Kisah Pengembaraan Seorang Gadis

Kisah Pengembaraan Seorang Gadis
92 - Hukuman Keluarga Kor


__ADS_3

"Bangunlah.. aku harap setelah ini kalian bisa menjaga Istana ini dengan baik dan jika ada hal yang mendesak tolong beritahu kami. Jika ada diantara kalian bersekongkol dengan anggota dari klan hitam. Maka akan aku hapuskan siapa pun dia."


"Baiklah puteri Xia."


"Wu berikan puteri Xia gelang mutiara seperti ku ini, karna mulai sekarang puteri Xia juga penguasa disini."


Wu pun memberikan gelang mutiara yang diambilnya pada puteri Xia.


"Baiklah, kami akan pergi sekarang."


Seperti sebelumnya, mereka semua duduk dibelakang badan Zu. Renyu menggubah menjadi duyung dan mereka berenang menuju ke daratan.


"Xia..!!" panggil Miho, setelah melihat Xia.


"Miho apa kau merinduiku?" Xia memeluk Miho dan membelainya manja.


"Hehehe..iya aku merindui mu." Miho suka jika Xia membelainya seperti itu.


"Puteri!!"


"Lun, Wei Wei, apa ada sesuatu yang berlaku setelah kami pergi?"


"Tidak, cuma kemarin ada seekor harimau liar datang menggangu. Tapi aku, Lun dan Miho telah melawannya, akhirnya harimau itu mengalah dan pergi."


"Wahh.. kalian udah bertambah hebat."


Lun dan Wei Wei tersengih karna dipuji putri Xia, mereka tertawa melihat Lun dan Wei Wei yang terlihat malu-malu.


"Oh iya apa ada di antara kalian terluka?" Xia mengangkat Miho dan melihat disekitar badannya.


"Aku dan Lun tidak terluka sedikit pun tapi Wei Wei terkena cakaran di lengannya."


"Wei Wei tunjukkan lukanya." Wei Wei menyingsing lengan bajunya, terlihat tangannya diperban dengan kain. Mereka duduk di kerusi dan Xia membuka kain yang membalut luka Wei Wei. Terlihat lukanya telah terinfeksi. Xia langsung menyiram luka itu dengan air pemulih jiwa yang diambil dalam cincin ruangnya.


"Telan pil ini dan minumlah air ini." Wei Wei mengikut apa yang disuruh Xia. Setelah itu Xia mengoles obat diluka Wei Wei dan akhirnya membalut luka menggunakan kain kasa yang diambil dalam cincin ruangnya.

__ADS_1


"Jangan bagi luka ini terkena air."


"Terima kasih puteri." Xia hanya tersenyum.


Di istana kerajaan Utara.


Telah sebulan puteri Xia pergi dari istana. Putra Ren Zei tidak mempunyai alasan lagi untuk menutup tentang perkara sebenar pada orang tuanya, ketika meraka bertanya istrinya.


Akhirnya Putra Ren Zie bertemu ayah dan bondanya untuk berterus terang pada kedua orang tuanya.


"Ayah, bonda ada yang ingin anakmu ini katakan."


"Katakanlah, apa ini ada kaitannya dengan putri Xia?"


"Iya.. Sebenarnya Putri Xia telah melarikan diri dari istana, kira-kira sebulan yang lalu."


"Apa katamu? Melarikan diri sebulan yang lalu? Mengapa? Apa kamu yang mengusirnya Putra Bei Ren Zie." Terlihat kaisar Bei berang mendengar kata anaknya.


"Apa kamu tidak menjaganya dengan baik? Bagaimana jika dia hamil ketika itu?" terlihat bondanya mengalirkan air mata. Tidak terbayang jika Putri Xia hamil dan mengalami kecelakaan di luar istana.


"Sebelum Putri Xia pergi, dia telah meninggalkan sebuah surat yang mengatakan bahawa dia tidak suka dengan keputusan mengangkat Kor Lily menjadi selir ku. Sebelum kami bernikah, Putri Xia ada mengatakan bahawa dia tidak suka berkongsi suami dengan orang lain. Anakmu ini menerima Kor Lily karna ayah terus memaksa."


Kaisar Bei terdiam. "Benarkah atau ini hanya akal-akalan mu aja mau menyalahkan ayah"


"Benar ayah. Surat itu telah dibakar karna terlalu emosi ketika itu. Jika tidak, pasti udah ditunjukkan pada ayah."


'Selepas ini pasti ayah tidak akan memaksa ku untuk bernikah dengan wanita lain.' Ucap Putra Ren Zie di dalam hatinya.


