Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
37 - Obat Ajaib


__ADS_3

Ketika mereka mahu pulang ke tenda masing masing setelah selesai berdiskusi, tiba tiba hujan turun dengan lebatnya. Mereka semua merasa gembira.


"Besok kita tidak akan melakukan lagi hujan buatan seperti tadi." Ujar putra Yun pelahan tapi masih didendari oleh Xia.


Keesokan harinya putra Yun berjumpa dengan para kultivator yang membantu dalam misi menyelamat kan desa Kisan. Untuk menepati janjinya, Putra Yun memberi koin emas pada mereka. Setiap seorang diberi sekantong koin emas, dan putra Yun telah mengucap rasa terima kasih kepada mereka. Dan memberitahu mereka bahawa misi telah selesai, tidak perlu melakukan tugas seperti semalam karna keadaan desa yang berasap telah hilang dan telah kembali normal. mereka pun pergi untuk pulang ke desa masing masing tapi ada seorang yang tidak pergi. Dia adalah pemuda tampan yang selalu memandang Xia.


"Kenapa kamu tidak pulang?" tanya jeneral Xuan


"Maaf, aku adalah seorang perantau. Apa bisa kalau aku mau turut serta membantu warga desa disini?"


"iya terpulang padamu tapi harus kamu tahu risikonya, penyakit yang dihidapi warga desa bisa menular." Jeneral Xuan memberitahu dan pemuda itu meganggukan kepala nya tanda faham.


"Siapa namamu?" tanya Putra Yun


"Hamba bernama Jing Zhi" Jawab pemuda itu


Akhirnya mereka pun masuk kedalam desa kisan melalui pintu gerbang yang telah diarahkan untuk dibuka. Tidak lupa Xia memberi setiap meraka satu masker untuk mengelak terjangkiti penyakit yang menular


Para tabib memulakan rawatan awal dengan memeriksa denyutan nadi beberapa orang pesakit. Setelah itu para tabib itu berbincang sesama mereka untuk memberi pendapat masing masing dan akhinya mereka sepakat memberi tahu Xia tentang penyakit yang dihidapi oleh warga desa itu menurut pandangan mereka.


"Setelah kami periksa, ternyata benar kata puteri. Mereka mengalami penyakit yang berbeda. Tapi mempunyai satu gejala yang sama iaitu masalah dengan pernafasan mereka yang ia melibatkan paru paru mereka yang tidak sihat." Terang salah satu tabib yang berada disitu.


"Sekarang apakah kalian bisa mengobati mereka atau ada obat yang bisa digunakan untuk mereka semua?"


"Maaf kan kami puteri, buat masa ini kami tidak ada obat yang bisa membantu menyembuhkan penyakit mereka tetapi kami ada obat yang hanya bisa mengurangkan rasa sakit yang mereka deritai sekarang ini."


"Aku mempunyai penawarnya tapi aku tidak pasti ia berkesan apa tidak. Kita harus mencoba kepada seorang pesakit yang sanggup menghadapi apa sahaja risiko yang bakal terjadi." Ujar Xia

__ADS_1


"Saya akan mencari seorang pesakit yang setuju untuk menerima penawar yang diberi oleh Puteri." Kata Kor.


"Kalau boleh kamu pilih warga yang bisa berkultivasi."


Kor menganggukkan kepalanya dan langsung bertanya pada warga yang mahu menerima penawar itu dan menerangkan juga terdapat risikonya. Banyak warga yang mengangkat tangan nya.


"saya."


"saya.."


"saya.. tolong saya.. saya tidak.. sanggup untuk.. menanggung.. rasa sakit.. seperti ini lagi. Saya.. saya sanggup.. menanggung.. sebarang risikonya..." seorang warga yang berkata sambil terengah engah.


Kor langsung memilih paman yang berbicara itu karna dia mengenalinya dan paman itu bisa berkultivasi Paman itu bernama paman Sam


"Yang lainnya harap bersabar, kita akan memberi penawar nya pada kalian setelah terbukti penawar itu berkesan." Ucap Kor yang memujuk warga yang mengeluh karna tidak terpilih.


