
Cisin tau mengapa Xia Lin memilih tempat duduk yang agak terselindung. Ini karena, sejak meraka tiba di pasar, ramai orang menatap wajah Xia Lin. Mereka pasti terkagum melihat kecantikan Xia Lin. Pada awalnya dia pun terkejut dan terpegun kagum melihat kecantikan wajah Xia Lin. Kerana sebelum ini wajah Xia Lin ditumbuhi jeragat yang penuh diwajahnya. Kini para wanita pasti akan merasa iri pabila melihat kecantikan wajah Xia Lin. Cisin merasa bahagia melihat perubahan itu.
Datang seorang pelayan mendekati mereka, lalu bertanya. "Nona, mau pesan apa?"
"Berikan kami dua set hidangan lengkap dan air teh." Kata Siumei.
"Baiklah Nona, ada apa apa lagi yang ingin dipesan?" Tanya pelayan itu.
"Kak Cici kamu mau menambah apa apa lagi?"
Cisin menggelengkan kepala nya. "Tiada".
"Jika begitu sila tunggu sebentar ya Nona". Kata pelayan itu, sambil ingin melangkah pergi.
"Tunggu Pak, apa disini ada dua kamar kosong?" Tanya Cisin
"Ada Nona. Nona mau nginap berapa lama?"
"Satu malam saja."
"Ada, saya akan menyiapkan dua kamar untuk anda berdua. Jika tiada apa apa lagi, saya pergi dulu."
Pelayan itu berlalu pergi. Tidak berapa lama kemudian, minuman dan makanan mereka siap di hidangkan. Mereka berdua pun makan.
Setelah selesai makan, mereka pergi ke kaunter pembayaran. Mereka membayar makanan sekali gus membayar kamar yang ditempah tadi.
"Mari ikut saya nona, saya tunjukkan jalan ke kamar untuk nona berdua." Kata pelayan itu.
mereka pun mengikuti pelayan itu sehingga sampai di depan kamar.
"Nona ini kamar anda dan satu lagi ada disebelah kamar ini." Tunjuk pelayan itu.
__ADS_1
"Mekasih. Tolong sediakan air mandian untuk kami." Ujar Cisin.
"Baiklah nona. Jika ada lagi yang di perlukan beritahu aja saya." Pelayan itu pun pergi untuk menyediakan air mandian untuk mereka. mereka punmasuk kemar masing masing.
Tidak berapa lama kemudian, mereka pergi ke tempat kamar mandi. setelah diberitahu oleh pelayan tadi yang air mandianya telah tersedia. Di rumah tumpangan ini, kamar mandi berkongsi dengan penginap yang lain nya. Setelah selesai mandi, mereka pun kembali kemar.
"kakak Cici, Malam ini aku mau istirehat saja di dalam kamar ku. Jika kakak mau makan, silakan pergi ke bawah. Ini koin untuk keperluan kakak." Jelas Siumei sebelum mereka masuk ke dalam kamar masing masing.
"Baiklah, kamu pergi lah beristirehat. Tidak perlu memberi ku koin, kerana aku mempunyai koin ku sendiri."
"Terima aja koin ini. Simpan untuk kegunaan kita juga." Hulur Siumei satu kantung yang berisi koin kepada Cisin.
"Baiklah." Sambil menerima kantung itu.
Mereka pun berpisah masuk ke kamar masing masing.
_____-----_____
Dikamar Selir Ming
Ha.. ha.. ha..
" Padan muka anak itu. Akhirnya Kita dapat menyingkirkan dia keluar dari kediaman ini" ujar girang Selir Ming.
"Waaa!!. Rencana ibu kali ini sangat bagus. Walau pun si ulat itu tidak mati tapi kita bisa membuatkan dia dihalau keluar dari sini." Kata Chu Wenli sambil bertepuk tangan.
"Tapi ibu, bagaiman dengan pengawal Kim?" Soal Chu Minli risau jika pengawal Kim membocorkan rahasia ibunya.
"Tidak perlu risau kerana ibu telah menutup mulutnya dengan koin emas yang banyak dan menyuruhnya bersembunyi di tempat yang jauh.
_____-----_____
__ADS_1
Di rumah tumpangan
Setelah Sumei masuk ke dalam kamarnya, dia terus masuk ke dalam dimensi bintang.
