
Nagin melihat Xia Lin berlatih, dia merasa kagum kerana Xia Lin dengan mudah mempelajari beberapa jurus pedang dalam masa yang singkat.
Setelah selesai mempelajari beberapa jurus pedang dan ilmu bela mempertahankan diri dari buku buku yang dibawa, Siumei pun mandi di sungai pemulih jiwa. Setelah itu dia menggantikan pakaian dan mengisi perut nya yang terasa lapar. Selesai makan dia pergi ke ruang rawatan. Dia mengambil pil peningkat qi yang berfungsi untuk mempercepatkan penyerapan tenaga yang berada di luar masuk ke dalam badan supaya dengan mudah bisa meningkatkan qi di badan. seterunya bisa meningkatkan tahap kultivasi. Dia juga meminum air sungai pemulih jiwa agar bisa mendapat hasil yang maksimum. Setelah itu Siumei pergi ke pinggir sungai dan duduk di atas batu besar untuk bermeditasi.
Tidak lama setelah itu, terlihat tubuh Siumei bercahaya dan mengeluarkan bunyi letupan. Pop.. pop... Pop.. pop.. Ini menandakan bahawa Siumei menerobos sebanyak 4 kali. Kini Siumei berada di tahap pemula pangkat 4. Siumei masih meneruskan bermeditasi. Keesokan hari nya sekali lagi tubuh Siumei mengeluarkan cahaya dan terdengar bunyi letupan. Pop.. pop.. pop.. pop.. Kini Siumei berada dipangkat 8. Setelah itu Siumei mengakhiri meditasi nya. Dia merasakan tubuhnya semakin ringan.
"Tahniah Xia Lin, kamu memang seorang yang luar biasa. Biasanya para kultivator akan menerobos 1 pangkat, akan mengambil masa satu tahun atau lebih. Tapi kamu menerobos sampai 8 kali dalam masa dua hari. Sangat menakjubkan."
"Makasih Nagin, selepas ini aku akan berusaha lagi dengan lebih keras lagi."
"Sekarang maukah kamu aku ajari cara menggunakan kuasa mutiara merah ku."
"Iya itu yang aku nantikan." Ujar Siumei dengan semangat.
"Baiklah. Pada peringkat awal kamu harus stabilkan qi yang ada di meridian kamu. Setelah stabil, kamu akan merasa aliran qi mu mengalir di pusat dentianmu.Dan teruskan fokus untuk kamu mengalirkan qi pada Mutiara merah yang berada di dentianmu. Setelah itu alirkan qi Mutiara merah itu di tangan mu. Jika kamu berjaya, maka api akan keluar dari tanganmu."
"Adakah aku akan mengulangi langkah ini pada setiap kali aku ingin menggunakan elemen api."
"Tidak, jika kamu telah mahir menggunakan kuasa mutiara merah itu maka secara automatis kuasa mutiara itu akan bergabung dengan aliran qi mu. Kamu hanya fokus untuk mengalirkan qi pada tangan mu sahaja."
"Baiklah akan ku coba sekarang."
__ADS_1
Untuk beberapa Kali, Siumei gagal melakukan nya. Dia cuba melakukan nya beberapa kali dan akhirnya dia berjaya mengeluarkan api dari tangannya.
"Bagus, kamu telah berjaya. Api itu akan bertambah besar dan kuat, jika tahap kultivasi mu meningkat. Jika kamu berada di tahap kultivasi sempurna, maka kamu bisa mengeluarkan api di seluruh badan mu. Dan kamu menjadi kebal kepada semua jenis api di dunia ini."
"Wah.. itu bagus." Siumei berkata sambil tersenyum. Siumei terus berlatih menggunakan kuasa baru nya.
Keesokan harinya diruang dimensi bintang, Siumei mengambil buku berkaitan alkemis. Hari ini dia akan mempelajari meracik dan membuat obat. Setelah menyiapkan ramuan yang di nyatakan didalam buku, dia pun memulai membuat obat pertama nya.
