Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
Hari Yang Buruk


__ADS_3

Pengawal yang datang bersama putra mahkota Ren Zie menahan tawanya melihat keadaan Puteri mahkota Xia Lin.


"Ada apa, pagi-pagi udah brisik disini.." Xia langsung berbaring semula diatas kasurnya dan meletakkan bantal dikepalanya. Melihat Putri Xia kembali tidur membuatnya bertambah marah.


"Pelayan.. pelayan..." Putra Mahkota Ren Zie memanggil pelayan yang seharusnya melayan isterinya.


Mendengar Putra makhota menjerit memanggil pelayan, mereka langsung duduk berlutut dihadapan Putra Mahkota.


"Ampun Putra Mahkota.. ada apa memanggil kami.." Ucap seorang pelayan yang ketakutan. Ada tiga pelayan kesemuanya yang berlutut dihadapan putra Mahkota.


"Mengapa kalian tidak mengejutkan Putri Xia bangun dari tidurnya!!?" Tanya Putra Mahkota Ren Zie sambil menatap tajam ketiga - tiga pelayan itu seperti mau menelan mereka.


"Amppunn Putra... tadi kami sudah kejutkan puteri tetapi Putri mengusir kami, katanya dia sangat mengantuk ada setan yang mengganggunya kemarin.."


"Apa setannnn??" Putra mahkota Ren Zie yang mendengarkannya bertambah merah wajahnya menahan marah. "Pengawal hukum ketiga-tiga pelayan ini karna tidak becus melaksanakan tugasnya." Beberapa orang pengawal pun menarik pelayan itu untuk dihukum.


"Ammppuunn.. aaammpunn kan kami.." Mereka bertiga berteriak.


"Kalian ini.. pagi-pagi udah brisik. Mengganggu aja.. Ada apa sampai kau menghukum pelayan ku suamiku?" Xia yang merasa terganggu tidurnya langsung bangun dan berdiri dihadapan Putra Mahkota Ren Zie. Pengawal yang menarik pelayan putri Xia langsung berhenti.


"Kau.. kauu.. apa kau lupa, bonda mau sarapan bersama kita pagi ini."


"Oppss. aku terlupa." Xia menutup mulutnya dan membesarkan matanya.


"Apa..!! lupa." Putra Mahota Ren Zie langsung memijit kepalanya yang terasa pening memikirkan sikap istennya.

__ADS_1


"Kau tunggu sebentar, aku bersiap dengan segera. Pelayan segera bantuin aku." Ketiga pelayan itu memandang putra Mahkota. Melihat Putra Mahkota mengijinkannya, mereka langsung berdiri.


"Cepat sebelum dupa ini habis kalian mesti selesai. Jika tidak, akan aku hukum kalian semua."


Mereka melihat dupa pewangi bilik yang mereka bakar tadi pagi tinggal separuh sahaja, semua pelayan itu langsung terburu-buru membantu putri Xia bersiap. Nasib baik tadi mereka telah menyediakan air mandian dan baju baru untuk Putri Xia. Setelah mandi Xia langsung memakai baju nya dikamar mandi karna Putra Mahkota Ren Zie duduk minum teh didalam kamarnya. Setelah itu, mereka memakaikan bedak tipis diwajah Putri Xia karna wajah putri Xia udah cantik semula jadi tidak perlu memakaikan bedak yang tebal. Akhirnya sebelum dupa itu habis terbakar, Xia udah siap berdandan rapi serta terlihat cantik dan bersedia untuk berangkat.


Putra Mahkota Ren Zie langsung bangun dan berlalu pergi, tanpa mengajak Xia. Xia langsung berlari mengejar langkah kaki suaminya yang laju kehadapan. Sampai dihadapan ruang makan istana kaisar, barulah Putra Mahkota Ren Zie menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Xia. Terlihat Xia terengah-engah mencuri nafas karna dari dia bangun tidur sampai sekarang dia tidak berehat langsung.


'Sialan setan ini, hampir aja aku mati karna tidak cukup bernafas.' Ucap Xia dihatinya. Setelah menanti Xia bisa bernafas dengan betul, mereka pun masuk keruang makan. Orang tuanya telah menanti mereka. Setelah memberi hormat mereka pun duduk dimeja makan.


"Maafkan anakmu ini karna terlambat datang, karna Putri Xia bersiap sangat lama." Putra mahkota Ren Zie memandang Xia sambil tersenyum manis.


"Tidak mengapa, kami mengerti. Memang begitu, seorang wanita berdandan sangat lama. Lagi pula ayah dan bonda baru aja sampai di sini." Kaisar Bei tersenyum melihat keduanya terlihat mesra.


