Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
47 - Pemberontak


__ADS_3

"Nanti kakak juga akan tau, siapa dia." Kata Xia


"Baiklah sekarang kita istirehat dahulu. Kita tunggu berita dari temanmu."


Tidak berapa lama kemudian Nagin tiba tanpa disedari oleh yang lainnya, hanya Xia yang tau karna Nagin berbentuk ular emas kecil ketika itu. Nagin langsung mengubah wujud menjadi manusia tanpa dilihat oleh yang lainya.


"Bagaiman Nagin, apa kamu dapat maklumat yang kita perlukan. Sebentar, aku akan panggil gege ku dan kita bisa bincang bersama setelah itu." Xia pun memanggil Putra Feng Xi.


"Kak, teman ku yang menyusup ke sana telah kembali, mari kita dengar kan maklumat yang ingin dia sampaikan."


"Dimana dia, kok kakak tidak meyedari kehadirannya?"


"Ni dia disebelahku, dia Nagin. Dia menyembunyikan auranya. Kakak pernah ketemu dengan diakan?"


"Iya.. ayo ceritakan, maklumat apa yang kau dapatkan." Tanya Putra Feng XI.


"Meraka telah memusnahkan beberapa rumah dan toko penduduk desa dan membuat markas di beberapa buah rumah penduduk disitu. Jumlah mereka lumayan banyak."


"Apa ada penduduk yang terkorban?" Tanya Putra Feng Xi.


"Iya, banyak mayat yang dibiarkan di tepi jalan selepas mereka membunuhnya. Para korban termasuklah wanita dan kanak-kanak juga dibunuh. Ada juga wanita yang dijadikan pemuas nafsu serakah mereka"


"Melampau!! mereka langsung tiada sifat manusiawi." Marah Xia


"Apa lagi maklumat yang kamu dapatkan?" Tanya Putra Feng Xi, dia juga merasa tidak berpuas hati dengan berita yang didengarinya.


"Iya, mereka seperti diarahkan oleh seseorang yang berkuasa untuk menawan desa Krisan."


"Apa maksudmu!!?"

__ADS_1


"Mereka ada menyebut nama Jeneral Tong dan mereka akan bertemu sebentar lagi."


"Apa jeneral Tong!!"


"Apa kakak mengenalinya?"


"Iya dia memang seorang yang serakah dan ramai menteri yang tidak menyukainya. Tidak disangka dia yang menjadi dalang dan mengupah para bandit untuk meyerang Desa Krisan. Dia pasti berniat untuk memberontak dan sepertinya Kaisar Nan tidak mengetahui akan hal ini. Besok, aku harus mengutus surat kepada Kaisar Nan."


"Kak, kita seharusnya menyerang meraka sekarang dan menangkap jeneral Tong untuk diserahkan pada Kaisar Nan untuk diadili."


"Prajurit kita masih membutuhkan istirehat Xia, mereka masih lelah karna seharian kita tidak berhenti untuk istirehat."


"Serahkan padaku, aku akan memberikan mereka air ramuan yang bisa mengembalikan tenaga mereka dengan pantas."


"Kalau gitu kakak akan kumpulkan prajurit semua sekarang juga."


Setelah meminum air yang Xia sediakan, meraka merasa terkejut akan pertambahan tenaga mereka. Mereka tidak merasa lelah lagi. Putra Feng Xi juga meminumnya dan dia juga merasa segar.


"Air apa ini Xia? Aku merasa kembali bertenaga seperti tidak melakukan perjalanan jauh."


"Ini air ramuan obat yang aku ciptakan kak" Maafkan aku kak, belum saat nya untuk memberitahumu hal yang sebenarnya. Xia tersenyum melihat kakaknya.


Mereka pun mula menyusup masuk ke desa Krisan dengan memanjat tembok dan membahagi kepada beberapa kelompok untuk mengepung pihak musuh. Putra Feng Xi juga mengarahkan meraka untuk membunuh musuh dengan senyap serta jangan memulakan serangan secara terbuka sebelum mendapat isyarat daripadanya.


Nagin menunjukkan jalan menuju ke markas musuh. Kelompok Putra Feng Xi mula mengintip rumah yang menjadi markas musuh. Mereka mengintip melalui lobang kecil yang terdapat di dinding rumah. Memang terlihat jeneral Tong sedang berdiskusi dengan para bandit yang telah menjadi sekutunya. Putra Feng Xi mula mendekat untuk mendengar lebih jelas, apa butir bicara mereka.


