
"Baiklah Yang mulia." Tabib Juan pun mengambil tangan Putra Jing Zhi dan memeriksa denyutan nadinya. Dia merasa terkejut karna apa yang diberitahu Putra Jing Zhi adalah benar.
"Bagaiman tabib Juan?" Tanya Kaisar Bei tidak sabaran.
"Benar apa yang dikatakan oleh Putra Jing Zhi tuanku. Racun ditubuhnya telah tiada dan keadaan kesihatan juga sudah normal. Pasti yang merawat Putra adalah seorang tabib yang sangat hebat"
"Apa..!!!" Mereka terkejut dan merasa sangat gembira akan kesembuhan Putra Jing Zhi.
"Dimana tabib yang menyelamatkan nyawamu nak, bonda mau bertemu dengannya." Menitis air mata bondanya karna merasa bahagia.
"Iya putraku, ayah pun mau bertemu dengannya dan akan memberikan hadiah padanya."
"Dia tiada disini, kemarin dia udah pergi bersama ayahnya. Sepatutnya aku ikut mereka, tapi kaisar Xi telah memberitahu kalian akan datang melihatku. Maka aku tidak jadi mengikuti dia."
"Sayang sekali.., kita terlambat. Tidak apalah jika kita berjodoh, pasti kita akan bertemunya. Dan ayah akan tetap memberikan hadiah jika bertemu dengannya."
"Ayah, bonda ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian." Putra Jing Zhi serius.
"Apa yang ingin kamu katakan?" Ujar bondanya sambil memandang wajah suaminya, khawatir ada hal yang tidak baik.
"Aku.. aku.. telah bercinta dengan seseorang dan anakmu ini berharap agar, kalian bisa merestui hubungan kami." Putra Jing Zhi tertunduk malu
"Apa!!." Mereka berkata serentak karna terkejut akan hal yang di diberitahu.
"Kamu bercinta dengan siapa anakku?" Tanya bondanya.
"Dengan penyelamat yang menyembuhkan penyakit ku."
"Ini mengarut Putra Jing Zhi. Jika kamu ingin membalas budinya, bukan dengan cara mencintainya. Kakak mu ini juga pernah diselamatkan oleh seorang gadis tapi tidak terlintas pun ingin membalas budinya dengan bercinta dengannya." Marah Putra Mahkota Ren Zie yang dulu pernah diselamatkan oleh Xia tanpa Ren Zie sadar dia telah dibohongi oleh Chumi ketika itu.
"Tapi.."
"Benar apa yang dikatakan kakakmu Putra Jing Zhi." Potong kaisar Bei
"Mesti dia wanita tua pengoda. Berani - beraninya dia memggoda adikku."
__ADS_1
"Jaga ucapanmu kakak. Dia bukan seperti itu. Kamu tidak mengenalnya, maka jangan pernah menuduhnya seperti itu. Aku yakin, jika kamu bertemu nya pasti kamu juga akan jatuh cinta dengannya."
"Hem.. itu mustahil, aku.."
"Sudah..sudah.. cukup, jangan panjangkan lagi." Teriak bondanya yang pening melihat kedua anaknya bertengkar.
Putra Jing Zhi melutut didepan ayah dan bondanya. "Ayah, bonda..Putri Xia Lin bukan seperti yang gege katakan. Dia bukan wanita tua, dia berusia 15 tahun dan seorang gadis yang baik hati. Aku juga mencintainya sebelum dia menyembuhkan penyakit ku lagi. Aku yang memulakan hubungan kami bukan karna dia menggoda ku. Bisakah kalian memberi restu pada hubungan kami."
"Bangunlah anakku, tidak perlu berlutut seperti ini. Cerita lah pada kami tentangnya dan apa benar usianya 15 tahun?" Mereka juga terkejut bila mengetahui umur Xia. Mereka sangka usianya mungkin sebaya tabib Juan. Biasanya seorang tabib yang hebat pasti udah banyak pengalaman dan berusia. Putra Jing Zhi pun bangun dan duduk di bangku.
"Dia adalah Putri kepada Menteri Chu dan Putri Xi Xiana. Dan sekarang menjadi anak angkat kepada kaisar Xi."
"Apa katamu, Putri Xi Xiana?" Tanya kaisar Bei.
"Iya ayah. Apa ayah mengenali Putri Xi Xiana?"
"Iya kami mengenalnya. Dia adalah sahabat kami satu ketika dulu. Tapi seingat bonda Putri Xi Xiana tidak mempunyai Putri. Yang ada pun telah meninggal disaat masih bayi." Jelas permaisuri yang mengingati kisah teman lamanya.
