
"Ehemm.. hemm..." Xia berdehem.
"Maaf.. Putri Xia kenalkan dia adalah Puteri duyung yang menjaga wilayah ini." Xia dan temannya juga memperkenalkan diri mereka.
"Zu kau haiwan lagendaris mengapa kau masih belum mencapai tahap sempurna lagi?"
"Tuan aku terdahulu sakit akibat racun, dan memberi kesan padaku. Sebelum kematiannya, dia sempat memutuskan kontrak denganku. Aku kehilangan kuasaku dan harus bermula dari awal. Seharusnya aku yang menyelamatkan tuan ku tetapi ini terbalik. Disaat aku diambang kematian, putri Xia yang datang menyelamatkan ku."
Puteri duyung merenung Xia dan berkata "Putri Xia, apa kau mau mengikat kontrak dengan ku?"
"Hah.. Mengapa? Apa karna Zu? Aku tidak ada ikatan dengannya?"
"Aku tahu itu, karna aku bisa melihat mutiaranya ada padanya. Tapi aku dapat merasakan ada aura istimewa dari tubuhmu dan aku juga bisa melihat ada tanda bintang di pergelangan tangan mu. aku tau arti tanda itu."
"Nagin bisa kamu terangkan, bagaimana dia bisa mengetahuinya?"
"Hanya pemilik dari giok bintang !! Apakah kau pemilik giok bintang?"
"Iya. aku pemilik giok bintang." Puteri dayung pun menunjukkan giok yang digantung pada kalungnya. Terlihat giok berbentuk bintang yang mengeluarkan cahaya dari giok itu.
"Xia, dari cerita yang aku dengar. Jika kamu membuat kontrak dengan pemilik giok bintang, kuasa dimensi bintang akan meningkat. Tapi itu hanya kisah lagenda tidak tahu kebenarannya karna tuan - tuan aku yang sebelum ini tidak pernah lagi memiliki kontrak bersama pemilik giok bintang"
"Benar.. aku juga tidak pernah memiliki tuan sebelum ini karna aku tidak suka di perbudakkan oleh manusia. Tetapi sejak melihat mu tadi, aku dapat merasakan perasaan yang aneh. Bagaimana, apa kau mau menerima ku?"
"Aku harus bertanya pada mereka dahulu."
"Mengapa harus bertanya pada mereka?"
"Mereka mempunyai hak karna kelak kalian akan berkongsi ruang yang sama. Aku tidak mau ada pemusuhan atau rasa tidak nyaman diantara kalian kelak."
"Jika kau mau menyingkirkan mereka juga bisa, karna kekuatan ku lebih besar berbanding mereka berdua. Haa.. haa.."
"Kau..!!" Xia menahan Leo dan Nagin yang mau menyerang Puteri duyung.
"Sepertinya benar kata mu.. aku tidak perlu meminta pendapat mereka."
"haha.. ha.. Aku tau kau akan memilihku ketimbang meraka."
__ADS_1
"Aku tidak akan menerima mu."
Leo dan Nagin pada awal nya sangat kecewa dengan Xia. Akhirnya mereka merasa gembira mendengar bicara Xia barusan.
"Apa kata mu? aku harap kau tidak akan menyesali nya." Puteri duyung merasa geram dengan Xia dan berlalu pergi.
"Puteri duyung...!!" Zu berteriak.
"Aku ijin kan kalian tinggal disini karna kamu Zu." Puteri duyung dan pengawalnya menghilang setelah itu.
"Sepertinya teman mu itu sangat angkuh dan sombong Zu." ujar Nagin
"Aku udah lama tidak bertemu dengannya. Dulu dia tidak seperti itu.. ffuuhh.." seekor naga mengeluh.
Lun dan Wei Wei hanya bisa memerhati karna mereka bukan kultivator maka mereka tidak berapa memahami perbincangan mereka tadi.
"Lun cerita lagi apa yang kau tau.?"
"Tidak ada lagi karna aku di kawal oleh aura hitam setelah itu."
"Lun, Wei Wei kalian tetap lah dengan ku. Tinggal disini, aku dan teman ku akan menjaga kalian. Kalian bisa memanggil ku Xia saja."
"Baiklah jika itu mau mu.. aku akan mengajar kalian ilmu bela diri mulai sekarang, agar kelak kalian bisa mempertahan diri."
Lun dan Wei Wei merasa gembira mendengarkannya.
