Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
91 - Pintu Penghubung


__ADS_3

"Mereka menerima kuasa baru. Nagin sepertinya menerima kuasa pukau, manakala Putri duyung element cahaya."


Tidak lama setelah itu Putri duyung membuka matanya. Dia berjaya menerima dan menyerap kuasa barunya.


"Xia terimalah mutiara kuning ini, kuasa baru ku. Kita akan belajar mengunakannya bersama nanti."


Xia pun menerimanya dan menelannya.


Mereka memerhatikan Nagin. Dahi nya berlipat dan wajahnya berkeringat, sepertinya dia sukar untuk menerima kuasa barunya.


Tidak berapa lama kemudian Nagin memuntahkan seteguk darah.


"Gawat... aku harus membantunya."


"Jangan Xia, itu sangat berbahaya untuk kandungan mu. Biar aku dan Leo yang membantunya."


Leo dan Putri duyung langsung membantu Nagin dengan menyalurkan qi mereka kepada Nagin.


Akhirnya Nagin bisa selesai bermeditasi dan mendapat kuasa barunya.


"Terima kasih karna membantuku."


"Bagaimana dengan keadaan mu sekarang?" Xia yang cemas dengan keadaan Nagin langsung pergi kearah Nagin dan memeriksa dunyutan nadi Nagin. Tidak sempat Nagin untuk menjawab Xia langsung memberi Nagin Pil. "Ambil pil ini. Pil ini bisa menyembuhkan luka dalaman yang kau alami."


Nagin langsung mengambil dan menelan pil itu. Setelah itu dia meminum air pemulih jiwa yang diberikan Xia.


Putri duyung terkejut melihat Xia melayan haiwan kontraknya. 'Tidak salah keputusan ku untuk menjadikan dia Tuan aku.' Bicara hati kecil Puteri duyung.


"Pergilah dibelakang air terjun dan seraplah qi yang ada di sana agar luka dalaman mu bisa segera pulih. Setelah itu barulah, melakukan aktiviti yang lainnya."


"Baiklah." Nagin langsung pergi di balik air terjun untuk bermeditasi agar luka dalaman nya pulih dan setelah itu barulah dia akan mempelajari kuasa barunya.


"Xia mari kita makan dahulu, jiejie udah siap masak. Pasti kalian lapar," Mereka pun masuk keistana dan makan bersama.


Setelah selesai makan, Xia menunjukkan sekitar istana pada Putri duyung dan juga menunjukkan sebuah kamar untuk haiwan kontrak barunya. Mereka menghabiskan masa seharian untuk melihat dan memperkenalkan kawasan sekitar pada putri duyung.


"Kita harus keluar sekarang dan harus segera pergi kedaratan karna pil yang kita telan sebelumnya hanya bisa bertahan dua hari sahaja di lautan."


Setelah mereka keluar dari ruang dimensi, mereka mencari Wu dan Zu


"Wu kumpulkan semua menteri, ada yang ingin aku katakan."


"Baik Puteri."

__ADS_1


Setelah menjumpai Zu, Xia berkata "Zu kita harus kedaratan sekarang."


"Tunggu Xia, aku harus mengikutimu."


"Tapi bagaimana dengan rakyatmu?"


Puteri duyung berfikir sebentar dan melihat semua menterinya telah berkumpul.


"Dengarkan semua menteriku, aku tau kalian telah sedia maklum megetahui bahawa aku telah mengikat kontrak dengan puteri Xia. Maka aku kini harus melepaskan tahktaku dan aku akan mengikut tuan ku."


"Mohon dipertimbangkan semula puteri.!!!" Semua menterinya memohon dan berlutut.


Xia juga terkejut mendengarkan keputusan Putri duyung.


"Aku harus berada di sisinya karna aku..."


"Tidak perlu melepaskan tahktamu Puteri." Potong Nagin yang tiba-tiba muncul di situ.


"Tapi.."


"Bisa kita berbincang sebentar?"


Xia, Cisin, Leo dan puteri duyung menghampiri Nagin. Mereka pergi ke kamar yang hanya ada mereka berlima didalamnya.


"Aku udah baikan." Xia langsung memeriksa denyutan nadi nya Dan dia mengangguk kan kepalanya.


"Katakan apa yang ingin kau mau katakan Nagin." Tanya Putri duyung.


"Sebelum ini aku ada memberitahu kalian bahawa kuasa dimensi bintang akan meningkat jika Xia menerima pemilik giok bintang sebagai haiwan kontraknya, apa kalian masih mengingatinya?"


"Iya aku ingat tapi apa hubungannya dengan permasalahan ini?"