"Apa kamu telah mencari nya?"


"Sudah ayah. Semua pengawal dan orang kepercayaan ku telah mecari di pelusuk kerajaan Utara tetapi masih tidak ketemu. Dan ada lagi satu perkara yang harus dikatakan. Mungkin ini penyebab utama Putri Xia kabur. Di hari yang sama, Kor Lily diangkat menjadi selir. Dia dan ayahnya telah meracuni Putri Xia dengan racun yang mengkhayalkan untuk dijebak tidur dengan pria lain. Untungnya anakmu ini datang pada waktu yang tepat dan bisa menyelamatkannya. Anakmu ini telah menghukum bunuh pelayan yang diarahkan oleh selir Lily, diharap ayah bisa menjatuhkan hukuman pada keluarga Kor."


"Apa!! Kurang ajar!!" terlihat wajah Kaisar Bei memerah menahan amarahnya. "Besok Menteri Kor akan pulang ke istana. Ayah akan menjatuhkan hukuman berat pada dia dan keluarganya karna telah berniat menjatuhkan maruah bakal permaisuri kerajaan utara."


Setelah menerangkan tentang bukti yang diperolehi, Putra Ren Zie berundur dan pulang ke istananya, Putra Ren Zie meresa lega karna rancangan nya berjaya.

__ADS_1


Keesokan harinya, menteri Kor berada di aula perhimpunan bersama menteri yang lainnya.


"Dengar sini para menteri semua.... hari ini beta akan melucutkan jawatan menteri perang Kor karna..."


"Apa!!! Apa kesalah yang hamba lakukan sehingga Kaisar mahu melucutkan jawatanku?" Menteri Kor yang tidak terima dengan keputusan kaisar Bei langsung memotong ucapan Kaisar.


"Beraninya kau mencela disaat kaisar lagi bicara.." Ketua kasim memarahi menteri Kor. Menteri Kor tidak mengendahkan ketua kasim. Wajahnya terlihat bengis menatap ketua kasim,


"Apa kau lupa apa yang kau lakukan pada isteri Putra Mahkota Ren Zie.?"


"Itu.. itu karna kau yang memungkiri janji mu." Menteri Kor yang merasa gugup pada awalnya, karna rahasia nya terbongkar langsung mengeluarkan pedangnya. Semua pengawal yang berdekatan langsung menggelilingi menteri Kor dan melindungi kaisar Bei.


"Berani kau menghunuskan pedang pada beta. Awalnya beta hanya mau melucutkan jawatan mu karna kau banyak berjasa memerangi musuh diperbatasan. Tetapi.."


"Ha.. haa.. haa.. aku tidak akan melakukan ini jika kau menjadikan Putri ku calon permaisuri." Menteri Kor terus menyerang pengawal yang mengelilinginya.


Terlihat pengawal istana terkorban satu demi satu. Menteri Kor terlihat tersenyum bangga karna bisa menewaskan pengawal yang ramai. Putra Ren Zie langsung mengarahkan pengawal setia nya untuk berlawan dengan Menteri Kor. Ming langsung pergi ke arah menteri Kor setelah mendapat arahan dari Putra Ren Zie.


Ming menghunuskan pedangnya kearah menteri Kor tetapi sempat dielak. Mereka berdua barulah lawan yang sebenar.


TRAANGG.. TIINGG.. TINNGG!!!! Terdengar bunyi pedang berlaga.


Menteri kor mengeluarkan haiwan kontraknya. Ming juga tidak mau ketinggalan, dia mengarahkan Bao untuk berlawan dengan haiwan kontrak menteri Kor. Mereka yang berada di aula langsung berundur. Putra-putra kaisar berdiri dihadapan kaisar untuk melindungi ayahnya.


"Hahahaha.. kau bukan lawan ku anak muda."


"Ceeh.. tidak usah meninggi diri orang tua.. karna aku belum mengeluarkan lagi seluruh kekuatan ku."


"Hiiyaaaak.. rasakan ini.."


ZAAAAssss..


Ming berjaya memotong kedua kaki menteri Kor. Membuat menteri Kor jatuh terduduk dan memuntahkan darah.


"Karna kau berniat memberontak, maka akan beta jatuhkan hukuman mati ke atasmu dan keseluruhaan keluarga menteri Kor."

__ADS_1


Nagin yang bersembunyi di dalam aula itu, dapat melihat keseluruahan kejadian itu. Dia langsung pergi setelah melihat menteri Kor di bawa pergi pengawal istana. Nagin ingin melapurkan hal yang dia lihat pada Xia.


__ADS_2