
Setelah Xia memberi rawatan kecemasan terhadap permaisuri, tabib muncul dengan tergesa-gesa. Tabib melihat permaisuri terbaring, langsung memeriksa keadaannya. Xia yang keletihan hanya terduduk disebelah permaisuri.
"Bagaimana keadaan permaisuri?" Tanya kaisar Bei
"Keadaannya lemah dan butuh istirahat. Hamba akan menyediakan obat untuk permaisuri." Ucap tabib Juan. Tabib yang baru menyadari Xia yang terduduk disamping permaisuri melihatnya dan bertanya. "Apa puteri yang menyelamatkan nyawa permaisuri?". Xia hanya menganggukkan kepalanya.
Putra mahkota Ren Zie pun mengangkat bondanya dan langsung menuju ke kamar.
"Puteri apa hamba bisa bertanya sesuatu?" tanya tabib Juan setelah mereka keluar dari kamar kaisar.
"Silakan.."
"Apa yang berlaku sebenarnya. Sepertinya penyakit permaisuri kambuh lagi dan permaisuri harus meminum obat jika tidak nyawanya tidak akan tertolong tapi tadi keadaan sepertinya..." Tabib Juan sepertinya bingung mau berkata apa.
"Aku hanya merangsang jantung nya agar kembali berfungsi dan memberi bantuan pernafasan." Xia coba menerangkan kepada tabib Juan, cara rawatan nya.
"Jika tidak keberatan, apa puteri bisa mengajarku caranya." Tabib Juan terkejut mendengarkan bicara putri Xia. Walaupun dia telah lanjut usia tetapi itu tidak menghalangnya untuk mempelajari ilmu perubatan yang baru. Xia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Putra mahkota Ren Zie mencuri dengar perbualan mereka. 'Ternyata dia telah menyelamatkan nyawa bondaku.'
Setelah memastikan keadaan permaisuri kembali stabil, Xia pun pergi bertemu keluarganya. Setiba di hadapan istana tetamu Xia melihat keluarganya telah bersiap untuk berangkat pulang ke kediaman masing-masing.
"Kalian mau pulang sekarang? Mengapa tidak tunggu beberapa hari lagi disini?" Tanya Xia.
"Tidak bisa Xia, banyak kerjaan yang sedang menumpuk dan menanti untuk dibereskan." Ujar Kaisar Xi.
"Iya benar, kakak juga tidak bisa lama disini karna banyak kerjaan yang telah tertunda." Putra Feng Xi berkata.
"Iya.. iya.. aku tau." Ujar Xia cemberut.
__ADS_1
"Xia.. tidak usah cemberut.. kamu itu udah nikah lho.. harus matang, tidak perlu bersikap kekanak - kanakan." Nendanya menegur Xia.
"Benar kata nenda Xia. Sebentar lagi kamu pasti akan menjadi seorang ibu." Mereka semua tertawa mendengarkan kata dari selir Ying. Tanpa mereka sadari Putra Mahkota Ren Zie telah tiba di situ. Dia telah mendengarkan percakapan mereka dan membuatkan mukanya memerah.
"Ehemm.." Putra mahkota Ren Zie berdehem agar mereka tahu jika dia berada disitu.
"Eh.. Putra Ren Zie.." Semua memandang ke arah Putra Mahkota Ren Zie.
"Maaf aku terlambat tiba disini, soalnya tadi lagi ngurusin bonda permaisuri yang lagi sakit."
"Iya ngak papa.. kami juga udah mendengarkannya tadi dari pelayan, bahawa permaisuri Bei pingsan. Bagaimana keadaanya sekarang?" Tanya kaisar Xi.
"Bonda permaisuri masih lemah dan butuh istirahat."
"Semoga permaisuri cepat pulih."
"Ayo kita berangkat sekarang, jika telat takutnya kita harus bermalam dihutan." Ujar Putra Feng Xi
Sebelum mereka berangkat Xia mengeluarkan giok lambang serigala dan menyalurkan qi nya sambil berbisik. "Aku membutuhkan 20 prajurit serigala bagi melindungi perjalanan keluargaku agar selamat." Tidak berapa lama kemudian terdengan lolongan serigala.
Auuu.. aauuu.. "Kami akan menanti di hutan yang berhampiran dan akan melindungi serta mengikuti keluarga mu bermula dari hutan ini." Terdengar suara jeneral serigala berkata, yang hanya didengari oleh Xia.