"Putri Xia ada memberitahu ku, yang meninggal itu adalah kembarannya. Mungkin sebab itu, bonda tidak tahu akan hal itu. Dia juga ada memberitahu bahawa wajahnya sama dengan wajah ibunya ketika muda."
"Benarkah putraku, jika begitu bonda rasa, pasti dia kelihatan cantik sekali. Karna Putri Xi Xiana dulu adalah seorang putri yang cantik."
"Bonda memberi restu hubungan kalian." Permaisuri memandang kaisar Bei dan mengangguk kan kepalanya.
"Tapi bonda.." Putra Mahkota Ren Zie masih tidak berpuas hati
"Cukup Ren Zie. Dia adalah anak sahabat kami. Awalnya ayah tidak setuju karna tidak tau asal usulnya dan mungkin dia menggoda adik mu. Tapi sekarang adikmu mengaku yang dia menyintai putri Xia terlebih dahulu. Ayah juga memberikan restu pada hubungan kalian."
"Terima kasih ayah, bonda karna memberi restu. Besok aku akan pergi ke mukim tua untuk bertemu dengannya." Putra Jing Zhi melihat kakaknya dan tersenyum menang.
"Pergilah dan bawa pulang calon menantu bonda."
Seorang pelayan datang, memberitahu bahawa kaisar Xi meminta mereka pergi ke ruangan khas untuk makan malam.
Setelah makan, Kaisar Bei berterima kasih kepada kaisar Xi. Karna menjaga anaknya dengan baik dan membenarkan Putri angkatnya menyelamatkan putranya. Kaisar Bei juga memberi tahu kaisar Xi akan perasaan anaknya terhadap Putri Xia Lin. Setelah selesai berbincang, mereka pun pergi ke kamar tetamu yang telah disediakan untuk beristirehat.
__ADS_1
Keesokan harinya, Putra Jing Zhi pun berangkat ke mukim tua untuk mencari kekasihnya setelah pamit dengan yang lainnya. Melihat anaknya pergi, Kaisar Bei dan rombongannya pun berangkat pulang ke istananya.
___---___
Di Mukim Tua.
Setelah selesai sarapan, datang seorang pegawai masuk berjumpa Putra Feng Xi.
"Hormat kepada pangeran Feng Xi, hamba telah menerima surat daripada kaisar Nan yang mengatakan bahawa terdapat sekumpulan bandit sedang menyerang penduduk desa Krisan. Tuanku menitahkan agar pangeran menyelesaikan masalah di desa Krisan. ini suratnya"
"Baiklah aku akan kesana." Pegawai itu pun pergi.
Xia yang secara tidak langsung mendengarkan titah baginda, menawarkan dirinya untuk membantu.
"Kak aku ikut ya." Ujar Xia
"Tidak Xia, ini bukan perkara yang bisa di buat bermain. Gege tidak mau melihat mu terluka."
"Aku udah dewasa kak. Aku mau mengikutmu juga. Ayah, ayah pulanglah duluan ya. Aku akan menyusulmu nanti." Xia tetap berdegil mau mengikuti kakaknya.
"Dasar keras kepala. Ayo bersiap, Kita harus berangkat sekarang."
"Berhati - hatilah kalian menjalankan tugas. Ayah akan berangkat sebentar lagi."
"Aku akan mengikut mu Xia." Ucap Cisin.
Putra Feng Xi memandang Xia dan Xia hanya tersenyum. Setelah menyediakan beberapa barang yang akan dibawa, Putra Feng Xi pun bersedia untuk berangkat pergi.
"Ayo kita berangkat" Putra Feng Xi pun memulakan perjalanan nya, dia membawa beberapa orang prajurit bersamanya.
Xia Dan Cisin menaiki kereta kuda, manakala yang lainnya menunggang kuda. Mereka mengambil masa seharian untuk tiba di desa Krisan. Mereka berhenti berehat di luar desa Krisan. Mereka berencana akan menyerang para bandit itu besok pagi.
Mereka tidak mendirikan tenda karna khawatir akan disedari oleh pihak musuh. Mereka berehat dengan bersandar didahan pohon.
"Baiklah sekarang kita istirehat terlebih dahulu. Besok kita akan mula menyerang mereka. Tetapi sekarang aku akan menghantar seseorang untuk melihat keadaan di desa Krisan."
__ADS_1
"Tidak perlu menghantar sesiapa, aku udah mengarahkan teman ku untuk melihat keadaan disana."
"Siapa teman mu? Bila kamu menyuruh nya pergi kesana?" Tanya Putra Feng Xi hairan karna setahunya hanya Cisin teman yang dibawa Xia.