Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
14 - Aku Puteri Chu Xia Lin


__ADS_3

Siumei memapah Cisin masuk kerumah Miela. Dia meletak kan Cisin di kasur dan menukar pakaiannya. Dia menyuruh Cisin untuk istirehat. Dan keluar untuk bertemu dengan yang lainnya, Siumei melihat ada kesan kelar di lengan Huan, Luka nya kehitaman menandakan dia terkena racun. Dia memanggil Huan masuk ke dalam rumah untuk diobati. Setelah menyuruh Huan duduk, Siumei memeriksa denyutan nadi Huan dan dia mengeluarkan jarum lalu mengoyak kan hanfu yang digunakan Huan.


"Maaf aku morobek bajumu, karna aku ingin menekan titik merindian mu dengan cepat agar racun nya tidak merebak. Nasib racunnya belum merebak ke organ utama." Siumei menusuk jarum di beberapa bahagian tubuh Huan. Dan membersihkan luka dilengan Huan. Dia Juga menyiram luka Huan dengan air sungai pemulih jiwa dan baki nya memberi Huan untuk minum air tersebut, Huan memuntahkan seteguk darah kehitaman, Menandakan racun nya telah keluar. Dia mengambil kembali jarumnya. Lalu Siumei memberi nya pil pencuci darah, untuk mengeluarkan semua racun dalam badannya. Seteguk darah kehitaman keluar lagi dari mulutnya. Dia memeriksa kembali denyutan nadi Huan. Ternyata racun dibadannya sudah abis keluar. Kelihatan muka Huan pucat.


"Ambil pil penyembuh ini dan setelah itu telan pil peningkat qi, bermeditasi sebentar agar qi tubuhmu kembali stabil." Huan menerimanya dan melakukan apa yang disuruh oleh Siumei.


Siumei pamit ke kamar yang menempatkan Cisin, untuk melihat keadaan nya Dan memeriksa denyutan nadi Cisin. Setelah memastikan Cisin baik baik saja, Siumei pun keluar untuk menemui Zan dan Yoshi.


"Apa ada dari kalian yang terluka?." Soal Siumei mereka menggelengkan kepala nya. Lalu Siumei memberikan mereka pil peningkat qi.


"Ambillah pil peningkat qi ini agar bisa menambah kan energi yang terkuras kerana melawan para bajingan itu tadi." Meraka terkejut melihat pil di tangan Siumei dan mengambilnya tanpa ragu. Tidak mahu menolak pil yang berharga. Lalu menelannya, mereka dapat merasakan aliran qi meraka meningkat.


Didepan mereka ada seorang pembunuh upahan duduk melutut dan badan nya diikat.


"Katakan padaku siapa yang mengupah kalian untuk membunuh ku?" Tanya Siumei geram.


"Ceh!! kau fikir dengan semudah itu aku akan beritahumu." Kata pembunuh upahan itu


"Baiklah, ini ada satu kantong koin emas akan ku berikan padamu jika kau mau memberitahu aku siapa orang itu." Siumei berkata dan mencampakkan satu kantong koin emas didepan pembunuh itu. Zan Dan Yoshi yang ada disebelah nya hanya diam tidak mau masuk campur.


'Lumayan, upah ini lagi banyak dari yang aku dapatkan untuk membunuh nona ini. Pembunuh itu tersenyum dengan mata yang berbinar', Begitulah gaya orang yang gila harta.


"Baiklah aku akan memberi tahu mu. Dia adalah Selir Ming."


Huan baru selesai bermeditasi dan menukar pakaian, dia mengambil baju baru dari cincin ruangnya. Lalu setelah selesai dia keluar dari rumah Miela. Dia mendengar semua apa yang mereka bicara kan tadi. Mereka semua terkejut mendengar bahwa Selir Ming yang menjadi dalangnya. Kecuali Siumei yang sudah menjangkakan tentang hal itu.


'Setelah ini aku harus bertanya pada Xia apa hubungan dia dengan Selir Ming? Dendam apa yang ada diantara mereka, sampai Selir Ming ingin mengambil nyawanya.' Huan sangat panasaran akan latar belakang Xia, kerana tadi dia terdengar Cisin memanggilnya puteri

__ADS_1


'Dasar manusia yang tidak berhati perut selalu aja mencari peluang untuk membunuh ku, Setelah aku menjadi kuat, akan ku buat perhitungan dengan kalian' Gumam Siumei dihatinya.


"Nona aku udah memberitamu maklumat yang kamu inginkan, maka lepaskan tali yang mengikatku." Kata pembunuh upahan itu.


