Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
30 - Memaafkan


__ADS_3

Putri Zana yang melihat pelayan nya rebah, terasa badan nya terketar ketar ketakutan.


"Pengawal bawa Putri Zana kekamar nya. Jangan ijinkan dia keluar tanpa kebenaran ku dan kamu pergi maklumkam kepada kaisar Xi." Arah Putra Mahkota Huan Zo.


Dua orang pengawal mengiringi Putri Zana ke kamarnya. Dia hanya terdiam ketakutan menanti hukuman yang akan dikenakan. Seorang lagi pengawal mencari kaisar Xi.


Xia langsung menusuk jarum akupunktur kepada pelayan itu, agar racun nya tidak merebak dan menyerang organ penting dibadan pelayan itu.


Setelah itu dia memberi pil pencuci darah. Dan mengambil kembali jarumnya. Terlihat pelayan itu mengeluarkan seteguk darah.


"Pengawal, tolong angkat pelayan ini dan panggil tabib untuk merawatnya." Ujar Xia


Pengawal yang ada di situ pun mengangkat pelayan itu seperti yang diarahkan oleh Xia.


"Apa kamu baik baik aja Xia'er?" Tanya kakaknya


"Aku tidak baik - baik aja kak. Putri Zana belum sempat meracun ku lagi."


"Xia'er, Aku minta maaf bagi pihak isteriku yang ingin mecelakaimu." Putra Mahkota Huan Zo merasa kecewa dengan tindakan isterinya.


Xia tidak menjawab karna ketika itu kaisar dan permaisuri Xi tiba.


"Xia apa yang berlaku nak? Apa kamu baik baik saja? Apa benar Putri ku ingin meracunimu?" Bertubi tubi soalan dari kaisar Xi.


"Aku baik baik aja paman, Putri Zana memberiku kue yang telah diracuni tapi teman ku menyadari nya dan memberitahu ku. Pada mulanya aku ragu tapi setelah aku memberi makan kue itu kepada pelayan Putri Zana, dan ternyata benar kue itu telah diracun."


"Aku tidak habis pikir, apa yang mendorong Putri ku melakukan perbuatan keji itu." Ucap kaisar Xi


"Maafkan hamba ayah. Hamba tidak pandai mendidik isteri hamba."


"Maafkan Putri ku Putri Xia Lin." Mohon permaisuri sambil memegang tangan Xia dan menitiskan air mata nya.


Xia tersenyum "Tidak usah bersedih permaisuri." Pujuk Xia. "Paman aku harap kejadian ini tidak dihebohkan karna aku kawatir akan kesihatan kakek. Kita lupakan perkara ini, mungkin ada kesalah fahaman antara Putri Zana terhadap ku." Ujar Xia Lin sambil memandang Putra Mahkota Huan Zo.


"Apa maksudmu Xia'er" Tanya kaisar Xi


"Semalam aku perasan yang Putri Zana cemburu pada ku karna Putra Mahkota Huan Zo berbicara dengan ku dan menemuiku di istana tetamu. Putra Mahkota Huan Zo hanya mahu tanya padaku, bagaimana aku bisa selamat ketika di hutan lingzhi dan kami hanya mengobrol bersama dengan teman teman ku juga. Tak gitu pangeran?"

__ADS_1


"Iya ayah. Aku hanya panasaran dan Xia adalah sahabatku sejak di desa Teratai." ujar Putra Mahkota Huan Zo pasrah, dia tahu Xia tidak akan membalas cintanya.


"Bodoh amat itu anak, apa suaminya tidak bisa berteman dengan lawan jenis. Di mana dia, aku akan menghukum nya, biar tahu diri." Ujar Kaisar Xi amarah.


Kaisar Xi memang seorang ayah yang tegas terhadap Keluarga nya. Dia akan menghukum anaknya dengan adil jika ada kesalahan yang anak nya lakukan.


"Hamba telah menyuruh pelayan menghantar Putri Zana kekamar nya ayah."


Kaisar Xi lalu membalikkan dirinya untuk menuju kekamar Putri Zana.


"Paman, aku rasa tidak perlu menghukumnya. Cukup suruh pulang ke Istana suaminya aja. Karna aku masih mau disini untuk merawat kakek. Nanti setelah itu Putri Zana boleh datang semula kemari."


"Apa kamu mau tinggal disini Xia. Aku takut kalau kamu terluka lagi. Aku tidak sanggup mendengar lagi adik ku dibuli terus. Mulai sekarang aku yang akan menjagamu. Kamu ikut gege pulang ke mukim tua hari ini ya?"


Kaisar Xi dan putra Mahkota Huan Zo terasa akan ucapan Putra Feng Xi. Memang Putri Zana keterlaluan.