"Xia mengapa kamu berkeringat? Apa kamu sakit?" Bonda permaisuri bertanya karna melihat Xia seperti kelelahan dan banyak keringat di wajahnya.


"Ren Zie, bawa pulang kekamar isterimu. Dan jangan bikin dia kelelahan, segeralah memanggil tabib." Bonda permaisuri berkata lembut dan tersenyum melihat Xia seperti itu.


"Sepertinya kita bakal menerima kabar gembira tidak lama lagi." Permaisuri berbisik dengan kasar Bei. Terlihat mereka tersenyum bahagia.


Putra mahkota Ren Zie merasa bingung karna diusir bondanya dan melihat bondanya tersenyum membuatnya bertambah bingung. "Ayo pergi." Ren Zie langsung menarik tangan Xia, melihat anaknya menarik tangan isterinya, bonda permaisuri langsung menepuk tangan anaknya.


"Gendong dia, dia pasti merasa lelah. Kasihan.."


Putra Ren Zie yang bingung dengan bondanya langsung menggendong Xia seperti ala bridal style dan berlalu pergi. Setelah keluar dari istana kaisar Bei, putra Mahkota Ren Zie langsung melepaskan tangannya dari menggendong isterinya. Xia yang tidak bersedia langsung jatuh kebawah.

__ADS_1


"Aaauuuu. Sakit tau.." Xia seperti mau menangis karna menahan sakit.


"Apa kau makan batu di setiap harinya. Mengapa badan mu sangat berat." Putra Mahkota Ren Zie langsung berlalu pergi setelah habis berbicara.


"Dasar lelaki tak punya akal.. tunggu kau.. akan aku balas berlipat kali ganda." Xia bersumpah. "Aarrrhh sakitnya, Leo bantuin aku.." Xia yang mencoba untuk bangun tapi tidak bisa karna merasa sakit, dia langsung memanggil Leo. Leo langsung keluar dan mengendong Xia ala bridal style dan langsung membawa Xia kekamarnya.


"Hari ini jangan ijinkan sesiapa pun masuk kekamarku. Jika kau ingkar akan aku penggal kepala kalian." Xia memberi peringatan kepada pengawal yang berada dihadapan kamar Xia. Pengawal yang terkejut melihat seorang pria yang tidak dikenali menggendong putri Xia langsung kaget, tetapi mereka hanya berdiam sahaja karna merasa takut dengan ancaman putri Xia yang kelihatan nya sangat serius.


Leo langsung meletakkan Xia diatar kasurnya. "Leo tolong tutup pintunya." Xia langsung menelan beberapa pil obat dan meminum air pemulih jiwa.


"Aku telah menutup dan menguncinya"


"Apa pintunya bisa dikunci, kemarin setan itu merusakkan pintu itu?"


"Iya.. sepertinya telah diperbaiki. Apa kamu baik-baik aja? Apa perlu aku beri pelajaran padanya?"


"Tidak perlu.. kamu bisa pergi sekarang. Aku butuh istirehat." Xia yang sememangnya masih mengantuk dan merasa lelah langsung berbaring dan dengan senangnya terus terlelap.


Tidak disangka sekejap sahaja gosip tersebar yang mengatakan seorang pria yang tidak dikenali menggendong putri Xia masuk kekamar Putri Xia dan pria itu tidak keluar setelah itu. Mereka menyebarkan fitnah yang mengatakan Xia melakukan hubungan intim bersama pria itu. Cisin yang mendengar kabar itu langsung menuju kekamar Xia tetapi pengawal yang menjaga pintu kamar tidak mengijinkan Cisin masuk karna telah diperintahkan putri Xia tadi. Tidak mempunyai pilihan lain, Cisin pun kembali kekamarnya semula.


Pengawal setia putra mahkota yang mendengarnya langsung bertemu dengan tuannya, "Hormat kepada Putra Mahkota Ren Zie, hamba membawa dua kabar buruk."


"Haiisshh.. Apa kalian tidak bisa melihatku senang hah. Hari ini hari yang buruk bagiku sejak pagi banyak masalah." Putra Mahkota Ren Zie mengeloh. "Katakanlah."


"Yang pertama, seorang pelayan telah hilang dari penjara kemarin. Pegawai penjara mengesahkan pelayan itu bernama Wei Wei yang ditahan berkaitan kasus Putra Jing Zie

__ADS_1


"Apa...!!! Bagaimana pelayan itu bisa hilang dari penjara?"


__ADS_2