Xia memberithu kakaknya bahawa sekelompok serigala akan mengiringi mereka pulang dengan selamat. Putra Feng Xi tersenyum mendengarkannya dan mengucapkan terima kasih pada Xia.
Terasa kurang bebannya, karna banyak nyawa yang harus dijaga. Wakil dari kerajaan selatan juga turut bersama mereka karna Putra Feng Xi juga akan pulang ke kerajaan selatan. Mereka pun memulakan perjalanan.
Beberapa hari Xia di kerajaan utara, dia membantu mengobati permaisuri Bei. Dan mengajar beberapa ilmu pengobatan kepada tabib Juan. Xia juga masih mencari pembunuh Putra Jing Zhi secara diam-diam. Xia mendapat kabar dari jeneral serigala bahawa keluarganya telah tiba di kerajaan Xi dengan selamat dan beberapa hari kemudian, jeneral serigala menyatakan bahawa menteri Chu sekeluarga telah selamat tiba di kerajaan selatan dengan selamat.
Xia telah menemui beberapa maklumat baru berkaitan misteri kematian putra Jing Zhi. Nagin mencuri dengar perbualan antara pengawal istana. Yang menyatakan kesemua pelayan dan pengawal yang bertugas dihari kematian Putra Jing Zhi telah dipenjarakan. Setelah mendapat maklumat itu Xia langsung pergi ke penjara tanpa pengetahuan sesiapa untuk menumui mereka. Terlihat mereka sangat lemah, pastinya mereka telah diseksa ketika soal siasat dijalankan. Xia langsung memeriksa denyutan nadi salah seorang pelayan, membuatkan Xia merasa pelik karna terdapat kelainan di deyutan nadinya. Dan Xia terus memeriksa denyutan nadi yang lainnya, juga sama. Disebabkan keadaan mereka lemah, mereka tidak mengetahui kehadiran Xia disitu. Xia mengarah kan Leo membawa seorang pelayan yang lagi pingsan ke kamarnya untuk diperiksa. Mereka pun keluar dari sana.
__ADS_1
Setibanya dikamar Xia, Nagin memberi saranan. "Xia, bahaya jika kita ketahuan membawa pelayan yang lagi dihukum kekamarmu. Aku khawatir jika suamimu tiba-tiba datang kesini"
"Itu mustahil, udah sebulan aku disini tetapi dia tidak pernah datang ke sini" Setelah Xia abis bicara terdengar ketukan dipintu kamarnya.
Tukk.. tukk. Tukk..
Mereka saling berpandangan. "Siapa?" tanya Xia.
"Putra Mahkota Ren Zie mau bertemu dengan putri." Ucap seorang pelayan. Mendengarkan itu Xia terkejut dan menepuk mulutnya karna terlalu lancang saat bicara.
"Cepat bawa dia keruang dimensi." Xia berbisik
"Tapi Xia, dia bukan orang penting sehingga harus dibawa ke ruang dimensi." Leo tidak berpuas hati.
"Habis, kau mau ketahuan dengan putra itu?"
"Iya juga.." Leo menggaru kepalanya.
"Cepat pergi.. Nagin, bius dia agar terus pingsan."
"Baik Xia" mereka pun segera pergi.
Bbuukk.. terdengar pintu di tendang dari luar dan langsung terbuka.
"Aaarrghh.." Xia menjerit dan membalikkan badannya lalu membetulkan bajunya yang sedikit terbuka seperti orang yang baru berganti baju.
"Mengapa..!!" Putra Mahkota Ren Zie langsung masuk setelah menendang pintu kamar. Dia tidak menghabiskan bicaranya karna tergamam melihat isterinya yang sedang memakai baju. Dia sempat melihat punggung isterinya yang putih, membuatkan dia menelan ludahnya. Putra Mahkota Ren Zie langsung menyuruh yang lainnya keluar dan menutup pintu kamar.
Setelah membetulkan bajunya Xia pun membalikkan badannya. Nasib baik dia sempat membuka bajunya dan membuatkan dia seperti baru berganti baju.
__ADS_1
"Maaf, karna membuatkan suamiku menunggu lama. Aku harus mengganti baju ku dahulu karna tadi aku memakai baju tidur yang seksi, kamu taukan tentang perjanjian kita. Aku khawatir kamu tergoda melihatku memakai baju seksi, maka aku harus mengganti bajuku." Xia mendekat dengan suaminya dan bicara dengan suara manja.
"Ma..maaf, setelah ini aku akan lebih berhati-hati." Ujar putra mahkota Ren Zie yang merasa gugup tapi coba disembunyikan agar tidak tercalar egonya.