Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
68 - Jeneral Long


__ADS_3

Kaisar Dong telah menanti mereka di aula perhimpunan karna kaisar Dong telah dimaklumkan dengan lebih awal tentang ketibaan mereka. Setelah melihat mereka masuk, Kaisar Dong dapat melihat jeneral Long yang terikat memasuki aula.


Setelah mendapat hormat dari mereka Kaisar Dong langsung berkata. "Jeneral Long beta tidak menyangka bahawa kau adalah sebahagian dari anggota pemberontak. Apa yang telah membuat mu berpikir untuk memberontak?"


"Kerana aku mau membalas dendam atas kematian orang tuaku. Pada awalnya kami merancang untuk mengambil alih kerajaan selatan dan setelah menguasai kerajaan selatan kami akan menyerang kerajaan Timur tetapi ternyata gagal karna kebodohan jeneral Tong." Terlihat di wajah jeneral Long penuh dengan kebencian.


"Emangnya apa yang telah beta lakukan pada orang tuamu?" Tanya kaisar Dong yang masih bingung atas ucapan Jeneral Long tadi.


"Apa kamu udah lupa kejadian yang telah kau lakukan ketika kau masih menjadi Putra Mahkota. Kau masih ingat dengan nama desa telaga. Kini desa itu hanya tinggal kenangan. Aku masih ingat, ketika itu aku masih anak kecil berusia tujuh tahun dan adikku ini masih berusia setahun. Kasihan adikku, tidak sempat bermanja dengan mereka. Kau telah membunuh hampir keseluruhan desa kami termasuk orang tua kami. Orang tua ku sempat menyembuyikan kami di ruang bawah tanah. Jika tidak kami juga akan kalian bunuh dengan kejam." Terang Jeneral Long, sambil memandang adiknya yang berada disebelahnya. Ternyata salah satu ketua pemberontak yang di tangkap oleh Putra Feng Xi adalah adik kepada Jeneral Long.


Pada awalnya Kaisar Dong tidak mengingati peristiwa itu dan setelah di fikirnya, akhirnya dia mengingatinya. "Beta telah mengingati peristiwa itu. Beta rasa kamu telah salah faham akan hal ini. Apa kamu tahu pada ketika itu, beta bukan putra mahkota. Putra Mahkota pada ketika itu adalah kakak kembar beta, Putra Dong Joon Ho. Dia telah terkorban pada ketika itu juga dan perlu kamu tahu, semua penduduk desa itu telah mengamalkan ilmu hitam ajaran sesat. Sebab itu, Putra Dong Joon Ho diarahkan untuk membunuh semua penduduk desa telaga dan memusnahkan tempat itu. Tetapi karna peristiwa itu, kakak ku telah terkorban."


"Tidak.. tidak mungkin, aku masih mengingati wajah mu." Ujar Jenaral Long.


"Kami memang seiras, karna kami adalah kembaran."


"Orang tua kami pengamal ilmu hitam? Apa benar kak?" Tanya adik Jeneral Long yang kaget mendengar nya.


"Aku.. aku juga tidak pasti.." mereka merasa bingung.


"Jika kamu mau memastikan bahawa kamu adalah keturunan klan hitam, lihat dilengan kalian pasti ada tanda hitam yang berbentuk bulat. Tanda untuk seseorang itu adalah merupakan ahli klan hitam. Tanda itu, akan diberikan pada setiap keturunan mereka." Ujar Xia, yang diberi tahu oleh Leo difikirannya.


"Tanda hitam?"

__ADS_1


"Iya pasti kalian berdua memilik tanya itu kan?"


Mereka menundukkan kepalanya, mereka baru mengetahui tentang makna dari tanda hitam dilengan kiri mereka berdua. Pada mulanya mereka menyangka tanda itu hanya tanda dari orang tua mereka. Ternyata mereka silap.


Putra Zhongli merasa terkejut akan hal yang didengarkannya. "Apakah masih ada lagi klan hitam yang tersisa diluar sana." ujarnya perlahan.


"Xia hati-hati sepertinya ada yang akan menyerang kalian" ujar Leo memberi amaran pada ketika Jeneral Long sedang bicara.


