Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
69 -Hamil


__ADS_3

Keesokan paginya, mereka telah bersiap mau berangkat pergi. Putra Fu Yi merasa hiba karna harus berpisah dengan Xia.


Putra Fu Yi mendekati Xia dan memberinya hadiah. "Xia terima hadiah dariku ini."


"Terima kasih Fu Yi, aku tidak ada hadiah untuk diberi padamu." Ujar Xia. "Tunggu bentar, aku akan memberimu beberapa pil peningkat qi." Xia menggeluarkan botol kecil dari cincin ruangnya dan memberikan pada Putra Fu Yi yang langsung mengambilnya.


"Terima kasih Xia. Apa kita bisa bertemu lagi?"


"Iya, jika aku menerima undangan pernikahanmu nanti. Pasti aku akan datang dan bertemu mu." Ujar Xia bercanda.


"Xia.. " Putra Fu Yi membelalakkan matanya karna geram mendengar bicara dari Xia.


"Haaa.. haa.. haa.." Xia semakin kuat tertawa. "Iya udah, aku akan pergi sekarang. Selamat tinggal, semoga kita bertemu lagi temanku." Ucap Xia dan berlalu pergi mengikuti yang lain yang udah memulakan langkah.


"Selamat jalan temanku." Putra Fu Yi tersenyum mendengarkan kata - kata Xia tadi. Dia melihat sampai mereka hilang dari pandangannya.


Perjalanan mereka kali ini, agak lambat karna mereka banyak berhenti beristirehat. Perjalanan kali ini tidak ada yang harus dikejarkan, maka mereka hanya menunggang kuda dengan santai.


Pada hari ketiga mereka tiba di pinggiran hutan pelangi. Sepanjang perjalanan tidak ada hal yang serius berlaku. Hanya sekali aja mereka diserang bandit tetapi para bandit yang ingin menyerang mereka lari lintang pukang saat melihat Leo menjadi ujud singa mutasi.


"Aku bersama kalian sampai disini aja. ." Ujar Putra Zhongli ketika mereka berhenti untuk beristirehat.


"Iya.. apa kamu sendirian aja?" Tanya Xia yang tahu bahawa Putra Zhongli akan pergi setelah tiba di kawasan kediamannya.


"Prajurit ku ada disekitar sini. Xia aku sangat bertuah bisa menggenalimu. Semoga kita bisa bertemu lagi" Putra Zhongli berkata lalu menggubah ujudnya menjadi serigala dan berlalu pergi.


"Aku juga!! Selamat jalan." Teriak Xia.


Mereka mendirikan tenda di kawasan sekitar untuk istirehat pada hari itu.

__ADS_1


Keesokan harinya mereka memulakan perjalanan. Setelah empat hari mereka pun tiba dihadapan Istana kerajaan selatan. Hanya orang yang tertentu aja yang masuk ke Istana, mereka terus diiringi oleh pengawal yang bertugas menuju ke aula perhimpunan.


Setelah mereka memberi ucapan hormat untuk kaisar Nan, Putra Sam langsung menceritakan akan hal yang berlaku dan juga menceritakan tentang amaran kaisar Dong berkaitan Klan hitam.


"Bagus karna kalian bisa menjalankan tugas dengan baik. Dan untuk amaran dari kaisar Dong itu, harus kita ambil berat karna jika klan hitam mempunyai pengikut yang bertambah ramai, maka mungkin akan tercetusnya peperangan. Kita harus sentiasa berwaspada karna anggota dari klan hitam mahir menggunakan ilmu hitam dan sangat licik." Ucap kaisar Nan.


Mereka yang berada disitu mengangguk kepala mengerti akan ucapan kaisar Nan. Mereka terus melanjutkan perbincangan dengan masalah yang lainnya.


"Baiklah, sampai disini saja perbincangan kita pada hari ini. Disebabkan kalian menjalankan tugas dengan baik, besok malam kita akan adakan jamuan untuk meraikannya." Ucap kaisar Nan mengakhiri perbincangan mereka. Mereka memberi hormat kepada kaisar Nan dan berlalu pergi.


Xia, Putra Feng Xi, Putra Jing Zhi dan Cisin langsung menuju ke kediaman menteri Chu. Menteri Chu telah menyandang kembali jawatan yang sama seperti sebelumnya. Dan juga telah melaksanakan tugasnya semula.


Setiba mereka dikediaman Menteri Chu, mereka disambut dengan linangan air mata dari Selir Ying. Karna Selir Ying merasa gembira mereka pulang dengan selamat.


Putra Feng Xi dikejutkan dengan kehadiran isterinya disitu.


