Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
41 - Beristirehat


__ADS_3

"Kaisar Xi!! hamba Mohon maaf, seharusnya anda keluar dahulu. Tuanku pasti tidak mahu ayah tuanku melihat ini semua. Saya kawatir penyakitnya pasti kambuh lagi." Bisik Leo pada kaisar Xi. Nasib baik kakek Xia dan nendanya berjalan agak lambat dan tidak sempat masuk ke dalam kamar melihat keadaan cucunya. Yang lainnya juga berjalan beriringan bersama kakek nya. Hanya kaisar Xi yang sempat melihat keadaan mereka yang berada didalam kamar.


Kaisar Xi membalikkan badannya, Nagin juga mengikut kaisar lalu menutup pintu kamar. Hanya Leo yang menjaga mereka didalam.


"Kenapa pintunya ditutup, apa yang berlaku?" Tanya kakeknya Xia curiga


"Maaf ayah, Xia'er tidak mau diganggu saat melakukan perawatan. Tadi aja dia mengusirku." Kata kaisar Xi sambil tersenyum.


"Dasar anak nakal. Beraninya dia mengusir seorang kaisar." Kata ayah kaisar Xi sambil tertawa. Kaisar Xi tertawa bersama, tetapi dihatinya sangat kawatir akan hal yang dilihatnya tadi.


"Ayah, ayah pulanglah beristirehat dikamar mu. Pasti ayah letih tadi melayan tetamu. Biar anakmu ini yang menunggu disini." Ujar kaisar Xi.


"Tapi..!!"


"Besok saya akan menyuruh Xia'er untuk melawat ayah di kamar. Mari saya hantarkan ayah pulang kekamar." Pujuk permaisuri Xi, karna dia tau pasti ada yang ngak beres pabila melihat air muka suaminya yang kusut, walaupun kaisar Xi tersenyum didepan ayahnya. Dia sangat mengenali suaminya yang sudah berpuluh tahun menjadi isterinya. Yang lainnya pun ikut untuk pulang ke Istana masing - masing. Menteri Chu juga ikut pulang tidak mau mengganggu anaknya. Putra Mahkota dan Kaisar Xi yang masih menanti.


Setelah melihat yang lainnya pergi kaisar Xi memandang Nagin.


"Jelaskan padaku sekarang." Tanya Kaisar Xi dengan tegas.


"Mulanya hamba ingin memohon maaf bagi pihak Leo karna dengan lancang menyuruh kaisar Xi keluar dari kamar." Nagin menundukkan kepalanya hormat


"APA..!!" Putra Mahkota terkejut mendengarnya, tadi ayahnya bilang bahawa Xia yang tidak mau diganggu.


"Beraninya dia mengusir ayahku. Ada apa ini sebenarnya??" kata Putra Mahkota sambil menatap Nagin.


"Terangkanlah padaku." Ujar kaisar Xi mula merendah kan suaranya. Dan menyuruh anak nya agar tenang, kaisar Xi risau akan mengganggu Xia.


"Putra Jing Zhi selamat, tidak perlu kawatir. Xia tercedera karna berlawan dengan aura hitam yang kuat yang berada di dalam badan Putra Jing Zhi secara batin. Nasib baik ada Putra Yun dan Cisin yang menyalurkan aura qi nya pada Xia yang hampir tewas. Maka yang tuanku lihat tadi, mereka bermeditasi untuk memulihkan qi mereka setelah Xia mengalahkan aura hitam itu. Tadi Xia ada berpesan pada hamba agar tidak mau sesiapa pun yang masuk. Tadinya hamba sempat kawatir melihat keadaan Xia yang muntah darah, jadi hamba terlupa untuk menutup pintu semula sehingga tuanku bisa masuk kedalam kamar. Maaf sekali lagi." Terang Nagin dengan sopan.

__ADS_1


"Apa benar mereka baik baik saja?"


"Benar tuanku."


Kaisar Xi yang mendengarkan nya merasa lega. Putra Mahkota hanya diam dan baru lah dia mengerti akan masalah yang sebenarnya.


Tidak berapa lama, terlihat Putra Yun dan Cisin keluar dari kamar. Xia dan Leo masih didalam untuk terus melihat keadaan Putra Jing Zhi.


"Putra Yun..!!" Panggil Putra Mahkota.


"Kakak, ayah... Kalian masih disini?" Tanya Putra Yun yang tau akan kehadiran mereka tadi.