"Xia apa kau tidak tau bahwa ruang dimensi bintang sekarang mempunyai lautan yang luas?"


"Apa laut?? ketika aku menunjukkan Putri duyung sekitar ruang dimensi, aku tidak melihatnya" Xia dan yang lain menggeleng.


"Sekarang di dalam dimensi bintang mempunyai laut yang berhubung langsung ke istana ini."


"Apa benar katamu?"


"Iya.. aku tidak berbohong, aku kesini tadi melalui laut yang berada di ruang dimensi. Mari aku tunjukkan tempat masuk yang berhubung langsung ke ruang dimensi bintang." Nagin membawa mereka ke taman yang berada di belakang istana.


"Kalian lihat di sana, itulah pintu masuknya." Mereka melihat ke arah yang ditujukkan oleh Nagin

__ADS_1


"Di mana? Di situ hanya ada dua tiang batu lama yang udah usang." Tanya putri duyung.


"Xia coba kau alirkan qi mu ke arah tengah, diantara kedua tiang itu." Xia membuat apa yang Nagin katakan, setelah itu muncul cahaya bulat yang ditengahnya seperti ada pusaran.


"Lihat, mari kita masuk kedalamnya." Nagin langsung masuk kedalam pusaran itu dan menghilang. Yang lainnya melakukan hal yang sama. Dan mereka tiba di belakang istana ruang dimensi.


Tanpa mereka sadari Cisin tidak bisa melintasi pusaran itu. Ketika melewati di pusaran itu, dia hanya bisa menembusi pusaran itu. Cisin tidak bisa masuk ke pusaran itu.


"Dimana jiejieku?" Ketika itu barulah Xia menyadari Cisin tidak ada bersama mereka.


Mereka semua pada khawatir, karna takut jika Cisin ditelan pusaran itu dan dibawa ke tempat lain. Nagin langsung menyalurkan qi nya menghala ke laut. Dan pusaran itu muncul kembali. Mereka pun masuk ke pusaran itu dan kembali ke taman belakang istana laut.


"Jiejie!!" Xia berteriak.


"Aku disini.." Cisin bersuara dan mendekati Xia. Xia langsung memeluknya.


"Aku pikir kau ditelan pusaran itu.."


"Aku tidak apa-apa, hanya aku tidak bisa melepasi pusaran itu. Aku hanya bisa menembusinya saja." Cisin tersenyum. Xia melepasi pelukannya.


"Berarti orang yang bisa masuk ke dalam pusaran, hanya orang yang bisa ke ruang teratai sendiri. Xia dan yang mengikat kontrak dengannya sahaja." Mereka pun setuju dengan pendapat Nagin.


"Puteri..ermm. mulai sekrang aku akan memanggil mu dengan nama Renyu. Apa kau setuju?"


"Aku suka." Renyu tersenyum karna dia mempunya nama baru.


"Baiklah, Renyu sekarang kau tidak perlu melepaskan tahta mu. Tapi kita harus mencari cara mudah untuk memudahkan Wu memberitahu mu, jika ada hal yang mendesak kelak?"


"Yang itu, ngak usah khawatir. Aku mempunyai ini." Renyu menunjuk gelang yang mempunyai mutiara ditangannya. "Gelang ini bisa digunkan untuk berkomunikasi dalam jarak jauh. Dan juga bisa muncul ilusi keadaan di dalam istana."


"Wahh... seperti projector."


"Projector?? Benda apa itu." Semua memandang Xia.


"Eh itu.. mari kita pergi dan beritahu para menteri mu." Xia langsung mengubah topik perbualan mereka. 'Aduhhh.. keceplosan aku. Untung aja bisa mengelaknya.'


Mereka pun pergi bertemu Menteri istana laut.


"Aku tarik balik kata-kata ku tadi. Tapi aku tidak bisa sentiasa ada disini, jika kalian mau bicara dengan ku lakukan seperti biasa kalian lakukan. Sama seperti disaat aku berkelana sebelum ini." Mereka mengerti dengan apa yang puteri mereka maksudkan. Mereka bisa menggunakan mutiara tiram dan salurkan gi pada mutiara itu, maka mereka bisa menyampaikan pesan atau bicara secara langsung dengan Puteri mereka.


"Lagi satu yang aku perlu ingatkan. Puteri Xia telah menjadi tuan aku, maka aku harap kelak kalian bisa menghormati dan melayan nya sama sepertiku."


"Salam hormat pada putri Xia.!!" Para menteri berkata serentak dan belutut.

__ADS_1


__ADS_2