"Aku mau kalian mula bergerak ke desa yang terdekat, iaitu desa teratai yang berada tidak jauh dari sini dan kerahkan kesemua anak buah kalian agar kita bisa segera bertindak. Sehingga kita bisa tawan ibu kota. Jika kita udah tawan ibu kota, maka kita bisa mula menyerang istana. Haa.. haa.. haa.." kata jeneral Tong dengan yakin dan angkuhnya.


"Baik ketua, kita akan memaklumkan kepada ahli kumpulan kita yang masih berada di markas yang terletak di pinggir kerajaan Timur sesegera mungkin." Kata salah seorang musuh yang berada disitu.

__ADS_1


'Jangan harap aku akan lepaskan kalian pergi ke desa teratai. Akan aku hapuskan kalian terlebih dahulu.' Xia berkata dihatinya dengan marah.


Putra Feng Xi memandang Xia dan menganggukkan kepalanya tanda isyarat bahawa mereka akan bersedia untuk menyerang.


"AAWWWUUU" isyarat yang biasa digunakan Putra Feng Xi untuk mula menyerang pihak musuh. Dia menggunakan serigala iaitu haiwan kontraknya untuk memberitahu yang lainnya untuk mula menyerang. Pengikutnya mengetahui bunyi isyarat itu dan mula melakukan serangan.


Terdengar bunyi bising dari luar markas mereka, jeneral Tong menyuruh anak buahnya untuk memeriksa. Belum sempat keluar, Putra Feng Xi, Xia dan beberapa orang masuk ke dalam.


"Ternyata ini ulahmu jeneral Tong." Teriak putra Feng Xi


"Sialan!! hapuskan mereka semua." Teriak jeneral Tong.


Mereka mula menyerang. Putra Feng Xi langsung terus meluru kearah Jeneral Tong untuk berlawan dan menangkapnya. Xia mengarah kan Leo untuk keluar dari ruangan dimensi agar turut membantu. Walaupun Xia bertubuh kecil tetapi dia bisa menewaskan musuhnya yang bertubuh lebih besar darinya. Xia terus berlawan dengan musuh yang ada disitu. Mereka adalah diantara yang terkuat, pasti mereka adalah antara ketua para musuh. Setelah menunpaskan musuhnya tadi, Xia langsung menuju kearah Cisin yang hampir saja tewas melawan musuh.


"Cehh, datang lagi seorang wanita tak sadar diri, kalian hanya layak duduk didapur sahaja. Ngak usah repot nak bertarung. Pergi sana sebelum aku membunuh kalian berdua disini." Teriak pria itu dengan angkuh.


"Aku tau kau mengusirku karna takut dengan akukan. Harusnya kau aja yang duduk didapur ngak usah tunjuk berlagak hebat disini sedangkan kau hanya pria lembik. Haa.. haa.. haa.." Xia ketawa puas, dia sengaja memancing emosi pihak musuh.


"Brengsek kau..!!" teriak pria itu. "Rasakan serangan dariku" pria itu mengeluarkan elemen api dan melemparkan kearah Xia, dia juga memanggil haiwan kontraknya untuk menyerang. Xia sempat untuk mengelak api yang dilontar musuhnya.


Leo dan Nagin sedang menyerang beberapa haiwan kontrak yang dikeluarkan oleh pihak musuh. dia juga membuka auranya yang kuat bagi menakutkan haiwan kontrak pihak musuh. Mereka berlawan diluar rumah itu.


"Huh, hanya ini saja yang bisa kau lakukan, aku akan tunjukkan padamu cara yang betul untuk mengalahkan musuh." Xia mengeluarkan elemen apinya dan menjadi bola api yang besar lalu melemparkannya kepada musuhnya. Pria yang melawannya terkejut melihat bola api yang besar dilontar kearahnya, dan dia tidak sempat untuk megelaknya.


Duuuaar.. terdengar letupan yang kuat mengena pria tadi. Badan nya turut melutup terkena bola api besar yang dihasil oleh Xia. Pihak lawan merasa terkejut melihat kekuatan Xia.


'Sialan!! seperti apa kekuatan gadis itu. Kekuatan elemen api tadi kelihatan sangat menakutkan.' Ujar jeneral Tong didalam hatinya.


Disebabkan separuh rumah habis hancur, karna letupan tadi. Mereka akhirnya berlawan diluar rumah. Xia terus melawan seorang pria yang tahap kultivasinya ditahap menengah akhir. Agak sulit untuk mengalahkannya. Tetapi tidak mudah juga untuk pria itu mengalahkan Xia. Akhirnya Xia dapat menjatuhkan lawannya. Kali ini dia tidak membunuhnya, Xia mengikatnya untuk tujuan menyoal siasat nanti. Xia membantu kakaknya untuk mengalahkan Jeneral Tong dengan membaling pisau belati dan terkena tepat dikakinya.

__ADS_1


__ADS_2