Beberapa hari di situ mereka telah menyusun beberapa rancangan untuk membalas dendam terhadap Putra Hei Zi dan mencari lagi kumpulan dari klan hitam. Xia juga mula mengajar Lun dan Wei Wei seni bela diri. Mereka juga diberi minum air sungai pemulih jiwa dan pil minda agar mereka bisa cepat belajar.
Miho dan Kibo juga tinggal di dunia nyata bersama mereka. Tidak terasa hampir sebulan mereka disitu. Ketika mereka sedang berlatih pedang tiba-tiba datang seorang pria dalam keadaan yang cedera parah.
"Tolong!! Tolong puteri duyung..."
"Katakan padaku mengapa dengan puteri duyung?" Tanya Zu yang merasa khawatir dengan temannya.
Mereka yang lain mendekati pria itu. Pria itu telah pingasan, Xia langsung memeriksa keadaan pria itu. Dan memberi rawatan menggunakan jarum akupunktur nya untuk menghentikan darah yang keluar. Setelah itu Xia memberi pil penyembuh dan air pemulih jiwa.
Tidak berapa lama kemudian, pria itu pun bangun dan langsung berlutut dihadapan Xia.
__ADS_1
Aargghhh.. pria itu mengerang kesakitan karna lukanya masih belum pulih.
"Jangan banyak bergerak, luka di tubuhmu belum pulih sepenuhnya. Leo bantuin dia bersandar dipohon itu." Leo pun membantu pria itu untuk bersandar di sebatang pohon.
"Tolong bantu puntri duyung."
"Siapa kau dan apa yang terjadi pada putri duyung."
"Nama ku Wu, pengawal kanan Putri duyung, Istana kami diserang oleh paman putri duyung, yang ingin merebut taktha kerajaan. Putri duyung telah ditangkap dan penjarakan. Aku diarahkan untuk meminta bantuan dari pada kalian. Aku mohon agar kalian bisa membantu kami."
"Apa bukti bahawa putri duyung yang menghantarmu ke sini? Aku tidak bisa seenaknya percaya kata-kata mu. Manalah tau kalian berencana menjebak ku karna aku menolak pemintaannya tempoh hari."
"Ini.. ini kalung yang ada giok bintang. Putri, berikan kalung ini padamu sebagai jaminan bahawa yang aku katakan adalah benar."
"Nagin, coba kau lihat. Apa benar ini giok bintang yang asli?"
Nagin menyalurkan qi nya pada giok itu dan terlihat cahaya yang terang terpancar di giok itu.
"Ini memang giok asli."
"Tempoh hari, katanya dia sangat hebat tetapi kenapa memerlukan bantuan kami?"
"Maaf kan kelakuan putri kami tempoh hari. Dia tidak bermaksud menghina kalian."
"Apa yang kami dapat setelah aku membantu kalian?" Xia masih bertarik tali.
"Seluruh rakyat kerajaan laut timur akan berkhidmat dan patuh pada mu. Ambil dan simpanlah giok ini, Putri memberikan padamu." Xia pun mengambilnya.
"Bagaimana bisa aku mengalahkan nya. Kami hanya berlima, pastinya dia memiliki prajurit yang ramai."
"Hanya perlu mengalahkan paman puteri dan beberapa anggota kan hitam yang membantunya. Mereka tidak mempunyai prajurit tetapi anggota Klan hitam telah memukau prajurit kami."
"Apa kata mu klan hitam?"
"Ya.. anggota dari klan hitam. Udah beberapa kali paman puteri duyung coba merampas tahkta tetapi tidak berjaya. Tetapi kali ini, dia meminta pertolongan dari anggota klan hitam. Membuatkan kami tewas."
"Baiklah kami akan membantu kalian tetapi bagaimana caranya untuk kita pergi kesana. Kami tidak bisa bernafas lama di dalam laut."
__ADS_1
"Itu tidak usah khawatir. Setelah kalian menelan pil ini, kalian akan bisa bernafas di dalam laut selama dua hari. Tetapi jika di istana, kalian bisa bebas bernafas karna di istana dilindungi satu mantra yang membolehkan mahkluk daratan tinggal lebih lama."
Zu yang pada awalnya merasa khawatir Xia tidak mau membantu temannya, akhirnya bisa bernafas lega karna Xia sudi untuk menghulurkan bantuan.