qi untuk diberikan kepada setiap serigala itu, jika mereka sadarkan diri. Dan Xia pun masuk semula kedalam ruang dimensi.


Pengawal yang melihat kedatangan mereka langsung bergegas memanggil raja dan ratu serigala. Raja dan ratu yang masih terkejut akan hal yang didengarnya langsung menuju kearah ruang rawatan.


"Bagaimana dengan putra dan putriku?" tanya raja yang baru memasuki ruangan itu.


"Mereka semua udah pulih, tapi masih belum sadarkan diri lagi tuanku." Kata kakek tua yang merawat mereka sebelum ini. 'Aku masih tidak percaya bahawa anak muda itu bisa menyembuhkan putra dan putri sepantas ini.' Kata kakek tua itu didalam difikirannya.


"Apa benar Tabib?" ujar ratu seperti tidak percaya.


Tabib tua itu menganggukkan kepalanya. "Benar ratu."


Ratu mendekat dengan putra putrinya dan menangis bahagia.


"Di mana putri Xia?" Tanya Raja yang baru menyadari bahawa Xia tidak berada diruangan itu.


"Xia langsung kembali ke tempat itu semula setelah menghantar kami kesini karna masih harus merawat putra mahkota." Setelah Leo menerangkannya, terdengar seseorang berbicara.


"Di. di.. mana aku?" tanya salah satu serigala yang terbaring.


"Putra ku kamu udah sadar?" ujar ratu. Setelah itu yang lainnya juga turun membuka matanya.

__ADS_1


Leo yang mengingati pesanan daripada Xia tadi langsung memberikan kepada mereka setiap satunya sebiji pil peningkat qi. Setelah mereka menelan pil itu, dan tidak lama kemudian mereka udah sihat dan bertenaga.


"Pil peningkat qi!!" kata tabib tua itu yang merasa terkejut akan pil yang diberikan Leo tadi.


__ADS_2