
Xiruo dan Nin Jun yang mendengar Cisin memanggil Pangeran, terkejut. Mereka terbengong sebentar 'Habis, jika dia seorang Putra, Xia tu siapa? Beraninya dia memanggil nama saja pada seorang putra.' Mereka berdua saling tertanya di fikiran mereka dan saling berpandangan.
"Iya.. ini aku Cisn, jiejie Xia."
"Di mana dia?.. apa dia.." Fu Yi melihat pada wanita yang menegurnya tadi. Dia tidak menggenali Xia karna Xia bercadar, dan suara kedengaran sedikit berbeda.
Xia tertawa. "Sampai hati kau udah melupakan ku? Jiejie ku kau ingat." Xia pura-pura merajuk.
Tiba-tiba Fu Yi memeluk Xia. Xia yang terkejut cuba menolaknya, tetapi putra Fu yi memeluknya dengan erat.
"Lepaskan ku Fu Yi."
Putra Fu Yi melepaskan pelukannya "Maaf, aku kagen banget dengan mu. Maaf juga karna tidak mengenalimu tadi karna kau menutup sebahagian wajah mu. Mengapa kau memakai cadar? Apa kau kabur?"
"Nanti aja, aku ceritakan," Putra Fu Yi hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengalihkan pandangan dari menatap Xia.
"Udah, tidak usah memandangku terus seperti itu. Apa kau udah mempunyai kumpulan?" Xia rimas Fu Yi memandangnya terus.
"Hahh iya.. aku tidak mempunyai kumpulan lagi, apa aku bisa bergabung dengaan kalian?" Fu Yi tersengih karna tertangkap memandang Xia dari tadi.
"Kenalkan dia Xiruo dan Nin Jun. Xiruo.. apa kau keberatan, dia gabung dengan kita?"
Xiruo dan Nin Jun tunduk hormat.
"Maaf pangeran, tadi hamba melanggar anda. Xia, jika pengeran mau bergabung, aku tidak keberatan."
"Ha.. haa.. ha.. kau lucu Xiruo, tadi dia yang langgar kau, malah kau yang minta maaf." Xiruo terbengong seketika.
Putra Fu Yi mendapat renungan tajam dari Xia pun berkata. "Iya.. benar kata Xia, aku yang bersalah, Maafkan aku ya."
"Tidak.. pangeran tidak salah."
__ADS_1
"Iya udah kita fokus di hadapan. Kita bisa melihat cara mereka berlawan."
Mereka terdiam dan melihat di hadapan. Pusingan pertama telah tamat. Kini berlangsung pusingan kedua.
"Xiruo itu Hong Bin kan, di arena keempat?" Tanya Nin Jun.
"Iya, kita lihat apakqh dia akan berjaya?" Mereka pun memerhati arena keempat.
Peraturan perlawanan, tidak bisa menggunakan senjata. Mereka menggunakan kehebatan diri.
Pada awalnya perlawanan di arena empat itu berjalan lancar, ketika di pertengahan perlawanan guru yang melawan mereka mula menggunakan kekuatannya. Terlihat mereka berlima mula tidak bisa menandingi kehebatan guru itu. Guru itu menggunakan kekuatan qi nya untuk menyingkirkan kelima peserta keluar dari arena. Ketika itu kelima peserta mula terpelanting ke udara, terlihat Hong Bin mencuba berpusing dan mengawal keadaan untuk tidak jatuh di luar dari arena. Tetapi seorang pria menendangnya untuk menyelamatkan diri dari terkeluar dari arena. Semua yang melihat sangat terkejut dengan pria itu. Gendang di bunyikan tanda perlawanan tamat. Di arena ke empat hanya pria yang menendang Hong Bin yang berjaya lulus.
"Kasihan Hong Bin, pasti dia kecewa." Xiruo berkata.
"Mari giliran kita pula." Xia mula melangkah ke hadapan. Mereka menuju ke arena lima. Hong Bin yang masih berada di situ melihat ke arah kumpulan Xiruo dengan kecewa, dia merasa kecewa karna di pergunakan.
"Xirou, Nin Jun, jika kalian mau lulus. Jangan terlalu gegabah, aku dan Fu Yi akan cuba melindungi kalian." Fu yi menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Melihat senyuman Putra Fu Yi membuat jiwa Xirou terbang melayang.
Xiruo yang terkejut hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Di bawah arena terdengar peserta wanita mengagumi Putra Fu Yi.
"Siapa dia, tampannya?"
"Aku mau satu kumpulan dengan dia. Sayangnya udah telat."
Xia yang mendengar hanya tersenyum melihat Fu Yi yang berwajah dingin.
