
Koki juga menambah beberapa jenis makanan tambahan, agar bisa mencukupi untuk semua prajurit.
Xia mengarahkan beberapa pengawal agar membantunya membawa makanan ke ruang khas untuk para ketua.
Xia juga mengasing beberapa jenis lauk untuk Putra Jing Zhi dan temannya.
"Jiejie apa kamu mau ikut dengan ku makan di tenda Putra Jing Zhi atau makan dengan mereka yang lainnya?" Tanya Xia.
"Aku ikut denganmu, pasti kamu akan makan dengan Leo dan Naginkan?"
"Iya.. ayo kita kesana." Xia pun mengarahkan beberapa prajurit untuk membawa hidangan untuk mereka ke tenda Putra Jing Zhi.
"Eh.. kalian udah datang kesini, aku baru ingin pergi memanggil kalian untuk makan." Ujar Xia kepada Putra Feng Xi dan Putra Sam.
"Iya, soalnya dari tempat ku udah bau masakan yang wangi. Perut ku jadi lapar dibuatnya, makanya aku kesini." Ucap Putra Feng Xi.
"Iya aku juga."
Xia hanya tersenyum. "Hari ini aku yang memasak, masuk lah kedalam. Didalam udah ada Putra Fu Yi yang dari tadi udah tidak sabaran untuk makan"
"Apa benar miemieku memasak?"
"Iya.." Xia tersenyum.
"Wah... ini membuat aku ngak sabaran untuk makan, ayo Putra Feng Xi." Ujar Putra Sam.
"Kamu tidak mau ikut kami sekali Xia?"
"Tidak kak, aku mau makan dengan Jing Zhi."
"iya, udah. Kakak pergi dulu."
__ADS_1
Xia dan Cisin pun pergi ke tempat Putra Jing Zhi. Setibanya disana Xia menyuruh Cisin menunggu di luar dahulu karna Putra Jing Zhi tidak memakai baju karna tadi Leo udah membukanya. Xia masuk kedalam dan mengarahkan Leo dan Nagin keluar dari ruang dimensi. Setelah itu Xia memeriksa keadaan Putra Jing Zhi, badannya udah tidak panas lagi. Putra Jing Zhi membuka matanya karna merasa ada seseorang memegangnya.
"Bangunlah, kita makan bersama." Xia menghulurkan baju baru untuk Jing Zhi. Xia langsung berlalu ke meja yang terletak di tengah ruangan itu. Setelah mengenakan baju Putra Jing Zhi duduk dikursi sebelah Xia. Xia memanggil Cisin untuk masuk. Mereka pun berkumpul dan duduk kursi yang berada disitu.
"Bagaimana keadaan mu sekarang?"
"Aku udah semakin membaik." Ucap Putra Jing Zhi sambil tersenyum, wajahnya juga tidak pucat seperti tadi.
"Mari kita makan." Mereka pun makan bersama.
"Makanannya sangat enak, apa kita udah tukar koki baru?" Mereka yang mendengar pujian Putra Jing Zhi tertawa. "Mengapa kalian pada ketawa, apa ada yang aku tidak tahu disini?"
"Secara tidak sengaja kamu telah memujiku."
"Maksud mu apa sayang?" Putra Jing Zhi masih tidak mengerti.
"Akulah kokinya."
"Iya benar Putra Jing Zhi, Xia lah yang memasak makanan ini semua." Ucap Leo, Putra Jing Zhi tersenyum. Dia merasa bangga karna calon isterinya pandai masak. Mereka meneruskan makan dengan lahapnya.
Setelah selesai makan, Xia memberi obat kepada Putra Jing Zhi dan memintanya untuk isterahat. Setelah itu Xia langsung pamit untuk melihat keadaan prajurit yang masih tidak sadar diri lagi.
Setelah tiba di ruang rawatan, Xia bertanya tabib berkaitan keadaan terkini prajurit yang masih tidak sadarkan diri. Setelah tabib itu menerangkannya, Xia memeriksa denyutan nadi kelima-lima prajurit itu. Apa yang dikatakan tabib memang sama seperti apa yang Xia rasakan. 3 dari pada mereka terkena racun dan duanya mengalami darah beku. Xia memberi mereka pil pencuci darah dan memberi minum air pemulih jiwa, dimana Xia telah dibantu oleh Cisin dan tabib yang berada disitu. Tidak berapa lama setelah itu kelima-lima prajurit itu memuntahkan darah. Bagi prajurit yang terkena racun, mereka memuntahkan darah kehitaman. Manakala prajurit yang mengalami darah beku, mereka memuntahkan gumpalan darah. Salah satu daripada mereka memutahkan banyak darah, Xia memberi satu pil penambah darah untuknya.