Siumei akan membuat obat pil penyembuh. Setelah membaca dan menghafal bukunya, dia pun memulai membuat pil. Memasukkan beberapa jenis tanaman herba ke dalam tungku obat, Siumei mengeluarkan element api dari tangannya. Lalu membakar tungku obat itu. Siumei mengawal kualiti api yang dikeluarkan. Api nya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Menggunakan api yang sederhana, agar membuatkan pil jadi lebih berkulitas. Setelah lebih kurang satu jam, mereka terhidu bau pil yang harum. Mendakan pil telah siap. Siumei menghentikan api di tangan nya. Dia melihat ke dalam tungku dan mengeluarkan beberapa biji pil.
"Pil penyembuh tahap menengah. Kamu.. kamu memang hebat Xia Lin." Ujar Nagin terkejut, kerana itu pertama kali nya Siumei membuat obat dan ternyata, dia terus bisa mengahasilkan pil tahap menengah.
"Aku akan membuat lagi beberapa jenis obat untuk kegunaan kita kelak."
Hari berganti hari, kini telah 9 hari Siumei berada di ruang dimensi bintang. Hari ini dia akan berlatih teknik meringankan badan, agar dia bisa terbang atau melompat ketempat yang tinggi dengan mudah.
Akhirnya Siumei berjaya menguasai teknik itu. Dia cuba melompat ke atas pohon dengan sekali lompatan saja dan terus melompat ke pohon yang lain dengan cepat. Dia merasa gembira kerana berjaya melakukan lompatan dengan cepat.
Pada keesokan harinya, Siumei akan bermeditasi lagi, kerana telah banyak ilmu yang dipelajari, dan dia yakin dia akan menerobos Lagi. Dia menelan pil peningkat qi dan meminum air sungai pemulih jiwa, lalu duduk bermeditasi di atas batu besar di pinggir sungai. Pada hari itu Nagin melihat lagi tubuh Siumei bercahaya dan mengeluarkan bunyi, pop.. pop.. ternyata Siumei menerobos 2 Kali hari ni. Sekarang tahap kultivasi Siumei berada ditahap pemula pangkat 10. Esoknya perkara yang sama terjadi, Siumei menerobos lagi sebanyak 2 kali. Kini tahap kultivasi Siumei berada di tahap rendah pangkat 2.
Siumei membuka matanya, ternyata hari masih pagi dan terus mandi di sungai. Setelah itu dia pergi ke kamar nya untuk menukar pakaian nya dan beristirehat. Setelah bangun dari tidur nya ternyata hari telah petang, hari ini Siumei harus keluar dari ruang dimensi bintang. Sebelum keluar dia membersihkan diri dan makan.
__ADS_1
"Nagin Hari ini aku harus keluar dari ruangan dimensi ini, kerna udah 11 Hari Aku disini. Aku risau kakak ku mencariku" ujar Siumei setelah selesai makan.
"Baiklah Xia Lin, kini tahap kultivasi mu berada di tahap rendah pangkat 2, kamu udah bisa berbicara langsung dengan ku secara batin. Aku bisa melihat dunia luar dan bisa keluar dari ruangan dimensi bintang ini. Aku juga bisa merasa energi jahat atau baik yang ada disekeliling mu."
"Kamu mau keluar bersamaku sekarang.?"
"Tidak, aku ingin bermeditasi dan melatih kekuatan ku aja disini. Tapi kalau kamu membutuhkan ku, panggil aja aku." Ujar Nagin.
"Iya, kalau gitu aku pamit. Oh iya hampir aja aku terlupa. Apa dibolehkan untuk ku membawa kakak ku ke dalam ruang dimensi bintang ini.?"
"Kamu bisa membawa dan mengeluarkan sesiapa pun dengan ijin mu. Tapi harus kamu yang membawanya. Cuma aku harap kamu bawalah orang telah kamu percayai saja."
"Baiklah, aku pergi dulu." Ucap Siumei Dan terus keluar dari ruangan dimensi bintang.
Setibanya dikamarnya terdengar bunyi ketukan dipintu.
Tuk.. tuk.. tukk.
"Xia'er kamu udah bangun?." Cisin memanggilnya
"Iya sebentar." Siumei pun membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"Kamu udah siap? Ajo kita ke bawah. Kita makan dulu sebelum berangkat pergi."