"Putri Xia hamba membawa seorang warga yang akan menguji penawar itu, dia adalah paman Sam" ucap Kor


Parman Sam diberi sebotol kecil penawar yang Xia hasilkan iaitu cairan penyegar. Sebelum meminumnya Xia mengarahkan tabib untuk memeriksa denyutan nadi paman Sam. Setelah meminumnya terlihat paman Sam menjerit menahan sakit didada nya. Setelah rasa sakit didada nya beransur hilang paman Sam bisa bernafas secara normal.


"Obat ini sangat ajaib, aku bisa bernafas secara normal kembali setelah meminumnya. Terima kasih." Ucap paman Sam.


Tabib yang tadi memeriksa denyutan nadi paman Sam langsung melakukan pemeriksaan yang sama terhadap paman Sam


"Memang ajaib, denyutan nadinya telah normal dan organ yang lainnya juga berfungsi dengan baik."


"Baguslah kalu begitu, kita akan memberikan penawar itu kepada yang lainnya." Ujar Xia

__ADS_1


"Maaf puteri apa bisa hamba bertanya?" ucap seorang tabib


"Silakan tabib."


"Darimana puteri mendapatkan penawar ini?"


"Aku yang membuat ramuan obat ini."


Mereka terkejut mendengarkan nya, Puteri Xia Lin memang seoarng yang jenius. Bisa bela diri dan juga seorang alkemis. Mereka merasa kagum akan kehebatan putri Xia, yang sempat mereka ragukan sebelumnya.


Xia langsung mengelurakan beberapa botol obat di atas meja.


"Kalian bisa membantu ku memberikan obat ini pada warga yang tidak sehat, dan jika terdapat kelainan dalam tindak balas obat segeralah kalian memberitahuku. Sebelum memberikan obat itu, pastikan kalian memeriksa denyutan nadi merka." Terang Xia kepada para tabib.


"Yang lainnya, kalian bisa mengasing kan para warga yang bisa berkultivasi dan enggak bisa. Serta asingkan anak-anak di ruangan lain" Yang lainnya pada menganggukkan kepalanya faham.


Xia juga menerangkan aturan meminum obat cairan penyegar, Satu botol obat bisa langsung diberikan pada pasien yang bisa berkultivasi dan pada pasien yang tidak bisa berkultivasi mereka harus meminum separuh hari ini dan baki nya harus diminum besok hari. Untuk anak-anak pula harus membancuhnya, satu botol obat dengan dua cawan air biasa dan meminumnya sehari satu cawan sehingga obat habis.


Mereka pun menjalankan tugas yang diberi. Xia membantu merawat dan memberi obat pada anak- anak yang tidak sehat. Setelah hari hampir sore, barulah mereka selesai memberi obat. Karna mau membantu merawat pasien dengan segera, mereka tidak merasa masa berlalu begitu pantas sehingga melupakan untuk istirehat dan makan.


"Putri Xia, setelah kami memberi obat pada warga yang bisa berkultivasi yang tidak sehat, terdapat 20 orang dari mereka terdapat kelainan dari denyutan nadi mereka." Lapor tabib.


Xia langsung mengikuti tabib yang membuat laporan tadi. Setelah tiba di sana, dia langsung memeriksa nadi mereka dan mengeluarkan pil penyembuh dan air pemulih jiwa. Setelah mereka menelan dan meminum obat yang diberikan, Xia mengarahkan mereka untuk bermeditasi. Akhirnya mereka bebas dari penyakit yang mereka deritai. Bagi yang lainnya harus menunggu sehingga mereka habis meminumn kesemua obat yang tersisa.


Mereka pun pulang ke tenda untuk mengisi perut yang kelaparan dan beristirehat.


Keesokan harinya mereka langsung memberi baki obat yang tersisa. Seperti semalam juga terdapat beberapa pasien yang terdapat kelainan pada denyutan nadinya. Xia memberikan pil penyembuh dan air pemulih jiwa. Untuk pasien anak anak pula, tiada sebarang masalah. Akhirnya mereka terbebas dari penyakit yang menbelenggu mereka beberapa bulan lalu.

__ADS_1


Kor adalah anak dari kepala desa, karna ibu dan ayahnya sakit maka mewakili Kor menyambut kedatangan mereka sebelumnya. Para warga desa mengucapkan berbanyak terima kasih kepada penyelamat mereka dan berjanji akan membuat jamuan untuk mereka semua besok malam.


__ADS_2