"Iya.. kamu baik baik saja.?" Tanya Kaisar Xi


"Iya ayah tak perlu kawatir, anakmu ini baik baik saja. Cuma Xia yang cedera dan dia masih mau meneruskan merawat Putra Jing Zhi."


"Apa kecederaan nya serius?" Tanya Kaisar Xi kawatir.


"Aku baik baik saja, tidak usah kawatir. Ayah pulanglah beristirehat, pasti ayah lelah. Putra Jing Zhi juga dalam keadaan yang baik." Ucap Xia yang keluar dari kamar untuk memberitahu keadaannya. Setelah menyuruh Leo untuk mengangkat Putra Jing Zhi dan membaringkan di atas kasurnya dan menukar bajunya yang basah.


"Kamu juga istirehat lah. Tidak perlu memaksa dirimu merawat nya, jika kamu lelah."


"Baiklah ayah." Ucap Xia sambil tersenyum, memang terlihat pucat diwajah Xia. "Kalian juga pulanglah."


Kaisar Xi berlalu pergi, diikuti Putra Mahkota dan Putra Yun. Cisin tidak ikut pulang ke kamarnya. Dia masih kawatir dengan keadaan Xia.


Setelah melihat yang lainnya telah pergi, Xia langsung masuk semula ke dalam kamar. Terlihat Putra Jing Zhi telah sadar tapi keadaannya masih terlihat lemah.


"Aku telah singkirkan aura hitam ditubuhmu. Setelah ini, aku akan singkirkan sisa racun yang masih ada ditubuhmu tapi tunggu tubuh mu kuat semula. Mungkin besok, sekarang istirehat lah. Tapi sebelumnya minum dahulu air ini." Xia memberi air sungai pemulih jiwa kepada Putra Jing Zhi. Putra Jing Zhi meminumnya yang dibantui oleh Leo.

__ADS_1


"Terima kasih Xia'er. Aku berhutang nyawa dengan mu." Ujar Putra Jing Zhi setelah merasa sedikit bertenaga selepas meminum air sungai pemulih jiwa.


"Berehat lah, besok aku akan datang kembali ke sini."Xia tersenyum dan mengarahkan supaya Putra Jing Zhi berbaring.


Setelah melihat Putra Jing Zhi tidur, Xia langsung keluar dari kamar dan terus pulang kekamarnya.


"Xia kamu beristirehat lah di ruang dimensi bintang. Keadaan mu sekarang masih belum pulih lagi dari kecederaan tadi." Ujar Nagin setelah sampai di kamar Xia.


"Baiklah, apa kalian mau ikut ku?" Xia bertanya dan mereka mengangguk kan kepala bersamaan. Mereka pun masuk ke ruang dimensi.


"Aku mau bermeditasi di dalam sungai pemulih jiwa. Untuk memulihkan kecederaan dalaman ku." Ujar Xia, lalu mengeluarkan pil penyembuh dan menelannya.


"Aku ikut dengan mu, aku mau bermeditasi juga di dalam sungai pemulih jiwa." Ucap Cisin. Mereka berdua pun masuk ke dalam sungai pemulih jiwa dan duduk, sampai air diparas dada mereka.


Setelah seharian bermeditasi Cisin telah selesai, manakala Xia masih meneruskan meditasi nya.


Masuk hari kedua, terlihat cahaya keluar dari tubuh Xia beserta bunyi pop sekali. Xia menerobos ke pangkat 5. Akhirnya Xia membuka matanya. Dia terbang keluar dari sungai pemulih jiwa dan mengeringkan badannya.


"Bagaimana Xia, adakah kamu udah baikan?" Tanya Nagin.


"Iya aku merasa lebih baik. Dan terasa tubuhku semakin meringan."


"Pasti kamu lapar, ayo kita makan. Aku udah siapkan makanan untuk kalian semua." Ucap Cisin yang kebetulan datang untuk memanggil mereka makan dan melihat Xia udah selesai bermeditasi.


"Iya jiejie, Aku lapar banget."


"Xia'er..!!" Panggil Miho


"Iya sayang, kemari." Miho langsung berlari kearah Xia dan melompat kearahnya. Miho merasa kawatir melihat keadaan Xia pada saat Xia masuk kedalam ruang dimensi dalam keadaan muka yang terlihat pucat. Melihat keadaan Xia sekarang, Miho merasa lega.

__ADS_1


Xia membelai bulu gebu Miho, sambil berjalan menuju ke istana untuk mengisi perutnya yang kelaparan.


Setibanya di istana, mereka makan bersama. Cisin telah menyediakan makanan khusus untuk Kibo dan Miho.


__ADS_2