"Kak, aku harus mengubati kakek. Apa kakak mau pulang hari ini?"


"Iya, kakak tidak boleh tinggalkan jabatan kakak terlalu lama. Banyak urusan yang harus kakak lakukan."


"Tapi kak.." tidak sempat menghabiskan bicaranya, Putra Mahkota Huan Zo memotong.


Putra Feng Xi hanya diam, dia terasa berat hati untuk meninggalkan adik nya di Istana pamannya.


"Mari semua kita ke kamar Putri Zana. Aku akan menyuruh nya untuk memohon maaf dari Xia." Ajak kaisar Xi


Semua mengikuti langkah kaki kaisar Xi yang menuju ke arah kamar Putri Zana.


Pengawal yang melihat kedatangan kaisar Xi menuju ke arah kamar Putri Zana langsung membukakan pintu.


Putri Zana yang melihat kedatangan ayahnya, langsung berlutut


"Ayah maaf kan aku ayah." Ucap nya sambil menangis.


Plakkk.. satu tamparan hinggap ke pipi Putri Zana. Putra Mahkota Huan Zo yang melihat isterinya ditampar, langsung membantu isterinya dan dia juga berlutut didepan kaisar Xi.


"Maaf kan menantumu ayah, yang gagal mendidik isteri sendiri." Mohon Putra Mahkota Huan Zo.

__ADS_1


"Kamu harus memohon maaf pada Putri Xia Lin, anakku. Bukan mohon maaf pada ayahmu"


"Baiklah ayah. Putri Xia Lin, Aku mohon kamu bisa maafkan ku. Aku khilaf, aku terlalu ikut perasaan cemburuku." Ucap Putri Zana yang masih berlutut.


Xia memegang kedua pundak Putri Zana "Bangunlah. aku udah memaafkan mu dan perlu kau tahu, bahawa aku hanya menganggap Putra Mahkota Huan Zo sebagai seorang teman tidak lebih dari itu. Aku tidak mahu ada permusuhan di antara kita " Putri Zana dan suaminya bangun dari berlutut.


Putri Zana yang mendengar ucapan Xia terharu lalu memeluk Xia dengan erat.


"Terima kasih Xia'er. Apa aku bisa menjadi teman mu juga." Sambil melepaskan peluknanya.


Xia menggangukkan kepala nya "kamu bukan sahaja temanku, malah kamu juga saudara ku."


Mereka yang ada disitu tersenyum bahagia. Tapi tidak bagi Putra Feng Xi, dia masih merasa curiga. Dia takut Putri Zana ada rencana lainnya. Putra Mahkota Huan Zo perasan akan air muka Putra Feng Xi yang masih dingin.


"Berkemaslah kita akan pulang sekarang." Arah Putra Mahkota Huan Zo dan tiada penolakan dari isterinya.


Tiada banyak barang yang perlu dikemas. Setelah selesai, akhirnya mereka menghantar rombongan Putra Mahkota Huan Zo keluar. Mereka juga membawa pelayan yang diracun tadi. Pelayan itu masih lemah, dia dipapah oleh pelayan yang lainnya.


Melihat Akan hal itu, barulah Putra Feng Xi merasa agak lega. Musuh adik nya telah pergi.


"Mari Kita pergi melihat kakek. Aku mau meneruskan rawatannya." Ujar Xia, lalu mereka semua pun menuju ke kamar rawatan.


Setibanya disana kakeknya sedang makan bubur disuap oleh isterinya. Kaisar Xi yang melihat ayahnya udah boleh makan, merasa gembira.


"Kalian dari mana? Dimana Putri Zana dan suaminya? Kok tidak ikut kalian." Tanya bonda kaisar Xi


"Ermm.. Anu.. itu tadi ada seorang pengawal utusan kaisar Nan datang, katanya Putra Mahkota Huan Zo harus pulang segera. Karna ada hal yang mustahak. Jadi dia terus pamit tadi, kami baru menghantarnya. Dia mohon maaf tidak bisa mampir, soalnya buru - buru." Terang kaisar Xi yang menyembunyikan hal sebenar.


"Iya ngak apa - apa, pasti ada urusan yang penting."


Setelah selesai makan Xia pun memeriksa denyutan nadi kakeknya.


"Apa hari ini kakek masih lemah lagi"


"Udah baikkan dari kemarin. Xia'er, apa bisa kakek memeluk mu?"


Xia tersenyum dan langsung memeluk kakeknya.

__ADS_1


"Kakek didalam botol keramik ini, ada kira kira 10 biji pil lingzhi. Pil ini bisa menguatkan sistem imun kita. Pil ini untuk kakek."


Mereka yang mendengarkan nya terkejut. masing masing panasaran, dimana Xia mendapatkan pil langka itu yang hargnya cukup mahal.


__ADS_2