"Baiklah," Siumei mengeluarkan pedangnya yang dia letakkan di dalam cincin ruang. Lalu dia melibas leher pembunuh itu. Darah memancut keluar dari lehernya dan dia mati serta merta. "Aku tidak mengatakan akan membebaskan mu."


Yang lain nya terkejut dengan tindakan kejam gadis cantik di depan mereka.


"Xia'er apa bubungan mu dengan Selir Ming dan mengapa dia ingin membunuh mu.? Adakah Selir Ming yang dimaksudkan adalah selir kepada perdana menteri Chu Feng. Tadi aku mendengar Cisin memanggil mu puteri?" Soal Huan


Siumei merasa lebih baik dia berterus terang pada Huan tentang siapa diri nya. Karna dia sudah mendengar bahawa Cisin memanggilnya putri.


"Mari masuk ke dalam dulu, aku mau melihat Miela dan ibu karna sejak tadi aku tidak melihat mereka lagi" Mereka pun mengikuti Siumei, kecuali Yoshi yang diarahkan untuk menguruskan mayat para pembunuh upahan itu.


Tiba didepan pintu kamar ibunya.


"Miela, ini aku jejie Xia, buka lah pintu ini."


Miela dan ibu Tan bersembunyi di kamar, karna tadi Cisin menyuruh mereka untuk bersembunyi dan memberi arahan supaya jangan membuka pintu jika tiada yang memanggilnya. Miela yang mendengar suara jiejie nya pun dengan pantas membuka pintu. Dia menangis ketakutan sambil memeluk Siumei dengan erat.


"Shuuutt, udah jangan nangis. Jiejie ada di sini, penjahat itu udah tewas semua nya." Pujuk Siumei menenang kan Miela.


"Aku takut kak". Dia menyeka air matanya. "Jiejie Cici dimana? Kok, tidak ada disini?" Soal Miela


"Jiejie Cisin sedang istirehat, tadi dia terluka. Tapi tidak perlu kawatir, dia baik baik saja sekarang.” Terang Siumei sambil tersenyum.


Siumei melihat ibu angkatnya. "bu apa ibu baik baik saja? Minum air ini," Dia member air pemulih jiwa kepada ibu dan Miela. Agar bisa menghilangkan rasa trauma meraka.

__ADS_1


Ibu dan Miela meminum air itu. "Nak Siumei siapa meraka? Mengapa mereka kemari? Seingat ibu, ibu ngan ada musuh sama siapa pun?."


"Mereka mencari ku dan ingin membunuh ku."


"APA!!!.. Apa kalian baik baik aja? Mengapa mereka melakukan nya?" teriak ibu Tan terkejut


"Kami baik baik aja.. Gak perlu kawatir. Baiklah aku akan jujur pada kalian tentang siapa diriku. Nama ku adalah Puteri Chu Xia Lan, anak kepada Perdana menteri Chu Feng dan ibuku Puteri Xi Xiana. Aku telah diusir oleh ayah ku kerana aku tertangkap basah tidur bersama seorang pria, tapi aku dijebak, pastinya itu dirancang oleh Selir Ming. Dia yang merancang semua ini karna membenci ku dan ibuku. Dia juga telah banyak kali merancang membunuh ku tapi berakhir kegagalan."


"Sebentar.. sebentar.. kata mu kemarin, Marga mu adalah Xi bukan Chu?" Tanya Huan


"Iya.. Aku menggunakan Marga ibuku, karna sebelum ayah ku menggusir ku dari rumah dia memutuskan hubungan denganku dan tidak ingin aku menggunakan Marga nya."


"Tetapi setahuku Puteri Chu Xia Lin telah meninggal setelah beberapa hari di lahirkan?" Ujar Huan semakin keliru dan Zan juga mendengar kabar yang sama.


Siumei terkejut mendengar pertanyaan itu. Dia tidak tahu nak jawab apa karna ini pertama kalinya dia mendengar kenyataan itu.


"Kabar itu memang benar dan juga salah." Ujar Cisin yang tiba tiba muncul.


"Jiejie!!" Teriak Siumei bersamaan dengan Miela.


"Apakah jiejie udah baikan?" Soal Siumei sambil memeriksa denyutan nadi Cisin.


"Aku udah baikan, ngak perlu kawatir."


Siumei menggangukkan kepala nya. "Pil tadi memang berkesan. Nadi mu udah kembali stabil."


"Apa maksud bicara anda sebentar tadi?" Tanya Huan

__ADS_1


__ADS_2