Siumei mencari Nagin. Setelah menemuinya dia berkata "Nagin aku akan berlatih dengan keras mulai sekarang supaya aku bisa meningkatkan kuasa kultivasi ku. Apa kau tau, pagi tadi aku dijebak tidur bersama seorang pria dikamarku. Aku pasti yang aku telah terhidu asap beracun sehingga aku tidak sadar kapan pria itu masuk kekamar ku."
"Apa !!!." Nagin terkejut mendengarnya. "Sepatutnya aku menyuruh mu berlatih sehingga ke tahap pemula ketika itu, agar aku bisa mengetahui dan melihat semua yang ada diluar dari ruangan dimensi ini. Aku pasti bisa mengetahui jika ada orang yang ingin berbuat jahat padamu. Maaf kan aku yang tidak bisa menolong mu Xia Lin." Nagin berasa kesal atas apa yang telah terjadi
"Ngak pa pa. iya cuma dihalau oleh ayahku. Tapi terangkan lagi padaku soal kuasa untuk tahap pemula?"
"Baiklah. Sebenarnya para kultivator hanya bisa memiliki haiwan kontrak pada tahap pertengahan awal. Tapi kamu istimewa kerana kamu pemilik dimensi bintang ini. kamu bisa memilik haiwan kontrak, walaupun kamu tidak bisa berkultivasi. Tapi kamu hanya bisa menggunakan kuasa haiwan kontrak mu jika kuasa kultivasi mu di tahap pemula. Maka dari itu, kamu belum bisa menggunakan kuasanku ketika ini kerana tahap kultivasi mu masih ditahap awal. Jika tahap kultivasi mu melebihi tahap pemula, maka aku bisa melihat dan mengetahui keadaan disekeliling mu dan juga bisa berkomunikasi secara batin dengan mu walaupun aku berada didalam ruang dimensi dan kamu diluar. Kamu juga bisa menggunakan kuasa mutiara merah yang berunsurkan api."
"Baiklah aku akan berlatih dengan lebah giat lagi."
"Xia Lin kamu bisa membaca di ruang perpustakaan yang ada diistanamu. Disana terdapat banyak buku yang bisa kamu pelajari untuk meningkatkan ilmu kultivasi mu. Disana juga ada cara untuk menjadi alkemis."
"Baiklah, aku akan kesana untuk mempelajarinya."
"Sebelum itu kamu harus ke ruangan rawatan. Disana ada sejenis pil untuk memudahkan kamu menghafal dan memahami dengan cepat apa yang kamu baca dengan lebih cepat."
Mereka pun menuju ke Istana untuk memulai misinya. Di dalam bilik rawatan terdapat satu rak yang khusus untuk obat obatan.
"Kamu buka laci yang tertulis pil Minda. Ambil pil itu dan telanlah."
Siumei pun membuka laci dan mengambil pil tersebut lalu menelannya. Setelah itu mereka pun menuju ke ruang perpustakaan. Terdapat banyak buku yang disusun di atas rak dengan rapi.
Siumei pergi pada rak yang tertulis kultivasi. Dia mengambil buku berkaitan jenis kuasa yang ada pada tahap kultivasi. Pil Minda yang ditelannya tadi sangat mujarab kerana dengan mudah dia bisa memahami dan menghafal buku yang dibaca dengan mudah.
Nagin keluar dari ruangan perpustakaan kerana tidak mahu mengganggu Xia Lin belajar.
Sehari diruangan dimensi Siumei menghabisi masanya mempelajari ilmu baru. Dia hanya keluar dari perpustakaan bila lapar dan ke kamar mandi. Dia hanya tidur sebentar di dalam perpustakaan secara duduk saja. Dia munggunakan sebaik mungkin masa nya.
__ADS_1
Hari kedua dia belajar cara membuat array perlindungan. Dia berhasil membuatnya. Dia juga mempelajari cara untuk mempercepatkan menerobos ke tahap yang lebih tinggi.
Di hari ketiga di ruang dimensi dia membaca buku latihan pedang dan bela diri. Dia mengambil beberapa buku yang berkaitan, untuk dibawa keluar Istana untuk berlatih secara langsung. Dia tidak mahu berlatih pedang di dalam perpustakaan kerana takut ruangan itu berantakan. Siumei mengambil pedang dari ruangan peralatan di istananya. Terdapat pelbagai jenis senjata di dalam bilik peralatan. Siumei dengan mudah mempelajari beberapa jurus pedang kerana di jaman moden dia sudah biasa berlatih menggunakan senjata.