"Iya aku mengakuinya tapi perlu kalian ingat, mereka pasti akan membalas..." Tidak sempat menghabiskan kata-katanya, mereka telah diserang oleh panah beracun dalam jumlah yang banyak. Jeneral Long dan semua pemberontak yang ditahan telah mati terkena panah beracun. Beberapa prajurit juga turut terkorban karna terkena anak panah beracun yang dilepaskan dalam jumlah yang banyak.


Xia sempat membuat array perlindungan untuknya dan orang terdekat dengannya selamat. Karna keadaan terlalu mendadak, Xia hanya sempat membuat array yang kecil sahaja. Kaisar Dong selamat kerana kedudukan nya masih jauh dengan serangan itu.


Ketika dipastikan keadaan telah selamat. Kaisar Dong memberi arahan. "Tidak usah mengejarnya, beta yakin ini satu perangkap daripada musuh."


"Tapi ayah.."


"Benar Fu Yi, haiwan kontrak ku juga memberi tahu hal yang sama. Mereka tidak merasa hawa manusia ketika hujan anak panah itu. Pasti mereka memasang anak panah itu secara tersembunyi dengan lebih awal di kawasan terdekat dengan Istana dan melepaskan anak panah itu dari jarak jauh. Mereka pasti menggunakan qi untuk mengawal panah itu." Ujar Xia menenangkan amarah Fu Yi secara bebisik padanya. Putra Fu Yi yang baru memahami akan hal itu hanya menganggukkan kepalanya.


Karna keadaan yang huru-hara itu, mereka menunda perbincangan yang tertangguh dan mereka langsung pulang ke kamar masing - masing. Karna hari masih awal lagi Putra Jing Zhi mengajak Xia pergi ke taman yang tedapat di dalam kawasan istana tetamu.


"Xia, apa kamu mencintaiku?" Tanya Putra Jing Zhi setelah mereka duduk dikursi yang tersedia ditaman itu.


"Apa kamu meraguiku?" Xia bertanya kembali.

__ADS_1


"Aku bukan meragui mu. Tapi aku khawatir dengan mereka yang meminatimu. Aku takut mereka akan berterusan menggodamu."


"Jujur aku katakan bahawa aku sudah mulai menyayangi mu. Ketahuilah aku sangat khawatir saat kamu ditangkap oleh jeneral Long. Pada ketika itu, jantung aku seperti ditikam. Sakit yang teramat." Kata Xia sambil memegang tangan Putra Jing Zhi. Putra Jing Zhi merasa sangat bahagia mendengar ucapan dari Xia.


"Aku amat bahagia mendengarnya." Mereka saling berpandangan dan tersenyum bahagia.


Agak lama juga mereka bicara bersama, tidak terasa hari udah mulai senja. Seorang pelayan datang menjemput mereka untuk makan malam. Mereka pun langsung menuju ke ruang makan bersamaan.


Yang lainnya telah berkumpul diruangan itu. Setelah Kaisar Dong tiba, mereka pun makan bersama. Setelah selesai makan mereka pun kembali kekamar masing - masing.


Keesokan harinya, mereka berkumpul di aula perhimpunan. Mereka memberi hormat kepada kaisar Dong yang baru tiba di aula dan duduk dikerusi kekuasaannya.


"Karna semua pemberontak telah mati kemarin, maka kita akan tutup kes itu. Tetapi perlu beta ingatkan pada kalian agar berjaga - Jaga dengan perkara yang berkaitan dengan Klan hitam. Beta yakin pasti mereka yang membuat serangan semalam akan kembali semula dan yang beta risaukan mereka mau memulakan peperangan seperti dahulu lagi." Ucap kaisar Dong. "Putra Sam kamu harus memberi tahu pada ayahmu akan hal ini. Perkara ini sangat serius."


"Baiklah kaisar Dong, hamba akan memberitahunya.


"Bila kalian akan berangkat pulang?"


"Kami akan berangkat pulang ke kerajaan selatan besok pagi." Ucap Putra Feng Zhi.


"Kamu Putra Zhongli? Adakah kamu akan mengikut mereka?"


"Iya kaisar. Aku akan mengikuti mereka."

__ADS_1


"Iya udah. Beta telah menyiapkan beberapa hadiah untuk kalian bawa pulang."


"Terima kasih dan kami menghargainya tuanku." Ucap mereka semua serentak.


__ADS_2