"Sayang... Kok kamu bisa kesini? Kapan tibanya?" Tanya Putra Feng Xi yang terkejut melihat isterinya dirumah orang tuannya.


"Kami??" Putra Feng Xi aneh melihat gelagat isterinya.


"Iya kami."


"Apa maksudmu? Aku tak ngerti.!!"


"Aduh..!! Kak kok ngak ngerti lagi.. tahniah ya kakak ipar. Maaf ya dengan kepolosan kakak ku." Ujar Xia tertawa dengan gelagat kakaknya.


"Tahnia.. tahniah.." Yang lainnya turut mengucapkan ucapan tahniah.


Putra Feng Xi bengong seketika. Yanna hanya menggelengkan kepalanya melihat suaminya. Lalu mengambil tangan suaminya dan meletakkan diperutnya.

__ADS_1


"Maksudnya... Kamu.. kamu hamil sayang??" Barulah Putra Feng Xi mengerti. Yanna mengangguk kan kepalanya dan tersenyum. Putra Feng Xi merasa gembira, lalu langsung memeluk isterinya dihadapan yang lainnya. Sudah lama mereka menikah tetapi tidak dikurniakan anak. Mendengar berita kehamilan isterinya, Putra Feng Xi menitiskan air mata bahagia. Yanna turut menitiskan air mata, terharu melihat kebahagian yang terlihat diwajah suaminya.


"Tidak lama lagi, kita akan jadi kakek dan nenek" ujar Selir Ying tersenyum kepada suaminya. Menteri Chu dan Selir Ying telah mengetahui lebih awal tentang kehamilan menantunya.


"Kapan kamu menggetahuinya?" Tanya Putra Feng Xi.


"Setelah kamu berangkat, aku ngak enak badan. Maka aku bertemu tabib, dia mengatakan yang aku udah hamil 2 bulan pada ketika itu. Aku tidak sabar mau ketemu dengan mu, iya terus aja aku kesini." Yanna tersenyum.


"Iya udah, mari kita masuk. Bonda udah siapkan jamuan untuk kita semua bagi meraikan dua khabar baik." Mereka pun menuju ke ruang makan. Mereka semua merasa gembira, para pengawal dan pelayan juga turut meraikannya. Mereka bergilir - gilir makan dan menjalankan tugas.


Pada malam hari, Putra Feng Xi dan isterinya menemui menteri Chu dan Selir Ying. Mereka berkumpul diruang utama bersama Xia, Putra Jing Zhi, Cisin, Wenli Dan Minli


"Ayah, bonda.. sebenarnya ada hal penting yang aku mau beritahu kalian berdua." Ujar Putra Feng Xi


"Ada apa anakku? Katakanlah."


"Tadi aku udah berbincang dengan Yanna. Kami sepakat untuk tetap disini sehingga Yanna melahirkan. Ini adalah kehamilan pertama bagi Yanna. Aku mau dia disini, agar bonda boleh tolong menjaganya sekali."


"Keputusan yang bagus, bonda juga berpikiran seperti itu. Bonda boleh menjaganya, jika kamu lagi pergi menjalankan tugas luar."


"Ayah akan beritahu pada kaisar Nan agar menghantar orang lain menjaga daerah mukim tua atau kamu bisa melakukan tugasmu dari kediaman ayah saja."


Putra Feng Xi merasa gembira karna orang tuanya bersetuju dan menyokong penuh dengan pendapatnya. Yang lainnya tersenyum bahagia.


Keesokan harinya, selepas perhimpunan pagi bersama kaisar Nan. Menteri Chu dan Putra Feng Xi bertemu dengan Kaisar Nan secara peribadi. Menteri Chu menerangkan hajatnya dan kaisar Nan memberi ijin Putra Feng Xi untuk melaksanakan tugas dari kediaman menteri Chu sahaja tanpa perlu menggantikkan dengan orang lain. Putra Feng Xi bisa mengarahkan orang bawahannya dan melaporkan pada Putra Feng Xi jika berlaku hal yang tidak bisa mereka selesaikan.


Putra Feng Xi merasa gembira dengan keputusan kaisar Nan. Mereka pun berlalu meninggalkan Istana.


Malam hari seperti yang dijanjikan, kaisar Nan telah mengadakan jamuan dan menjemput ramai tetamu untuk hadir ke jamuan itu.

__ADS_1


Xia dan seluruh keluarganya datang dengan menaiki empat kereta kuda. setelah mereka sampai sehingga memasuki aula, mereka menjadi tumpuan dan tatapan semua para hadirin karna terpegun melihat kecantikan Xia.


__ADS_2