Xia memeriksa denyutan nadi mereka semula, dan nadi mereka semua udah normal. "Tabib didalam botol ini ada pil penyembuh dan botol lagi satu pil penigkat qi. Setelah mereka sadar berilah pil penyembuh ini kepada setiap seorang, setelah memberi pil penyembuh periksalah nadi mereka. Jika nadi mereka tidak ada sebarang masalah berikan mereka pil peningkat qi. Jika terdapat kelainan pada denyutan nadi mereka langsung beritahuku." Terang Xia.
"Baik puteri, saya akan memberi mereka makan pil ini."
"Jika begitu, aku mau pamit dahulu." Tabib itu menganggukan kepalanya.
"Xia.. kamu disini."
__ADS_1
"kak, Putra Sam dan Fu Yi ada apa kalian disini?"
"Kakak hanya mau memastikan keadaan mereka." Ucap Putra Feng Xi.
"Mereka udah semakin membaik tetapi ada lima prajurit masih belum siuman lagi, tapi aku udah memeriksa keadaan mereka. Jika tiada masalah lagi mereka akan sadar besok."
"Jika begitu, apa bisa kami berangkat ke istana kaisar Dong lusa? Apa menurutmu sesuai?" Tanya Putra Sam.
"Jika lusa, aku rasa boleh. Jika ada prajurit yang masih tidak larat, bisa naik kereta kuda."
"Iya benar, aku juga bersetuju pendapat mu Xia'er." Ucap Putra Feng Xi. Yang lainnya menganggukan kepala setuju.
"Xia, aku mau tanya. Makanan yang kamu masak tadi tu, apa yang kamu letak didalamnya? Masakanmu bukan hanya enak tapi setelah memakannya aliran tenaga ku semakin bertambah dan aku bisa menerobos satu pangkat tadi." Tanya Putra Fu Yi.
"Iya aku juga merasakan aliran qi bertambah setelah memakan makanan itu." Ujar putra Sam.
"iya aku juga."
"Itu karna.. ermm karna aku telah memasukkan obat ramuanku kedalam makanan itu. Agar kita bisa kembali bertenaga. Tidak mungkin aku berjumpa setiap seorang-seorang untuk memberi obatku kan. Jadi aku berpikiran untuk menambah obat peringkat qi didalam masakanku." Ujar Xia yang memberi alasan pada mereka. Bahan mentah yang Xia gunakan telah diambil dalam ruang dimensi yang sememangnya adalah bahan mentah yang penuh dengan tenaga qi. Sebab itulah mereka akan merasa penambah aliran qi dibadan mereka.
"Pasti kalian tidak megetahui, ayam rebus yang aku masak tadi, aku telah memasukkan cendawan reishi yang telah dipotong kecil,"
"Apa..!!!" mereka bertiga terperanjat mendengarnya.
"Apa kamu tidak sayang memeberikannya kepada kami semua. Harga cendawan itu kan sangat mahal." Tanya Putra Sam
"Kalian pantas mendapatkanya." Xia tersenyum. Akhirnya mereka kembali ketenda masing-masing untuk beristerahat.
Keesokan harinya keadaan kesihatan Putra Jing Zhi udah baik. Kelima prajurit yang dirawat Xia kemarin juga sudah sadar dan mereka dalam keadaan yang baik. Prajurit yang lainnya juga merasa sangat bertenaga hari itu. Putra Fu Yi dan yang lainnya bersetuju untuk memulakan perjalanan mereka keesokan harinya.
Besok paginya setelah dipersetujui sebelumnya, mereka pun memulakan perjalanan menuju ke istana kaisar Dong. Mereka juga menjaga dengan ketat para pemberontak karna takut ada musuh dikalangan prajurit mereka.
__ADS_1
Setelah menempuh tiga hari perjalanan, mereka tiba di hadapan istana pada waktu sore. Seperti biasa hanya orang yang terpilih aja yang akan memasuki istana dan yang lainnya tunggu diluar. Mereka juga membawa pemberontak yang telah diikat masuk ke aula perhimpunan.