Terlihat ada seorang guru naik ke atas arena. Guru pemerhati ketika Xia mengambil ujian kedua. "Kenalkan aku guru Lee, harap kalian tidak perlu sungkan dengan ku." Mereka pun saling menunduk hormat. Dan mula mengelilingi guru Lee.
"Xia guru Lee di tahap tertinggi, masih di bawah mu." Ujar Leo.
__ADS_1
"Iya, makasih."
Ketika gendang di bunyikan mereka memulakan serangan.
Seperti biasa, pada awalnya mereka masih bisa menyeimbangi perlawanan. Di pertengahan perlawanan barulah guru Lee mengeluarkan tenaganya. Xia tidak mau menonjol karna tidak mau di ketahui bahawa dia menpunyai kekuatan di tahap sempurna.
Xia hanya mengelak dan membantu anggota kumpulan dari terkena serangan yang akan membuatkan mereka gagal dalam ujian itu. Ketika guru Lee mau menggunakan teknik angin nya pada Xiruo dan Nin Jun, Xia berteriak.
"Xiruo, Nin Jun minggir." Nin jun sempat untuk mengelak serangan itu tetapi Xiruo tidak sempat, membuatkan Xiruo melayang, Xia dengan pantas melompat lalu menangkap tangan Xiruo dan mereka berdua berpusing di udara, mereka mendarat di dalam arena. Xiruo terduduk dan memuntahkan seteguk darah karna serangan angin dari guru Lee terkena kuat di dadanya.
Tidak sempat Xia berbicara dengan Xiruo, terlihat guru Lee menarik tangan Putra Fu Yi. Xia langsung bergerak pantas dan menarik tangan Fu Yi dan menepuk dada guru Lee. Guru Lee yang terkena serangan dari Xia, membuatkan dia berundur beberapa langkah. Dan terdengar bunyi gendang, menandakan waktu perlawanan telah tamat.
Guru Lee menatap Xia. 'Siapa wanita itu, mengapa dia bisa menebak semua serangan yang akan aku lakukan? Tahap kultivasinya masih di tahap pertengahan, aku yakin pasti dia menekan qi nya.' Kata Guru Lee dihatinya.
Peserta lain yang melihat mereka, tidak merasa curiga terhadap kekuatan Xia karna Xia tidak menyerang. Hanya Putra Fu Yi dan Cisin yang banyak menyerang, Xia hanya memerhati dan membantu. Mereka hanya merasa kagum karna terlihat kumpulan itu seperti saling membantu. Hanya guru Lee yang curiga.
Mereka pun turun dari arena. Dengan kemenangan ujian itu, mereka berlima telah berjaya menjadi pelajar sekta Gaodu. Nin Jun memapah Xiruo karna Xiruo terluka.
"Guru Lee maaf, sebentar." Guru Lee berpaling dan melihat Xia. "Terimalah pil yang tidak seberapa ini." Xia menghulurkan satu botol kecil yang didalamnya terdapat satu pil penyembuh.
Guru Lee mengambilnya dan membaunya. "Pil penyembuh."
"Ya guru, maaf tadi aku tidak sengaja menolak mu. Setelah menelan pil itu, minum la air ini dan bermeditasilah sebentar, pasti sakit di dada guru bisa segera membaik."
Guru Lee terkejut mendengar bicara Xia, hanya terdiam. Dia mengambil air dari Xia dan langsung berlalu. Guru Lee tidak sempat mengucapkan terima kasih karna dia udah tidak tahan dengan sakit di dadanya. Dia berlalu pergi ke ruangannya, lalu langsung memuntahkan seteguk darah. Guru Lee langsung menelan pil yang pelajar itu berikan dan meminum airnya juga. Dia duduk bermeditasi sebentar, ternyata sakit di dadanya udah hilang dan malah membuat dia rasa lebih bertenaga.
"Siapa gadis itu? Seperti apa kekuatan nya sebenarnya? Mengapa dia menyembunyikan kekuatannya? Kita lihat nanti, pasti dia tidak bisa menyembunyikannya lagi setelah ini." Guru Lee berbicara sendiri sambil tersenyum, dia merasa bangga karna ada pelajar kuat yang akan belajar di sekta Gaodu tahun ini.
Di bilik perawatan, Xia memeriksa keadaan Xiruo dan memberikan dia pil penyembuh. Xiruo langsung menelan pil itu dan Xia langsung memberikannya air dari sungai pemulih jiwa.
"Minum air ini dan bermeditasi sebentar, pasti kau akan pulih." Xiruo hanya menganggukkan kepalanya dan mengikut arahan Xia.
__ADS_1